
"Ini kamar kita "ucap suamiku. "Kamar kita?" tanyaku yang diangguin suamiku.
"Ini dulu kamarku sendiri tetapi setelah aku menikah ini juga kamar istriku!"ucapnya. "Apa ada bukti kalau kita sudah menikah ?"tanyaku karena tidak ada foto kebersamaan kami sama sekali di kamar ini.
"Sebentar aku ambilkan buku nikah kita"ucapnya. Setelah suamiku pergi aku mengamati kamar ini tidak ada yang aneh, tetapi kenapa tidak ada kenangan atau memori yang terlintas dipikiran tetang kamar ini."Ini buku nikah kita,ini foto-foto pernikahan kita. Yang dari wedding organizer lusa kita akan ambil bersama ".
"Sebelum nikah kita pacaran, atau di jodohkan atau ta'aruf ?" tanyaku. "Kenapa kamu bertanya begitu ?"
"Jika kita pacaran harusnya ada foto kebersamaan kita dikamar ini,tapi disini tidak ada foto kebersamaan kita dan kamar ini seperti asing buatku. Jika kita ta'aruf tidak mungkin pakaian yang kita pakai tidak mencerminkan seperti orang agamis, jadi tebakan aku mungkin kita di jodohkan " ucapku membuatnya geleng-geleng kepala dan langsung merebahkan diri di kasur.
Aku berjalan mencari lemari pakaian dan saat menemukannya serta membuka, kenapa di dalam lemari tidak ada bajuku satu pun? tanyaku dalam hati.
"Hai bangun dulu "ucapku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya yang lagi rebahan."Kenapa di lemari tidak ada bajuku sama sekali ?" tanyaku membuatnya langsung duduk, lantas mengambil buku nikah kami.
"Lihat ini kita nikah baru 3 Minggu,satu hari setelah nikah kita pergi bulan madu dan sehabis bulan madu, kamu tinggal bersama orang tua mu dan aku pergi tugas " ucapnya.
"Sini dengerkan mas bicara "ucapnya sambil memegang kedua pipiku. "Mari kita mulai dari awal,istilah pasangan sekarang pacaran setelah halal. Bagaimana ?" tanyanya yang aku anggukin.
Tapi dia malah menciumiku dari ciuman keseluruhan wajahku berahkir dengan memberikan kecupan-kecupan di bibirku, sebelum dia ********** seolah bibirku seperti es krim menghisap *******. Aku tidak tahu atau hanya insting saja aku mengikuti semua yang dilakukan padaku,dari caranya menghisap ******* semua ku ikuti bahkan saat dia mulai menaikkan kaos oblong yang kupakai hingga terlepas aku juga malah melepas kancing bajunya."Ah geli "ucapku saat suamiku mencium dan menghisap leherku seperti vampir , tetapi anehnya aku menikmati setiap apa yang dia lakukan padaku. "Kenapa di buka ?" tanyaku saat dia hendak membuka resleting celana jeans yang aku pakai.
"Karena kita mau ibadah dan menikmati surga dunia" ucapnya. "Oya,apa harus di lepas ?"tanya ku lagi yang diangguin suamiku. "Oke lepas sendiri saja,"ucapku sambil melepas celana jeans ku dan segera ku ambil selimut."Kenapa ditutupi kita sudah pernah melakukan ini dan yang terakhir kenapa belum dibuka ucapnya sambil melepaskan celananya sendiri sebelum bergabung menjadi satu selimut dengan ku. "Ikutin yang aku lakukan seperti tadi, biarkan insting mu bekerja" ucapnya. Seperti kerbau di cucuk hidungnya aku menuruti semua perintahnya "Ah sakiiit " teriaku. "Tahan kita sudah pernah melakukan ibadah ini, sakitnya cuma sebentar habis itu tidak sakit lagi tetapi kenikmatan "ucapnya.
"Bangun mandi habis itu kita sholat magrib "ucap suamiku membangunkan aku yang masih tertidur.
"Jam berapa ?"tanyaku. "Jam 5.30 sore buruan mandi terus kita sholat magrib, habis itu kita sholat magrib berjamaah sebelum makan malam bersama keluarga yang lain.
Ternyata keluarga nya ramah-ramah kakak lelakinya, kakak iparnya dan putrinya semuanya ramah padaku.
"Bun ada kamar kosong ga aku mau tidur sendiri saja "bisikku pada bunda yang lagi memotong buah.
"Kenapa sayang, cerita ke bunda apa yang sudah dilakukan suamimu " ucap bunda sambil melihat kearah ku.
"Kata anak bunda dia ibadahnya suami istri itu surga dunia sakit di awal habis itu tidak sakit lagi tetapi enak"ucapku membuat bunda menahan tawa.
"Teruskan saja cerita mu!" ucap Bunda. Ahkirnya aku ceritakan saat bangun tidur sakit buat berjalan dan masih perih jadi aku takut tidur dengan suamiku.
"Kami baru nikah mau sebulan sudah terpisahkan karena tugas, sekarang amnesia bunda tega memisahkan kami "ucap suamiku.
"Ini permintaan Aya,"ucap bunda. "Kenapa tidak bilang saja sama mas di,ada apa sebenarnya ?"tanya suamiku Nanda."Aku takut kamu bohongin lagi"ucapku. "Bohong,aku bohong apa?" tanya Nanda.
"Kamu bilang kita akan ibadah sakit di awal tapi nikmat kemudian, merasakan surga dunia tapi aku tidak mau lagi masih sakit semua buat jalan dan buat pipis " ucapku membuat yang berada di ruang keluarga tertawa kecuali Vina bocah SMP.
"Makanya to sabar pelan-pelan, jangan langsung tancap gas pollll. Apa lagi katamu kamu baru sekali dan ini baru yang kedua, kamu dokter bukan sih kayak gini aja gak pahit "ucap mas Khalid.
"Ya maklum kami pengantin baru terpisahkan berhari-hari dan sudah pernah melakukan meski itu cuma sekali, Kaya kamu tidak pernah saja "ketus suamiku.
"Masalahnya di sini istrimu itu hilang ingatan,jadi mulai lah pelan-pelan sambil mengembalikan memori otaknya. Bukan langsung sosor tancap gas,dia seperti gadis polos yang belum mengetahui apa hubungan antara suami istri "ucap ayah mertua.
"Jadi biarkan Aya tidur sendiri dulu jangan kamu bikin trauma lagi!"ucap bunda. "Sudah terima nasib saja aku temenin puas, mbak mu kandungannya lemah jadi aku harus puasa dahulu" ucap mas Khalid.
"Puasa apa bun?" tanya ku yang disambut tawa oleh yang lain. "Mulai lah mengajari istrimu dari awal lagi" ucap mas Khalid sambil tersenyum tetapi senyum meledek Nanda.
Ahkirnya Nanda mengikuti saran bundanya kami tidur terpisah dan seminggu ini Nanda pergi menjadi dokter relawan untuk korban banjir di daerah Sumatra dan aku tinggal bersama kedua orang tuaku.
"Jadi kamu kembar?" tanyaku karena hampir sebulan aku pulang aku baru tahu punya adik kembar.
"Aku baru ikut pelatihan jadi gak bisa melihat kondisi mba,tetapi aku yang membantu mas Nanda mencari mbak "ucapnya.
"Gimana kalau kita besok pagi joging pagi?"tanya Daffin. "Boleh sudah lama aku tidak joging di taman kompleks " ucap Daffa.
"Kalau begitu sekarang kita tidur sudah malam,ayo Aya kita tiduran " ucap ibu. Selama aku tinggal di rumah orang tuaku, setiap malam aku akan tidur berdua dengan ibu. Setiap mau tidur ibu akan memperlihatkan foto-foto lama dan menjelaskan momen yang terjadi di dalam foto tersebut. Meskipun aku belum bisa mengingat apapun tetapi di rumah orang tuaku ,aku serasa memiliki ikatan apa ini yang disebut ikatan keluarga. Banyak warga yang bertanya kabarku saat perjalanan kami menuju taman, Kami olahraga dan membeli bubur buat sarapan selesai berolahraga. "Ayo kita pulang !" ucap Daffin. "Itu ramai sekali?"tanyaku saat melihat segerombol orang yang mempertontonkan binatang-binatang reptil peliharaan mereka.
"Pencinta reptil mengajak kita untuk tidak menyakiti bintang-bintang reptil tersebut "ucap Daffa.
"Kita lihat sebentar yu sebelum pulang !" ucapku sambil berjalan ke arah mereka. Aku melihat semua adegan yang mereka perlihatkan, hingga adegan seorang perempuan bermain dengan ular peliharaannya membuatku seperti mengingat seseorang tapi aku lupa saat itu.
"Mbak ko bengong mau pegang ular,aman ko tidak berbisa "ucap seorang perempuan tiba-tiba sudah berdiri di depan ku dengan ular nya, saat si ular menjulurkan lidahnya sekelebat bayangan seorang perempuan di gigit ular terlihat jelas dalam ingatanku membuat Kepalaku tiba-tiba sakit sebelum gelap dan badanku terasa lemas tak bertenaga.