
jika bisa memilih kehidupan seperti apa yang akan kujalani kedepannya,aku akan memilih untuk hidup bebas dan sederhana,bebas memilih pendamping hidupku untuk kedepannya,bebas menjalani hidup seperti apa yang aku mau bukan apa yang orang mau aku lakukan.tetapi sayangnya aku tidak bisa jangankan untuk memilih,menolakpun aku tak bisa
ayahku scoot thompson menjodohkanku dengan seorang pria anak dari sabahat lamanya richard rozelle
awalnya aku berpikir bahwa scott hanya bercanda saat dia berkata ingin menikahkanku selain karena umurku yang masih terlalu muda juga aku tidak percaya karena calon suamiku adalah xavier orlando rozelle pewaris tunggal RZ grup
pria dengan sejuta pesona yang akan membuat seluruh wanita dibelahan dunia bertekuk lutut padanya,kekayaan keluarganya yang tidak bisa dihitung dengan jari,popularitasnya yang tidak usah ditanyakan lagi seperti tahun ini wajahnya terpampang disetiap sampul halaman depan majalah karena dinobatkan sebagai pria tertampan didunia tetapi itu semua tidak berarti untukku
aku tak butuh kekayaan yang berlimpah ruah,aku tidak butuh pernikahan mewah yang membuat seluruh orang berdecak kagum yang aku butuhkan adalah kebahagiaan dan cinta yang tulus dari suamiku
Aku tersadar dari lamunanku saat valerie menepuk pundakku
"Kau melamun lagi?"valerie bertanya sambil memandangku dengan jengah
"tidak"jawabku seadanya
valerie kembali duduk didepanku tadi dia permisi sebentar ingin ketoilet
"kau berbohong,sebenarnya ada apa denganmu?apa kau bertengkar dengan suamimu?atau kau melihat suamimu selingkuh dengan sekertarisnya?" tanyanya denga santai
aku menghela nafas
ini salah satu sifat yang aku benci dari gadis yang berada didepanku dia terlalu berlebihan dan mendramatis dalam menyikapi sesuatu
"aku tidak bertengkar dengan xavier dan berhenti mendramatis keadaan" aku menatapnya dengan sinis
"baiklah jika memang seperti itu jadi apa yang membuatmu melamun nyonya rozelle?"
aku bingung mau menjawab apa karena sejujurnya aku juga tidak tau apa yang menjadi pikiranku hingga aku sering melamun
"tidak ada,cepatlah habiskan makananmu aku sudah bosan berada disini"aku berbicara dengannya sedikit kasar,tidak tau mengapa hari ini aku sangat kesal kepadanya
aku mengambil gelas yang hanya sisa setengah dan meminumnya hingga tandas,tidak seperti valerie aku hanya memasan jus jeruk karena aku tidak lapar
setelah valerie selesai dengan makanannya kami pun langsung keluar dari restoran menuju parkiran
aku memberi kunci mobil kepada valerie
"kau yang membawa"
selama perjalanan tidak ada yang mengeluarkan suara diantara kami ,aku sibuk memandang cantiknya kota newyork dimalam hari sementara valerie sibuk dengan menyetir
tidak terasa kami sudah sampai didepan rumah yang bernuansa putih dengan tiang yang sangat besar sebagai penyangga rumah tersebut.
aku keluar dari dalam mobil dan valerie menghampiriku
"hati hati dijalan,dan berhentilah melamun.jika xavier menyakitimu jangan sungkan berkata padaku"
dan aku hanya menganggukkan kepalaku sebahai jawaban
valerie memelukku dan aku pun membalas pelukannya kembali setelah beberapa detik akupun melepaskan pelukannya
Aku langsung berjalan menuju mobil dan mengendarainnya menuju rumah
Valerie rozelle adalah sepupu xavier atau anak dari adik richard rozelle, aku tidak tau bagaimana aku bisa sedekat itu dengannya yang kutau dia adalah gadis yang baik,sederhana dan tentunya tidak sombong dan dia juga gadis yang menyenangkan
aku turun dari mobil dan lagsung berjalan menuju kamar
hari ini terasa sangat melelahkan sehingga aku memutuskan untuk mandi dan setelah selesai aku membaringkan badanku diatas tempat tidur
...............
aku terbangun dari tidurku saat tenggorokanku terasa sangat kering,aku berjalan keluar kamar menuruni tangga menuju dapur . aku membuka kulkas dan meneguk air mineral dingin
"apa yang sedang kau lakukan?"aku terkejut saat tiba tiba ada suara dari balik punggungku
"kau sudah pulang?"aku bertanya dan menatapnya heran
Pria ini selalu seperti itu datang dan pergi sesuka hatinya terkadang dia sudah dihadapanku seperti sekarang ini terkadang sudah pergi tidak tau kemana dengan alasan perjalanan bisnis
Xavier berjalan menuju meja makan dan duduk disalah satu kursi yang tersedia
"menurutmu?"jawab pria itu sambil mencicipi kopi yang ada dihadapannya
aku duduk dikursi yang berada dihadapannya
"kapan kau pulang?"tanyaku kepadanya
jika saja pernikahan kami dilandasi dengan cinta mungkin aku akan tau semua kegiatan yang suamiku lakukan
"sekitar satu jam yang lalu . aku lapar bisakah kau membuatkan makanan untukku"
Aku menghela nafas berat.sejujurnya aku masih sangat mengantuk sekarang
"baiklah tetapi hanya akan memasakkan spagethi untukmu karena aku masih sangat mengantuk"
aku langsung berdiri tanpa menunggu jawaban dari pria itu dan sepertinya xavier tidak berniat untuk menjawab apa yang aku katakan
aku kembali membuka kulkas dan mengeluarkan bahan bahan yang aku butuhkan dari dalam . setelah beberapa menit kemudian spagethi yang kumasak sudah siap
"bagaimana?"aku bertanya padanya tentang masakanku
"lumayan" hanya itu yang keluar dari mulut sexynya
"kau tidak tidur?"
xavier hanya diam saja tidak menjawab pertanyaanku dan tetap melanjutkan makannya.
aku bangkit dari dudukku dan berjalan kembali menuju kekamar untuk melanjutkan tidurku