One Love, One Heart

One Love, One Heart
25. Guru pedalaman



Sejak aku tiba di rumah ponselku tidak berhenti bergetar,begitu banyak pesan yang masuk ke dalam ponselku dari mas Nanda yang menanyakan apakah aku sudah sampai di rumah,bagaimana keadaanku dan masih banyak lagi pesan darinya. Tak ketinggalan dari Bu Wenny dan Bu Vika yang menanyakan apakah aku mengenal mas Nanda, karena males aku putuskan menonaktifkan ponselku.


"Kak ahkir pekan ayah Diklat di Bogor, ayah dapat satu kamar sendiri jadi ibu mau ikut, sekalian liburan berangkat Jum'at habis sholat subuh pulang Minggu malam," kata ibu saat aku baru saja duduk di dekatnya.


"Liburan apa honeymoon," Ucapku yang membuat ayah langsung tertawa.


"Habis cuti ibu hampir hangus kalau tidak buruan ibu pakai"ucap ibu.


"Modus bilang aja gak mau pisah dari ayah pinginnya selalu bersama ayah kemanapun ayah pergi,"kata ayah sambil terkekeh.


"Kan ibu cinta sehidup semati sama ayah jadi mau nya selalu bersama ayah kemanapun ayah pergi ,"ucap ibu membuatku langsung pura-pura muntah melihat tingkah ibu.


"Jangan gitu kak ayah adalah orang yang beruntung mendapatkan ibu,tapi jangan cinta sehidup semati lah Bu kita harus sehat supaya kita bisa melihat anak-anak kita menikah, menghadiri acara wisudanya Daffa dan Praspa Daffin" ucap ayah.


"Siapa juga yang mau sehidup semati, sehidup mau semati gak mau mati aja sendiri sana"ucap ibu sambil terkekeh.


"Tahun depan Daffin Praspa kira-kira Daffa juga wisuda ga ya?" ucapku.


"Doa kan saja mereka bisa menyelesaikan pendidikan secara tepat waktu dan Daffin mendapatkan penempatan di pulau Jawa biar kalau mudik tidak jauh" ucap ibu.


"Ya ga bisa gitu Bu, kan Daffin tidak bisa milih mau di tempatkan dimana kalau ayah sih pingin sebelum itu pingin menikahkan putri ayah , tapi sayang sampai detik ini calon aja belum ada" ucap ayah sambil terkekeh.


"Gimana kalau kita jodohkan saja yah"ucap ibu.


"Apaan sih bu gak ada ya perjodohan segala" Ucapku cemberut.


"Kalau terpaksa ayah jodohkan mau gak kak"ucap ayah.


"Terpaksa gimana nih ga usah aneh-aneh ya ga ada istilah terpaksa ya yah"ucapku.


"Seperti di novel yang waktu SMP sering kakak baca,tapi sekarang tidak pernah dibaca lagi kenapa kak? sejak masuk SMA ayah ga pernah lihat kakak baca novel lagi,"ucap ayah.


"Karena kisah nyata tidak seindah cerita cinta di dunia novel "ucapku membuat ayah tertawa.


"Meskipun novel fiksi bukan berisi pengetahuan atau semacamnya, alur cerita dan kejutan di dalam plotnya bisa memicu kita menjadi lebih open minded. Membuat kita tidak akan takut dengan hal-hal baru, orang baru, dan budaya baru seperti yang digambarkan dalam novel,"ucap ibu.


"Jadi kalau baca buku apapun itu pasti ada manfaatnya kak. membaca Alquran untuk ketenangan diri dan rasa cinta kepada sang pencipta. Membaca berita untuk menambah wawasan kita, " ucap ayah.


" Membaca novel fiksi juga bisa menumbuhkan empati, membayangkan cerita dalam novel fiksi akan mengaktifkan wilayah otak yang bertugas untuk memahami orang lain. Selain itu, novel fiksi juga membuat kita bisa membuka pemikiran dengan memandang dunia dari sisi lain" ucap ibu. Apa selama ini aku terlalu menutup diri ku gara-gara patah hati kataku dalam hati.


"Kenapa kak ko diam ?" tanya ayah.


"Yah kemarin aku tidak sengaja membaca mengenai informasi Mengajar sebagai Pengajar Muda Angkatan XXIV telah dibuka pendaftarannya,"ucapku mengalihkan pembicaraan.


"Terus kenapa kakak mau nyoba ?" tanya ayah.


"Pingin nyoba kalau lolos hitung-hitung cari pengalaman di tempat baru, kalau ayah dan ibu ijinkan "ucapku membuat ayah dan ibu saling memandang.


"Selama menyelesaikan penugasan selama 1 tahun di daerah penempatan,kakak tidak bisa pulang atau menyerah di tengah jalan Lo, pikiran lagi "ucap ibu.


"Tidak seperti waktu bekerja di perusahaan smartphone tablet di kawasan industri kemarin, kakak bisa mengajukan Risen saat ada masalah, atau waktu jadi guru privatnya dan bimbel kemarin yang tiba-tiba berhenti "ucap ayah.


"Setelah kakak dinyatakan lulus seleksi dan mengikuti pelatihan kakak akan dikirim dan saat itu kakak tidak akan bisa kabur atau berhenti di tengah jalan,"ucap ibu.


"Biar kakak tidak seenaknya berhenti kerja, tanpa jelas alasannya. Padahal di luar sana banyak orang-orang yang lagi pontang-panting nyari kerjaan buat mencukupi kebutuhan keluarganya "ucap ibu sindiran tajam buat ku.


" Kalau mau tar ayah bantu daftar gimana?" tanya ayah.


"Boleh yah" Ucapku.


"Ingatlah apapun yang terjadi kakak tidak bisa mundur, jika sudah terjun kakak tidak akan bisa kembali " ucap ibu.


"Kakak akan buktikan kalau kakak akan sanggup bertahan," ucapku percaya diri.


"Ibu tunggu pembuktiannya, kalau gagal ibu Carikan jodoh dan ayah saksinya," ucap ibu percaya diri.


"Kalian ini ada aja kaya gitu aja di permasalahkan,"ucap ayah.


"Kalau aku lolos dan pergi awas kalau tiap hari telpon,"ucapku membuat Ibu meletot dan aku tertawa.


"Sudah hampir pukul 10.00 malam ayo tidur Bu ,"ucap ayah memisahkan kami.


"Bu Nia kenal dengan mas Nanda" ucap Bu Vika, yang langsung menghampiriku yang baru datang.


"Iya Bu keliatan akrab banget sepertinya sangat perhatian sama ibu juga,"ucap Bu Wenny yang juga ikut nimbrung.


"Mas Nanda itu murid ayah waktu masih ngajar di Malang," Ucapku.


"Pagi-pagi sudah pada gosip dasar wanita, "ucap pak Yogi yang baru datang.


"Eh pak Yogi tau tidak ternyata polisi yang di gosipin sama Lexa si presenter dulu muridnya pak Rahmat lo," ucap Bu Vika. Sukses hari ini jadi bahan obrolan di sekolah tentang mas Nanda yang pernah di ajar oleh ayah.


"Pasti ini ulah kakak sehari ini ayah jadi terkenal, " ucap ayah saat kami sedang dalam perjalanan pulang.


"Ya terpaksa yah" ucapku, dan ahkirnya aku ceritakan semua pertemuanku dengan mas Nanda kemarin hingga apa yang terjadi.


"Sebenarnya ayah ngerasa kalau Nanda ada rasa lebih ke kamu,"ucap ayah.


"Perasaan ayah aja itu mah mas Nanda itu populer banyak cewek yang suka, mantan tunangannya aja masih mengejar-ngejarnya sampai sekarang meskipun hubungannya udah berahkir "ucapku.


"Ayah juga tau tatapan matamu itu beda ke Nanda, ayah tidak tahu ada apa antara kalian berdua, tetapi filling ayah ada sesuatu yang kalian coba sembunyikan pada kami" ucap ayah.


Assalamualaikum teng teng teng, bunyi pagar yang di ketuk sama suara salam dari membangunkan aku. Setelah kulirik waktu sudah menunjukkan 5.30 sore,ahh sial keluhku saat mau minum air gelas minum ku ternyata sudah kosong.


Ko sepi sih pada kemana sih orang-orang ini kataku setelah minum mengamati rumah ga ada orang sama sekali, padahal perasaan tadi ada yang bertamu ku langkahkan kaki keluar menuju teras depan rumah.


"Bu tadi perasaan ada tamu ?" tanyaku pada ibu yang lagi duduk di teras sendirian.


"Itu tamunya lagi ganti ban mobil yang bocor dengan ban serep," ucap ibu menujuk kearah parkiran mobil.


"Aaaaiss,"ucapku.


"Kakak mandi ganti baju yang sopan " ucap ibu membuatku seketika melihat penampilanku, yang hanya menggunakan kolor pendek sepaha yang panjangnya sama dengan atasan kemeja kerjaku yang kugunakan tadi pagi yang masih ku gunakan.


Ahhh sial umpatku sambil berlari masuk ke dalam kamar.