My Strange Wife

My Strange Wife
MSPL #33



Seperti biasa, jarak rumah Alesya dengan kampus hanya membutuhkan waktu 10 menit saja untuk sampai.


Saat merasa sudah sampai di depan kampus Yara, Nando dan Alesya segera memarkirkan mobil masing-masing. setelah itu ketiganya turun dari mobil.


Mereka berjalan masuk menuju halaman Kampus, terlihat Valen, Bryan, dan Darwin duduk di antara bangku yang ada di halaman tersebut.


Mereka semua saling menyapa satu sama lain. bahkan seperti biasa ketiga gadis tersebut memeluk satu sama lain, itu sudah biasa mereka lakukan saat sedang bertemu. Setelah itu mereka saling berpamitan untuk masuk ke dalam kelas.


sebelum mengikuti Alesya dan Valen masuk, Yara berpamitan pergi ke toilet kepada kedua temannya terlebih dahulu, ia sudah tidak tahan karna sedari tadi ia menahan diri untuk buang air kecil.


*****


Setelah Yara usai membuang air kecil, ia memyempatkan untuk mencuci tangannya di wastafel yang ada didalam sana. ia juga merapikan rambutnya yang terlihat sedikit berantakan dengan jari-jari telapak tangannya.


"Hai Nona Wesley." Sapa seorang perempuan cantik yang berada tepat dibelakang Yara.


Yara yang sedikit maniknya melirik kepada wanita tersebut melalui pantulan cermin, seketika menghentikan aktivitasnya merapikan rambut miliknya.


"Kau tidak terkejut dengan keberadaanku disini?" Wanita tersebut menggeser tubuhnya disamping Yara, ia berkaca melenggak lenggokan tubuhnya yang sexy mengenakan mini dress ketat.


namun Yara tak menggubris pertanyaan dari wanita itu, ia merapikan kembali rambut miliknya. "kenapa harus terkejut, bahkan tidak sama sekali." Gumamnya dalam hati.


Setelah dirasa rambut miliknya sudah rapi, Yara membalikan badannya hendak melangkah pergi, Namun tangan wanita tersebut segera menghentikannya. Ya, wanita itu tak lain ialah Samira. Samira menepiskan senyuman menatap manik Yara, raut wajahnya menahan kekesalan terhadap Yara .


"Jangan menyentuhku! aku jijik bersentuhan dengan wanita murahan sepertimu." Ucap Yara namun ia tak melihat sedikitpun ke arah Samira, Yara menepis kasar tangan wanita itu.


Ucapan Yara membuat raut wajah Samira berubah seketika, maniknya menajam ke arah Yara. ia mengepalkan tangannya menahan rasa amarahnya. Namun Samira berusaha untuk sedikit tenang, tujuannya hanya ingin memancing emosi Yara, dengan begitu Samira merasa menang dari Yara.


"Kau jijik denganku?" Tanya Samira, Ia terkekeh. "Lalu bagaimana dengan Ayahmu? bukankah Tua bangka itu lebih menjijikan dariku." Ucapan Samira penuh dengan penekanan.


mendengar ucapan dari Samira, membuatnya menoleh ke arah wanita itu. Manik Yara seketika menajam.


"Jaga mulutmu itu atau aku akan merobeknya!" Ancam Yara, Namun tak membuat Samira takut. Samira semakin kekeh berniat untuk memancing emosi Yara.


"Yara, kau harus ingat. Ayahmu sangat menyanyangi diriku. dia akan melakukan apapun yang aku minta." Ucap Samira seraya mengembangkan senyumnya.


"Termasuk... meninggalkan Ibumu dan mengusirnya dari rumah!"


"kau tau bagaimana Ayahmu, jika melihat Rosalie melakukan kesalahan sedikit saja, sudah pasti Rosalie akan mendapatkan hukuman darinya. Bayangkan jika Rosalie membuat kesalahan yang besar!"


Samira tersenyum puas dengan ucapannya yang membuat Yara semakin menampakkan rasa amarahnya. Samira melihat dari raut wajah Yara.


Yara melilit kuat Rambut Samira, membuat Wanita itu kesakitan seraya berteriak-teriak agar Yara melepaskannnya. Mendengar teriakan dari Samira membuat Yara semakin emosi. Ia menarik Rambut Samira lalu menggiringnya ke sudut toilet. Samira tak bisa membalas perlakuan Yara, Tangan Yara begitu kuat. Yara mendorong tubuh Samira hingga tubuh wanita itu terpental ditembok. Samira mendesis kesakitan merasa punggungnya yang begitu keras terbentur.


Samira hendak membalas menampar Yara, Namun tangan Yara dengan cepat menangkisnya. Manik Samira menajam menatap Yara.


"Kau berani menyentuh mamaku, aku tidak segan mematahkan lehermu ini!" Yara menajambak kembali rambut Samira, membuat kepala samira mendongak ke atas. Ucapan Yara penuh dengan ancaman.


Entah apa yang membuat Yara melakukan hal seperti itu kepada Samira. Bahkan sebelumnya Yara tidak pernah mengikuti khursus bela diri, tapi Saat berhadapan dengan Samira Yara selalu bermain Fisik, membuat Samira harus merasakan sakit disekujur tubuhnya.


"Yara lepaskan! atau aku akan--"


"Apa? kau ingin mengadu kepada papa? silahkan! kau yang mulai lebih dulu wanita murahan. kau yang memancing emosiku." Ucap Yara.


"Rasakan ini, rasakan!" Dagu Yara mengeras, ia pun semakin keras menarik rambut Samira.


"aku bersumpah akan membalas perlakuanmu Yara! aku akan membuat perhitungan denganmu! Lepaskan!" Samira berteriak keras, Namun Yara hanya terkekeh mendengar ancaman dari Samira.


Samira kembali berteriak-teriak agar Yara melepaskannya, bahkan Teriakan Samira terdengar menggema didalam toilet. beruntung bagi Yara karna toilet terlihat sepi tidak ada manusia satupun didalam Sana kecuali dirinya dan Samira, mungkin semua mahasiswa sudah masuk ke dalam kelas masing-masing. Samira tidak akan bisa meminta tolong kepada siapapun disana.


Saat Yara hendak membenturkan kepala Samira ke tembok, seketika Yara teringat jika ia harus masuk ke dalam kelas. pikirnya lebih penting belajar daripada terus mendengarkan ucapan dari samira yang semakin membuatnya emosi.


Yara pun akhirnya melepaskan Samira, ia menatap tajam manik wanita itu. "Ingatlah perkataanku tadi wanita murahan!" Ucap Yara, ia pun segera pergi dari sana, meninggalkan Samira yang berdiri mematung menatap kepergian Yara dengan penampilannya yang sangat berantakan, Dress yang ia kenakan sedikit terangkat, rambutnya yang tadinya rapi tergerai indah kini berantakan, bahkan sedikit mengembang seperti kembang gula.


Samira menghampiri cermin, ia berulang kali mengumpat kesal saat menampilannya terlihat sangat berantakan. "Sialan! Awas saja kau Yara. aku akan membuatmu menyesal!" Ucap Samira. Ia mendesis memegang kepalanya yang ngilu akibat tarikan tang an Yara yang sangat kuat. Samira pun merapikan kembali penampilannya.


.


.


.


.


.


πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Jangan lupa Vote dan LikeπŸ’š