
Karena pertengkaran kecil itu aku memutuskan pulang kerumahnya ibu dan menghindari Nanda. Saat Nanda pulang aku akan pura-pura tidur dan bangun saat Nanda berangkat kerja. Apalagi ibu dan ayah memaklumi aku yang hamil dan suka tidur, jika perut sudah kenyang.
Tapi berbeda dengan hari Jum'at ini karena Nanda kebetulan libur jadi aku tidak lagi bisa menghindar dari Nanda.
"Dengarkan mas dulu,"ucapnya sambil memelukku yang selesai Yoga. "Jangan peluk-peluk "ketus ku.
"Mas gak mau kamu tidak nyaman, meskipun itu rumah sakit keluarga tapi banyak yang sudah tahu aku menikah dengan orang lain ko, bukan dengan Putri mantan tunanganku ."
Aku masih diam tidak bersuara menanggapi ceritanya,"Kalau kamu tidak percaya,kamu bisa ikut mas praktek di rumah sakit keluarga. Di sana ada bunda, aunty Gita, Om dan banyak keluarga yang lain jadi aku mungkin aku macam-macam dengan Putri "ucap Nanda.
"Kenapa aku harus ngikutin kamu, kamu mau orang ngatain aku istri yang posesif "ketusku. Dengan mengikutinya bekerja maka aku akan terkesan suka mengontrol dan mendominasinya dalam rumah tangga kami. Padahal aku tahu sebagai abdi negara aku hanyalah prioritas keduanya dia bukan milikku secara penuh,kesalku yang hanya aku ucapkan dalam hati.
"Haduh sabar ya mas tidak hamil aja istrimu itu sudah menyebalkan, apalagi hamil pasti tambah menyebalkan"ucap Daffa sambil terkekeh.
"Wanita hamil cenderung sensitif jadi mas maklum ko,kamu gak perlu kuatir "ucap Nanda. Aku yang mendengar hanya mendengus mendengar ucapan mereka berdua.
"Kunci motor mana,Daf?"tanyaku pada Daffa. "Mau kemana dek?"tanya Nanda. "Kemarin sayang, sekarang dek, besok apalagi manggilnya orang ko gak konsisten "ketusku.
"Salah lagi maafin mas, sayang "ucap Nanda lembut sambil menghela nafasnya."Hahaha sabar banget sih mas kamu" kekeh Daffa.
"Mau nyari apa mbak ?" tanya Daffa. "SOP buah, beliin dong minta mas Nanda, hehehe. Mbak belum ambil uang "ucapku malu, dengan cekatan Nanda lansung memberikan selembar uang warna biru pada Daffa.
"Ini buat isi dompet adek, kalau adek belum sempat ambil,"ucap Nanda sambil menyodorkan 9 lembar uang warna merah. "Gimana kalau mas anter aku ke minimarket buat beli susu hamil "ucapku.
"Ayo,mau ke Mall sekalian juga ga apa-apa, sekalian mau beli apa yang adek butuhkan "ucap Nanda. "Ayo aku ganti baju dulu "ucapku. Entah kenapa mendengar kata belanja langsung berbunga-bunga hatiku.
"Kalian mau kemana ?"tanya Daffa yang baru datang saat melihatku masuk ke dalam mobil.
"Mau shopping dulu,es buah simpan di kulkas ya"ucapku sambil meninggalkan Daffa.
Setelah membeli beberapa susu hamil dan buah-buahan kami menikmati steak daging di restoran langganan Nanda.
"Enak ?"tanya Nanda."Enak, besok ajakin aku kesini lagi ya mas"ucapku.
"Siapa mas?"tanyaku saat ponsel Nanda berdering."UGD "jawabnya.
"Jawab saja siapa tau penting "ucapku sambil menikmati steak. "Dek mas harus kerumah sakit sekarang ada pasien gawat darurat " ucapnya.
"Ya udah mas pergi aja ke rumah sakit "jawabku. "Kamu ikut mas dan tunggu mas di ruangan mas saja yuk!" ucap Nanda. "Gak ah kamu pasti gak jelas berapa lamanya. Lebih baik mask ke rumah sakit sekarang aku akan pulang sendiri "ucapku.
"Tapi mas ga tenang, perasaan mas was-was takut ada hal buruk menimpa mu " ucap Nanda. "Ga apa-apa aku biar di jemput Daffa kalau mas kuatir "ucapku, Entah kenapa aku tidak marah sama sekali.
"Tapi dek !" ucap Nanda. "Udah ahh sana mas, nyawa pasien mas taruhannya "usirku. Setelah Nanda pergi aku menyusuri Mall dengan sesekali berhenti di toko sepatu,baju, atau tas hanya untuk sekedar melihat tanpa ada niat untuk membelinya. Karena semua belanjaan di bawa pulang sama Nanda aku putuskan untuk memesan ojek motor saja ,biar tidak terkena macet.
Senang sekali rasanya saat Aya dinyatakan positif hamil, apalagi menurut pemeriksaan kemungkinan anak kami kembar. Tapi kesabaran ku Benar-benar di uji olehnya, sebagai dokter aku tahu hormon kehamilan memang tidak bisa di prediksi.
Perasaan yang sensitif selama trimester pertama umumnya disebabkan oleh perubahan sekresi hormon. Kadar estrogen dan progesteron yang lebih tinggi bertanggung jawab atas perubahan suasana hati, sehingga ibu hamil cenderung lekas marah dan mudah merasa sedih atau senang. Pergeseran hormon berlanjut ke trimester kedua dan ketiga, karena itu aku berusaha menjaga emosiku supaya tidak terpancing emosinya.
Lihatlah tadi Aya marah-marah sekarang hatinya sudah nampak bahagia. Tapi panggilan dari UGD memaksaku untuk meninggalkannya, jujur aku merasa berat untuk meninggalkan sendirian. Apalagi setelah seminggu tugas baru saat ini aku melihatnya tersenyum, melihatnya makan dengan nikmat, melihatnya moodnya membaik. Rasanya sangat berat meninggalkannya sendiri,ada perasaan tak rela, kuatir akan terjadi sesuatu .
"Tapi mas ga tenang, perasaan mas was-was takut ada hal buruk yang menimpamu " ucapku. "Ga apa-apa aku biar di jemput Daffa kalau mas kuatir "ucapnya tenang sambil mengunyah steak.
"Tapi dek !" ucapku masih tak nyaman untuk meninggalkannya,aku ingin mengantarnya pulang sendiri atau membawanya ke rumah sakit. "Udah ahh sana mas, nyawa pasien mas taruhannya "usirnya padaku, dengan berat hati ahkirnya aku tinggalkan Aya di mall sendirian.
Sebagai dokter bedah tidak hanya menangani penyakit, cedera, atau kondisi lain yang memerlukan pembedahan atau prosedur operasi. Tapi juga bertugas merawat pasien sebelum, selama, dan setelah prosedur pembedahan.
"Maaf ya dok, terpaksa menggagu kenyamanan hari libur dokter "ucap Nurs. "Itu sudah tugas dan tanggung jawab saya, udah dulu ya. Saya harus menghubungi keluarga" ucapku sambil berjalan ke ruang praktekku.
"Assalamualaikum, hallo Daffa. Sudah menjemput mbak Aya belum ?"tanyaku beruntun.
"Walaikumsalam mas, Mbak Aya bukannya pergi sama kamu ya mas?" ucap Daffa, membuatku sangat terkejut.
"Mas dapat panggilan mendadak dari rumah sakit dan Aya tidak mau di antar pulang ataupun mas ajak ke rumah sakit, supaya menunggu bisa istirahat di ruangan mas. Aya bilang akan menghubungimu supaya kamu bisa jemput Aya" ucapku .
"Tidak ada yang menghubungiku sama sekali mas" ucap Daffa." Ok makasih Daff" ucapku bergegas berlari keluar, mungkin dia masih jalan-jalan di mall kataku dalam hati sambil mengendarai mobilku menuju ke restoran tempat kami makan steak tadi. Aku harus tenang tidak boleh terbawa emosi hingga mobil berhenti di dekat lampu merah , tapi ada sedikit kemacetan.
"Ada apa pak ?"tanyaku pada lelaki paruh baya, yang kebetulan lewat. "Biasa pak kecelakaan, truk Tanki remnya blong menabrak beberapa pengguna jalan yang lainnya"jawabnya, memoriku berputar pada saat bus yang yang Aya tumpangi saat bakti sosial.
Aku bergegas turun dan melihat TKP,nampak ada beberapa polisi yang mengatur jalan supaya tidak ada kemacetan dan pihak medis dan 2 ambulance.
"Permisi "ucapku sambil berjalan masuk diantara kerumunan orang-orang."Hai bagaimana korban sudah di evakuasi semua "ucapku pada seorang polisi lalulintas kenalan ku.
"Ah sial ngagetin aja sih ,pak "ucap saat melihat kearah ku setelah ku tepuk bahunya.
"Masih muda juga kagetan,emang lu punya penyakit jantung apa"ucap ku sambil terkekeh. "Ya kalau sering Lo bikin kaget bisa kenalan ".
"Korban sudah dibawa semua oleh ambulan ?" tanyaku. "Itu lagi mau di bawa kerumah sakit."
"Pak polisi tolong pak disana ada perempuan muda yang tiba-tiba pingsan setelah melihat tabrakan barusan,kami berusaha bangunkan tapi belum sadar-sadar "ucap seorang driver ojek motor yang menghampiri kami.
Kami bergegas mengikuti driver ojek tersebut, jantungku berdetak sangat kencang, saat mataku melihat kearah wanita yang tidur di pinggir toko,aku bergegas lari Ya ampun Kenapa bisa begini.
"Bro ini kunci mobil gw tolong bawa kesini buruan " ucapku.