
"Makasih bantuannya anak-anak," ucapku kepada dua murid lelaki yang membantuku membawa buku-buku serta lembaran tugas kelompok
"Bu Aya tidak pulang ?"tanya pak Yogi,saat melihatku menyalahkan Laptopku.
"Tidak Pak anak kelas 12 masih ada jam pelajaran tambahan,"ucapku jika guru-guru lain pulang jam 2 atau 3 siang aku jam 4 atau 5 sore karena harus mengisi tambahan jam pelajaran anak kelas 12.
"Masuk pertama ngajar sampai hampir sebulan disuruh ngasih jam pelajaran tambahan terus,tar gajian mantap Bu !" ucap pak Yogi.
"Allhamdullilah,tapi cuma sampai ada guru informatika pak,habis itu berlaku jam normal seperti guru yang lain ko"ucapku.
"Ambil aja Bu lumayan buat tambahan beli skincare " ucap Bu Vika.
"Kalau gitu kami pulang dulu ya bu" ucap pak Yogi dan Bu Vika.
"Ok kelas untuk hari ini sampai sini sebelum pulang ibu mau bertanya ada yang perlu di tanyakan tentang tugas kali ini?" tanyaku.
"Ok, karena pada diam ibu anggap sudah paham saya tunggu hasilnya, ok kita ahkiri pelajaran hari ini dan sampai jumpa Minggu depan , selamat sore "Ucapku kemudian pergi meninggalkan kelas.
"Bu ada yang mencari ibu dan menugu ibu di pos satpam" ucap salah satu penjaga sekolah yang kebetulan ketemu di lorong sekolah.
"Ok , makasih pak saya udah selesai k o tinggal mengambil tas"Ucapku.
Setelah masuk ruang guru buat menaruh buku dan mengambil tas aku bergegas ke pos,takut Riri menunggu lama karena aku ingat hari ini ada janji dengan Riri buat hang out bareng.
"Pak katanya ada yang mencari saya?" tanyaku pada pak satpam.
"Katanya nugu di mobil Bu Nia" ucap pak satpam,sejak kapan Riri punya mobil tanyaku dalam hati.
🎼 ✉️ Riri
AYa sorry gw ga jadi hang out, barusan mbak Risa mintak tolong suruh ngajar kelas Dino.
🙏🙏
Terus kalau Riri ga jadi lalu siapa yang menuguku kataku dalam hati deg deg deg jantungku berdetak kencang saat melihat mobil mas Nanda terpakir tidak jauh dari sekolah.
"Aya mas mau bicara "ucap mas Nanda menghentikan motor yang ku kendarai.
"Apa sih mas,gak ada yang perlu di bahas tentang kita"ucapku.
"Kalau kamu tidak mau bicara sekarang,tar malam mas akan ke rumah mu buat melamar mu"ucap mas Nanda membuatku melotot mendengarnya.
"Apa-apaan sih Mas jangan gila deh"ucapku sewot.
"Ayo bicara sama sekarang, jika tidak nanti malam mas akan ke rumah mu bersama kedua orang tua mas"ucapnya yang terkesan memaksa.
"Ok kita cari kafe dekat sini,mas ikuti saja monitorku"Ucapku,mas Nanda mengikuti aku dengan mobilnya.
"Mau bicara apa?"tanyaku to the poin, setelah kami memesan minuman.
"Mas sudah ingat yang terjadi saat kamu menemui mas dalam kondisi mas mabuk. Itu pertama kalinya mas mencoba miras,mas tadinya tidak bisa mengingat apapun. Dari Wildan dan Lexa mas bisa mengumpulkan semua dan mulai mengingat, meski berakibat fatal dengan adanya gosip itu. Saat di di acara reuni Lexa berjanji akan menceritakan yang dia ketahui semua asalkan mas menuruti kemauannya untuk makan malam romantis dengannya" ucap mas Nanda.
" Emang apa yang mas ingat ?"tanyaku.
"Kata Lexa kamu melihat mas dan Lexa yang lagi berbuat mesum,mas sadar saat itu seharusnya kamu belum saatnya melihat kaya begitu mengingat umurmu yang masih 14 tahun"ucap mas Nanda. Apa mas Nanda juga ingat apa yang di lakukan padaku saat mabuk.
"Dan kemarin sekelebat bayangan pelecehan mas padamu berputar di ingatan mas" ucap mas Nanda lirih, jantungku berdetak kencang mendengarnya.
"Percuma mas sudah terlambat, jadi lebih baik mas menjauh biar aku tidak kebayang kejadian itu lagi"ucapku tanpa berani melihatnya.
"Tidak kamu harus sembuh," ucap mas Nanda.
"Aku tidak sakit, kenapa harus sembuh " ucapku.
"Fisik mu tidak sakit, tetapi kalau kamu tidak bisa membuang bayangan itu kamu tidak bisa melangkah kedepan" ucap mas Nanda.
"Kenapa tidak, buktinya aku bisa sejauh ini "ucapku sambil mengatur detak jantungku.
"Dari temanmu Satu apartemen Cintya kamu berhenti karena pelecehan yang hampir di lakukan atasanmu yang merupakan pacarmu, kamu memukulnya saat dia hendak menciumi"ucap mas Nanda sambil menatap tajam padaku, membuatku tidak berani melihat kearahnya, mas Nanda menghentikan ucapannya saat pelayan kafe mengantarkan pesanan kami.
"Kamu perlu ke psikolog untuk memastikan kondisimu"ucapnya.
"Aku tidak gila! buat apa ke psikolog "ucapku marah.
"Mas tidak bilang kamu gila,tapi kamu susah memulai hubungan dengan lelaki kamu takut pada kami kaum lelaki "ucap mas Nanda.
"Sok tahu kamu mas,mas tahu aku kuliah ambil teknik hampir 70 persen mahasiswa teknik informatika lelaki "ucapku.
"Tetapi mereka hanya teman tidak ada yang lebih dari teman, jika kau tidak trauma buktikan"ucapnya.
"Buktikan ?"tanyaku bingung.
"Mari kita jalani hubungan,buktikan waktu kamu tidak sadarkan diri di mobil itu bukan karena mas,waktu kamu pingsan dan berteriak bukan anak kecil jangan sentuh aku itu bukan bayangan mas yang ada" ucap mas Nanda,membuat kepalaku pusing dan keringat dingin keluar dan jari-jari tanganku mulai gemetar.
Semua yang dialami Aya terus diamati Nanda,ada rasa sakit di hati Nanda melihatnya Gadis kecil yang dulu selalu ceria, gadis kecil yang menemuinya dan mengatakan' mas Nanda ganteng mau gak jadi pacar pertama Aya'.
"Kenapa aku harus membuktikan dengan menjadi pacar mas Nanda,apa ini rencana mas Nanda untuk membersihkan nama baik mas dari gosip yang menimpa mas?" tanya Aya.
"Bukan masalah gosip, lagian tadi mas di temani ayah dan pengacara mas sudah membuat laporan kepada polisi untuk Lexa atas tuduhan pencemaran nama baik, karena ini rencana Lexa untuk meningkatkan popularitasnya" ucap Nanda.
"Aku tidak mau"ucap Aya.
"Kalau begitu Mas akan menemuimu orang tua mu untuk melamarmu "ucap Nanda.
"Gila kamu mas,mengapa aku harus mengikuti saranmu "ucap Aya marah.
"Karena mas ngerasa kamu takut sama mas,kamu menghindari mas, badanmu yang berkeringat di ruang ber-AC ini itu bukti nyata dan kamu tidak pernah melihat mas saat bicara dengan mas "ucap mas Nanda.
"Itu bukan alasan,aku mau pulang sebentar lagi Adzan Magrib, aku tidak mau kemalaman "ucapku sambil berdiri.
"Pikirkan pilih kamu buktikan dengan menjadi pacar mas atau mas langsung melamarmu, mas kasih waktu 3 hari buatmu berpikir "ucap Mas Nanda.
"Aku tidak mau semuanya"ucapku.
"Silahkan berati seminggu lagi aku akan melamarmu"ucap mas Nanda,aku tidak menjawab tapi langsung pergi meninggalkannya.
"Ahhhh Nanda gila "teriaku sekencang mungkin di jalanan yang ramai oleh para pengendara yang berlalu-lalang. Ya aku berteriak dalam posisi berkendara di jalan raya.
"Bunda bisa bicara berdua saja,"ucapku menghampiri bunda yang sedang menonton televisi bersama ayah.
"Pasti berbuat salah, di sini aja kenapa ayah biar tahu" ucap ayah.
"Tapi ayah harus janji tidak bakal memukul atau menghajar ku," ucap Nanda membuat kedua orang tuanya menatapnya aneh.
"Kamu lelaki kalau salah ya harus terima konsekuensinya, kenapa harus takut di hajar ayah," ucap Dito.
"Aku ingin cerita tapi jangan di potong, kalau udah selesai cerita Ayah Bunda boleh menghajar ku "ucap Nanda kedua orang tuanya hanya mengagukan kepala.
"Aku mulai dekat dengan Pak Rahmat saat kelas 11 karena olimpiade matematika,dari sana aku mengenal Aya dan kedua adik kembarnya. Saat aku kelas 12 dan Aya kelas 9 Aya menyatakan kalau aku ganteng dan aku cinta pertamanya. Aku menanggapinya untuk menyenangkannya sebagai adik, karena itu aku juga memiliki pacar di SMA. Saat hari-hari terakhir kelas 12 aku pernah pacaran semacam kissing tapi sedikit terbuka,tanpa kusadari Aya yang saat itu berumur 14 tahun melihat adegan yang seharusnya tidak dilihatnya. Keesokan harinya Lexa menemui Aya mengatakan bahwa aku hanya menganggapnya anak kecil dan saat aku pertama kali aku mencoba miras, aku hampir melakukan hal apa yang kulakukan pada Lexa,tapi Aya sempat berontak dengan memukul hingga aku pingsan. Kemungkinan itu yang menyebabkan Aya sulit untuk memulai hubungan dengan lawan jenis lebih dari teman,aku memintanya menemui psikolog untuk memastikan kondisinya, tetapi dia menolak"cerita Nanda panjang.
"Sudah ceritanya?"tanya Dito, yang di jawab anggukan.
"kamu yakin tidak berbuat lebih dari itu ?"tanya Dito.
"Aku playboy tapi gaya pacaranku cuma kebuka bagian atas yah gak sampai buka-bukaan yang bawah" ucap Nanda kesel.
"Bagus berikan keperjakaanmu buat pasangan halalmu, jangan seperti orang memberikan istri halalnya sisaan orang" ucap Anin.
"Emang siapa yang kaya gitu?"tanya Nanda.
"Sekarang rencana mu,apa?"tanya Dito untuk mengalihkan pembicaraan.
"Dia menolak untuk ke psikolog karena itu aku memintanya membuktikan kondisinya untuk menjadi kekasihku, jika dia menolak aku akan melamarnya"ucap Nanda.
"Modus" ucap Anin,"Atur waktu buat bunda bisa mengobrol berdua dengannya"ucap Anin.
"Akan aku usahakan,bun"ucap Nanda.