One Love, One Heart

One Love, One Heart
41. Menyiapkan pernikahan



Setelah selesai acara pelantikan Daffin esok harinya ibu langsung mengadakan acara syukuran keberhasilan Daffin, yang dihadiri tetangga sekitar juga orang tuanya Nanda.


"Maaf jadi ngerepotin mbak Anin dan keluarga udah datang kesini" ucap ibu, setelah acara syukuran yang diadakan tadi habis sholat Isya. Ibu emang kemarin sempat bilang sama Nanda bawa hari ini akan ada acara syukuran keberhasilan Daffin, tapi Ibu tidak menyangka Nanda akan mengajak kedua orang tuanya untuk menghadirinya.


"Tidak ko saya senang aja , jadi ngerasa dilibatkan sama anak-anak,dulu saya juga tinggal di komplek kaya gini sama Tante malahan ,jadi kangen suasana komplek" ucap bunda Anin.


"Saya kira mbak Anin dari kecil udah tinggal di perumahan mewah ?"ucap ibu. "Kedua orang tua saya bercerai waktu saya masih kecil dan saya tinggal bersama ibu saya,"ucap bunda.


"Saya kemarin berpesan pada Nanda untuk mengundang Mbak dan keluarga untuk acara makan malam sekaligus membahas tanggal pernikahan anak-anak, tetapi karena sudah pada ngumpul gimana kalau kita bahas sekarang aja."


"Saya setuju aja biar tidak lama-lama gangguin nak Aya, kalau sudah resmi dan tinggal bersama saya juga tenang" ucap bunda Anin.


"Gimana kalau bulan depan saja Bun"ucap Nanda. "Kamu lupa harus ngurus berkas nikah kantor juga,"ucap ayah Nanda, yang dari tadi ngobrol sama ayah tetapi tetap menyimak.


"Iya ya, ga bisa langsung ke KUA" ucap Nanda. "Mas daripada kamu ngerepotin para orang tua mencari tanggal lebih baik kamu ke sini main PS sama kita"ucap Daffa.


"Sebaiknya kamu pergi sana gangguin aja"usir ibu,aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Nanda yang cemberut tetapi tetap berdiri menghampiri si kembar.


Setelah kesepakatan bersama biar tidak terlalu terburu-buru dan tidak terlalu lama biar Nanda tidak protes ahkirnya ditetapkan pernikahan kami akan dilaksanakan 6 bulan lagi. Selama 6 bulan Kami mempersiapkan berkas-berkas pernikahan kantor sekaligus WO untuk pernikahan kami.


"Mas boleh tidak aku kerja lagi ? Tempat sekolah ayah mengajar yang juga tempat ku mengajar dulu menawariku untuk bergabung di sana lagi" ucapku.


Hari ini kami baru menemui salah satu wo yang ada buat perbandingan,wo yang lama harganya terlalu mahal menurutku.


"Tar kamu ke temu mantan mu lagi, kalau buat ngisi kegiatan kerja di bimbelnya Risa aja kenapa!" protes Nanda."Malu" ucapku. "Malu kenapa ?"


"Ya pasti aku di ledekin sama Riri"ucapku. "Ya ga papa kamu malu punya suami kaya mas"ucap Nanda sambil cemberut. "Bukan gitu,"sanggah ku.


"Kamu kerja buat apa? Buat mengisi waktu senggang apa buat dapat duit?" tanya Nanda.


"Buat dapet duit lah angsuran apartemen ku belum lunas, tabunganku sudah nipis tinggal buat 2 kali angsuran masak aku mintak bapak bayarin. Mau aku jual sayang itu investasi pertama atas namaku"ucapku.


"Ini kartu isinya pemasukan dari semua pendapatan kos-kosan yang aku punya , websitenya yang kamu bikin dulu dari pada tabungan gajiku ini lebih banyak, gunakan " ucap Nanda sambil menyodorkan kartu debit.


"Tar aja kalau udah nikah "tolak, "Ini tetap kamu bawa bukunya tar aku kasih kalau dah resmi menikah,kamu gunakan untuk kebutuhan mu sekaligus biaya pernikahan kita" ucapnya sambil membuka telapak tanganku dan meletakkan kartu debit di atasnya.


"Tar kalau habis bagaimana ?" ucapku. "Habisin tinggal aku kurang kamu di kamar "ucap Nanda sambil tersenyum mesum, membuatku bergidik ngeri.


"Mas mau kemana ?" tanyaku penasaran."Mas mau ke Yaman untuk waktunya berapa lama mas belum tau, tergantung keberhasilan tugas"ucapnya.


"Tugas dalam rangka apa ?" tanyaku. " Kami terdiri dari 7 personel polisi nantinya akan bergabung dengan Tim Percepatan Evakuasi WNI dari Yaman yang dibentuk oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menyelamtkan warga Indonesia di Yaman."


"Maksudnya mendatangi negeri yang sedang di Landa konflik itu ?"tanyaku yang di jawab anggukan.


" Sebagaimana diketahui, kelompok Al Houthi telah berhasil menggulingkan kekuasaan pemerintah yang sah di Ibu Kota Sana'a sehingga memaksa Presiden Yaman Abduh Rabbuh Mansur Al Hadi mengalihkan pemerintahan ke kota Aden di Yaman Selatan. Situasi keamanan di negara tersebut semakin mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan WNI,mas minta doa nya tetap persiapkan pernikahan kita jangan mundur " ucap Nanda.


"Aku mau masuk dulu, udah malam "ucapku meninggalkan Nanda yang duduk di dalam mobil.


Kenapa kak ko duduk di situ"ucap ayah yang baru keluar dari kamar,"Kenap anakmu yah duduk di lantai di belakang pintu, sambil bengong."ucap ibu yang muncul di belakang Ayah," Patah hati Lo mbak " ucap Daffin yang baru turun dari lantai 2 tempat kamar kami berada ,Oya Daffin dapat penempatan ke daerah kulon, tepatnya di Pandeglang di Banten seminggu sekali dia akan pulang.


"Nanda Minggu depan akan pergi ke Yaman untuk bergabung dengan Tim Percepatan Evakuasi WNI dari Yaman yang dibentuk oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menyelamtkan warga Indonesia di Yaman "ucapku sambil menangis, bertepatan dengan suara mobil yang di nyalakan dan berjalan menjauh.


"Bagus dong aku juga mau kalau terpilih,tapi sayang cuma orang pilihan, denger-denger ke 7 merupakan gabungan personel dari Satuan Mabes Polri, seperti Divhubinter, Baharkam Polri, Badan Intelijen dan Keamanan, Lemdikpol serta Tim Dokter Kepolisian"ucap Daffin membuatku menangis lebih kencang.


"Masalahnya 3 bulan lagi kami menikah dan sekarang lagi mengurus berkas-berkas nya."


"Kakak perbanyak doa supaya Nanda bisa pulang dengan selamat tanpa kurang satu apapun, tetep persiapkan saja masih 3 bulan ini"ucap ayah.


"Lagian di sana Nanda bulan ikut perang atau tugas perdamaian yang berbulan-bulan kaya tentara,cuma Evakuasi WNI dari Yaman"ucap ibu.


"Tapi masalahnya di Yaman lagi ada konflik pemberontak berhasil menggulingkan kekuasaan pemerintah yang sah di Ibu Kota Sana'a sehingga memaksa Presiden Yaman untuk mengalihkan pemerintahan ke kota Aden di Yaman Selatan,huhuuh"ucapku."Ya udah banyakin doa aja kenapa sih, jangan berpikir yang tidak-tidak"ucap Daffin."Bener kata adikmu banyakin doa" ucap ayah.


"Daffin bawa kakakmu ke kamar biar istirahat!"ucap ibu. "Aku bisa jalan sendiri ya Bu,"ucapku sambil berdiri dan berjalan menuju kamar.


Selama seminggu Nanda hanya mengirimkan pesan tidak bisa menemui ku banyak kegiatan dan pembekalan,tok tok tok"masuk"teriakku sambil rebahan.


"Eh"ucapku saat ada yang memelukku erat dari belakang."Mas ko tumben masuk kamar, emang ga ada ibu?" tanyaku."Ada ibu sama ayah,boleh tapi tidak boleh lama-lama Ayuk duduk di luar"ucap Nanda sambil menarik ku keluar setelah memberikan kecupan di seluruh mukaku.


"Besok mas berangkat,mas hanya mau pamitan doakan mas segera pulang"ucap Nanda yang kujawab dengan anggukan tanpa bersuara karena menahan tangis,"Jangan menangis mas janji akan pulang dengan selamat "ucapnya lagi, yang masih kujawab dengan anggukan."Mas kangen suaramu " ucapnya yang ku balas dengan gelengan kepala.


Saat Nanda merangkul memelukku tangisku pecah tidak bisa ditahan lagi.