
Saat mataku terbuka sekilas bayangan truk tangki yang membunyikan klakson cukup kencang, dan truk yang hilang kendali sebelum menabrak pembatas jalan terekam jelas dalam ingatanku. Berganti dengan bayangan aku yang berada dalam toilet bus dalam keadaan terbanting ke kanan dan ke kiri secara kencang dan berulang-ulang disertai dengan teriakan orang-orang yang terdengar dalam bus,bisa ku dengar jelas Meskipun aku di toilet bus.
Membuat kepalaku terasa mau pecah,"Ibu ayah sakit kepala Aya sakit "rintihan ku sambil memegang kepala ku dengan kedua tanganku, sesekali ku tarik rambutku berharap sakit kepala dan teriakan orang-orang itu hilang dalam bayanganku.
"Dek ini mas dek,"ucap lelaki sambil memelukku dan mencegah tangan ini untuk menarik rambutku atau memukul kepalaku.
"Apa perlu di kasih obat penenang dan pereda sakit kepala ?"ucap seseorang. "Jangan dia lagi hamil muda " ucap suara yang tidak asing sebelum aku tidak sadarkan diri lagi.
"Bunda juga bilang apa jaga baik-baik istrimu ,hamil kembar itu berkah ganda, namun pada saat yang sama juga berisiko lebih tinggi ketimbang kehamilan tunggal. Kehamilan lebih dari satu janin berkaitan erat dengan berbagai risiko komplikasi. Kamu juga dokter harusnya paham itu" ucap suara bunda Anin.
"Kehamilan kembar maupun lebih memang dikaitkan dengan berbagai risiko komplikasi, baik selama masa kehamilan maupun saat persalinan. Risiko ini bisa terjadi pada ibu maupun janin dalam kandungan, dengan berbagai derajat keparahan. Saya rasa Nanda juga tahu itu,tapi ini diluar kendali kecelakaan bisa menimpa siapa saja. Kita harus bersyukur dia hanya melihat bukan korbannya"ucap seorang wanita.
"Kamu diam, kalau tidak saya pecat kamu dari sini. Lebih baik pergi kamu dari ruang perawatan menantu saya "ucap bunda Anin. Sayup-sayup terdengar suara setelah mata ini mengintip ada, bunda,Nanda dan putri mantan tunangan Nanda.
'Kenapa aku bisa jadi pasien ' tanyaku dalam hati tapi aku enggan untuk membuka aku ingin mendengar apa yang terjadi.
"Nanda minta maaf gagal menjaga Aya,"ucap Nanda."Ini kecelakaan tidak ada yang mau berada di sana, jika tau bakal akan ada truk tangki yang remnya blong. Kita harusnya bersyukur Aya selamat tidak kurang satu apapun,"ucap ayah.
"Kamu yang sabar menghadapi Aya,ya "ucap ibu. "Saya paham ko Bu, namanya hamil muda hormon kehamilan memang begitu "ucap Nanda.
'Hamil jadi aku hamil,aku berusaha mengingat semua yang terjadi. Bakti sosial di pantai, kecelakaan bus, berkenalan dengan suami istri, bertemu nenek dan yang terakhir obrolan-obrolan abstrud ku dengan keluarga Nanda membuatku malu mengingatnya.
Alhamdulillah aku bisa mengingat semuanya, tanpa minum obat-obatan dan terapi lagi, ucapku dalam hati. "Bangun sayang, bilang apa yang kau rasakan apa masih sakit kepalamu. Maaf mas tidak bisa memberikan obat pereda sakit , karena takut membahayakan kesehatan calon anak kita"ucap Nanda sambil mengusap-usap perut rata ku sampai aku tertidur kembali.
Lapar sekali ucapku sambil membuka mata,'ternyata pura-pura tidur juga butuh tenaga ,'kataku dalam hati sambil melihat kearah sekitar yang sepi. "Jam 09.00 malam,tega sekali mereka meninggalkan aku di rumah sakit sendirian "kataku sambil berjalan keluar dengan mendorong tiang infus.
Aku mengambil selembar uang warna merah dan berjalan keluar berharap bisa melihat kantin,aku terahkir makan steak tadi siang pantas perutku berdemo. "Ibu mau kemana ?" tanya seorang perawat yang melihat ku keluar dari kamar perawatan. Kalau aku bilang lapar nanti di ketawain bilang apa ya,mikir Aya mikir. "Pingin cari udara segar sus,taman sebelah mana ya?"ucapku berbohong.
"Sudah malam angin malam tidak baik buat kesehatan ibu, bagaimana kalau saya antar kembali keruang perawatan "ucap perawat. "Di kamar perawatan sepi, boleh saya duduk disini saja "ucapku yang di anggukin olehnya.
Haduh bagaimana keluhku dalam hati, saat aku putus asa mencari alasan aku melihat Nanda berjalan dengan Putri. "Terima kasih menemaniku makan malam "ucap Nanda. "Dengan senang hati aku melakukannya, jika butuh teman panggil saja aku"ucap mereka di depanku sebelum masuk ruang perawatanku. Enak sekali mereka disaat aku kelaparan mereka makan berduan gerutu ku.
"Suster lihat istri saya!" ucap Nanda dengan putri masih mengikutinya.
"Itu dokter Nanda istrinya " ucap Perawat menujuk kearah ku. "Apa. Bagus ya istri di dalam sendiri kamu malah makan malam berdua dengan perempuan lain " ucapku sengaja tidak menyebutkan nama Putri .
"Tidak seperti yang kamu kira kita hanya makan tidak lebih " ucap Nanda." Terima kasih menemaniku makan malam . Dengan senang hati aku melakukannya, jika butuh teman panggil saja aku," ucapku menirukan gaya bicara mereka berdua.
"Dek"ucap Nanda sambil mendekat.
"Tidak, kamu atau aku yang pergi"ucapku, karena Nanda hanya diam ahkirnya aku lepaskan jarum infus ku dan pergi dari sana dengan berlari.
"Aya" teriak Nanda dengan mengejarku" Dengarkan mas bicara" teriak Nanda dengan memegang kedua bahuku.
"Aku tidak mau berbicara dengan mu,kamu berbicara saja dengan perempuan itu " teriakku tak kalah emosi.
"Apa-apaan ini" ucap Risa yang datang dengan membawa rantang makanan. "Jauhkan aku dari pembohong itu "ucapku setelah berlari kearah Risa.
"Kamu dengar mas, sebaiknya mas pergi biar Aya sama aku!" ucap Risa. "Risa kepalaku pusing " lirihku saat pandanganku mulai berputar-putar.
"Jangan mendekat pergi,aku benci pembohong,"ucapku lirih. "Pergi mas, menjauh lah mas, ingat Aya tidak boleh stres jangan pancing emosinya " ucap Risa sambil memapah ku kembali ke kamar perawatanku.
"Apa yang terjadi ?"tanya Risa setelah aku rebahan dan infus terpasang kembali. "Tutup pintunya kunci aku tidak mau Nanda masuk."
Setelah Risa menutup pintu aku bercerita tentang apa yang aku alami,"Sudah sekarang makan ibu membawakan capcay goreng, ayam mentega dan nasi" ucap Risa.
POV.Nanda
"Ahh kacau" ucapku duduk di kursi taman rumah sakit sambil melihat kearah kamar perawatan Aya dengan mengacak-acak rambutku.
"Aku minta maaf membuat istrimu salah paham " ucap putri. "Tidak apa-apa,memang Aya emosinya lagi tidak stabil, maklum pengaruh kehamilan di trimester pertama "Ucapku.
"Jadi istrimu lagi hamil muda?"
"Iya, makanya emosinya meledak-ledak dan susah di kontrol " ucapku. "Kalau sudah tahu begitu kenapa masih di pancing,kamu sendiri yang memetik api buat dirimu sendiri."ucap Risa yang tiba-tiba muncul.
"Bagaimana Aya?"
"Sudah tidur, lebih baik kamu pulang ke apartemen, sebentar lagi bunda datang. Aku takut bunda akan emosi melihat kalian " ucap Risa , membuat Putri segera meninggalkan kami.
"Kenapa kamu masih berurusan dengan wanita itu ?"tanya Risa. "Aku lapar dan mencari makan di kantin dan Putri menyamperin ku disana " ucapku.
"Mungkin buatmu sepele tapi tidak dengan istrimu. Aya bangun dalam keadaan perut lapar,tapi tidak ada orang disekitarnya mau bilang ke perawat dia malu. Tapi dia malah melihat dan mendengar obrolan kalian yang habis makan berdua, bagaimana dia tidak emosi lebih baik kamu menjauh dari Aya dulu"ucap Risa.
"Aku tidak mau,"kesal ku, kenapa harus dipisahkan lagi."Masalahnya emosi Aya lagi tidak baik, jangan bikin istrimu stres ingat kandungannya" ucap Risa.
"Siapa yang akan menjaga Aya?"tanyaku. "Aku dan bunda yang sedang dalam perjalanan ke sini, yang akan menjaganya. Ini rantang kamu bawa pulang sekalian isinya tinggal nasi , karena lauk dan sayurnya sudah di makan Aya semua" ucap Risa sebelum pergi meninggalkan aku sendiri di taman rumah sakit.