One Love, One Heart

One Love, One Heart
18. Mantan Tunangan



Hari ini tepat hari ketiga sejak pertemuanku dengan mas Nanda,aku takut kalau sampai orang tuaku tahu anak perempuannya ternyata tidak punya malu , karena telah berani menyatakan perasaan kepada lawan jenis meski itu sudah sebelas tahun lalu.


"Bu Nia tadi kepala sekolah bilang, mulai Minggu depan kemungkinan akan ada 2 guru baru yang satu bahasa Inggris, yang satu informatika jadi Bu Nia tidak perlu lagi pulang sore"ucap Bu Vika.


"Alhamdulillah kalau begitu mulai minggu depan saya sudah bisa pulang tepat waktu dong"ucapku.


"Tau gak denger-denger 2 guru lelaki semua berati bisa aku aja main futsal nanti"ucap pak Yogi.


"Wah semoga aja seperti selingkuhannya presenter Lexa "ucap Bu Vika.


"Emang Bu Vika tidak dengar gosip, kalau lelaki itu menuntut dengan tuduhan pencemaran nama baik"ucap Bu Wenny.


"Ko di tuntut,berati bukan selingkuhannya dong harusnya yang di tuntut pihak yang menyebarkan berita " ucap Bu Vika.


"Karena dari keterangan pengacaranya itu cuma rencana si Lexa buat menaikkan popularitasnya saja"ucap pak Yogi.


"Bu Nia pasti gak pernah mengikuti dunia berita entertainment karena dari tadi tidak menyimak obrolan kita"ucap Bu Wenny,aku hanya melihat sekilas dan tersenyum kemudian melanjutkan pekerjaanku.


🎼✉️ Nanda


Pulang sekolah aku tunggu di kafe kemarin


tidak datang aku samperin kerumah atau mau langsung ke tempat ngajar.


Kepala batu bener sih,ni orang kenapa juga dulu aku suka sama dia sampai menyatakannya duluan perasaanku merendahkan harga diriku sendiri sebagai perempuan.


🎼✉️ Nanda


Tidak menjawab aku samper langsung ke ruang guru, sekarang


^^^me^^^


^^^ok pemaksa!^^^


^^^puassss loo^^^


Sejak membaca pesan dari Mas Nanda mood ku benar-benar kacau, bahkan terpaksa aku masuk kelas hanya memberi murid ku tugas, karena tidak bisa konsentrasi dalam mengajar.


"kenapa Bu Nia dari tadi kok diperhatikan mukanya tidak bersahabat cemberut terus?tanya pak Yogi.


" Biasa Pak wanita kalau lagi bete ya kayak gini Pak" ucapku.


" pasti mau PMS makanya bawanya marah-marah!" ucapnya sambil tersenyum,aku hanya menanggapi ala kadarnya.


"Kenapa sih,mas harus nemui aku disini" ucapku saat bertemu dengan mas Nanda, yang berpakaian aneh seperti orang habis dari pemakaman, celana hitam ,baju hitam, topi hitam dan kacamata hitam.


"Ya udah kalau begitu kita ke rumahmu"ucapnya yang langsung ku pelototin." Ya udah kerumah ku aja kalau begitu"ucapnya lagi.


"Gila Lo mas, udah mau ngapain ngajak ketemu ?"tanyaku males.


"Gimana jawabanmu?" tanya mas Nanda, sebelum sempat mas Nanda menjawab berita televisi menayangkan pertunangannya.


"Jawaban apa?"tanya ku, pura-pura tidak mengerti.


"Mau kita jalani hubungan dulu atau mau langsung lamaran ?"tanyanya.


"Mas ga lihat itu berita pertunangan mas?"tanyaku, sambil menujukkan televisi yang menyiarkan berita yang ku maksud.


"Itu pertunangan 2 tahun lalu, sedangkan aku sudah putuskan pertunangan kami 3 bulan lalu"ucapnya santai.


"Minggu lalu kamu di digosipkan selingkuh dengan istri orang, sekarang tunanganmu sudah membantu mengklarifikasi pertunangan kalian jadi mas gak perlu lagi mencari pasangan buat menutupi perselingkuhan kalian"ucapku.


"Aku tidak pernah selingkuh,aku play boy tapi tidak pernah selingkuh" ucapnya.


"Tapi waktu aku SMP mas,punya 2 kekasih"ucap ku.


"Mas tidak pernah menebak atau mengungkapkan perasaan mas pada mereka, mereka yang main sosor dan mengungkapkan perasaannya kepada Mas dahulu dan Mas tidak bisa menolak mereka"ucapnya.


"Mas akui setiap ada perempuan yang menyatakan perasaannya kepada mas mas tidak pernah menolak ,tapi mas juga tidak pernah menjawab mereka "ucapnya.


"Termasuk padaku juga dulu kan, Kalau Mas sekarang main nyatakan perasaan mas padaku dan minta aku untuk menjalin hubungan dengan mas pasti itu semata karena rasa bersalah Mas, bukan karena perasaan lebih padaku jadi berhenti memberi harapan palsu padaku"ucapku.


" Mas akui jujur dulu menerimamu Karena rasa hormat mas pada ayahmu dan rasa sayang mas padamu sebagai adik tidak lebih, tetapi perasaan mas sekarang ke kamu tidak sama seperti dulu ada perasaan sayang dan cinta Mas buatmu"ucapku meyakinkannya.


"Sayangnya aku bukan lagi Daffania gadis kelas sembilan yang berumur 14 tahun lagi, Aku wanita dewasa yang bisa memilih apa yang terbaik buatku tanpa campur tangan siapapun"ucapku menyudahi kegiatan makam siang kami.


"kamu boleh menganggap perasaan Mas padamu hanya rasa bersalah mas padamu, tetapi aku tegaskan rasa itu mulai ada sejak waktu kita bertemu pertama kali dan sekarang mas tegaskan padamu rasa itu beda dengan yang dulu mas rasakan. Mas akan buat kamu jatuh cinta pada mas lagi " ucap mas Nanda.


"Hello sayang, tadi aku nggak sengaja lewat lihat mobilmu terpakir di depan makanya aku berhenti dan mencarimu ke sini, kamu lagi makan siang sama siapa ini?" tanya putri tunangan Nanda, yang baru masuk dan langsung duduk di samping Nanda.


"kenapa kamu memasang Poto pesta pertunangan kita 2 tahun lalu?"tanya Nanda.


" Karena aku ingin menolong mu terbebas dari gosip itu. Aku percaya kamu tidak akan berselingkuh apalagi dengan perempuan bersuami" ucap putri.


"Jangan pernah lakukan lagi kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, jadi berhenti ikut campur urusanku dengan wanita mana pun itu!"ucap Nanda.


"Maksud aku baik Lo Nanda,aku tidak mau kamu di tuduh selingkuh dengan suami orang " ucap putri.


"Aku tidak mau berurusan dengan mu apapun alasannya ngerti kamu !jangan campuri apapun urusan ku!"ucap Nanda sebelum berdiri dan tiba-tiba menarik tanganku.


"Siapa dia,Nanda?"tanyanya.


"Kamu tidak perlu tahu " ucap Mas Nanda sebelum meninggalkan tunangannya, dengan pergi menarikku.


"Lepaskan aku mas ,aku bawa motor "ucapku berusaha melepas tanganku yang dia tariknya.


"Mas antar pulang ya sepeda motormu tinggal saja,"ucap mas Nanda.


"Ga usah aneh-aneh deh mas" ucapku kesel.


" Kalau kamu gak mau ikut mas, terpaksa mas ikut kamu pulang dan bilang kepada kedua orang tuamu bahwa kamu akan mas ajak pergi" ucap Nanda.


"Ok ,terus motorku gimana?" tanyaku.


"Gw udah minta tolong Pak satpam untuk mengamankan kendaraan mu sampai besok pagi, nanti kamu ku antar pulang dan besok pagi kamu aku antar berangkat kerja"ucap Nanda.


"Ah mas memaksa "ucapku sambil masuk kedalam mobil.


Tok tok tok " Nanda bisa anterin aku pulang ga sekalian "ucap mantan tunangannya yang sudah berdiri di samping mobil Nanda.


"Naik taxi online saja,ini kalau Lo ga ada duit " ucap Nanda sambil menyerahkan 2 lembar uang warna merah dan langsung menutup kembali kaca mobil sebelum meninggalkan mantan tunangannya.


"Gila Lo sama tunanganmu gitu ama,"ucapku.


"Orang kaya dia nanti kalau dibikin jadi ngelunjak "ucap Nanda.


"Tapi lu betah dengan dia aku denger tadi sekitar 2 tahun kalian bertunangan "ucapku.


"Ya gimana gak bertahan lama, kalau kami aja jarang komunikasi aku sibuk menyelesaikan pendidikan spesialis bedahku , dia juga sibuk dengan selingkuhannya "ucap Nanda.


"Gila, kalian pasangan gila"ucapku.


"Ya siapa tau dekat dengan Lo gw bisa jadi lebih normal lagi,"ucap Nanda.


"Kita mau kemana sih mas ?"tanyaku saat aku merasa tidak asing dengan jalanan yang kami lewati.


"Pulang kerumah mas,bunda mau bicara sama kamu berdua saja, katanya " ucap mas Nanda.


"Mau ngapain ?"tanyaku.


"Mana mas tahu"ucapnya. Mobil melaju terus membuatku bertanya-tanya kenapa bunda Anin ingin bicara denganku, sampai tidak terasa mobil berhenti di depan gerbang rumah orang tua mas Nanda.