My Wedding Story

My Wedding Story
Bab 43 : Hamil



Brak!!


"Sekali lagi kau membuka pintu apartemen ku tidak beradab seperti itu, aku tidak akan pernah mengizinkan mu kemari lagi!!!"


"Ckk, Nanti saja mengomelinya. Di mana dia?"


"Di kamar!" Jawab Kenzo.


Daniel segera berlari menuju kamar tamu di apartemen Kenzo.


"Dasar bocah awas saja jika pintu ku rusak."


Kenzo berjalan mendekati pintu dan mengeceknya, benar-benar ada yang rusak atau tidak. Jika ada yang lecet dia akan meminta ganti rugi pada tersangka.


Ceklek!


Daniel memasuki kamar dan tersenyum melihat Airin yang tertidur di sofa. Dengan perlahan, Daniel memindahkan tubuh Airin pada ranjang.


"Maafkan aku tidak ada di saat kau membutuhkan ku."


Usapan kecil di kepala Airin, membuat sedikit pergerakan dan lenguhan dari wanita itu.


Airin perlahan membuka mata.


"Tuan Daniel!!" Serunya terbangun.


"Maaf, Aku membangunkan mu."


Kata Daniel merasa bersalah. Dan Airin mencoba untuk mendudukkan dirinya.


"Tidak perlu bangun. Berbaring saja. Kau pasti lelah."


Airin menggeleng dia tetap bangun dan duduk bersandar pada kepala ranjang.


"Tuan Daniel sudah lama? Kenapa tidak membangunkan ku?"


"Tidak. Aku juga baru sampai dan melihatmu tidak nyaman tidur di sofa, Jadi aku memindahkan mu ke ranjang. Tidak berniat untuk membangunkan mu."


"Terima kasih Tuan, Aku tadi ketiduran."


"Sudah lebih baik, hum?"


Airin mengganguk ketika tangan berurat Daniel mengusap lembut kepalanya.


Kenzo tiba-tiba masuk ke kamar, mendekati Daniel dan Airin di ranjang,


"Tadi Adnan kemari sebelum kau datang, tapi aku langsung mengusirnya. Adnan terus saja menelepon ku tanpa henti. Dia nampak kacau. Sepertinya dia benar-benar menyesal atas perlakuan buruk pada istrinya." Kata Kenzo menceritakannya pada Daniel.


Daniel melirik Airin yang tubuhnya sudah menegang.


"Aku akan membawanya. Adnan pasti akan kembali lagi kemari. Lagipula di rumah ku ada Jasmine dan Zemin yang akan menjaga Airin jika aku tidak ada." Usul Daniel.


"Itu lebih baik. Aku juga tidak bisa selalu menjaga Airin. Aku harus ke perusahaan."


Kenzo mendekatkan kepalanya pada telinga Daniel .


"Rissa tadi memberiku kabar, Jika Kak Andra sudah mengetahui masalah kemarin. Kemungkinan cepat atau lambat Kak Dario juga akan mengetahuinya. Kita harus mempercepat rencana ini, aku tidak ingin pengorbanan ku gagal sia-sia." Bisik Kenzo.


"Hmm... Kau jangan khawatir." Jawab Daniel.


"Bagus." Kenzo menepuk pelan bahu Daniel.


...***...


2 minggu berlalu...


Dan baru 5 hari ini Airin berada di Rumah Daniel, Karena 2 hari setelah Daniel membawa Airin dari apartemen Kenzo, Daniel meminta Airin ikut dengan Zemin ke Las Vegas. Karena waktu itu Zemin dapat undangan meeting di sana. Rapatnya hanya sehari dan sisa hari lainnya Zemin gunakan mengajak Airin jalan-jalan, sekaligus refreshing.


Selain itu, alasan lainnya adalah Zemin memiliki waktu berdua dengan mantan kekasihnya. Sekaligus untuk menghindari Adnan sementara waktu. Memang benar selama 2 minggu hampir setiap hari Adnan mendatangi Rumah Daniel, Apartemen Kenzo, Mansion Andra dan Mansion Dario secara bergantian untuk mencari Airin dan mengajaknya pulang. Tapi yang di dapat Adnan, Nihil. Dan selama itu Adnan menelantarkan pekerjaannya. Untung masih ada kakaknya yang menghandle semua pekerjaan Adnan. Dan semenjak Dario tahu tentang perilaku Adnan pada adik semata wayangnya, Dario tidak bisa menahan emosi setiap bertemu Adnan. Tapi ada adiknya yang selalu menenangkannya, jujur saja Dario sangat kecewa pada Adnan, bahkan Dario sempat meminta Andra untuk membantunya mengurus surat perceraian Adnan dan Airin tapi di tolak Andra karena dia yakin, Adnan akan berubah dan mencintai Airin sepenuhnya.


Daniel berlari tergesa memasuki Mansion. Raut wajahnya terlihat sangat cemas. Telah terjadi sesuatu di Rumahnya.


"Di mana dia? Apa yang terjadi? Kenapa bisa pingsan?"


"A-aku tidak tahu tadi tiba-tiba pingsan begitu saja. Ayo! Kak Zemin menemani Kak Airin di kamar."


Jasmine Segera menarik tangan Daniel untuk mengikutinya. Kemudian Daniel melepas genggaman tangan Jasmine berlari lebih dulu menuju kamar.


Ceklek!


Daniel memasuki kamar, diikuti Jasmine di belakangnya.


"Zemin, Apa yang terjadi?"


"Tadi setelah makan siang, dia muntah-muntah. Waktu Jasmine akan menuntunnya dari toilet, Airin tiba-tiba pingsan." Jawab Zemin menjelaskan.


"Aku sudah menghubungi Dokter. Sebentar lagi akan sampai." Ujar Jasmine.


"Hmm... Tunggulah Dokternya di bawah, Jika sudah datang antarkan kemari!" Titah Daniel.


"Baik, Kakak." Jawab Jasmine menuruti perkataan Daniel.


Tidak lama, Dokter datang bersama Jasmine . Dokter kemudian memeriksa Airin. Daniel, Zemin dan Jasmine memperhatikan dengan berdiri di samping ranjang. Sesekali memperhatikan Airin yang sudah sadar beberapa saat sebelum Dokter datang.


"Dokter, Bagaimana keadaannya?"


"Nyonya Airin baik-baik saja, Tidak ada yang serius, hanya kelelahan. Nyonya Airin tidak boleh terlalu banyak pikiran, harus dikurangi aktivitasnya karena usia kandungannya sangat rentan jadi harus dijaga baik-baik." Ucap Dokter itu. Penjelasan Dokter membuat keempatnya melongo terkejut.


"Ma-maksud Dokter, Sa-saya hamil?" Sontak Airin terkejut dan langsung menanyakan untuk memastikan kembali.


"Iya Nyonya, Perkiraan saya usia kandungan anda menginjak 2 minggu. Tolong dijaga kondisinya agar janinnya tetap sehat. Tapi saya sarankan di cek langsung ke Dokter kandungan agar lebih jelas dengan kondisi janinnya." Saran Dokter demikian.


"Terima kasih, Dok. Airin akan menjaga bayinya dengan baik."


"Sama-sama, Tuan Daniel. Jika begitu saya permisi." Dokter meninggalkan kamar dan diantarkan Jasmine sampai di depan rumah. Sedangkan di kamar, Daniel dan Zemin masih menatap sendu Airin yang menatap kosong di depannya terlihat dirinya sangat syok.