
Yara melangkahkan kakinya keluar dari apartement tersebut dengan mulut yang tak hentinya menggerutu kesal.
"dasar laki-laki menyebalkan!"
"apa yang tadi dia katakan? menolongku? yang Ada dia mencari keuntungan dengan sengaja membawaku kemari."
"kalaupun dia tidak melakukan apapun kepadaku, tetap saja kurang ajar, dasar laki-laki suka mencari alasan!"
"Astaga!" Langkah gadis itu seketika terhenti, saat pikirannya Teringat sesuatu.
"Jika dia membawaku kemari, otomatis mobilku masih di parkiran Club itu. sungguh membuatku susah saja." Yara bergegas berjalan kembali, ia menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan taxi yang lewat.
beberapa menit berlalu ada taxi yang melaju ke arahnya, dengan cepat ia memberhentikan taxi tersebut. taxi pun berhenti, Yara bergegas masuk ke dalam taxi dan segera memberitahu kepada pengemudi tempat yang akan ia tuju.
Yara menatap keluar ke arah jendela, pikirannya mengarah pada saat ia mendatangi Club. "andai saja, aku tidak datang kesana. mungkin semua ini tidak akan terjadi." ia bergumam dalam hati, pikirannya tiba-tiba memburuk. "Bagaimana jadinya jika laki-laki itu benar-benar berbuat hal tidak-tidak kepadaku." seketika manik Yara nampak berkaca-kaca. "Aku sungguh tidak mengingat apapun kejadian setelah aku mendatangi Club itu."
"Ya Tuhan, semoga kau masih berpihak kepadaku."
*****
Tidak lama kemudian taxi yang ditumpangi oleh Yara berhenti tepat didepan sebuah Club yang terlihat sudah tutup, Yara bergegas turun dari dalam taxi, ia mengambil beberapa lembar uang Dari dalam tasnya dan memberikannya kepada pengemudi taxi tersebut.
maniknya mengarah pada mobil miliknya yang masih terparkir disana, ia pun bergegas melangkahkan kakinya berjalan menuju mobil miliknya tersebut. Namun saat ia hendak masuk kedalam mobil gerak nya terhenti tatkala ada tangan seseorang yang menarik bahunya dengan keras, seketika Yara menoleh ke belakang. Ia menoleh menatap kesal kepada Pria berperawakan layaknya Bodyguard.
"Ron..."
Ron membuka kaca mata hitamnya, wajah tampannya itu semakin terlihat jelas. Beberapa para bodyguard yang membantu Ron mencari Yara, dengan langkah gagahnya menghampiri mereka berdua. para bodyguard itu berdiri tepat di belakang Ron.
"Ayo Pulang! Tuan Demian menunggumu." Ucap Ron dengan raut wajah yang terlihat datar.
"Tidak mau!" Bentak Yara, maniknya menatap tajam ke arah pria yang berdiri tepat di hadapannya. "Sejak kapan kau mengikutiku?"
"kau lupa Nona? sekalipun kau bersembunyi di lubang tikus, tidak masalah. Ku pastikan aku dengan mudah menemukanmu!"
"Sialan!" Umpat Yara.
Ron dan Yara saling menatap dalam diam, manik abu milik Ron menatap dengan dalam. Jantung Ron berdetak tak beraturan saat tatapannya semakin dalam kepada Yara, apalagi wajah polos Yara seakan menghipnotis pria itu. Hingga akhirnya Ron mengakhirinya.
Ron menarik tangan Yara, bahkan lelaki itu mencengkramnya dengan kuat saat Yara mencoba meronta.
"Lepaskan Ron!" Teriak Yara, ia mencoba meronta dengan melepaskan genggaman Ron, Namun tak berhasil, pria itu semakin kuat mencengkram tangannya. Tentu tenaga Ron lebih kuat darinya.
"David, kau yang mengemudi! perintah Ron kepada salah satu anak buahnya. David mengangguk mengiyakan tanpa membantah.
"Baik Tuan." Ucap David dengan tegas.
"Lepaskan aku!" Ucap Yara, ia mencoba keluar dari mobil tersebut, namun tak berhasil karena posisinya yang ada di tengah dan di apit oleh Ron dan Salah satu Bodyguar yang berwajah sangar.
"Lepaskan! Lepaskan!" Suara teriakan Yara semakin kencang, Ron hanya berdiam diri tak memperdulikan teriakan gadis itu, maniknya menatap lurus kedepan.
Ron yang menahan kekesalan, Yara tidak berhenti meronta dan berteriak.
"Diamlah! telingaku sungguh sakit mendengar teriakanmu." Ron mengarahkan pandangannya kepada Yara.
"aku tidak peduli, sekalipun gendang telinga mu pecah!"
Air mata Yara seketika terjatuh dari maniknya. ia menatap ke arah Ron dengan raut wajah yang marah, Ia tidak mau jika kembali ke rumah bagaikan Neraka tersebut.
"Kenapa Kau senang sekali mengurusi hidupku?!" Teriak Yara, air Matanya semakin deras terjatuh membasahi wajah polos cantiknya.
"aku hanya menjalankan tugas Yara! kau tau aku tidak akan pernah membantah perintah ayahmu." tanpa menoleh ke arah Yara sedikitpun.
"Apa kau tau? aku sangat membencimu!" Ucap Yara penuh penekanan. Ron terdiam, memilih tidak menjawab ucapan gadis itu
pria itu tersenyum simpul mendengar ucapan Yara, pandangannya masih lurus ke depan.
"Sekali pun kau membenciku, aku akan tetap menjaga Dan melindungimu." Gumam Ron dalam hati.
.
.
.
.
.
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻