One Love, One Heart

One Love, One Heart
13. Undangan Reuni



"kata ibu kamu mau menjadi guru honorer di sekolah ayah?"tanya ayah saat kami sedang bersantai sehabis salat isya.


"Kalau ada aku mau yah daripada nganggur, kalau mau nuguin orang service laptop atau ponsel takut nggak bisa ke bayar cicilan apartemen nanti. Tidak mungkin juga tiap minggu orang laptop dan ponselnya rusak jadian bukan rezeki mendatangkan kita, kita yang harus mencari peluang untuk mendapatkan rezeki" ucapku. Jujur aku sedikit takut sejak Mas Nanda datang ke rumah tadi pagi, aku takut dia esok akan datang lagi.


"Kalau masalah apartemen nanti biar Ayah yang melanjutkan menyicil lagian apartemen kan tiap bulan dapat uang sewa. Jangan melakukan pekerjaan cuman terpaksa kemarin nganggur lama juga enjoy" ucap ayah. Angsuran apartemen 2,5 juta perbulan sedangkan uang sewa apartemen sebulan 1 juta,berati kan aku harus nyari kekurangannya.


"Beban ayah sudah banyak angsuran mobil, biaya kuliah Daffa belum juga kadang ngirimin Daffin. Sebenarnya aku masih ada tabungan tapi kan aku nggak mungkin pengeluaran terus harus juga mencari pemasukan" ucapku.


" Kemarin ibu membuka kaleng mu dan ibu hitung ada sekitar 10 juta, ini bisa kamu buat modal buka service center di depan sini" ucap ibu.


" Ibu simpan saja takut suatu waktu Daffa minta duit buat biaya kuliah" ucapku.


"Kamu yang simpen adikmu tanggung jawab ayah bukan tanggung jawabmu!" ucap ayah.


" Ya udah dimasukin kaleng aja lagi Bu ntar kalau aku butuh, aku tak ngambil sendiri di situ" ucapku.


"Yakin kamu mau jadi guru honorer? gajinya kecil loo gak sebesar gaji mu dulu lo?" ucap ayah.


"Guru honorer di sekolah ayah juga diberikan fasilitas biaya transportasi, asuransi kesehatan bagi yang sudah mengabdi minimal 1 tahun,tapi kalau yang baru dibayar berdasarkan jam dia ngajar" sambung ayah. Ayah emang PNS dan di gaji pemerintah tapi sudah 5 tahun ini mengajar di swasta, sebagai guru bantu di swasta.


"Iya yah ga masalah yang penting bisa buat jajan sama bayar angsuran apartemen, sudah cukup buatku" ucapku.


"Ya kalau cuma bayar apartemen dan jajanan cukup tapi kalau shopping ya kurang" kelekar ayah. Aku tidak seperti wanita lain yang suka shopping, tetapi sekali aku shoping bisa menghabiskan tabunganku.


"Oke besok akan Ayah tanyakan kepada bapak kepala sekolah, karena kemarin ayah dengar ada 2 mata pelajaran bahasa Inggris dan Informatika" ucap ayah.


" Terus kamu kapan ke tempat bimbel mengambil barang-barang mu yang masih disana?" tanya ibu.


"Besok kali Bu, soalnya aku tadi ketiduran "jawabku.


"Anakmu aneh masak ngintip pengamen sampai ketiduran" ucap ibu, tetapi ayah menanggapi dengan melihat curiga kearah ku.


Keesokan harinya aku


pergi ke tempat bimbel untuk mengambil semua barang, aku bersyukur saat aku di sana tidak ada halangan yang terjadi, aku bisa berpamitan dengan semua para pegawai di sana tanpa halangan tanpa gangguan.


" Sekarang kamu jujur sama aku ada apa sebenarnya?" tanya Riri.


"Gw gak ada apa-apa bener aku gak bohong"ucapku.


"Gw gak percaya, kamu mengundurkan diri tiba-tiba, kamu menyerah untuk memenangkan taruhan padahal sebelumnya kamu sangat optimis akan memenangkan taruhan kita, anehnya kamu menyerah disaat sudah tinggal 3x pertemuan" ucapnya.


"Kalau masalah taruhan karena ada sesuatu hal, hehe. Kalau masalah bimbel kenapa aku mundur karena aku berencana menjadi guru honorer di SMA tempat ayah mengajar" ucapku.


" Mungkin sekarang kamu nggak mau jujur tapi, aku yakin cepat atau lambat aku akan tahu alasanmu kenapa berhenti secara mendadak baik dari bimbel atau guru privat"ucapnya.


"Biasa aja kamu di bilang gak ada apa-apa masih gak percaya"ucapku.


Meski baru mengejar bimbel 2 bulan dan grup privat hampir sebulan membuatku merasa nyaman menjadi tenaga pengajar sebenarnya.


"Tadi ayah sudah menemui kepala Sekolah dan menanyakan tentang lowongan guru, menurut beliau sekolahan lagi membutuhkan 1 guru bahasa Inggris untuk mengajar kelas 10 dan 2 guru informatika untuk mengajar kelas 10 sampai kelas 12" ucap ayah.


"Kalau menurut ayah aku lebih baik ambil yang mana?" tanyaku.


"Kalau mau santai ambil mata pelajaran bahasa Inggris tapi gajinya kecil,kalau mau ambil informatika sesuai dengan jurusan kakak harus siap tenaga ekstra, karena kakak akan full di sekolah dari 07.00 pagi - 03.00 sore di hari Senin - Kamis, kecuali Jumat dan Sabtu lebih cepat kecuali ada pelamar lagi buat mata pelajaran informatika" ucap ayah.


"Ya gimana lagi kan yang dibutuhkan 2 pengajar, sedangkan sekarang satu aja gak ada. Sebelumnya ada 2, yang 1 berhenti karena lolos CPNS dan yang 1 berhenti karena hamil muda mabuk parah"ucap ayah.


"Itu kekosongan sudah berapa lama?"tanya ibu.


"Belum lama yang CPNS berhenti 2 bulan lalu, yang hamil muda seminggu yang lalu "ucap ayah.


" Pihak sekolahan sih sudah mengajukan guru informatika tapi belum dikirim-kirim, sementara ini yang ngajar wali kelas" ucap ayah.


"Kasihan dong " ucap ibu.


"Makanya itu jadwal paling di pangkas buat kelas 10 dan 11, paling 1minggu cuma 2 jam pelajaran,beda kelas 12 dikasih lebih, mungkin juga kakak bisa pulang jam 05.00 sore tiap hari" ucap ayah.


"Ambil mata pelajaran bahasa Inggris aja kak tar capek " ucap ibu.


"Ko bisa gitu sih pak?" tanyaku.


"Dulu sekolahan kekurangan komputer jadi satu komputer bisa buat 2 orang tapi kalau sekarang komputernya udah memadai sesuai jumlah siswa tetapi masalahnya guru pengajarnya yang nggak ada sekarang itu" ucap ayah.


"Ko bisa gitu ya yah ?"tanya ibu.


"Sepertinya para sarjana teknik informatika atau ilmu komputer pada memilih kerja di kantor atau lapangan,kurang minatnya pada dunia pendidikan kecuali dosen peminatnya masih banyak" ucap ayah.


"Atau bisa jadi mereka nggak begitu tahu kalau di SMA sama SMP juga membutuhkan sarjana informatika, kan zaman dulu buat SMP informatika itu masuk ke ekskul bukan ke mata pelajaran wajibnya seperti sekarang" ucap ibu.


"Padahal di beberapa daerah kota besar informatika itu sudah masuk mata pelajaran wajib lho" ucap ayah.


Teng teng Assalamualaikum suara dari luar menghentikan obrolan kami. Saat aku mau berdiri Ayah melarang karena suara sepertinya tamunya laki-laki.


"Wah tumben kalian ingat bapak!" suara Ayah sambil masuk rumah diikuti dua orang laki-laki, aku membeku melihat tamu ayah malam ini 1 diantara 2 tamu ayah adalah mas Nanda.


" Kakak siapkan air minum dan cemilan Ibu mau menyapa tamu bapak"! Ucap ibu sambil berjalan meninggalkan aku.


Dengan terpaksa aku menyiapkan dua minum dan satu piring cemilan kepada tamu ayah dan langsung meninggalkan ruang tamu setelah menaruh air minum tanpa menyapa atau melihat tamu Ayah aku langsung masuk ke dalam ruang tengah.


Cukup lama tamu ayah bertamu hampir 1 jam, mereka bertamu " kakak kok nganterin air minum tidak ganti baju yang sopan sih!" tegur ibu saat para tamu Ayah sudah pulang.


"Emang kenapa ?" ucapku,aku memakai celana hotpants dan kaos oblong yang panjangnya hampir menutupi hotpants ku.


"Lihat pakaian kakak sudah celananya pendek kayak tidak pakai celana kaosnya warnanya kayak kain lap" ucap ibu mengomentari pakean ku. Aku yang baru menyadari penampilanku hanya bisa tersenyum garing, sedang ayah masih di depan biasa paling habis nganter tamu nongkrong di pos ronda yang jaraknya 3 rumah dari rumahku.


"Mereka ngapain ke sini Bu?" tanyaku.


" Mengundang ayah untuk datang di acara reuni Akbar,ini reuni buat semua murid angkatan dan semua guru serta pengurus sekolah yang kebetulan berada di Jakarta" ucap ibu.


"Kapan acaranya ?" tanyaku.


"2 Minggu lagi, tar kakak ikut ya " ucap ibu.


"Ngapain gak mau" ucapku.


"Padahal ibu berharap kakak ikut,biar ketemu jodoh" ucap ibu sambil tertawa." Jodoh itu kaya rejeki juga perlu dijemput, kak tidak hanya menunggu " ucap ibu,aku hanya pura-pura tidak mendengarkan.