My Wedding Story

My Wedding Story
Bab 51 : Pengungkapan Kebenaran



1 Minggu Kemudian...


Adnan sudah diperbolehkan pulang siang tadi. Andra, Rissa, Daniel dan Kenzo yang menjemput Adnan dan Airin di rumah sakit. Setelahnya, mereka mengantar keduanya hingga Mansion. Dan setelah makan malam yang lain berpamitan untuk pulang.


Saat ini Airin sedang mengantar Adnan ke kamarnya.


Airin merapikan beberapa obat yang baru Adnan minum.


"Sekarang Tuan harus istirahat. Jangan terlalu banyak aktivitas terlebih dahulu. Jika membutuh sesuatu, panggil saja aku."


"Terima kasih Sayang..."


Airin mengecup kening Adnan, lalu tersenyum.


"Selamat malam..." Ucap Airin berpamitan.


Adnan menahan lengan Airin ketika wanita itu hendak melangkah.


"Kau ingin kemana?"


"Aku ingin ke kamar ku. Tuan membutuhkan sesuatu?" Tanya Airin.


"Tetaplah di sini. Ini adalah kamar mu. Mulai sekarang kau tidur di sini denganku!" Titah Adnan.


"T-tapi. Aku-..."


"Kita sudah berjanji untuk memulai hubungan dari awal. Anggap saja malam ini malam pertama kita setelah pernikahan terjadi, Tidurlah denganku."


Adnan menggeser sedikit tubuhnya ke tengah ranjang, tangannya menarik perlahan lengan Airin untuk berbaring di sampingnya.


Airin hanya diam menuruti suaminya, Tubuhnya tiba-tiba dingin dengan jantung berdetak tidak karuan. Matanya pun tidak berani menatap langsung suaminya.


"Sayang, Jangan tegang!"


"Ti-tidak. Aku tidak tegang..." Jawab Airin gugup.


Adnan terkekeh melihat pipi istrinya memerah.


"Kemari!!" Adnan menarik tubuh istrinya semakin dekat, dan memeluknya erat.


Bukannya semakin mengurangi rasa kegugupannya, Airin malah lebih merasa gugup.


"Hmm.. Seperti ini lebih nyaman." Ucap Adnan semakin mengeratkan pelukan, dan berulang kali mengecup puncak istrinya. Airin membalas pelukan Adnan, menenggelamkan wajah pada dada bidang suaminya menghirup dalam-dalam aroma khas tubuh suaminya. Sangat nyaman sekali!


Dari balik pintu yang tidak tertutup rapat, seseorang memperhatikan keduanya. Setelah itu, menutup pintunya perlahan dan melangkah sedikit menjauh dari pintu. Kemudian, mengambil ponselnya dari dalam saku.


"Tadi waktu Nyonya Airin ingin kembali ke kamarnya sendiri, Tuan Adnan menahannya. Tuan Adnan meminta Nyonya Airin untuk tidur di kamarnya, dan Tuan kembali mengungkit janji mereka jika mereka akan memulai hubungan yang baru, maka dari itu Tuan Adnan mengatakan bahwa itu adalah kamar mereka berdua sekarang. Dan saat ini mereka sedang tidur dengan saling berpelukan."


".........."


"Baik, Tuan. Jika begitu saya tutup panggilannya."


Rissa segera mematikan panggilan teleponnya, setelah mendapat jawaban dari lawan bicaranya di dalam telepon.


"Saya harap ini adalah awal kebahagiaan kalian. Segala cobaan dan rintangan sudah kalian hadapi. Semoga kalian saling mencintai sampai akhir. Semoga keluarga kecil kalian berdua selalu diberkahi dan diberi kebahagiaan yang berlimpah. Tugas saya sudah selesai. Saya bahagia bisa berada di tengah-tengah kalian, Saya berharap kita bisa berteman baik nanti."


Rissa menatap nanar pintu kamar Adnan. Setelahnya, berbalik dan melangkah pergi menuruni anak tangga dengan senyuman yang cantik.


...***...


1 Minggu Kemudian...


Hubungan Airin dan Adnan berjalan dengan sangat baik. Mereka terlihat bahagia dan kerap kali menebar kemesraan.


Orang tua Airin serta mertuanya sangat kecewa mendengar cerita mengenai hubungan anak bungsunya yang buruk karena Adnan yang tidak bisa menerima Airin dan memilih perselingkuhan di belakang. Tapi, sekarang mereka bersyukur karena suami istri itu sudah menerima satu sama lain dan cinta sudah mulai tumbuh diantara keduanya. Awalnya dalam pikiran mereka tidak terbesit pikiran sama sekali jika Adnan akan bertindak di luar batas.


Andra meminta semua orang untuk berkumpul di Mansion Adnan.


Kini semua anggota keluarga lengkap bersama orang tua mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Kenapa kau meminta kami berkumpul kemari, Kakak?" Tanya Kenzo pada Andra.


"Iya, Kak Andra. Sebenarnya ada apa?" Tanya Daniel demikian.


"Ada sesuatu yang ingin ku beritahu pada kalian semua." Pungkas Andra baru berkata.


"Ada apa, sayang? Jangan membuat kami penasaran." Ucap Kirana.


"Tolong selama aku berbicara, Jangan ada yang memotong ucapan ku. Dengarkan aku bicara sampai selesai."


"Pernikahan Adnan dan Airin memang hasil perjodohan kedua orang tua kita karena mereka berdua bersahabat dan ingin sekali kita menjadi keluarga besar. Itu yang kalian ketahui selama ini. Tapi sebenarnya, Pernikahan ini atas usulan ku dengan Dario. Aku ingin berbagi cerita, Ini hal yang bodoh. Pertama kali aku melihat Airin, aku menyukainya." Ucap Anda di pernyataan akhir membuat semua membulatkan mata, terutama Kirana, Airin dan Adnan.


Ketiganya membeku menatap Andra penuh tanya. Apalagi Kirana yang tidak menyangka suaminya kini, dulu pernah menyukai adiknya. Tapi mereka hanya diam, bermaksud terus mendengarkan penjelasan Andra tanpa menyela seperti peringatan di awal.


"Airin wanita yang sangat cantik, baik, perhatian, penyayang dan sabar. Dia gadis yang cerdas. Aku sangat menyukai sifatnya. Karena itu, Agar dia tetap menjadi bagian keluarga kita, Aku sangat ingin Airin menjadi adik iparku, Istri Adnan. Dan hal ini pernah ku ceritakan langsung pada ayah dan ibu. Aku yakin, Airin akan menjadi istri yang baik untuk adikku yang sangat keras kepala dan kaku." Ucap Andra mengungkap kebenaran.


Lalu, Kembali berkata...


"Tapi, perasaan itu berubah ketika aku melihat Kirana yang lebih baik dari yang ku kira. Dia berhasil mengalihkan pandangan ku yang menganggap Airin adalah wanita terbaik di dunia ini. Kirana adalah gadis yang berani, dia sudah memberiku kehidupan dan kehangatan dalam menjalani hidup ini. Dulu kami sering kali bertengkar dan menganggap Kirana adalah gadis yang keras kepala, tapi entah perasaan dari mana aku sangat mencintainya sampai kami menikah."


Pernyataan Andra kali ini, mampu membuat ketiganya bernapas lega.


"Beberapa hari setelah pernikahan keduanya. Aku justru khawatir dengan Airin. Aku tahu, Adnan tidak menyukainya, bahkan sedang menjalin hubungan dengan wanita lain. Jadi, aku mengutus Rissa untuk memantau rumah tangga Adnan dan Airin sebagai Asisten rumah tangga. Rissa adalah pegawai kepercayaan ku dari Perusahaan cabang di London. Jadi, selama Rissa berada di Mansion, Rissa terus memantau mereka berdua. Bahkan, Rissa juga memasang cctv tersembunyi dan menyadap beberapa ruangan untuk mempermudah pekerjaannya."


Adnan dan Airin menatap tidak percaya pada Rissa.


"Karena Rissa sudah ku tugaskan di dalam Mansion, Jadi aku juga mengandalkan Kenzo untuk urusan di luar Mansion. Tugas Kenzo sama dengan Rissa, memantau Adnan dan juga Airin. Jadi, Aku tahu apa yang Adnan lakukan di depan dan di belakang Airin. Termasuk Adnan selingkuh dengan wanita itu." Tubuh Adnan menegang mendapat tatapan tajam dari Andra. Bahkan semua orang menundukkan kepala masih belum bisa melupakan kejadian itu.


"Lalu, Setelah aku dengar Daniel membawa Airin pergi dari Mansion Adnan, Aku berpikir sikap Adnan sudah sangat keterlaluan. Jadi, Aku pergi menemui Daniel. Dan akhirnya aku harus menyeret Daniel juga pada rencana ku, Aku menjelaskan semua pada Daniel tentang Rissa dan Kenzo. Jadi, Aku memasrahkan masalah Adnan dan Airin pada mereka bertiga. Oh, Juga ada Zemin dan Jasmine di sana, mereka turut membantu."


"Maaf, Adnan.. Waktu itu aku mengatakan bahwa aku mencintai Airin, Itu aku berbohong!" Ucap Daniel berikutnya mengklarifikasi.


Daniel menahan tawa melihat ekspresi Adnan dan Airin.


"Aku memang pernah menyukai istrimu waktu pertama kali aku bertemu dengannya, Tapi itu hanya sekedar kagum dengan kecantikannya. Tidak lebih! Dan semakin dekat dengan istrimu, aku semakin menganggapnya sebagai adikku sendiri. Ketika aku mengatakan bahwa aku mencintai istrimu itu, aku hanya ingin mengetahui respons mu. Jujur saja, aku sangat geram waktu kau memperlakukan istrimu dengan kasar, Jadi aku menerima ajakan Kenzo untuk memberimu pelajaran dan menyesal." Ungkap Daniel menjelaskan.


"Kau ingat, Terakhir kali Kenzo membawa Airin pergi dari sini?! Kenzo mendapat kabar dari Rissa jika Kak Dario secepatnya akan tahu masalah kalian, Jadi aku dan Ken berencana mempercepat rencana kami menjauhkan mu dari Airin dan membuatmu menyesal. Maka dari itu, aku meminta Zemin untuk membawa mantan kekasihnya ke Las vegas. Dia banyak membantu sekali meskipun bukan termasuk ke dalam keluarga kita dan rasa sakit ditinggal menikah oleh mantan kekasihnya. Jika tidak, mungkin Zemin akan mengambil Airin darimu dan bersedia menikahinya." Imbuh Daniel lagi.


"Aku pun ingin meminta pertanggung jawaban darimu. Bahkan tidak ingin pengorbanan ku sia-sia selama ini. Kau tahu? Karena Rissa dipanggil kemari, Jadi aku ditugaskan Kak Andra menggantikannya di London, dan aku melepas tender emasku untuk itu. Jika aku mengambil tender itu, perusahaan ku akan untung puluhan kali lipat. Dan karena demi perintah Kak Andra aku tidak bisa menolak permintaan tolongnya!" Pungkas Kenzo juga protes.


"Jadi, Kalian merencanakan ini tanpa mengajak ku?" Menyela Dario sewot.


"Aku tidak ingin kau bertambah khawatir dan mengacaukannya, Dario.." Jawab Andra.


"Ckk.. Kau selalu mengabaikan kemampuan ku, Andra. Tapi, Aku sangat lega, permasalahan adikku sudah terselesaikan. Dan Terima kasih pada kalian semua sudah menjaga adikku dengan baik."


Acara pernyataan dan pengungkapan dari masing-masing orang sudah tersampaikan. Setelahnya, semua kembali berbincang santai dengan canda tawa dan melakukan makan malam bersama.


"Ayah mertua, Aku benar-benar meminta maaf karena sudah menyakiti putrimu dan juga mengecewakan kepercayaan mu. Aku tahu niat kalian semua sangat baik terhadap ku. Aku benar-benar meminta maaf sebesar-besarnya pada Ayah dan ibu mertua, terutama ayah dan ibuku." Ujar Adnan berucap dengan menatap setiap lawan bicara bergiliran.


"Tidak masalah, Adnan. Kami mengerti ini adalah risiko dari pernikahan yang dilakukan secar perjodohan. Sebelumnya kami tidak memikirkan jauh bagaimana konsekuensinya bila hal ini terjadi. Ayah hanya memperingatkan agar kau tidak sampai mengulangi kesalahan dua kali." Ucap Pak Andreas yang merupakan Ayah kandung Airin.


"Ingat Andra, untuk sekarang kau fokus saja pada istri mu dan jangan memikirkan hal lain yang dapat merugikan semua orang. Istrimu saat ini sedang mengandung, Jangan pantang menyerah untuk memiliki banyak anak setelah anak pertama mu lahir nanti. Jangan sampai kendor, Pepet terus..." Ucap Pak Atmadja yang merupakan Ayah kandung Adnan. Ucapannya berhasil membuat suami istri itu tersipu malu dan mengundang gelak tawa orang lain.