
Ternyata apa yang kupikirkan salah aku tadi pagi berpikir xavier mengajakku untuk mengunjungi ibu dan ayahnya tetapi itu salah karena kami sekarang berada didalam lift hotel bukan,bukan menuju sebuah kamar tetapi menuju restoran yang berada dihotel ini
Ting
Pintu lift terbuka dan kami berjalan mengikuti pelayan yang berada didepan kami dan kami sampai disebuah pintu yang terbuat dari kayu . pelayan itu membukakan pintu tersebut untuk aku dan xavier
"Silahkan tuan dan nyonya"ujarnya sambil menundukkan kepalanya
Xavier diam saja tidak menbalas perkataan pelayan tersebut dan aku hanya tersenyum
Kami memasuki ruang yang sepertinya sudah dibooking oleh seseorang karena hanya ada seorang pria duduk ditengah tengah ruangan ditemani dengan musik santai yang membuat ruangan tersebut semakin nyaman
"Hai"pria itu sudah menyapa disaat kami masih berjalan kearahnya
Xavier menarik kursi untuk diriku dan aku pun menduduki kursi tersebut dan xavier juga menarik kursi disebalah kiriku untuk pria itu duduki
Sifatnya berubah menjadi romantis hanya karena dihadapan orang lain cuih menjijikkan
"Aku berpikir kau tidak akan datang"ujar pria yang menyapa xavier tadi
"Kau mengundangku secara langsung tidak mungkin aku tidak datang"jawab xavier kepada pria itu
Pelayan datang membawa makanan serta vodka meletakkannya dimeja dan setelahnya pelayan itu pergi kembali
"Apakah dia istrimu?"sambil menatapku dengan pandangan seperti ingin menelanjangiku
Aku menatapnya sinis dasar lelaki tidak sopan
"Ya,dia istriku"jawab xavier sambil memandangnya tajam
"Cukup menarik"gumam pria itu pelan tetapi masih bisa terdengar denganku
Sepertinya xavier dan pria itu tidak berteman dengan baik karena bisa dilihat dari xavier yang menatapnya dengan tajam
"Ahh perkenalkan cantik ,aku adalah jordan bradley sahabat lama suamimu"sambil mengulurkan tangannya kepadaku
Sahabat lama?tetapi dari sikap yang mereka tunjukkan tidak mencerminkan sama sekali bahwa mereka adalh sahabat lama
Aku menjabat tangan pria tersebut dengan ragu
"Oxana rozelle"aku langsung menarik tanganku dari genggamannya
"Gadis yang beruntung karena dinikahi pria kaya raya seperti cerita dongeng saja"ujar pria bernama jordan tadi sambil menuangkan vodka kedalam gelasnya
"Kau juga mau"tawarnya kepadaku
Sebenarnya acara apa ini kenapa terkesan sangat dingin sekali
Pria itu dengan santainya makan dihadapan kami sedangkan dia berbasa basi dengan menawarkan kepada kami saja tidak
Aku memandang xavier yang menatap pria itu dengan tajam
Setelah beberapa menit pria itu selesai dengan makanannya
"Bagaimana jika kita bermain kartu xavier?aku yakin kau masih sangat pandai seperti dulu"ujar jordan kepada xavier
"Apa keuntungannya bagiku"jawab xavier
Pria itu seperti memikirkan sesuatu
"Bagaimana jika separuh saham perusahaanku"ujar pria itu dengan santai
Xavier mengangkat sebelah alisnya seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria yang berada dihadapannya
"Yah tetapi jika kau kalah,aku tidur dengan istrimu malam ini"pria itu melanjutkan perkataannya
Aku memandangnya tidak percaya. Dasar gila!
Aku memandang xavier berharap dia tidak akan setuju dengan pria gila itu
"Xavier kumohon"aku menggenggam tangan xavier sambil menggelengkan kepalaku kepadanya berharap dia tidak akan menyetujui pemainan laknat ini
"Baiklah"perkataan xavier yang membuat duniaku runtuh seketika
Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar xavier menjadikan diriku bahan taruhannya
Aku tidak tahu apa salahku kepada pria itu mengapa dia tega melakukan ini
Dapat aku lihat jordan tersenyum kearahku sambil memanggil pelayannya dan permainanpun dimulai,kartu dibagikan oleh pelayan tersebut
Aku mulai gelisah saat mereka saling melempar kartu
Aku seperti berada ditengah tengah jurang salah melangkah sedikit saja aku bisa langsung mati
Mungkin jika aku tahu xavier akan menjadikan diriku bahan taruhannya aku lebih memilih berada dirumah tidur dengan tenang tanpa seorangpun yang mengganggu
Rasanya waktu berputar sangat cepat karena sekarang kartu yang berada ditangan mereka tersisah sedikit lagi