My Wedding Story

My Wedding Story
Bab 56 : Kehamilan Kedua



2 Minggu Berlalu...


Selesai berganti pakaian, Airin menemui Rissa yang tengah menemani Ardan bermain di taman belakang Mansion. Usia kini putranya sudah akan menginjak 2 bulan. Ia sudah terlihat aktif dan tidak mudah rewel seperti sebelum-sebelumnya.


Airin dan Adnan berpamitan untuk pergi ke suatu tempat pada Rissa ketika Ardan sedang lengah dan menitipkan untuk menjaganya sebentar. Mereka pergi meninggalkan Ardan secara diam-diam meskipun belum mengerti tapi terkadang seorang bayi memiliki naluri yang terhubung dengan kedua orang tuanya.


Airin memberitahu Adnan jika dirinya sudah terlambat datang bulan hingga 2 Minggu ini. Dan rencananya hari ini mereka akan pergi ke Dokter kandungan untuk konsultasi bila mana ada masalah serius yang dialami Airin.


Mereka masih berkonsultasi dengan Dokter Kandungan. Dokter Kandungan mengolesi perut Airin dengan gel, kemudian mulai melihat penampakan rahim Airin di monitor USG.


Di Monitor tampak terlihat dua kantung rahim yang di dalamnya terdapat bulatan kecil embrio yang sedang tumbuh. Dokter Kandungan tersenyum-senyum sendiri.


"Tuan Adnan ternyata hebat, ya. Baru saja satu bulan merasakan bahagia atas kelahiran putra pertamanya, sekarang akan diberi kebahagiaan lagi. Lama tidak berkonsultasi, dan sekarang datang membawa dua hadiah."


"Maksud anda Dokter?" Adnan menatap dokter kandungan dengan bingung. Airin berusaha menyembunyikan senyumnya. Dari monitor saja dia sudah tahu bahwa di perutnya sudah tumbuh dua kehidupan baru. Rupanya mereka akan menjadi generasi pertama yang memiliki gen kembar dalam keluarga mereka yang sebelumnya tidak ada.


"Selamat Tuan Adnan, Kali ini Anda akan mendapat dua bayi kecil." Dokter Kandungan menjabat tangan Adnan yang masih tampak terkejut dengan perkataan Dokter Kandungan.


"Maksud anda bayi kembar?" Tegun Adnan bertanya.


"Benar, Itu dari dua kantung rahim yang terlihat. Nyonya Airin kini sedang hamil, Tuan. Ada dua janin kecil di tubuh beliau. Selamat Anda akan mendapatkan bayi kembar dan kembali menjadi seorang ayah."


"Hah?! Anda benar-benar serius, Dokter?" Mulut Adnan ternganga.


"Ya." Jawab singkat Dokter tersenyum.


"Airin sayang!! Kau mendengar apa yang dikatakan Dokter? Kita akan mendapatkan bayi kembar! Aku benar-benar tidak percaya ini." Adnan memegang tangan Airin dan mencurahinya dengan banyak kecupan.


Adnan mengecupi kening, pipi, hidung dan bibir Airin. Dia mengabaikan Dokter Kandungan yang duduk tidak jauh dari mereka yang seketika menjadi nyamuk.


"Uhuk.. Uhuk." Dokter Kandungan berusaha mengalihkan perhatian mereka. Airin mendorong wajah suaminya dengan malu.


Setelah memberikan nasihat panjang lebar, akhirnya mereka keluar dari Rumah sakit. Adnan gatal ingin menggendong istrinya. Tapi Airin selalu mengancamnya. Akhirnya Adnan hanya bisa bergandengan tangan.


Di dalam mobil, Adnan mencurahi Airin dengan kecupan dan pelukan penuh sayang. Perasaannya penuh dengan kebahagiaan. Tidak henti-hentinya dia membelai dan menciumi perut Airin yang masih rata.


"Sayang, Kalian adalah kebahagiaan kedua kami. Kami tidak sabar menunggu kelahiran mu ke dunia ini, Apalagi langsung melihat kalian berdua sekaligus. Kami akan menunggu kalian datang. Sehat-sehat ya sayang..." Mata Adnan kembali berkaca-kaca. Airin mencium kepala Adnan dengan sayang.


Adnan mengangguk dan kembali memeluk Airin.


"Kita beritahu semua orang, Pasti semua sangat senang mendengar kabar bahagia ini."


Adnan melajukan mobilnya untuk pulang dengan kecepatan normal tidak mengebut. Ia takut bayi kembar yang sedang dikandung istrinya akan terguncang.


...***...


Adnan mengabarkan pada semua keluarganya jika Airin kini sedang mengandung lagi, bahkan tidak tanggung hamil anak kembar. Semua orang sangat terkejut dan setelahnya sangat senang mendengar kabar kehamilan Airin yang kedua dalam waktu kelahiran putra mereka yang tidak lama ini. Mereka sangat memuji dan mengapresiasi Adnan yang begitu produktif.


Kini semua anggota keluarga lengkap berbondong-bondong datang ke Mansion Airin untuk merayakan kebahagiaan keluarga mereka atas akan bertambahnya calon keluarga baru.


"Airin, Selamat ya atas kehamilan kedua mu." Ucap Kirana yang lebih dulu mengucap selamat saat datang.


"Iya, Airin. Memiliki bayi kembar adalah mimpi sebagian tapi hampir semua pasangan suami istri menginginkan bayi kembar. Keluarga yang tidak memiliki gen kembar, biasanya akan sulit. Bayi kembar itu sangat unik karena mereka terlihat serasi dan jarang sekali terjadi di dunia ini." Ucap Andra ikut berbahagia.


"Aku sangat menantikan si kembar lahir ke dunia ini. Baru saja aku mendapatkan keponakan yang super lucu ini, dan tidak lama lagi akan ada dua keponakan yang super menggemaskan bahkan tiga dengan keponakan dari Kak Kirana. Nanti aku akan memakaikan fashion yang sama untuk si kembar. Mereka pasti sangat lucu jika memakai baju couple. Tenang saja, aku akan menjadi fashion stylist gratis untuk bayi kembar kalian nanti." Ucap Della sembari menggendong gemas Ardan yang sedang dalam dekapannya.


"Ardan pasti sangat senang mendengar akan mendapatkan adik kembar. Ini adalah hadiah istimewa yang diberikan kedua orang tuanya. Dia pasti bisa menjadi seorang kakak yang baik dan senantiasa menjaga kedua adiknya. Benarkan Jagoan! Mari, Kakek ingin mengendong mu." Raih Pak Andreas mengambil alih Ardan cucunya yang sedang dalam gendongan Della.


"Cucu kita sangat lucu sekali, ya. Hidungnya mirip sekali dengan Ayahnya dan untuk mata mirip dengan ibunya." Bicara Bu Riana yang merupakan ibu kandung Airin.


"Kita hanya tinggal menunggu Airin kecil saja. Kita lihat nanti, apakah akan ada bayi perempuan di sini dan wajahnya lebih dominan mirip ayah atau ibunya?!" Balas Pak Andreas pada pernyataan Bu Riana. Sambil menimang-nimang cucunya masih kuat meskipun sudah cukup tua.


"Aku bahkan semakin tidak sabar menunggu kelahiran anak Kak Andra dan Kak Kirana. Aku yakin baginya tidak kalah menggemaskan. Kak Kirana, bisakah kau percepat melahirkan itu. Kita bisa lomba beradu dengan Ardan." Ucap Kenzo yang sedikit tidak waras.


"Kau tidak waras, ya? Mana bisa seorang wanita diminta untuk mempercepat proses melahirkannya. Dan kau ini ada-ada saja, ingin lomba beradu semacamnya. Kau pikir mereka domba yang di adu." Ketus Andra menjawab pernyataan konyol Kenzo.


"Hahah... Kakak, Kau jangan tersulut emosi. Aku hanya bercanda saja. Kau ini seperti tidak mengenal adikmu saja." Ujar Kenzo dengan gelak tawanya.


"Lihat itu! Paman-paman mu sedang bertengkar memperdebatkan kekonyolan paman mu satu yang humoris. Nanti setelah kau dewasa, kau juga pasti akan seperti mereka yang selalu bertengkar masalah kecil dengan saudara-saudara mu." Ucap Bu Jihan yang merupakan Ibu kandung Adnan dan menceritakan hubungan kedua anaknya itu yang selalu berdebat. Itulah manisnya bersaudara!


Airin dan Adnan saling bertukar pandangan dengan senyum yang tidak lepas. Mereka sangat bahagia putranya begitu banyak mendapatkan cinta dari Paman, Bibi, dan juga Kakek Neneknya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan di dunia ini lagi!