One Love, One Heart

One Love, One Heart
46. Kacau



"Dek bangun mandi besar terus kita salat asar berjamaah " ucap Nanda membangunkan aku yang tertidur setelah ibadah pertama kali.


"Sini mas bantu ke kamar mandi,habis ini mas mau ke apotik beli vitamin biar kamu tidak lemas !" ucapnya sambil terkekeh.


"Apaan sih "ucapku malu. "Bukan mas hanya mau beli vitamin biar kamu tidak kecapean,mas tahu kamu capek setelah kemarin seharian resepsi "ucap Nanda sambil menurunkan aku di dalam kamar mandi." Sana mandi mas tinggal dulu"ucapnya.


Selepas Nanda pergi aku segera mandi dan selesai pas Nanda kembali,kami melakukan sholat Ashar bersama sebelum makan.


"Habis ini kemana?"tanya Nanda. "Melihat the sun has set."


"Kamu tidak apa-apa jalan ?" tanya Nanda. "Itu lebih baik dari pada harus di kamar,tar mas lapar makan aku lagi "ucapku membuat Nanda tertawa ngakak.


"Kamu tahu aja sih mas pingin lagi"ucapnya sambil mengacak-acak rambutku. Setelah makan kami menikmati sore sampai magrib baru kami kembali ke hotel. Malamnya Nanda mengajakku menikmati malam dengan berjalan-jalan dan berkuliner.


"Cepat tidur pasti kamu setelah seharian jalan-jalan " ucap Nanda saat kami hendak masuk hotel,tapi belum sempat kami masuk kamu merasakan gempa hingga Nanda menarikku keluar dari hotel.


"kencang sekali gempanya"ucapku. "Ada mas kami tidak perlu kuatir "ucap Nanda sambil mengajak ku naik lagi ke dalam kamar kami. Tapi malam gempa terjadi lagi membuatku tak bisa tidur kembali ,aku tertidur dengan duduk dan menyadarkan kepalaku pada bahu Nanda sampai pagi.


"Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua kali gempa mengguncang Lombok pada Minggu ".


Sutopo menambahkan, dua warga Malaysia meninggal di kawasan Air Terjun Tiu Kelep.


Sementara itu, 44 orang mengalami luka-luka akibat gempa di Lombok, kemarin.


"Ko di matiin acara siaran langsungnya mas "ucapku pada Nanda yang tiba-tiba mematikan televisi dan duduk disebelah ku.


"Dampak gempa 5,4 SR di Lombok Timur : 2 orang meninggal dunia, 44 orang luka-luka, 32 unit rumah roboh"


"dan 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan."


"Terus ?" tanyaku. "Maaf terpaksa bulan madu kita di percepat, kamu hari ini pulang ya disini gak aman takut ada gempa susulan lagi"ucap Nanda.


"Kamu bukan kami?"ucapku. "Mas bertahan menjadi relawan disini bergabung dengan Basarnas, TNI dan polri "ucap Nanda."Ya udah aku tunggu mas disini aja"ucapku.


"2 orang meninggal dunia adalah wisatawan asal Malaysia yang tertimpa material longsoran di kawasan Air Terjun Tiu Kelep. Apa aku tenang meninggalkan kamu sendiri disini,kalau ada gempa lagi dan bangun ini roboh gimana ?" ucap Nanda.


"Ih doanya jelek "ketusku. "Makanya nurut pulang mas udah beli tiket,nanti Daffa yang akan jemput, sekarang siap-siap mas bereskan bawaan kita"ucap Nanda. Bulan madu yang rencananya 3 malam 4 hari hanya satu malam 2 hari,itu pun aku juga harus pulang sendiri. Berangkat berdua pulang sendiri sungguh menyedihkan kataku dalam hati. Nanda mengantarkan aku ke bandara sebelum bergabung dengan relawan lainya, sesampainya di Jakarta Daffa sudah menjemput ku tanpa aku menghubunginya.


"Kasian, gak usah ngambek kaya anak kecil suamimu meninggal kakak buat menolong orang" ucap Daffa. "Gw tau ya gimana aneh aja berangkat berdua pulang sendiri kaya orang berantem,tau"ketusku yang langsung diketawain Daffa. "Bukan kaya orang berantem tapi kaya orang di buang haha "tawa Daffa. 'Ia persis habis manis sepah di buang, siangnya dapat kesucian ku esok paginya di suruh pulang sendiri ' ucap ku dalam hati miris sekali.


"Aku kalau jadi kamu sudah injak-injak itu suami saat bulan madu , malah di duakan dengan tugas"ucap Risa. "Kalau bisa. Aku sengaja tidak telpon eh dia juga tidak telpon dari kemarin aku sampai di rumah sampai sekarang "keselku. "Gw punya ide buat ngerjain laki mu,!" ucap Risa. "Apa?"tanyaku.


"Kalian gila, yang satu adik kandung yang satu istri ngerjain orang yang lagi menjalankan tugas !" ucap Riri.


"Kamu tidak tahu yang kurasakan. Aku kesel ya, gw sebenarnya maklum tapi sampai segitunya tidak bisa menghubungi atau mengirim pesan apa istrinya ini tidak ada artinya "ketusku.


"Begini ,hari Minggu ini aku dan teman-teman mau mengadakan baksos (bakti sosial ). Kami mengadakan bakti sosial, yang merupakan salah satu program kerja sebagai wujud dari kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan masyarakat yang membutuhkan bantuan yang meningkatkan rasa kemanusiaan terhadap sesama sebagai mahasiswa terpelajar. Kegiatan ini berlalu untuk umum, dosen dan mahasiswa dan kegiatan kali ini bertujuan untuk membersihkan Pantai, meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir dan muara untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan lestari serta meningkatkan kerjasama lintas sektor dalam pengelolaan sampah dari muara dan pesisir."


"Ok gw ikut dari pada suntuk nugu kabar pesan atau telpon yang tidak kunjung ada kabar berita, tidak lebih baik aku alihkan perhatian ku untuk hal yang positif ucap "ucapku. Hari Minggu 2 hari lagi aku harap Nanda memberikan aku kabar ,tapi semua hanya angan-angan yang kosong tidak ada kabar sama sekali darinya sampai hari keberangkatan aku.


"Aku selalu mendukungmu , sampai segitunya tidak mengirimkan kabar atau pesan. Aku juga bakal sakit hati kalau menjadi diri mu"ucap Risa setelah aku bercerita tentang apa yang kurasakan,sambil mengendarai mobil menuju lokasi baksos.


Beruntung suasana cerah, sehingga seluruh rombongan juga dapat menikmati indah dan segarnya udara pantai di pagi hari. Seluruh rombongan terlihat gembira, memungut sampah sambil sesekali berfoto bersama, mengabadikan moment yang bisa dibilang jarang terjadi.


Berbekal peralatan kebersihan sederhana, rombongan bakti sosial berpencar membersihkan tiap sisi pantai agar segera selesai sebelum matahari semakin tinggi dan mulai terasa panas. Terlihat bapak-bapak juga menyabit rumput yang mulai panjang tak terawat, ibu-ibu pun menyapu dedaunan yang berserakan. Beberapa lama kemudian, seluruh rombongan untuk kembali karena matahari sudah mulai terasa membakar kulit.


"Kita harus kembali sekarang, Kamu kembali ke Jakarta sekarang bersama ku atau nanti sore bersama rombongan bus"ucap Risa.


"Aku masih mau melihat matahari terbenam di pinggir pantai,kamu duluan saja "ucap ku. Bersama rombongan yang lainnya aku bertahan menikmati acara untuk menghibur diri sendiri, sampai habis sholat isya kami kembali ke Jakarta di tengah guyuran hujan.


"Hujan ponselku mati lagi ,gimana aku bisa menghubungi Daffa buat menjemput ku" ucapku.


"Kenapa ?" tanya wanita seumuran denganku yang duduk di sampingku. "Ponselku low bet padahal aku harus menghubungi adikku, untuk menjemput ku" ucapku.


"Ya udah pakai aja ponselku"ucapnya. " Hehe aku lupa no adikku "ucapku . "Ya uda kita tuker kartu dulu aja" ucapnya. "Wah boleh tu, maaf ngerepotin ya"ucapku tak enak hati."Santai aja kita sesama manusia harus saling membantu"ucapnya.


Tapi apes setelah aku masukan kartu ku ke dalam ponselnya , Daffa aku telpon gak diangkat-angkat.


"Kenapa ga diangkat" tanyanya yang kujawab dengan anggukan.


"Ya udah pakai aja dulu ,aku juga tidak ada yang perlu ku hubungi ini"ucapnya. "Keluarga mu" tanyaku.


"Mereka tidak peduli padaku, kedua orang tuaku dan kakak ku semua hanya sibuk kerja dan kerja tidak ada yang saling memperhatikan satu sama lain"ucapnya.


"Aku titip tasku dulu,aku mau ke toilet" ucapku.


Ada apa ini apa gempa lagi, saat aku merasakan goyangan di bus yang ku tumpangi berbarengan dengan suara orang-orang berteriak,belum sempat aku bergerak aku merasakan bus berguncang sangat kencang,aku yang di toilet hanya bisa berdoa karena toilet yang sempit membuat badan dan kepala ku terbentur ke kanan dan ke kiri berulang-ulang kali.