
"Kakak yakin tidak ada hubungan apa-apa sama Nanda, ?" tanya ibu untuk kesekian kalinya setelah semalam aku menginap di rumah Nanda dan paginya berangkat kerja dari sana, dengan menggunakan baju mbak Risa yang ukurannya tidak terlalu jauh beda dengan badan ku.
"Tidak ada hubungan apa-apa ibu, mbak Risa yang punya bimbel itu adiknya mas Nanda dan ibu tahu bocah dulu yang jadi murid privat ku, itu keponakan mas Nanda anak dari kakak mas Nanda "ucapku.
"Jadi karena itu keluarganya baik semua sama kamu?"tanya ibu yang segera ku anggukan kepalaku.
"Sudahlah Bu Aya sudah dewasa jangan kaya anak kecil selalu ibu urus secara mendetail , "ucap ayah.
"Aya itu masih kecil buat ibu, selama dia masih menjadi tanggungan kita , selama dia belum menikah dan mempunyai anak dia tetap anak kecil di mata Ibu," ucap ibu membuatku melotot tak percaya mendengarnya.
"Terus kalau aku tidak menikah berarti aku tetap menjadi anak kecil dong di mata ibu"ucapku.
"Makanya buruan nikah biar ibu tidak menganggap mu sebagai anak kecil, "ucap ibu.
"Belum ketemu yang klik' di hati Bu,tar kalau hilal nya kelihatan juga aku kenalin ke ibu sama bapak ko jangan kuatir "ucapku.
"Kalau kamu mau sama Nanda ayah ga keberatan ko, sejauh yang ayah kenal anaknya baik"ucap ayah. Ayah tidak tahu apa karena ulah murid kesayangan nya itu aku jadi tidak percaya dengan adanya cinta,kataku dalam hati.
"Ah malas kalau kakak mau tidur saja"ucapku sambil bangun dan berjalan meninggalkan ayah dan ibu yang sedang menonton acara berita malam.
"Selamat pagi semua"ucap ayah yang memasuki ruang guru bersama 2 lelaki di belakangnya.
"Pagi"jawab semua guru yang berada di ruangan ini.
"Ini pak Toni guru informatika dan yang satunya pak Dani guru bahasa Inggris, sesi perkenalannya kenalan masing-masing aja ya bukan pelajar yang masih harus dikenalkan" ucap ayah sambil bercanda dengan para guru. Sekuat tenaga aku mengatur nafasku melihat lelaki itu Toni kakak tingkat ku yang juga mantan pacar kedua ku.
"kalau yang ini guru paling muda disini Bu Aya,tapi sekarang kayanya tergeser sama pak Dani yang termuda" ucap pak Yogi,aku hanya tersenyum ala kadarnya menanggapinya.
"Pak Dani itu seumuran saya 28 tahun,jadi Bu Aya masih yang termuda"ucap Toni membuatku melotot mendengarnya.
"Pak Toni ko tau kalau Bu Aya yang termuda sih ?"tanya bu Vika.
"karena saya dan pak Dani seumuran dan Bu Aya itu adik tingkat saya waktu kuliah"ucap Toni membuat semua orang melihat kearah ku.
"Wah ketemu teman lama"ucap pak Yogi, bertepatan dengan bel pelajaran sekolah di mulai membuatku merasa lega.
"Senang bertemu lagi Nia" ucap Toni lirih,aku hanya menanggapi dengan memutar bola mata malas. Semua berjalan lancar meski aku menyadari beberapa kali Toni suka mencuri perhatian dengan para guru-guru di sini, berbeda dengan Dani yang lebih pendiam.
"Wah hari ini Bu Aya tidak perlu pulang telat ya" ucap pak Yogi.
"Allhamdullilah pak bisa cepat istirahat,mari pak duluan "jawab ku sambil meninggalkan ruang guru.
"Kamu sudah mau pulang ?" tanya ayah saat berjumpa di lorong sekolah.
"Iya, ahkirnya bisa pulang cepat juga"ucapku, ayah yang mendengar langsung tertawa.
"Hampir 2 bulan kamu mengajar baru kali ini ya bisa pulang cepat"ucap ayah sambil mengelus rambutku.
"Aya pulang dulu yah,"kataku sambil mencium punggung tangan ayah sebelum berpisah dengan ayah.
"Hati-hati di jalan bilang ibu ayah pulang cepat , jadi kita bisa diner dirumah bersama"ucap ayah membuatku tertawa geli, ayah dan ibu meski sudah tua tapi terkadang kaya ABG.
"Kamu ada hubungan apa sama pak Rahmat,wakil kepala sekolah?" tanya Toni yang menghampiri ku di tempat parkir khusus guru.
"Bukan urusan lo"ucapku sambil menyalakan mesin motoku.
Seminggu berlalu sejak kedatangan Toni dan Dani sebagai guru baru semua berjalan, seperti biasa tidak ada hal aneh, hingga pagi ini aku merasa ada hal yang aneh ada beberapa guru yang melihat kearah ku dengan pandangan menilai.
"Ibu Aya maaf saya bertanya,ibu sudah tahu gosip belum?" tanya pak Dani.
"Ibu di gosipkan ada hubungan cinta terlarang dengan pak Rahmat wakil kepala sekolah,"ucap pak Dani langsung membuatku tersedak air mineral yang sedang ku minum.
"Gosip dari mana itu,?ya ampun kenapa ada-ada aja yang menyebarkan gosip kaya begitu kurang kerjaan mereka kayanya" ucapku sedikit kencang.
"Emang ibu tidak tau ada foto ibu yang lagi di usap-usap rambut ibu sama pak Rahmat di tempel di Mading,"ucap pak Yogi.
"Astaghfirullah kurang kerjaan banget ya, biarkan saja pak saya mau lihat orangnya baru nanti saya konfirmasi" ucapku sebelum pergi meninggalkan ruang guru.
"Bu ada yang nyari ibu,tapi saya suruh menemui ibu ga mau malah ngopi sama saya disini"ucap pak satpam sambil menunjuk lelaki yang sedang di sampingnya. Tadinya aku sudah mau pulang tetapi kendaraan ku di hentikan di pos satpam oleh pak satpam karena ulah siapa lagi kalau bukan mas Nanda.
" Ada apa sih mas?" tanyaku.
"Tadi mas nebeng mobil teman mas yang polantas yang lagi ada razia zebra, jadi sekarang mas mau bareng kamu aja pulang "ucap Nanda.
"Modus Lo mas"ucapku, yang langsung di sambut tawa olehnya.
"Kemarin kami mesra-mesraan sama pak Rahmat sekarang sama polisi besok sama siapa lagi?" tanya Toni.
"Itu bukan urusan lo,ayo mas kita pulang ga usah di dengerkan, "ucapku sambil menyalakan mesin motoku dan Nanda langsung duduk di kursi penumpang belakangku.
"Berhenti di depan masak mas yang cowok dibonceng sama cewek menurunkan harga diriku saja kamu, "ucap mas Nanda ahkirnya aku bertukar posisi.
"Pegang mas kenapa ?"ucap mas Nanda, saat aku tidak berpegang pada dirinya.
"Kalau mas berisik lebih baik mas naik ojek aja deh, "ucapku kesel udah nebeng banyak maunya lagi.
"Eh ko berhenti sih "Ucapku saat motor kami berhenti di depan rumah makan Padang.
"Mas lapar kamu menemani mas makan di sini atau mas numpang makan di rumah mu," ucap mas Nanda bisa gawat kalau makan di rumahku bisa di interogasi ibu habis-habisan aku.
"Iya deh gw temani makan, "ucapku ahkirnya ikut makan dengannya.
"Yang tadi siapa ?"tanya mas Nanda, "Yang mana ?"tanyaku.
"Yang bertanya di pos satpam ?"tanya mas Nanda. "Oh guru baru"ucapku.
"Guru baru, yakin kelihatan akrab banget sampai berani nuduh kamu?"tanya mas Nanda.
"Mantan waktu kuliah dulu" ucapku,"yang kamu putusin karena ketahuan selingkuh?" tanya mas Nanda.
"kok tahu ,Bunda yang cerita?" tanyaku." Tidak, tetapi aku menguping obrolan kalian" ucap mas Nanda.
"Emang orang sekolah tidak tahu kamu anaknya wakil kepala sekolah, kok sampai tersebar gosip kamu ada hubungan asmara sekarang dengan ayah sendiri ?"tanya mas Nanda.
" Dari awal masuk aku minta identitasku disembunyikan hanya kepala Sekolah yang wawancara dan orang tua yang tahu," ucapku.
"Terus sampai ada gosip begini bukanya Kamu sendiri yang rugi?"tanya Nanda.
" sebelumnya aman-aman saja, tapi justru aku pengen tahu siapa yang sudah menyebarkan gosip kayak begini"ucapku.
"Mungkin tidak kalau mantan mu yang nyebarin gosip ini,?tanyanya.
"Kita lihat besok ada gosip apa aku juga mau tahu apa sih tujuannya nyebarin gosip ini"ucapku.
"Kalau ada apa-apa bilang aja sama mas,mas akan siap membantu, kamu harus ingat ada mas yang selalu ada buatmu"ucap mas Nanda membuat jantungku berdetak lebih kencang dari sebelumnya,meski hanya dengan kata-kata tanpa sentuhan fisik apa.