My Strange Wife

My Strange Wife
MSPL #21



Yara melangkah masuk kedalam kamar milik Alesya seraya tak Henti-hentinya menggerutu kesal.


"Kenapa aku harus bertemu lagi dengan laki-laki itu!"


"melihat wajahnya saja aku sungguh muak. berani-beraninya dia menggodaku tadi."


"aku benar-benar membencinya!"


Yara terus saja bersungut kesal, semenjak kejadian di apartement Nando, Yara sangat membencinya. tuduhannya kepada Nando yang ia fikir bahwa Nando sudah berbuat yang tidak-tidak kepadanya pada saat itu masih terus saja ia yakinkan.


*****


Nando menatap kesembarang arah, pikirannya masih dipenuhi oleh Yara. wanita itu sudah berhasil membuat jantung Nando berdetak kencang saat bertatap muka dengannya. "Yara... Yara..." Nando menepiskan senyumnya, Mengingat Nama Yara saja membuatnya seperti orang gila tersenyum-senyum sendiri. seketika pikirannya teringat akan sesuatu. Ia merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel miliknya. Ia melihat Nomor yang tertera dilayar ponsel miliknya yang tadi nomor itu sempat ia hubungi. Nomor itu tak lain ialah milik Yara.


Nando menepiskan senyuman, raut wajahnya terlihat senang. "Tapi kenapa nomornya tidak aktif saat aku hubungi tadi." Seketika dahinya mengernyit. "ah mungkin saja ponselnya sedang lowbatt."


"Aku akan mengirimkan pesan kepadanya." Nando segera mengetik abjad yang tertera diponselnya. lalu ia mengirimkannya kepada nomor Yara.


'Hai Nona?'


setelah selesai mengirim pesan kepada Yara, Nando memasukan kembali ponsel miliknya kedalam saku celananya.


Nando mengalihkan pandangannya kepada Darwin dan Alesya yang masih saja bersenda gurau. Nando memutar bola matanya malas. "Keterlaluan sekali, dia tidak menghiraukanku sama sekali." Gumamnya dalam hati.


"Tau begini aku tidak akan menggoda Yara tadi biar dia tidak pergi dari sini. biar saja dia disini meskipun hanya berdiam seperti patung sekalipun. Aku sungguh menyesal." Nando berdecak kesal dalam hatinya, maniknya melirik ke arah Darwin dan Alesya dengan raut wajah yang terlihat kesal.


"tidak akan aku biarkan kalian terus merasa senang. Sedangkan kalian tidak menghiraukanku sedikitpun, teman macam apa kalian ini." Gerutunya dalam hati seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Seketika Nando beranjak berdiri, ia menghampiri Darwin dan Alesya.


"Nona Alesya ini sudah malam, Kita pamit pulang." Ucap Nando menepiskan senyuman kepada Alesya.


Darwin dan Alesya beranjak berdiri.


"Oh begitu ya, baiklah" Ucap Alesya menanggukan kepalanya.


"Nando kenapa terburu-buru? ini masih jam 9 malam." Seru Darwin sembari maniknya menatap jam yang ada dipergelangan tangannya.


"mau jam 9, jam 10, jam 11 tetap saja ini sudah malam!" Sahut Nando menajamkan kedua bolamatanya menatap Darwin.


"Tapi-- "


"Apa? kau ingin menginap disini?!" Nando semakin menajamkan manik nya.


Mendengar pertanyaan dari Nando membuat Darwin tersenyum lebar. "Boleh, jika Nona Alesya mengizinkannya." Ucapnya melirik ke arah Alesya seraya tersenyum manis.


Alesya hanya tersenyum Dan menggelengkan kepalanya.


Darwin yang takut akan ancaman Nando, tidak lucu jika harus pulang sendiri apalagi mereka bertiga datang ke rumah Alesya hanya membawa mobil Nando, Darwin langsung melangkahkan kakinya mengikuti Nando dari belakang. "Baiklah kita pulang sekarang."


Alesya pun ikut membuntuti, ia akan mengantar ketiga pria itu sampai didepan gerbang.


terlihat Bryan dan Valen sedang berbincang di teras depan rumah Alesya. Mereka bertiga menghampiri Valen dan Bryan.


"Bryan ayo pulang!" Ajak Nando tanpa basa-basi.


"kenapa terburu-buru?" Tanya Bryan menautkan kedua alisnya.


"Astaga kau sama saja seperti Darwin." Seru Nando raut wajahnya semakin kesal.


"Kalau kalian masih ingin disini yasudah terserah kalian. Tapi aku akan pulang dan kalian pulanglah sendiri." Imbuhnya menatap tajam ke arah Bryan dan Darwin.


"Nona Alesya, Valen aku pamit pulang ya. aku sangat lelah sekali." Pamitnya kepada Alesya dan Valen. Ucapan Nando penuh sindiran kepada Darwin dan Bryan.


Alesya dan Valen menganggukan kepalanya bersamaan.


Nando bergegas melangkahkan kakinya ke arah mobil miliknya yang terparkir disana.


Sebenarnya Bryan dan Darwin masih ingin berlama-lama disana. Bryan masih ingin bersama dengan kekasihnya, Ia masih merindukan perempuan yang sangat ia cintai itu. Entah Bryan semakin hari semakin menyayangi Valen, meskipun mereka berdua jika bertemu selalu ada saja masalah yang diperdebatkan sekalipun itu Hanya masalah sepele, namun kalau tidak bertemu sebentar saja rasanya tidak bisa.


Sedangkan Darwin ia sebenarnya enggan untuk pulang, ia sudah terlalu asik dengan Alesya. Baru saja mereka mengenal namun saat mereka saling mengobrol, bercerita, dan bersenda gurau seperti ada kecocokan tersendiri bagi mereka.


"Nando tunggu!" Teriak Darwin saat ia melihat Nando sudah masuk ke dalam mobil miliknya. Nando yang masih kesal berniat untuk benar-benar meninggalkan kedua temannya tersebut. Namun saat mendengar Darwin berteriak ia pun Mengurungkan niatnya untuk meninggalkan mereka.


Darwin dan Bryan segera berpamitan kepada Alesya dan Valen. Lalu mereka berdua bergegas berjalan menghampiri Nando yang sudah berada didalam Mobil, masih menunggu mereka.


.


.


.


.


.


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Jangan lupa Vote dan Like