
Nando andai saja kau tau, sakit sebenarnya membohongi perasaanku sendiri, aku berusaha untuk menyangkal rasa ini kepadamu, mencoba untuk acuh terhadap perasaanku kepadamu, percayalah dadaku sangat sesak merasakannya. maaf jika aku terlalu egois tidak bisa berkonsisten kepada hati. Rasa trauma Ku begitu hebat dan kuat. apa salah jika aku hanya tidak ingin menyakiti diriku sendiri nantinya? Hanya berhati-hati memilih hati itulah janjiku kepada diri sendiri. maaf, kau salah satu laki-laki yang menjadi korban akan rasa traumaku. jika waktunya Sudah tiba, aku berjanji akan terus menjaga rasa cinta dan hatiku hanya untukmu. Namun jika aku terlambat untuk memilikimu, akan Ku simpan rasa cinta ini dan ku biarkan pergi perlahan seiring berjalannya waktu.
Yara hanya terdiam disepanjang perjalanan, begitu juga Dengan Nando, mereka dengan pikiran masing-masing.
Setelah beberapa menit mereka berdua telah sampai didepan gedung apartement yang Yara tinggali. Nando memberhentikan lajunya mobilnya, ia segera turun lalu membukakan pintu untuk Yara, Yara hanya menurutinya saja. sebelum masuk Nando terlebih dahulu memarkirkan Mobil miliknya Dengan Yara yang menunggu di depan pintu gedung apartement tersebut. Tak lama Nando menghampiri dan segera mengajak Yara untuk masuk menuju ruang apartement milik Yara.
Didepan ruang apartement Yara terlihat Alesya, Valen, Bryan dan Darwin yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua. Nando yang berjalan seraya raut wajahnya yang terlihat tak ramah menatap ke arah Bryan dan Darwin. Bagaimana pun juga rasa kesalnya terhadap kedua temannya tersebut masih memuncak.
"Astaga, kenapa kalian lama sekali?" Tanya Alesya berdecak.
"Maaf..." hanya kata itu yang keluar dari mulut Yara, Ia tidak mungkin jika mengatakan kepada kedua temannya kenapa ia dan Nando lama datang. hanya karena ada sedikit perdebatan di antara mereka.
"iya, kaki ku sampai pegal berdiri selama lebih dari satu jam." Valen mengerucutkan bibirnya.
"Memangnya kalian dari mana saja selama itu?" Tanya Alesya.
"Ehm..." Yara gugup akan pertanyaan dari Alesya.
"Macet." Sahut Nando dengan nada yang mantap dan cepat
Yara mengangguk-anggukan kepalanya. "Ah I-iya tadi macet dijalan." Ucapnya sedikit terbata.
"Macet?" Ucap Valen, namun Yara tak menjawab ucapan dari temannya tersebut
Yara segera membuka pintu apartement miliknya dengan kunci yang barusaja ia ambil Dari dalam tas.
Yara, Alesya, dan Valen masuk terlebih dahulu ke dalam.
Saat Darwin dan Bryan hendak melangkahkan kakinya masuk mengikuti ketiga gadis itu, langkahnya terhenti Tatkala Nando yang dengan sedikit keras menarik tangan kedua temannya tersebut. membuat mereka berdua menoleh ke belakang secara bersamaan.
"Ada apa Nando?" Tanya Darwin seraya mengangkat kedua alis matanya.
Nando yang menatap tajam kedua temannya tersebut seperti hewan buas yang hendak menerkam mangsanya. rahangnya mengeras, dan semakin menguatkan cengkraman tangannya kepada Darwin dan Bryan.
"Kenapa kau mentap kami seperti itu?" Tanya Bryan, ia mengernyitkan dahinya. pikirannya bertanya-tanya akan Nando yang raut wajahnya terlihat menahan amarah.
"Kalian tidak merasa mempunyai salah kepadaku?" Tanya Nando dengan tatapan dingin.
"Pikirkan kesalahan kalian, aku beri waktu 3 menit!" Perintah Nando.
Darwin dan Bryan tampak kebingungan dengan ucapan Nando, mereka berpikir keras akan kesalahannya. Nando yang maniknya tak lepas menatap tajam kedua temannya tersebut seraya menyilangkan kedua tangannya.
setelah memikirkan dengan bersungguh-sungguh, hingga mata Darwin dan Bryan membulat dengan sempurna. mereka berdua sejenak saling menatap lalu mengalihkan pandangan kepada Nando.
"Sudah?" Tanya Nando, raut wajahnya semakin menahan amarah. dengan ragu kedua temannya tersebut mengangguk secara bersamaan.
"Katakan!" perintah Nando penuh penekanan.
"Ma-maaf, kami benar-benar lupa memberitahumu." Ucap Bryan sedikit terbata.
Membuat Nando menghela Nafasnya panjang. "kalian benar-benar keterlaluan! gara-gara kalian aku dan Yara selalu berdebat! gara-gara kalian membuat Yara marah padaku, dan gara-gara kalian juga aku tidak bisa menahan emosiku hingga membentak Yara dan membuatnya menangis!" Nando mengeraskan Nada suaranya, tangannya mengepal.
"Ma-maaf Nando."
Nando benar-benar tidak bisa menahan emosinya kepada dua temannya tersebut. kedua tangannya menarik kera kemeja Darwin dan Bryan. hingga saat ia hendak melayangkan pukulan kepada salah satu temannya. Suara Yara menghentikannya.
"Nando!" Teriak Yara.
"Shit!" Nando mengumpat, ia menurunkan salah satu tangannya yang terlihat mengepal ke atas. lalu menoleh ke arah Yara.
.
.
.
.
.
ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»
Jangan lupa Vote dan Likeπ