One Love, One Heart

One Love, One Heart
39. Yang sebenarnya



"Apa kamu juga tahu tentang semua ini?" tanyaku pada Daffa yang sedang mengisi perutnya sambil duduk di teras depan, sedang ibu sibuk mengantarkan beberapa kue kepada tetangga yang sudah datang menjadi saksi.


"Aku baru tahu tadi siang sepulang mengantarkan ayah dari rumah mas Nanda,aku dan ayah sampai kaget ternyata rumahnya mewah" ucap Daffa.


"Apa yang kamu tahu ?"tanyaku. "Tidak ada, tanya aja langsung sama ayah !"ucapnya.


"Ayah masih di pos ronda , tadi bilangnya mau nganterin beberapa makanan buat mereka yang dapat jatah ronda malam ini,tatapi belum pulang sampai sekarang ibu juga"ucapku.


"Pasti masih ngobrol mereka ya wajarlah lama"ucap Daffa." Tapi ini sudah malam jam 10.00 lo"ucapku.


"Lo lupa ini malam Minggu,"ucap Daffa langsung membuat ku memukul keningku.


Setiap malam Minggu ibu-ibu main bulutangkis di lapangan baru sekitar pukul 11.00 gantiin bapak-bapak dan baru berahkir dini hari.


"Sebaiknya kakak masuk kamar dan beristirahat kalau masih ada yang ditanyakan besok pagi aja"ucap Daffa.


Karena dari kemarin aku susah untuk tidur membuatku sekarang sangat mengantuk dan memutuskan untuk tidur membawa dengan membawa rasa penasaran.


Begitu pagi datang aku langsung meminta penjelasan kepada kedua orang tuaku yang sedang bersantai.


"Setelah kepergianmu tidak lama kedua orang tua Nanda diantar kakak Nanda datang menemui kami "ucap ibu


"Mereka mengatakan kalau Nanda orang pertama yang menorehkan luka di hatimu, saat itu ayah jujur marah dan kecewa Nanda yang selama ini ayah anggap anak baik-baik telah membuat putri ayah sakit hati dan takut untuk mengenal cinta "ucap ayah.


"Emang mas Nanda ngapain kamu sampai kamu tidak mau mengenal cinta kak,?"tanya Daffa."Itu sudah lama gak perlu di ungkit lagi, orangnya juga sudah berubah"ucapku tidak mau membalas masa lalu.


"Ayah Nanda juga menceritakan tentang apa yang kau lihat di ruang kerja Nanda"ucap ibu.


"Kami sangat menyesalkan sikapnya yang mudah tergoda dengan apa yang ada,tapi setelah mendengar cerita kondisi Nanda dan orang tuanya yang meminta langsung kamu kepada kami,kami memutuskan memberikan nya kesempatan "ucap ibu.


"Karena itu kami sepakat untuk merahasiakan keberadaan mu dari Nanda, meskipun ayah dan bundanya sudah mengetahui di mana kamu bera waktu itu"ucap ayah.


"Kami juga tahu kepergian Nanda Setelah wisuda ke Papua sebagai relawan adalah karena ulah orang tua Nanda"ucap ibu.


"Jadi ayah dan ibu tahu aku di gigit ular ?" tanyaku. "Iya bunda Nanda menceritakan bagaimana kondisimu dan bercerita tentang perjodohan yang ibu ucapkan padamu dulu"ucap ibu.


"Rencana perjodohan serta ide untuk merahasiakan dari kalian berdua itu rencananya mereka. Mereka ingin tahu apa yang akan kalian lakukan untuk menghadapi situasi ini"ucap ayah.


"Waktu kamu di rumah Sakit ibu dan bunda Nanda sering melihatmu disaat Daffa sedang kuliah dan memantau kondisi kesehatanmu dari dokter langsung"ucap ibu.


"Apa Nanda juga tahu tentang lamaran ini?"tanyaku.


"Tidak karena sesuai rencana, ayah menemui orang tua Nanda untuk mengundangnya dan Nanda percaya itu"ucap ibu."Bahkan kata ayah Nanda harusnya Nanda curiga bagaimana kami bisa saling kenal, tetapi karena pikirannya yang tidak lagi beres membuat rencana kami berjalan lancar"ucap ayah sambil terkekeh.


"Iya baru tahu waktu kalian duduk berhadapan,"ucap ibu.


"Kalian semuanya berhasil mengerjai ku"kesalku."Kakak sendiri yang bilang aku menuruti semua keinginan ibu"ucap ibu.


"Ih nyebelin"ucapku sambil berjalan masuk kamar, efek pikiran dan perasaan yang bahagia membuatku tenang tidak seperti kemarin yang selalu cemas memikirkan siapa calon suamiku.


POV.Nanda


Nanda sejujurnya senang karena aku yang menjadi tunangan Aya, tetapi dia juga kecewa karena baru mengetahuinya saat di rumah Aya. Apa keluarganya tidak tahu apa yang dirasakan selama ini sejak dia tahu Aya akan dijodohkan dengan anak teman ibunya, jangankan untuk tidur nyenyak untuk makan aja rasanya sudah sangat malas sejak tahu tentang perjodohan itu.


"Bunda merencanakan ini semua pasti sudah lama kan?" tanya Nanda saat semua keluarga sedang berkumpul untuk sarapan bersama.


"Sejak kamu cerita tentang Aya yang membuat kesepakatan dengan ibunya, jika dia gagal menghabiskan masa tugasnya dia akan menerima perjodohan dari ibunya "ucap bunda tenang,apa bunda tidak tahu aku sedang menahan marah kecewa dan kesal dari semalam gara-gara semua ini,ucapku dalam hati.


"Terus kenapa Bunda baru bilang kemarin saat sudah ke acara inti, apa Bunda tidak kasihan padaku yang terkejut di sana"kesel Nanda. "Bunda sengaja melakukannya, biar kamu juga tahu rasanya sakit hati. Karena bunda tahu waktu pertunanganmu gagal dulu kamu bahagia bukan sedih" ucap bunda.


"Tapi tidak merahasiakan semua dariku juga bunda,coba kalau aku tahu dari awal aku bisa minta pernikahan di majukan ".


"Dasar kamu, keluarga Aya itu masih tidak terlalu yakin padamu setelah apa yang kamu lakukan kepada putrinya" ucap bunda ."kalau aku jadi ayah Aya aku tidak akan merestui kamu"ucap ayah sambil terkekeh.


"Aku anakmu Lo yah tega kamu padaku, padahal tiap malam kamu tempat curhatku" kesel ku.


"Kalau Ayah tega sama kamu Ayah tidak akan minta tolong kenalan ayah untuk mengirim mu menjadi relawan"ucap ayah."Kalau Ayah mengirim ku menjadi relawan berarti Ayah sudah tahu lama kalau Aya berada di Papua ?"tanyaku.


"Seminggu setelah hari ulang tahun mu bunda dan ayah menemui kedua orang tua Aya dan mengatakan yang sebenarnya ,apa yang kamu lakukan kepada putri mereka" ucap bunda. "Mereka sangat menyesalkan sikapmu yang mudah tergoda dengan apa yang ada di depanmu, seharusnya kamu menolak saat teman kerjamu memberikan sebuah kado ulang tahun sebuah ciuman bukan malah menanggapinya"kesel bunda


"Karena itu kami sepakat untuk merahasiakan keberadaan Aya darimu, sejak ayah dan bunda sudah mengetahui di mana Aya berada dari orang tua Aya" ucap bunda.


"Karena itu ayah dan bunda tenang-tenang saja dan menyuruh aku segera menyelesaikan studiku"ucapku. " Gak usah protes , yang penting sekarang kamu sudah jadi tunangan Aya"ucap Risa.


"Tapi kan nikahnya nugu setahun "keluhku, "Persis seperti ayahnya kalau kaya gini "ucap bunda. "Kok jadi ayah yang di bawa-bawa "ucap ayah.


"Kami sepakat juga untuk menjodohkan kalian tetapi merahasiakan dari kalian berdua, Kami ingin tahu apa yang kalian rasakan dan yang akan kalian perbuat agar kalian bisa merasakan perasaan kalian masing-masing" ucap Bunda."Biar Aya juga bisa jujur kepada perasaannya sendiri, apa masih ada sakit dihatinya buatmu tentang masalalu atau rasa sakit masa sekarang "ucap bunda.


"kami juga yang menghubungi orang tua Aya tentang kondisi Aya,kami juga terus memantau kondisi Aya langsung dari dokternya" ucap ayah.


"Tapi kalian semua bersikap seperti orang asing " tidak berani saling melihat muka,"ucap ayah sambil terkekeh " Kamu yang hanya diam waktu kami giring duduk dan baru sadar setelah om Raihan menyampaikan sambutan mewakili keluarga kita,"ucap ibu.


"Kalau pikirannya tenang harusnya dia curiga saat orang tua dan adik Aya ke sini mengundang bunda dan ayah untuk menghadiri pertunangan, seharusnya Nanda curiga kenal dari mana, sejak kapan saling mengenal " ucap Khalid sambil tertawa,yang sejak tadi hanya diam.


"Ah aku kesel "ucap Nanda sambil berdiri." Kalau mau pergi ke rumah Aya nanti malam saja jangan sekarang , biarkan Aya tenang dulu"ucap bunda.