
"Xavier kumohon jangan tinggalkan aku"aku mengenggam tangan xavier dan menahannya agar pria itu tidak meninggalkan diriku disini
Ternyata apa yang aku takutkan terjadi xavier kalah dari jordan dan xavier langsung diusir begitu dia kalah oleh pria ******** itu
"Pulanglah sobat,aku tidak sabar ingin bersenang senang dengan istrimu"ujar jordan dan memelukku dari belakang sambil menarik tanganku agar genggamanku pada tangan xavier terlepas
"Jangan menyentuhku brengsek"marahku pada pria itu
"Kumohon xavier"aku menangis berharap xavier tidak akan meninggalkanku
Pria itu hanya diam saja menatap lurus kedepan seakan tidak ada yang memohon padanya
"Dia tidak akan menolongmu sayang"bisik jordan ditelingaku
Pria ********!
Aku tidak percaya saat xavier menghentakkan tangannya yang membuat genggamanku terlepas
"Pulanglah kerumah disaat dia lengah"bisik xavier ditelingaku setelah mengatakan itu dia langsung berjalan menjauhiku
Aku menangis sejadinya melihat xavier meninggalkanku
"Xavier xavier kumohon jangan tinggalkan aku hiks hiks"aku berteriak berharap pria itu berbalik
Aku ingin berlari mengejarnya tetapi tidak bisa karena tanganku ditarik paksa oleh sibajingan jordan
"Apa salahku kepadamu mengapa kau tega sekali hiks hiks dasar pria ********"lagi aku berteriak kepada pria itu mengeluarkan apa yang menjadi pertanyaanku
"Xavier aku membencimu hiks hiks"dan pria itu sudah menghilang ditelan pintu
"Sudah aku katakan dia tidak akan menolongmu hahaha"jordan tertawa mengejekku
"Perlu kau tahu bahwa aku lebih pandai diatas ranjang dari pada suamimu itu"sambil mengusap daguku
"Jangan menyentuhku"Aku menepis tangannya yang berada didaguku
Tiba tiba jordan mengangkat tubuhku ala bridal style
"Turunkan aku brengsek"ujarku kepadanya sambil mengerakkan badanku
"Jangan bergerak kau bisa jatuh bodoh"
Aku tidak peduli apa yang dikatakan pria itu justru aku berharap agar aku jatuh dan bisa kabur darinya
Kami naik kelantai 20 menggunakan lift dan selama itu pula jordan menggendongku
Kami memasuki kamar yang luas dan dia menjatuhkanku diranjang king size
Aku mencoba bangkit tetapi jordan langsung menindihku
Dia mencoba mencium bibirku tetapi gagal karena aku menggeleng gelengkan kepalaku
"Dasar jalang"jordan menahan kepalaku dan mencium bibirku bukan hanya mencium lama kelamaan dia melumat bibir,lidahnya mencoba masuk kedalam mulutku tetapi aku menutup mulutku dengan rapat
Dia menggigit bibir bawahku dengan kuat,aku dapat merasakan rasa asin sepertinya bibirku berdarah
Aku merasa sangat jijik dengan semua ini
Aku jijik dengan diriku sendiri
Aku bukan jalang yang bisa disentuh oleh sembarangan orang selama ini hanya xavier yang menyentuhku
Aku masih berharap agar xavier menolongku,aku tidak mau disentuh oleh pria ini
Dia melepaskan ciumannya disaat kami mulai kehabisan nafas
"Jordan kumohon lepaskan aku hiks hiks hiks"aku memohon kepada pria itu
"Melepaskanmu?kau tahu aku tidak sebaik itu"
Jordan mencoba melepaskan baju yang aku kenakan tetapi aku menahan tangannya
Apa yang harus kulakukan?
"Jangan melawan jalang"dengan menatapku tajam
Aku menendang ************ pria itu
"Aww dasar jalang"geram pria itu
Jordan turun dari atasku dan memegangi sesuatu dibalik celananya
Aku bangkit dari atas ranjang berlari menuju pintu
"Jangan lari kau,dasar jalang menyusahkan"jordan berteriak sambil berlari mengejarku menuju pintu
Aku melihat dari balik punggungku jordan sudah hampir dekat
Aku terus mencoba membuka pintu hingga akhirnya pintu itu terbuka aku langsung keluar dari kamar dan menutup pintunya kembali agar jarak aku dan jordan tidak terlalu dekat
Aku berlari menuju lift dan sepertinya dewi fortuna tidak berpihak kepadaku karena liftnya masih berada dilantai 8 sementara aku berada dilantai 20 dan jordan sudah keluar dari dalam kamar
Aku memutuskan melewati tangga untuk turun kebawah
Aku terus berlari tidak peduli walau kini kakiku sudah sangat sakit dan jordan masih terus mengejarku
Aku melihat lift yang sedang terbuka karena orang baru saja keluar dari dalam lift tersebut
Aku semakin mengencangkan lariku menuju lift tersebut dan begitu sampai didalam lift tersebut aku langsung menutup pintunya dan menekan tombol lantai dasar dapat aku lihat jordan sekitar dua meter lagi dari lift ini
Aku sampai dilantai satu dan berlari langsung keluar dari lift menuju arah keluar hotel
Aku tidak peduli lagi dengan pandangan heran orang orang yang menatapku berlari tanpa menggunakan sepatu
Sepertinya aku sangat beruntung saat ini karena tepat didepan taksi beherti menurunkan penumpangnya dan aku pun masuk kedalam taksi tersebut dan aku menyebutkan alamat dimana rumah xavier berada
Andai aku tidak menikah dengan xavier mungkin aku tidak akan menjadi wanita menyedihkan yang dijadikan bahan taruhan oleh suaminya sendiri
Jordan bradley aku yakin dia adalah pria kaya raya sama seperti xavier dari wajahnya yang tampan,kulitnya yang putih bersih serta barang barangnya yang memiliki harga fantastis orang orang juga sudah tahu bahwa dia adalah orang terpandang dikota ini tetapi walaupun begitu aku tidak akan sudi disentuh oleh pria itu karena aku bukan jalang yang akan sangat bangga jika disentuh oleh pria pria kaya
Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padaku jika aku gagal kabur dari pria itu dan lebih parahnya lagi dia pasti akan menghukumku