
Hari yang cerah dengan matahari yang muncul tanpa malu malu untuk menyinari kota new york . musim panas musim yang sangat dinanti nanti oleh semua orang tentunya karena dengan begitu kita bisa bebas keluar dari rumah tanpa memerlukan jaket,syal atau apapun "benda yang lainnya untuk melindungi diri dari dinginnya udara yang bisa menembus hingga ketulang
Tetapi tidak tahu kenapa perasaanku hari ini tidak secerah cuaca pagi ini aku seperti tidak bersemangat melakukan apapun bahkan hanya untuk bangkit dari atas ranjang
Tidak seperti hari hari sebelumnya saat aku menghabiskan hari dengan diluar rumah hari ini aku hanya duduk dibalkon kamar ditemani secangkir chocolate milk shake dingin sambil memandangi taman yang tepat berada didepan mataku
baru dua hari xavier pergi melakukan perjalanan bisnis tetapi aku sudah merasa dia pergi berminggu minggu lamanya
Perasaan seperti apa ini?
aku tidak tahu kapan xavier akan pulang yang aku tahu jika xavier sudah melakukan perjalanan bisnis maka lelaki itu akan pulang dua minggu kemudian atau bahkan lebih
aku mengangkat panggilan masuk dari valeria
"Ada apa?"aku langsung bertanya to the point kepadanya
"Kau sedang sibuk?"bukannya menjawab valeria malah kembali bertanya
Aku diam sejenak,sepertinya aku tahu jika sudah wanita ini bertanya tentang aku sibuk maka sudah pasti dia ingin aku menemani dirinya kesuatu tempat
"Kau ingin aku menemani dirimu kemana?"
"Hahahaha kau memang sahabat sekaligus kakak iparku yang terbaik .
Aku ingin kau menemaniku membeli baju baru"
"Aku tidak bisa vale,hari ini aku sedang sibuk"jawabku pada wanita itu
"Aku tidak percaya padamu,kau hanya sedang tidak mau menemaniku"
"Ayolah aku memang sedang sibuk"ucapku dengan suara memelas
Setelah mengatakan itu aku tidak mendengar balasan dari sebrang sana dan aku mengecek apakah panggilannya sudah berakhir atau belum dan ternyata panggilannya sudah berakhir,aku yakin pasti valeria marah padaku
Terkadang aku juga tidak nyaman dengan wanita itu selain sifatnya yang egois dia sama seperti xavier tidak pernah memikirkan perasaan orang lain tetapi biar bagaimanapun hanya valeria yang dekat denganku dari keluarga xavier walaupun aku juga dekat dengan xavana adik xavier tetapi saat ini wanita itu sedang melanjutkan pendidikannya
Aku terkejut saat tiba tiba pundakku ditepuk dari belakang
"Hai"aku melihat valerie duduk disampingku
Bagaimana bisa wanita ini ada disini sekarang?
"Hai"jawabku dengan malas
Wanita ini selalu berbuat semaunya lihatlah bahkan dia dengan santainya memasuki kamar orang lain tanpa merasa bersalah sedikitpun,bagaimana jika aku sedang bersama xavier didalam kamar ini?
"Kau sedang sibuk ya?"tanya wanita itu sambil tersenyum sinis
Aku memutar bola mataku
"Memasuki kamar orang dengan santainya?apakah itu memang sifatmu nona?"aku membalasnya dengan tersenyum sinis juga
"kau terlalu berlebihan aku hanya memasuki kamarmu bukan melihatmu telanjang"jawab valerie dengan santainya
Aku menghela nafas lelah
"Bagaimana jika xavier ada disini?"
"Terserah padamu"
Aku bangkit dari dudukku berjalan keluar kamar menuju dapur
"Maria,bisa kau buatkan minuman untuk valerie"aku berkata pada maria saat wanita itu sedang berjalan kearahku
"Maria aku ingin jus jeruk dingin dan bawakan makanan yang banyak oke"valerie berjalan menghampiri maria
"Baik nona"jawab maria patuh
Dasar wanita ini!
"Bagaimana jika kita Duduk digazebo saja?aku ingin bercerita kepadamu"kata valerie dengan sangat bersemangat
"Baiklah"
Kami berjalan menuju gazebo rumah ini
"Kau tahu derren mengajakku untuk makan malam"ujar valerie dengan sangat semangat
"Lalu?"jawabku kepadanya sambil duduk dikursi yang terbuat dari kayu
"Kau ini menyebalkan sekali!"sunggut valerie sambil menatapku marah
Aku menatapnya dengan jenggah
"Jika tidak ingin bercerita lagi aku akan kembali kekamar"ucapku sambil berdiri dari dudukku
Valeria menarik tanganku dengan begitu akupun terduduk kembali
"Karena itu aku memintamu menemaniku membeli dress untuk nanti malam"valerie kembali melanjutkan ceritanya yang terpotong tadi
Darren,sebenarnya aku tidak terlalu menyukai lelaki itu karena menurutku dia hanya berniat memainkan perasaan valeria saja dan pria itu adalah seorang player,wajahnya juga sering muncul dibeberapa acara ditelevisi dengan berita yang tidak jauh jauh dari dirinya yang dekat dengan beberapa model dan selebriti
"Kau sudah memiliki beribu ribu dress valerie,kenapa kau harus membuang buang uang dengan membeli dress yang baru?"nasehatku kepada valerie
"Tapi...."
Valeria menghentikan perkataannya disaat maria datang dengan nampan yang ada ditanganya
"Terima kasih maria"ujarku kepada maria
"ya nyonya"jawab maria sambil menundukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan kami
"Tapi semua dress itu sudah ketinggalan jaman oxana rozelle"valerie melanjutkan perkataannya yang sempat terpotong tadi
Ketinggalan jaman bagaimana?semua dress yang dimiliki wanita ini sangat cantik
"Ayolah kau hanya makan malam bukan menikah"jawabku sambil memutar kedua bola mataku
"Ishh kau tidak mengerti"ujar valerie sambil berjalan memasuki rumah
Aku hanya mengangkat bahu acuh,lagian yang aku katakan benar bukan?mengapa wanita itu marah?