My Strange Wife

My Strange Wife
Kenapa Harus Marah? #10



Sesaat setelah Yara mengehentikan ucapannya, ia tersadarkan akan Rosalie yang tiba-tiba terdiam dan melamun seakan sedang memikirkan sesuatu, hal itu terlihat sangat jelas di raut wajah Rosalie.


"Mama kenapa diam? apa ucapan Yara ada yang salah?" raut wajah Yara terlihat sedikit bingung, tatkala melihat manik mata Rosalie yang terlihat berubah menjadi sendu, pandangan wanita paruh baya itu pun mengarah ke sembarang arah, Yara tau hal itu.


Seketika lamunan Rosalie membuyar, ia menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya kepada Yara. "Tidak sayang, mama hanya merindukan Mesya. Sudah lama sekali mama tidak bertemu dengannya." Rosalie menyunggingkan senyum, dirinya terpaksa berbohong kepada putrinya itu agar putrinya tidak mengkhawatirkan dirinya. tapi ucapan yang baru saja ia katakan seperti ada benarnya, bahwa ia memanglah sangat merindukan sahabat lamanya itu, sudah hampir tujuh belas tahun lamanya Rosalie tidak pernah bertemu dengan Mesya. Rosalie terlalu kalut akan kesedihan hatinya selama ini, hidupnya bercengkrama dengan sikap Demian yang selama ini berperilaku buruk terhadapnya. Rosalie hanya tidak ingin orang lain mengetahui bagaimana kehidupan rumah tangganya dengan suaminya tersebut. biar saja hanya dirinya yang memendam lara hati hingga bertahun-tahun lamanya. itu Sebabnya ia memustuskan agar dirinya tidak lagi bertemu dengan sahabat atau teman lamanya. Rosalie tidak mau hanya karena dirinya orang lain mempunyai rasa khawatir terhadapnya.


"Memangnya mama dan bibi Mesya sudah berapa lama tidak bertemu?" Pandangan mata Yara tak lepas memperhatikan raut wajah Rosalie.


"Sudah hampir tujuh belas tahun mama tidak bertemu dengannya." Seketika Yara terperangah, mulutnya sedikit terbuka, di pikirannya bagaimana bisa mamanya tidak pernah bertemu dengan sahabatnya hingga selama itu? bukankah Demian dan Marc juga berteman baik, bukan tidak mungkin mereka malah bisa sering bertemu dan saling melepas rindu, lalu apa masalahnya hingga mereka tidak bertemu selama itu? Yara saja yang jika sehari tidak dapat bertemu dengan kedua sahabatnya rasanya seperti memendam rindu berabad-abad. lalu bagaimana dengan Rosalie yang sudah tidak bertemu sahabatnya yang hampir tujuh belas tahun lamanya.


"Marc dan Mesya memutuskan untuk menetap di Amsterdam, Marc mengembangkan perusahaannya yang ada di sana, maka dari itu mama tidak bisa lagi bertemu dengannya." Ya, hal itu juga salah satu alasan Rosalie dan Mesya tidak bisa bertemu lagi. Namun hal lain yang menguatkan alasan Rosalie hingga dirinya tidak ingin bertemu dengan Mesya lagi.


"Tapi kan mama bisa saja bertukar kabar melalui ponsel."


Rosalie menggelengkan kepalanya, bibirnya tersenyum sedikit ragu. "Papamu tidak pernah memperbolehkan mama menggunakan ponsel, lagi pula mama juga tidak mempunyai nomor ponsel Mesya."


Astaga, Yara hampir terlupa. ia juga mengetahui hal itu, Yara masih tak mengerti kenapa papa nya itu tidak memperbolehkan Rosalie menggunakan telepon genggam. "mama jangan khawatir, nanti aku akan berbicara kepada papa agar papa membelikan mama ponsel." Ucap Yara dengan begitu bersemangat, kedua sudut bibirnya terangkat hingga membentuk sebuah senyuman. ia menggenggam tangan Rosalie dengan sangat erat.


Namun Rosalie malah menggelengkan kepalanya. "Tidak usah, sayang. mama tidak terlalu membutuhkan ponsel, kalau hanya untuk menghubungimu saja mama bisa menggunakan telepon rumah."


"Tidak bisa begitu ma, ponsel dan telepon rumah itu berbeda. Yara akan tetap meminta kepada papa agar membelikan ponsel untuk mama. lagipula tujuan Yara meminta itu agar mama dan papa juga bisa lebih sering bertukar kabar jika saat papa sedang berada di luar rumah atau sedang bekerja!" Rosalie sedikit terkejut dengan ucapan Yara, Anak gadisnya itu mempunyai niat yang baik ingin membuatnya agar lebih dekat dengan suaminya itu. Rosalie seketika paham dengan apa yang telah Yara ucapkan. namun lagi-lagi rasa takut datang dengan sendirinya, di pikirannya apa mungkin suaminya itu tidak akan keberatan dengan semua ini? dengan keinginan Yara, bagaimana jika putrinya mengatakan hal yang sama kepada Demian, rasanya tidak mungkin suaminya tersebut akan memenuhi kemauan Yara. Ya, Selama menikah dengan Demian dirinya memang tidak pernah merasakan seperti apa rasanya saling bertukar suara melalui telepon dengan suaminya itu, sekalipun itu hanya berbicara sepatah dua patah, hal yang terbilang sangat kecil namun kenapa rasanya sangat menyakitkan bagi Rosalie.


"Yara, sebaiknya tidak usah ya nak. mama hanya tidak ingin membuat papamu marah." ucapan Rosalie terdengar sangat sendu. Yara bisa merasakan ada sedikit keraguan terlukis di raut wajah wanita itu


"Mama tenang saja, Yara akan berusaha untuk membuat papa mengerti." Yara menepuk-nepuk pelan bahu wanita yang ada di hapannya saat ini, ia sangat yakin papa nya itu tidak akan menolak keinginannya.


Rosalie terdiam tak bisa membantah kemauan Yara. Rosalie tidak ingin membuat Yara kecewa akan niat baiknya, ia akhirnya mengiyakan ucapan putrinya tersebut, dirinya hanya menghargai permintaan kecil anak gadisnya. walaupun ada keraguan yang selalu ia rasakan dibalik Senyuman yang terulas dari bibir wanita itu.


"mama terlalu banyak bercerita, lanjutkan sarapanmu sayang. sebelum berangkat kuliah kau temui terlebih dahulu Paman Marc dan juga papa mu." Rosalie mengelus pelan kepala putrinya. Yara segera mengangguk mengiyakan ucapan Rosalie.


.


.


.


.


.


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa Vote dan Like.