One Love, One Heart

One Love, One Heart
51. Pertengkaran suami istri



Hidungku mencium bau-bau yang menyengat seperti bau minyak kayu putih."Allhamdullilah kakak sadar kalau belum sadar mau kita bawa kerumah sakit "ucap Daffa. "Emang gw di gigit ular meski di bawa ke rumah sakit segala "ketusku.


"Siapa yang di gigit ular ? Kakak ingat sesuatu ?"tanya ibu. "Hah, kakak tidak tahu, cuma melihat bayangan wanita di gigit ular saja waktu lihat ular tati"ucapku. Kemudian ibu memperlihatkan bekas gigitan ular yang pernah kualami dan menceritakan tentang kejadian itu.


"Maaf aku tidak bisa mengingat " ucapku penuh sesal. "Tida apa-apa, sekarang kakak mandi ibu siapkan makanan kesukaan kakak "ucap ibu.


"gurame bakar sambal super pedas tahu goreng "ucapku yang disambut ibu dengan anggukan.


"Kakak hebat bisa mengingatnya ".


"Aku spontan saja menyebutkan nya ibu, jadi benar itu kesukaan aku?"tanyaku. Begitu ibu pergi aku segera mandi karena di rumah ibu kamar mandi di lantai atas cuma satu, jadi aku membawa baju ganti hotpants super pendek dan tank top yang memperlihatkan puser nya yang ku pakai.


Setelah selesai mandi duduk di depan meja rias sambil memperhatikan wajahku,"Apa benar aku sudah menikah sayang sekali kenapa harus menikah muda,"ucapku di depan kaca. "Apa salahnya dengan menikah muda"ucap seseorang yang sudah mendekapku dari belakang.


"Eh mas sudah pulang ko aku gak tahu, kapan datang? Masuk Lewa mana? "tanyaku, perasaan tadi aku masuk kamar langsung mengunci pintu deh.


"Mas datang pas kamu masuk kamar mandi"ucapnya. "Mas geli "ucapku saat Nanda menciumi leherku dengan sesekali memberikan kecupan dan hisapan,apa lagi kedua tangannya tidak diam.


"Siapa suruh pakai baju seksi, kamu itu membangunkan adik mas yang lagi tidur, padahal sudah mulai terbiasa kamu cuekin "ucapnya memaksaku untuk melihat langsung kearahnya.


"Mana adik mas?"tanya ku saat aku sudah merubah posisi sama-sama berdiri saling berhadapan. "Ini ,dia bangun saat kamu mulai masuk ke dalam kamar dan mengunci Pintu "ucapnya sambil menekan kan sesuatu ke perutku, sesuatu benda keras yang membuat ku langsung melotot kala menyadarinya. "Mesum "ucapku sambil memukul-mukul bahunya.


"Haha wajar aku normal lagian aku juga mesum sama istri sendiri ini"ucapnya.Selama di tinggalkan seminggu ini aktivitasku cuma membaca buku-buku yang tersedia di dalam kamar masa kecilku ini.


" Mau ibadah siang bersama mas, ibadah yang hanya boleh dilakukan oleh suami istri "ucapnya dengan mata sendu dan nafas memburu.


"Aku takut sakit tapi aku takut dosa kalau nolak" ucapku. "Kamu tahu dari mana kalau menolak suami itu dosa ?"tanya Nanda. "Dari buku yang disitu "ucapku sambil menujuk tak kecil yang berisi buku-buku.


"Syukur deh mas takut kamu bertanya pada ibu"ucapnya penuh kelegaan."Emang kenapa kalau aku bertanya kepada ibu, kan wajar jika kita tidak tahu bertanya "ucapku. "Apa amnesia selain hilang ingatan juga hilang daya pahamnya ya "ucap Nanda lirih.


"Apa mas,? Mas ngomong apa tumben lirih banget ?" tanyaku. tok tok "Mbak disuruh ibu makan"ucap Daffin. "Eh ibu dah nyiapin masakan kesukaan ku ayo kita makan " ucapku sambil melepaskan pelukannya dan berjalan meninggalkan Nanda di kamarku.


Saat makan ibu menceritakan apa yang terjadi padaku saat aku melihat ular dan aku yang mengingat makanan kesukaanku. "Kita tanya ke dokter, bagaimana baiknya ya. Biar dokternya juga tahu perkembangannya biar tidak salah ngasih obat mau di tambah atau di kurangi dosisnya "ucapnya merayuku untuk di ajak kontrol ke dokter.


"Aku tidak mau minum obat titi"teriaku lalu menutup mukaku dengan bantal. Apa dikira Tidak bosen tiap hari minum obat terapi udah seperti orang penyakitan aja, sejak tinggal di rumah ibu semua obat tidak pernah aku minum lagi. Aku tidak tahu mengapa setiap kali melihat obat-obatan emosiku lansung naik,aku merasa seperti orang yang sakit parah sehingga harus minum obat terus.


Terdengar pintu kamar di banting pasti Nanda pergi keluar, bodo amat aku ganti bajuku dan berjalan keluar sambil mengendap-endap takut ketahuan orang rumah.


"Aya tidak mau periksa ke dokter dan tidak mau meminum obatnya, setelah aku cek ternyata obat periksa yang terakhir juga masih utuh. Berarti hampir 2 Minggu Aya tidak minum obat sama sekali " ucap suamiku tidak tahu sama siapa, sepertinya lagi telpon. Gitu aja ngadu ,apa ngadu ke bunda ya? tanyaku dalam hatiku. Ah bodo yang penting sekarang keluar rumah dan beli rujak buah, membayangkan panas-panas begini memakan rujak buah yang pedas manis asem rasanya sangat menggiurkan membuat air liurku menetes.


"Mbak mau kemana ?"tanya Daffa yang naik motor ga tau dari mana siang-siang begini. "Pengen ke ruku depan mencari sesuatu"ucapku.


"Ayo aku antar hilang lagi kamu nanti "ucapnya, setelah aku naik kami mencari rujak buah, tapi sayang tidak ada ahkirnya Daffa mengantar aku mencari sampai ketemu.


"Ah ahkirnya sampai rumah "ucap Daffa begitu motor yang dikendarai berhenti di depan rumah.


"Astaghfirullah Aya kamu dari mana pergi tidak pamit, ponsel tidak di bawa bikin semua orang rumah kuatir"ucap ibu yang sudah berdiri di depan pintu.


"Maaf ibu tadi tadi aku pingin ke ruko depan saja ,tapi sampai sana yang kucari tidak ada ahkirnya aku mencari sampai ketemu "ucapku bertepatan dengan Nanda dan ayah datang.


"Kamu dari mana sih bikin satu rumah cemas" ucap Nanda ketus. "Ko kamu marah-marah, apa tidak bisa bertanya baik-baik,gak pakai . "Aya ga mau punya suami yang nyebelin kaya kamu!" teriaku sambil berlari ke lantai 2 kearah kamar, tapi bukan masuk ke kamarku tapi masuk ke kamar Daffin yang tidak ada orangnya.


POV. Nanda


Sakit rasanya kepala ini baru pulang setelah jadi relawan selama seminggu, pulang capek badan pingin bermanja-manja dengan istri malah dapat kabar Aya pingsan gara-gara lihat ular. "Kenapa Aya bikin marah kamu ?" tanya ayah.


"Aya tidak mau di ajak ke dokter katanya bosen minum obat dan terapi "keluhku, apa dia tidak pingin cepat sembuh,apa dia suka amnesia ucapku dalam hati.


"Ya sabar ya Nanda, maaf kan putri ayah yang membuatmu emosi "ucap ayah membuatku merasa bersalah. "Bukan gitu ayah. Setelah aku cek ternyata obat periksa terahkir juga masih utuh, sama sekali tidak di minum sama Aya. Nanda cuma mau Aya cepat sembuh dan mengingat semua, itu aja tidak lebih "ucapku. Gimana tidak back mood sebulan sudah Aya kembali, tapi tiap malam aku masih tidur di temani guling bukan istri kataku dalam hati.


Setelah ngobrol sebentar dengan ayah aku berniat untuk istirahat di kamar, pasti Aya sudah pules tidurnya. Ya tuhan baru 30 menit aku tinggalkan kamar Aya sudah tidak ada ,kemana lagi Aya apa kabur panas-panasan begini. Ya Allah berikanlah hamba mu ini beribu-ribu kesabaran,aku turun berjalan bertanya pada ayah dan ibu tapi mereka tidak ada yang tahu. Saat kamu masih berjalan di sekitar kompleks ibu memberikan kabar , bahwa Aya sudah di rumah."Sebenarnya apa yang terjadi?" tanyaku pada Daffa Setelah Aya ngambek lagi dan naik ke lantai 2.


"Tadi aku ketemu Mbak Aya di pinggir jalan , dia bilang mau ke ruko depan setelah aku antar ke sana ternyata yang dicari tidak ada. Ahkirnya aku menemani mbak Aya mencari keinginannya"ucap Daffa.


"Memang mbakmu nyari apa?" tanya ibu. "katanya panas-panas begini paling enak makan rujak buah yang pedas manis dan asam"ucap Daffa membuat kedua orang tua Aya hanya menghela nafas kasar.