
Setelah acara ijab qobul dan resepsi besok paginya kami langsung ke Pulau Lombok untuk bulan madu.
"Jangan lupa oleh-olehnya mbak,mas" ucap Daffin dan Daffa yang mengantarkan kami ke bandara setelah sholat subuh.
"Mana sempat kami beli oleh-oleh!" ucap Nanda. "Emang kenapa gak sempet ?"tanyaku.
"Haha kasian kamu kakaku sepertinya tidak tahu apa itu bulan madu !" ucap Daffa. "Taulah bulan madu itu untuk merayakan pernikahan kita tidak untuk berdiam diri di dalam kamar saja, kalau cuma mau kegiatan di kamar buat apa jauh-jauh ke Lombok ke hotel dekat pantai Ancol juga banyak " ucapku ketus emang aku anak kecil apa dengus ku dalam hati.
"Haha gw kira Lo gak paham kaya anak kecil, habis ga pernah liat mbak di samperin cowok kecuali mas Nanda" ucap Daffa.
"Ayo berangkat tu sudah ada panggilan cek in "ucapku berjalan meninggalkan 3 laki-laki yang masih asik tertawa. Nanda berjalan dengan membawa satu ranselnya dan satu koper medium punyaku menghampiriku yang sedang mengantri untuk menunjukkan Tiket kepada Petugas di Gerbang.
"Mas Nanda mau kemana, mas " ucap seorang pramugari menghampiri Nanda yang sedang duduk bermain ponsel di sampingku.
"Eh siapa ya?" tanya Nanda. "Aku Nafisah masak sudah lupa belum setahun tidak berjumpa mas"ucapnya yang di jawab Nanda dengan Garuk-garuk kepalanya yang aku yakini tidak gatal.
" Permisi sebentar dek. Mau pergi kemana mas?" tanyanya sambil duduk di antara kami setelah meminta aku bergeser.
" Wah kasian kayak nya bakal ada yang menangis malam ini, gara-gara gagal belah duren " ucapku dengan suara sengaja aku bikin sedikit kencang, tetapi mata fokus ke arah ponselku.
"Ah mas kelamaan, udah ah aku mau terbang dulu"ucap sang pramugari sambil berdiri tidak lupa memberikan kecupan di kedua pipi Nanda sebelum pergi menjauh.
"Gw tidak suka bekas orang " bisikku kepada Nanda. "Dia cuma masa lalu mas jamin itu," ucap Nanda. "Aku tidak peduli ,yang aku lihat dia berani mencium mu di tempat umum dan di hadapan ku pula."
Selama proses cek in hingga aku duduk di dalam pesawat aku sengaja diam tidak berkata sepatah kata pun dengan Nanda, tetapi pramugari itu tidak tahunya malah berada dalam satu pesawat bersama kami dan dengan berani dia menghampiri Nanda beberapa kali.
"Mas bentar lagi landing tar tungguin aku ya di tempat biasa" ucap pramugari lirih ,tapi masih bisa aku dengar. Sebenarnya aku sangat kesal sama Nanda yang hanya diam saja dari awal,harusnya dia bilang kalau kami mau bulan madu bukanya diam saja terkesan memberi harapan.
"Sini dek kopernya mas bawa"ucap Nanda setelah kami mengambil barang di bagasi. " Tidak usah aku mau langsung ke hotel "ucapku. "Mas juga akan langsung ke hotel,emang mau kemana kalau gak ke hotel "ucap Nanda.
"Jangan sok lupa deh , kamu sedang di tungguin di tempat biasa ingat gak !" ketusku sambil berjalan menyeret koperku meninggalkannya.
" Pelan dek buru-buru mau malam pertama sama mas" ucap Nanda sambil menarikku untuk berjalan di sampingnya. " Tidak ada malam pertama aku tidak suka bekas orang "ketus ku.
"Tar sampai di hotel mas langsung mandi kalau perlu berendam pakai bunga tujuh rupa"ucapnya sambil berjalan dengan merangkul pinggangku.
"Nanda "teriak seseorang menghentikan langkah kaki kami. "Tu di panggil " ketusku sambil berusaha melepaskan diri dari Nanda.
"Jadi dia yang aku kira adikmu adalah istrimu?" ucapnya yang di jawab Nanda dengan anggukan kepala.
"Aku kira kamu masih single,ko aku tidak d beri udahan pernikahan kalian sih" ucapnya terlihat jelas di wajahnya kalau berita pernikahan kami tidak di harapkan olehnya. "Maaf aku lupa, sorry gw duluan " ucap Nanda sambil menariku menjauh. "Gimana sudah puaskan,aku tahu itu yang kamu harapkan dari tadi"ucap Nanda sambil mengecup rambutku.
"Kalau sudah tahu kenapa tidak dari tadi aja sih, sengaja pingin liat reaksi ku , pasti !" ucap Nanda.
"Iya, pingin liat kamu kalau cemburu "ucap Nanda sambil membuka pintu mobil buatku. Karena kelelahan acara kemarin dan tadi pagi habis subuh langsung berangkat membuatku tertidur dalam perjalanan ke hotel, ketika aku bangun aku sudah berada di atas ranjang di dalam hotel tapi aku dengar suara sepertinya Nanda mandi. Aku berjalan keluar ke arah balkon kamar hotel kami menginap.
"Indah sekali" ucapku saat aku bisa melihat hamparan air laut yang indah dari atas lantai 3 ini.
"Wah seru ni main air panas-panasan sambil minum es kelapa"ucapku berjalan masuk kembali ke dalam kamar dan mengambil topi lebar dan sunblock.
"Mau kemana ?" tanya Nanda yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana kolor pendek. "Mau main air sambil minum es kelapa "ucapku tanpa melihat kearah nya,karena aku takut tidak bisa mengontrol detak jantungku saat melihat roti sobek Nanda. "Aku baru mandi dan bekas Nafisah di pipiku sudah tidak ada,masak kamu tinggal "ucapnya.
"Siapa yang tinggal kamu ku ajak,sini duduk aku pakai kan sunblock "ucapku lansung membalurkan sunblock ke seluruh tubuh Nanda sebelum aku mengambilkan Nanda baju dan kacamata hitam.
Aku tahu dia kesal tapi aku masih takut, saat ini aku bisa menghindar ga tau tar malem. Aku habis bermain di pantai hingga pukul 13.00 kami kembali ke kamar untuk mandi dan melaksanakan kewajiban. "Langsung sholat sunah pengantin ya" ucap Nanda setelah memimpin doa berzikir. "Sholat pengantin?" tanyaku. "Ayo kamu ikuti saja"ucap Nanda. Sholat sunah pengantin dilakukan setelah ijab qobul atau sebelum melakukan hubungan suami-istri, tujuan nya untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT agar pernikahan berlangsung dengan harmonis dan bahagia serta di berikan keturunan yang Sholeh dan sholekha.
"Aku tidak menyangka orang seperti kamu bisa agamis juga"ucapku saat Nanda membantu ku melepaskan mukena yang kupakai.
"Aku tahu sholat pengantin saat aku mendengarkan tausiyah" ucapnya sambil mengakat aku untuk duduk di pangkuannya. "Mas udah melakukan hubungan **** sebelum nya?"tanyaku hati-hati takut menyinggung nya.
"Pernah tapi hanya sebatas foreplay tidak sampai menebarkan benih ku,kami hanya saling kissing seperti ini"ucap Nanda sambil ******* bibirku secara lembut dan memberikan kecupan-kecupan kecil. "Kamu juga saling Meraba-raba dan meremas seperti ini"bisik Nanda dengan mempraktekannya.
"Kenapa tutup mata? Apa masih terbayang yang dulu?"tanyanya. "Sedikit, sejak ciuman terakhir kita bayangan itu sudah tidak ada,cuma masih suka berdebar"Ucapku.
"Tidak apa-apa mas akan pelan-pelan jika kamu tidak sanggup atau bayangan itu muncul lagi kamu bilang mas." Ucap Nanda di telingaku sambil mencium area leherku dengan memberikan kecupan-kecupan kecil sesekali di sertai hisapan yang mungkin bisa menimbulkan bekas.
"Layani suamimu baik kebutuhan fisik ataupun biologisnya , karena itu ladang pahala buat mu tidak usah menunggu siap, karena di saat suami melafalkan Ijab qobul maka saat itu juga kewajiban seorang istri dimulai " ucap ibu.
"Mas mulai ya"ucapnya saat aku sadar ternyata aku sudah diatas tempat tidur.
Bismillahirrahmanirrahim aku niatkan untuk ibadah, ucapku dalam hati.