My Strange Wife

My Strange Wife
#MSPL 53



Samira jatuh terduduk tepat dihadapan Ron, ia meringis kesakitan seraya memegang pantat nya yang sangat ngilu berbenturan dengan lantai, lain hal nya dengan Ron, laki-laki itu bahkan masih tetap pada posisinya. Tubuh kekarnya tak membuat ia berpindah posisi sedikitpun.


Dengan Tatapan bak elang, Ron menatap lekat ke arah Samira yang masih terduduk mengusap usapkan kedua telapak tangannya. Entah rasa tidak sukanya terhadap wanita yang Ada dihadapannya saat ini begitu besar, apalagi mengingat bahwa wanita itu tak lain ialah selingkuhan Dari tuan besarnya, Demi apapun Ron merasa sangat jijik jika bertemu dengan wanita yang mau menjual diri hanya untuk sebuah uang, apalagi harus menjadi simpanan Dan perusak rumah tangga orang.


"kau kemanakan matamu!" Ucapan Ron sontak membuat Samira mengadah menatap ke arahnya, seketika Ron mengalihkan pandangannya pada sembarang arah, lebih tepatnya tidak ingin saling berpandangan dengan wanita yang terbilang sangat menjijikan baginya.


Samira bangkit Dari posisinya, maniknya tak lepas mengarah pada wajah Tampan namun terbilang sangat dingin jika siapapun yang melihatnya, namun tak bisa dipungkiri dengan gaya Cool nya wajah Tampannya itu semakin bertambah hingga 3x lipat. Membuat Samira seketika terbius akan ketampanan Ron.


"Perhatikan matamu!" Ucap Ron penuh penekanan, membuat Samira tersadar akan lamunannya.


Namun belum sempat Samira membalas ucapannya, Ron mulai melangkahkan kakinya hingga tubuhnya membelakangi Samira yang masih mematung menatap kepergiannya. Ron Mengenakan kacamata hitamnya, maniknya melirik tajam tanpa menoleh pada Samira, seolah mengatakan sesuatu dalam hatinya pada wanita itu, Kau tidak lebih dari wanita murahan. mungkin Kata itu yang tergambar jelas Dari raut wajahnya.


"Sial! kenapa dia setampan itu." gumam Samira dalam hati.


***


Nando melajukan mobilnya dengan kecepatan maximal menuju ke arah Apartement milik Yara. Pikirannya merasa sangat kacau jika mengingat Yara begitu marah kepadanya. Kekecewaan yang tergambar jelas Di raut wajah Yara membuat hatinya merasa sakit.


Nando tak habis fikir, hanya masalah sepele seperti itu saja bisa membuat emosi Yara memuncak, ya mungkin Yara memiliki sisi yang unik Dan berbeda dari wanita-wanita lain diluar sana, dan itulah yang membuat Nando tidak bisa menyangkal akan besarnya rasa cintanya terhadap Yara.


laju Mobil Nando terhenti tepat di depan gedung Apartement yang salah satu unit nya ditinggali oleh Yara, Nando segera memarkirkan mobilnya, lalu turun dari dalam Sana, setelah itu ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam gedung tersebut. ia segera masuk kedalam lift Dan memencet tombol salah satu angka untuk menuju lantai tempat yang ia tuju.


Tanpa mengetuk, Nando membuka pintu unit apartment milik Yara yang kebetulan sekali tidak terkunci. Nando masuk ke dalam, awalnya ia mengira bahwa di dalam masih ada teman-temannya berkumpul disana, namun tidak demikian, ruangan itu terlihat sangat sepi. Nando pun berfikir bahwa semua temannya sudah pulang.


Ia melangkahkan kakinya menuju ke kamar Yara, saat Nando hendak mengetuk pintu kamar tersebut. telinganya menangkap jelas Ada Yara dalam sana sedang menangis dan berbicara dengan dirinya sendiri.


Nando mencoba memutar gagang pintu dengan sangat pelan, ia perlahan membuka pintu tersebut lalu melangkah masuk ke dalam, terlihat disana Yara menangis sesenggukan membelakangi dirinya.


"Aku sangat kecewa denganmu Nando. mengapa disaat perasaanku mulai berubah, setiap Malam kau selalu mengganggu pikiranku, mengusiknya hingga betapa sulitnya aku menyangkal semua rasa yang Ada. bahkan kau tau rasa trauma ini sangatlah menyakitkan."


Ucapan Yara terdengar sangat pelan dan lirih, namun pendengaran Nando masih jelas.


Nando terdiam, hatinya merasa sakit saat mendengar Yara mengatakan gal itu, merasa marah pada dirinya sendiri, seharusnya ia bisa lebih mengerti bahwa bukan tanpa alasan Yara memintanya untuk tidak dekat dengan wanita yang sangat ia cintai itu. Yara sedang bertarung melawan rasa trauma dalam dirinya.


Ia segera melangkah lebih dekat ke arah Yara, Yara tak merubah posisinya sedikit pun, bahkan ia tak mengetahui bahwa Nando sudah Ada dihadapannya.


Manik Yara terpejam, namun air matanya masih menderas membasahi seluruh wajahnya.


"Yara..." Nando berlutut, telapak tangannya membelai lembut kepala Yara. membuat wanita itu membuka matanya perlahan.


"Se-sejak kapan kau berada di sini?" Tanya Yara, Manik Nando tak lepas menatap manik Yara yang terlihat sembab.


"Sejak kau mengatakan hal itu." Nando hendak membelai pipi Yara yang masih sedikit basah meninggalkan bekas air mata Di Sana.


Yara menepis tangan Nando "Hal apa? aku tidak mengerti." ia menundukan pandangannya, seolah-olah ia lupa mengatakan hal yang sudah terdengar jelas di telinga Nando.


"Maafkan aku..." Ucap Nando.


"Untuk apa?" masih menundukan kepalanya.


"Seharusnya aku lebih bisa mengertikanmu saat ini."


Yara kembali menatap ke arah Nando. mata Sembab Yara akibat lama menangis, membuat rasa bersalah Nando semakin bertambah.


"Gadis yang unik, berbeda dengan wanita manapun, sudah membuat hatiku merasa hidup kembali." Nando menepiskan senyuman, lalu raut wajahnya berubah seketika. "Entah rasanya sangat sakit sekali melihatnya menangis, terlebih menangis Karena kebodohanku sendiri."


Yara tak bergeming, menatap sempurna ke arah Nando, di pikirannya Nando sedang membicarakan wanita lain Di hadapannya. mengingat saat ia meminta agar Nando menjauh darinya, Nando tak berusaha mengejarnya, Nando lebih memilih meninggalkannya. apa mungkin pada saat itu Nando telah menemukan gadis lain? lalu apa arti dari ucapan Nando bahwa Nando sangat mencintainya? apa semua laki-laki suka mempermainkan hati wanita? sakit sekali jika memang benar itu terjadi. Seketika Yara membuang wajahnya saat Nando mengarahkan pandangan padanya.


"Yara..."


"Kalau begitu kenapa tidak kau pacari saja gadismu itu!"


.


.


.


.


.


Maaf karena baru bisa Up, maklum ibu rumah tangga harus bagi waktu, apalagi anak aku habis skit tapi alhamdulillah sekarang sudah membaik.


Terimakasih untuk pembaca yang setia membaca karyaku ini, maaf jika masih banyak kekurangan.


jangan lupa Vote, Like, dan Komen. pendapat yang kalian berikan akan membuat saya lebih bersemangat untuk menulis dan lebih baik lagi.