
"Nenek tinggal sendiri , disini'?"tanyaku. "Iya,suami nenek sudah meninggal dunia dan anak tunggal nenek ikut suaminya, nenek sebenarnya diajak untuk tinggal sama mereka tapi nenek gak mau "ucap nenek.
"Kenapa tidak mau,nek?" tanyaku. "Karena nenek tidak mau meninggalkan rumah ini , rumah peninggalan almarhum suami nenek yang memiliki banyak kenangan dengan suami nenek"ucap nenek. "Sepertinya nenek sangat sayang dengan suaminya" ucapku. "Tidak kalau aku sayang dia ,pasti aku temenin dia dalam kubur" ucapnya membuat aku tertawa ngakak. " Tidak ada orang yang mau mati hanya untuk menemani orang mati,nek !"ucapku sambil tertawa.
Ahkirnya malam itu tidur di rumah nenek , tetapi tidak cukup sehari kenyamanan yang nenek berikan pada ku membuat aku betah sampai satu Minggu disitu.
"kamu akan pergi hari ini?"tanya nenek. "Iya makasih ya nek , sudah menampung aku, ngasih makan aku menyayangiku seperti cucu nenek sendiri " ucapku sambil memeluknya. Jujur aku sudah betah di sini apalagi Nenek sangat sayang padaku, tetapi sudah 3 hari ini aku tiap malam mimpi melihat punggung seorang lelaki dan sepasang orang tua yang menangis.
"Kamu yang sudah banyak bantu nenek, dengan keberadaanmu di sini dagangan nenek jadi laris manis"ucap nenek sambil mengusap-usap kepalaku. Setiap hari nenek jualan makanan gado-gado di depan salah satu kampus swasta.
"Nenek tidak tega , takut kamu nyasar kaya kemarin. Besok aja nenek anterin "ucap nenek.
"Aku udah dewasa bukan anak kecil"ucapku sambil cemberut. "Tapi kamu tidak mengingat Siapa dirimu? Namamu saja kamu tidak ingat, terus kalau nanti kamu bertemu orang jahat dan di jual ,atau di bunuh buat di ambil organ tubuh mu bagaimana ".
"Ihh nenek menakuti ku,"keselku membuat nenek tertawa. Ahkirnya hari ini aku menemani nenek jualan lagi seperti biasa, "Baju anak nenek muat buat kamu, nenek serasa melihat anak nenek "ucap nenek.
"Anak nenek tidak pernah kesini buat menemui nenek,?"tanyaku. "Anak nenek dan menantu nenek semuanya kerja dan tinggal di Surabaya, paling kalau libur sekolah, nganterin cucu baru kesini " ucapnya.
"Neng gado-gado 1 pedes "ucap seseorang mahasiswa yang langsung duduk di kursi.
"Neng umur mu berapa sih?"tanyanya. "Idih kepo" jawabku, karena aku sendiri juga tidak tahu umurku berapa kataku dalam hati.
"Ngapain tanya-tanya, jangan macam-macam sama cucu nenek,"ucap nenek. "Seingat ku cucu nenek laki-laki deh"ucapnya sambil tersenyum.
"Jalma ngora ayeuna henteu tiasa ningali awéwé geulis"((Dasar anak muda jaman sekarang ga bisa liat cewek cantik), ucap nenek yang disambut tawa oleh anak muda tersebut.
"cucu nenek buat aku boleh "ucap itu cowok, "Cucu nenek sudah menikah " jawab si nenek membuatku menahan tawa.
"Kenapa sih wanita cantik itu cepat nikahnya"ucap cowok itu membuat nenek terkekeh. Tiap hari pembeli gado-gado nenek selalu memberikan hiburan tersendiri buat ku, entah mengapa perasaan bercanda dengan para mahasiswa yang kebanyakan lelaki membuat ku merasa pernah mengalami momen ini.
"Mas mau beli apa?" tanyaku pada 2 lelaki yang baru berhenti di depan gerobak gado-gado nenek. Satu berseragam polisi dan yang satu berpakaian santai.
"Mas mau beli apa gado-gado apa ketoprak?"tanyaku lagi. "Dasar lelaki aneh semua" ucapku pada 2 lelaki itu yang hanya bengong.
"Eh lepas,main peluk-peluk segala pelecehan ini namanya " ketus ku sambil melepaskan pelukannya.
"Nenek ada orang gila, main peluk neng"teriakku pada nenek yang sedang beristirahat di mushola yang letaknya tidak jauh.
"Mana nu gélo?"(Mana orang gilanya ) ucap nenek sambil menghampiri ku. "Ini ni main peluk-peluk Neng"ucapku.
"Maneh Néng ganteng cenah gélo"(ini orang ganteng Neng bukan gila) ucap mahasiswi yang ikut menghampiriku.
"Ini mas Aya, Aya tidak ingat mas?"tanyanya.
"Aku Daffa adil kak Aya" ucap satunya. "Aya emang namaku Aya?" tanyaku yang di jawab anggukan kepala mereka berdua.
"Bisa lihat buktinya ?"tanyaku, " Ini "kata pria bersragam polisi sambil menyodorkan KTP.
"Daffania cahaya Prameswari,umur 27 tahun status Single "ucapku. "Status kawin bukan Single "ucap pria bersragam polisi. "Di sini Single "ketusku.
"Nggak salah polisi ganteng kayak lu mau sama cewek udik kayak gua?" tanyaku yang di ketawain pria yang bernama Daffa. "Nyadar sekarang Lo kak"ucapnya sambil terkekeh.
"Jadi nama si neng Aya?"tanya nenek."Iya nek saya suaminya dan ini adiknya" ucap pria bersragam. Selanjutnya nenek menceritakan awal pertemuan kami di dalam bus dan akhirnya nenek membawaku ke tempat tinggalnya.
"Selama ini Eneng mencari keluarganya dan sekarang sudah ketemu,Neng pulang ya !" ucap nenek. " Tapi Neng tidak kenal mereka"ucapku.
"Ya gimana lo kenal kita,Lo aja lupa nama lu sendiri"ucap Daffa. "Lo bener adikku bukan sih kok gak ada sopan santunnya sama gw kakak lo"ucapku malah membuatnya ketawa. "Sejak kapan sih Lo pakai sopan santun segala sama gw,ayo pulang Lo gak kenal sama ibu dan ayah?" ucapnya , membuatku tiba-tiba teringat akan mimpiku.
"Ayah,ibu" ucap ku, " Nenek boleh saya bawa Aya?"tanya polisi yang katanya suamiku.
"Silakan ,Neng pulang ya. Kalau sudah sembuh dan ingat semuanya jangan lupa main ke rumah nenek."
"Tentu nek"ucapku sambil memeluk nenek.
Setelah berpamitan kepada nenek 2 lelaki tadi membawaku masuk kedalam mobil. Selama dalam perjalanan kedua lelaki itu melirik ku yang duduk di belakang sendirian. "Kita langsung pulang atau kerumah sakit mas?" tanya Daffa. "Rumah sakit" seseorang yang katanya suamiku.
"Katanya mau ketemu ayah dan ibu ?" tanyaku. "Nanti ayah dan ibu akan menyusul kita di rumah sakit " jawab suamiku.
Sesampai di rumah sakit aku menjalani beberapa pemeriksaan yang aku tidak tahu apa manfaatnya, sampai kedua orang tuaku datang.
"Bagaimana Aya" tanya seseorang wanita yang katanya mertua ku. "Sudah di periksa tinggal menunggu hasilnya " ucap suamiku.
"Aya ingat ibu ga nak?"tanya ibu yang ku jawab gelengan. "Maaf "ucapku. "Bu apa benar aku sudah menikah, tetapi kok ktp ku Single?"tanyaku yang diangguin.
"Dari pemeriksaan CT scan kepala,ada cedera yang mengenai bagian otak besar, kecil dan tengah."ucap dokter di depan kami semua.
"Apa yang kamu ingat,?" dokter. "Aku tidak tahu yang aku ingat terbangun di toilet bus, dan pas keluar ternyata bus yang aku gunakan mengalami kecelakaan "ucapku.
"Ini rekam medis dari dokter umum yang pertama memeriksa kondisi istri saya"ucap suamiku sambil menyerahkan amplop coklat kepada dokter.
"Untuk luka luar sudah mulai mengering, tetapi untuk amnesia kita akan coba terapi okupasi dan terapi kognitif. Terapi okupasi bertujuan untuk mengajarkan pengidap cara mengenal informasi baru. Sementara terapi kognitif dilakukan untuk menguatkan daya ingat. Ini aku resep kan vitamin dan suplemen untuk mencegah kerusakan otak lebih parah akibat amnesia."
"Makasih udah menangani lansung menantuku "ucap mertuaku, sebelum kami pulang.
"Sebaiknya kalian tinggal dirumah bunda, biar bunda bisa mengawasi langsung kondisi istri mu"ucap ibu mertuaku yang diangguin suamiku dan kedua orang tua ku.
"Nanda tar kamu ambil foto-foto lama Aya di rumah ya,siapa tahu bisa membantunya mengingat masa kecilnya "ucap ibuku yang diangguin suamiku.
"Bun anakmu murung kayanya lagi meratapi nasib nikah baru 3 Minggu istri hilang ingatan,lupa kalau sudah menikah "ledek ayah mertuaku yang duduk di bangku depan bersama suamiku.
"Halah paling sedih karena belum belah duren "ucap Risa yang katanya adik iparku.
"Siapa bilang, aku sudah belah duren ya"ucap suamiku yang langsung di ketawain semua orang kecuali aku yang hanya bengong.
"Apa belah duren ?"tanyaku yang langsung di sambut tawa mereka kecuali suamiku.