
Sejak pengusiran yang di lakukan Aya padaku tadi pagi membuatku semakin penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya, akhirnya aku putuskan untuk menghubungi semua teman SMA yang aku yang kukenal yang sekarang domisili di Jakarta dan sekitarnya. Aku merencanakan sebuah reuni dan sengaja mengundang para guru dan keluarganya yang juga kebetulan berada di Jakarta.
" Lo gila ngadain acara reuni dadakan kayak gini harusnya jauh-jauh hari di rundingkan dulu dari mana dananya dari mana tempatnya siapa saja yang jadi panitia!" ucap Leo salah satu temanku dari SMA.
Kami 5 sekawan masih komunikasi sampai sekarang, Andi seorang dosen istrinya punya usaha catering tinggal di Jakarta timur. Leo seorang kontraktor domisili di Tangerang, Wildan ASN dan Riko seorang Desainer grafis di Jakarta
"Gimana kalau dana sekilasnya saja" ucap Wildan.
"Gak bakal jalan kalau dana seikhlasnya, harus ada yang berani keluar dana dulu" ucap Riko.
"Buat gedung gw yang akan menghandle "ucapku, aku bisa mintak tolong Khalid relasinya kan banyak ucapku dalam hati.
" Kalau buat MC dan hiburan serahkan ke Lexa manta terakhir loo,loo hubungi aja dia pasti dia mau membatu"ucap Leo.
"Emang dia artis?"tanyaku.
"Suaminya manajer grup band yang lagi naik daun, sedangkan Lexa kan jadi host di ajang pencarian bintang berbakat di televisi "ucapnya.
"Buat catering biar gw yang tanggung jawab, hitung-hitung promosi catering punya istriku" ucap Andi.
"Ya udah berati gw ,Wildan,Riko akan mengurus sisanya"ucap Leo.
"Kita undang juga para guru-guru dan pengurus sekolah yang kebetulan ada di sekitar kita,gw akan bikin undangan buat mereka tar"ucapku.
Hanya 24 jam semua berjalan sesuai harapanku undangan juga udah gw bikin sendiri di salah satu percetakan temanku.
"Gila ya dalam waktu 24 jam bisa bikin rencana kaya begini, Lo bisa booking hotel mendadak begitu" ucap Wildan yang menemaniku mengambil undangan. Sekarang asalkan ada uang dan koneksi semua bisa terjadi ucapku dalam hati.
"Bisalah gw ada kenalan disana" ucapku,aku bisa mudah booking karena Khalid punya saham disana.
"Sekarang kita mau kemana"tanya Wildan.
"Kita mau ngantar undangan ke salah satu guru kita dulu "ucapku.
"Siapa ?" tanya Wildan.
"Tar Lo akan tahu kalau lihat orangnya" ucapku.
"Ini rumahnya?" tanya Wildan saat mobil kami sudah berhenti di depan rumah Aya.
"Iya ayo"ucapku, setelah mengucapkan salam tidak sampai 10 menit pintu rumah dibuka oleh Pak Rahmat.
"Gila itu kan Pak Rahmat,ko sudah hampir 11 tahun mukanya tidak menua ya"ucap Wildan.
"Iya guru yang paling berkarisma "ucapku.
"Guru yang paling tahu dan memahami apa yang di mau muridnya" ucap Wildan terkekeh.
"Cari siapa ya?" tanya beliau.
"Mencari bapak "ucap kami, nampak beliau sedang berpikir mungkin sambil mengingat-ingat Kami siapa.
"Kamu Nanda bukan dan kamu Wildan "ucap beliau.
"Ayo masuk kita ngobrol di dalam" ucap beliau sambil membuka pagar rumah. "Wah tumben kalian ingat bapak" ucapnya saat kami sudah duduk di ruang tamu,tak lama istrinya datang menyapa kami.
"Ini pak kedatangan kami ingin mengundang bapak beserta keluarga buat menghadiri temu kangen,ya reuni istilahnya" Ucapku terpotong dengan kedatangan Aya yang membawa minuman dan kudapan. Rasanya darah ini mendidih melihat penampilannya, apa dia tidak sadar tamu bapaknya itu laki-laki semua dia menyuguhkan hidangan dengan pakaian kayak begitu, ucapku kesal tapi cuma bisa dalam hati. Aya hanya menggunakan hotpants pendek yang panjangnya sama dengan kaos atasan yang dia pakai, hingga kaki nya yang putih nampak terlihat dan rambut di Cepol asal keatas memperlihatkan leher jenjangnya.
"Bapak akan usahakan datang Siapa tahu bapak bisa bertemu dengan para guru-guru yang sekarang pindah tugas ke sini"ucap Pak Rahmat setelah acara basa-basi kami yang hampir 1 jam.
"Terima kasih pak,kami permisi dulu. Assalamualaikum " ucap kami sebelum ahkirnya pergi meninggalkan rumah pak Rahmat.
"Itu yang antar minum tadi anak sulungnya Pak Rahmat bukan, tambah seksi saja ya cantik, kulitnya bersih sayang gw udah ada tunangan"ucap Wildan.
"Dasar playboy,aku kira lu sudah tobat karena sebentar lagi akan menikah!" ucapku.
"Gw kan cuma bilang tambah cantik dan seksi emang salah, dari pada lu pernah bikin dia nangis" ucap Wildan.
"Kapan ?" tanyaku bingung.
"Emang apa yang gw lakukan, jujur gw gak ingat ?" tanyaku bingung.
" Gw sih gak tahu pasti apa yang lo lakuin sama dia, saat itu dimana kita merasa dewasa dan mencoba minum minuman haram itu dia datang menemui mu katanya ingin bicara berdua denganmu" ucap Wildan sambil menyalakan sebatang rokok. " Kamu membawanya ke kamar sebelah, tetapi tegak lama sekitar 15 menit tiba-tiba dia lewat sepertinya menangis"ucap Wildan.
"Kenapa dia menangis ?"tanyaku.
" Aku sih nggak tahu kenapa dia menangis karena penasaran aku samperin kamu di kamar sebelah tapi kamu malah sudah tepar tertidur di lantai cuma beralaskan karpet"ucap Wildan membuatku berpikir keras mencoba mengingat apa yang terjadi sebenarnya saat itu.
" Ada yang aneh nggak sekitar situ setelah kepergiannya? tanyaku jadi semakin penasaran.
"Aku tidak ingat" ucap Wildan, Wildan bapaknya tentara makanya saat kami mencoba miras dia yang tidak mau mencoba sendiri karena takut dihajar bapaknya. Wildan aja yang sadar tidak mabuk tidak mengingat bagaimana diriku yang saat itu mabuk, ucapku dalam hati.
"Ada apa ?"tanyanya. " aku cuma mencoba mengingat kira-kira apa yang aku lakukan saat itu kepadanya" ucapku.
"Ya mana aku tahu,tapi kalau Lo apa-apain pasti dia nyari loo buat Lo tanggung jawab lah,apa Lagi Lo sangat akrab dengan pak Rahmat,?"ucapnya. Bener juga tapi,kata bunda sikapnya terhadap aku menujukkan sikap seseorang yang menderita gangguan psikologis kecemasan. Selama proses pematangan acara demi acara reuni aku terus kepikiran sebenarnya apa yang terjadi siang itu antara aku dan Aya.
"Kenapa Lo ngajak gw sih?"tanyaku saat Leo mengajak ku menemui Lexa salah satu mantan pacarku saat SMA.
"Karena Lo salah satu mantan spesialnya, dengan mengajak loo siapa tau mempermudah rencana kita "ucapnya,aku cuma mendengus mendengarnya.
"Dimana dia tinggal ?"tanyaku.
" Sun And Moon "ucap Leo ,"Tapi karena kita bukan salah satu penghuni apartemen kita tida bisa langsung kesana,kita harus lapor dulu sama security dan menunggu di lobby sampai yang punya apartemen mau menerima kita" ucapnya. Saat sudah berada di lobby apartemen aku langsung berjalan menuju arah lift " Hai lapor Dul sama security "ucap Leo.
"Sudah nggak usah ribet" ucapku sambil menarik Kerah baju Leo.
"kok itu security diam saja lihat Lo masuk?" ucap Leo.
"Ya makanya ga usah ribet ga mungkin juga security menghafal semua wajah dan nama penghuni apartemen sebanyak ini"ucapku. Padahal emang hampir semua security menghafal ku sebagai adik Khalid salah satu penghuni apartemen mewah disini.
" Ini kamarnya Le?" tanyaku, Setelah menunggu 5 menit pintu terbuka dan keluarlah Lexa dengan pakaian sedikit terbuka.
"Siapa ya?" tanyanya. "Lo lupa sama kita Lex ?"tanya Leo .
"Astaga elo Leo kan teman Nanda " ucapnya,Leo langsung mengganggu dengan melihatku.
"Lo Nanda kan" ucapnya sambil menunjuk ke aku, belum sempat aku menjawab dia langsung meloncat memelukku dengan mengakat kakinya di pinggangku persis anak kecil minta gendong.
"Lepas lu nggak malu dilihat orang ,entar kalau laki mu lihat bisa salah paham," ucapku. Lexa langsung turun dari atas gendonganku dan menarikku masuk meninggalkan Leo yang hanya bengong.
"Gw kesini mau undang Lo dan minta tolong Lo buat Jadi MC di acara reuni kita, sekalian lu minta tolong suami lu yang katanya manajer itu buat
membawa salah satu band yang di tanganinya untuk menjadi hiburan kita"ucap Leo.
"O kapan rencana kita akan sesuaikan jadwal yang ada, gratis buat semua tapi aku cuma minta Nanda mengajakku makan malam bisa"ucap Lexa, terkesan menggunakan aku sebagai bayarannya.
"Kalau gitu berapa tarif Lo dan bandnya gw yang bayar"ucap ku dingin, emang dia kira siapa dia mau membayar ku.
"Emang Lo mampu, tarif ku sudah tidak seperti anak SMA lo" ucapnya sambil memainkan jari-jari tangannya di dadaku yang memakai kaos polo dan jaket bomber.
"Siapa tamunya yang ?"tanya laki-laki keluar dari kamar dengan pakaian santai.
"Ini teman-temanku SMA mau mengundangku acara reuni, sekalian minta kepadaku untuk menjadi MC dan mengundang salah satu anak band untuk hiburan"ucap Lexa.
"Berapa harus kami bayar"ucapku.
"Lo adik pak Khalid yang punya unit 010, bukan?" tanya suami Lexa.
"Iya" ucapku.
"Ok Pake aja Lexa buat MC bandnya tar aku yang atur,buat tanggal berapa ?"tanyanya.
"2 Minggu lagi " ucapku.
"Baik aku akan atur " ucapnya sebelum pergi masuk ke sebuah ruang yang bertuliskan ruang kerja.
" Buset emang bener ya ngajak Lo lebih gampang,"ucap Leo. Lexa nampak bingung dengan situasi kenapa suaminya begitu baik dan langsung menerima tawaranku.