
"Apa yang ingin kau bicarakan, cepat bicaralah." Perintah Yara, menatap ke sembarang arah.
"Memangnya aku bilang kalau ingin mengajakmu bicara?" Tanya Nando.
"Lalu?" Yara menoleh menatap manik Nando.
"aku kan hanya menyuruhmu untuk duduk saja." Jawab Nando dengan Santainya.
Seketika Yara menghela nafasnya kesal, ia berfikir bahwa Nando ingin Mengajaknya bicara, ternyata Nando hanya menyuruhnya untuk duduk disampingnya.
"membuang-buang waktu saja!" Ucap Yara ia beranjak berdiri lalu pergi Meninggalkan Nando, kembali ke dapur untuk makan, Yara sudah tidak bisa lagi menahan laparnya. Tadi saat dikantin makanan yang sudah ia pesan, tidak sempat ia makan karena ia merasa kesal saat melihat Samira.
Sementara Nando, ia menghampiri Yara ke dapur. ia juga tidak bisa mengelak kalau sebenarnya ia juga sangat lapar. Nando mendudukan tubuhnya dikursi yang berhadapan dengan Yara. maniknya melihat satu persatu makanan yang ada di atas meja tersebut, makanan itu membuat perutnya semakin menjadi-jadi Ingin segera diisi. bahkan aroma makanan itu masuk kedalam indera Penciuamannya. Nando menelan salivanya, semua makanan yang dimasak oleh yara terlihat menggiurkan dimatanya. Namun Nando yang masih merasa sedikit kesal kepada Yara, seketika memalingkan wajahnya dari makanan-makanan tersebut.
Yara yang melirik ke arah Nando, lalu memfokuskan matanya kembali kepada makanan miliknya.
"kalau lapar makanlah, jangan ditahan." ujar Yara tanpa melihat kepada Nando.
Nando mengelaknya. "Aku tidak lapar."
"Mau Ku ambilkan?" Tanya yara mengalihkan pandangannya kepada Nando.
Nando hanya melirik ke arah Yara lalu menggelengkan kepalanya.
Yara mengambil piring kosong, hendak mengambilkan Makanan untuk Nando. Ia tau Nando menahan rasa laparnya. "Kau mau ku ambilkan yang mana?" Tanya Yara.
"Yang ini, yang ini, atau yang mana?"
"Tidak mau, tidak mau semua ini." Jawab Nando.
Mendengar penolakan dari Nando membuatnya kesal. "Aku sudah berusaha berbuat baik Kepadanya, tapi dia malah seperti itu. Sebenarnya apa maunya." Gumam Yara dalam hati. Ia melebarkan senyumnya, berusaha menahan rasa kesalnya.
"Lalu kau mau apa?" Tanya Yara seraya mengangkat kedua alisnya.
Nando mengalihkan pandangan menatap Yara, Mendengar pertanyaan dari Yara membuat Nando menarik salah satu sudut bibirnya, hingga membentuk senyuman disana, raut wajahnya terlihat penuh makna.
"Kau ingin tau apa mauku?" Tanya Nando.
"Cepat Katakan."
"Habiskan makananmu dulu, nanti akan aku beri tau apa mauku." Ucap Nando menyunggingkan senyum.
Yara hanya mengernyit bingung dengan ucapan Nando. "Memangnya kau mau apa?"
"Sudah cepat habiskan." Perintah Nando.
Yara hanya berdecak kesal, menatap tajam manik Nando. ia pun segera melanjutkan makannya, dan menghabiskan sisa makanan yang ada didalam piring tersebut.
*****
Nando dan Yara Mendudukan tubuhnya, pria itu menatap kedua manik Yara dengan tatapan penuh arti.
"Yara..." panggil Nando.
"Hm."
"Kau sudah mempunyai kekasih?" Tanya Nando, Namun dengan cepat Yara menggelengkan kepalanya. Seketika Nando tersenyum.
"Kalau mantan kekasih?" Tanya Nando kembali. Yara pun menggeleng.
"Kau sama sekali tidak pernah menjalin hubungan dengan laki-laki?"
"Aku tidak pernah berminat untuk hal itu." Jawab Yara, raut wajahnya terlihat datar.
Mendengar jawaban Dari Yara membuat wajah Nando sejetika berubah. "Alasannya?"
"Kau ini sungguh cerewet sekali. sudahlah cepat Katakan apa maumu?" ujar Yara sedikit mengeraskan nada suaranya.
"benar kau ingin tau apa mauku?" Tanya Nando seraya menggeser tubuhnya lebih dekat kesamping Yara, Hingga tubuh mereka berdua bersentuhan. Yara hanya melirik gerak Nando.
Seketika pikiran Yara berubah kacau. Perasaan trauma dalam dirinya menghampiri secara tiba-tiba, Yara merasa detak Jantungnya berdegup kencang. "Astaga apa sebenarnya yang ingin dia lakukan." Gumamnya dalam hati. Ia takut Nando akan melakukan hal buruk kepadanya.
Yara meremas-remas tangannya.
Dengan gerakan cepat Yara segera bangkit Dari duduknya, ia sedikit menjauhkan tubuhnya. "Kau mau apa? jangan macam-macam." Bentak Yara, namun ia juga merasa sedikit Ketakutan saat Menatap manik Nando. Nando menatap Yara dengan tatapan yang sulit diartikan.
Nando ikut beranjak dari duduknya, ia mendekat ke arah Yara, Namun Yara memundurkan langkahnya. "Nando jangan mendekat!" Yara mengeraskan suaranya. Namun Nando hanya diam, Langkahnya semakin mendekat kepada Yara.
Rasa takut dalam diri Yara semakin menjadi, ia memundurkan lagi Langkahnya hingga tubuhnya tepepet ke tembok. Nafasnya terasa tersengal. seketika Yara Memejamkan maniknya.
Nando yang berada sudah sangat dekat tepat dihadapan Yara, Ia membelai lembut pipi Yara. membuat Yara segera membuka maniknya.
"Aku mencintaimu Yara."
.
.
.
.
.
ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»
Jangan lupa Vote dan Likeπ