My Strange Wife

My Strange Wife
Ron #02



Ron melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah majikannya, setelah Demian meminta agar Bodyguard tampan itu datang menemuinya.


Ron melangkah dengan tampan dan gagah, anak tangga ia pijaki satu persatu hingga kini langkahnya terhenti tepat di depan kamar Rosalie.


Demian memberi kode kedipan mata, agar Ron tidak melangkah masuk kedalam, Dokter dan beberapa suster sedang memeriksa keadaan istrinya.


Demian keluar untuk menemui Ron. seketika laki-laki tampan itu menundukan kepalanya. "Bagaimana keadaan nyonya Rosalie Tuan?" Pertanyaan itu Ron lontarkan kepada Demian. Ia hanya ingin memastikan keadaan nyonya besar nya tersebut, bagaimanapun juga Ron sudah menganggap Rosalie seperti ibu nya sendiri. Rosalie sangat baik terhadapnya, bahkan dengan semua anak buah suaminya pun Rosalie bersikap baik.


Demian terdiam, ia mendapati raut wajah Ron tampak cemas. Demian tau salah satu anak buahnya sangat memperdulilan istrinya. Demian menatap ke sembarang arah. "Tidak ada luka serius Ron, kau jangan terlalu mengkhawatirkannya."


Ron hanya menganggukan kepalanya, Ia menatap Rosalie dari arah kejauhan, wanita paruh baya itu terlihat sangat lemah, perasaan iba merambat di hati Ron saat melihat setiap lula pada tubuh Rosalie, bahkan mata Ron tampak berkaca-kaca namun ia menahannya dengan kuat agar tidak terjatuh dihadapan Demian.


Seketika Ron mengalihkan pandangannya kembali kepada Demian. "Tuan, ada yang ingin saya sampaikan." Ucap Ron.


"Katakan." Perintah Demian.


"Nona Yara baru saja pergi, Saya sempat mencegahnya. Tapi--"


Belum sempat Ron melanjutkan ucapannya, Demian memotongnya. "Apa dia melihatnya?" Tanya Demian.


"Saya rasa begitu Tuan."


Demian berdecak, Ia seketika memejamkan maniknya. Demian tau putri semata wayangnya itu sangat membenci dirinya, terlebih harus melihat adegan menakutkan dihadapannya. Rasa bersalah datang dalam hati Demian, namun rasa bersalah itu tidak ia tujukan kepada Rosalie, tapi kepada Putrinya Yara.


"Ron..."


"Aku sangat mempercayaimu, bahkan tentang apapun itu. bawa Yara kembali. aku tidak ingin hal buruk terjadi pada putriku."


"Saya akan lakukan apapun untuk Tuan, bahkan nyawa saya sekalipun akan saya pertaruhkan. percayakan semuanya pada saya."


"Terimakasih Ron." Demian menepuk bahu anak buah kesayangannya tersebut. ia tersenyum kepada Ron. anak laki-laki yang tampan, yang sempat dulu ia temukan di jalanan kini sudah tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang selalu menjaga keluarganya. Demian bangga dengan anak laki-laki yang ia angkat sebagai anaknya itu. walaupun Ron lebih memilih mengabdi daripada harus menjadi anak angkat di keluarga Demian. Demian bisa saja mengangkat Ron sebagai sekertaris atau bahkan bos di salah satu perusahaannya, namun Ron menolaknya dengan alasan lebih nyaman sebagai bodyguard dan menjaga seluruh keluarganya. Dan selama ini Ron menepati ucapannya, tidak pernah sekalipun ia menolak permintaan Tuan besar nya tersebut.


"Baik Tuan." Jawab Ron segera pergi dari hadapan Demian, ia berjalan cepat menuju ke kamar Yara, seperti sudah paham dengan apa yang ada di fikiran Demian, Ron segera mengecek seluruh isi kamar Yara, ia membuka lemari Yara, beberapa bagian di dalam lemari sudah kosong. Ia juga mendapati jendela yang terbuka begitu saja.


Ron terdiam, raut wajahnya nampak sedikit kesal, ia mengira bahwa Yara pergi hanya sementara untuk menghilangkan beban dalam pikirannya, namun yang Ron duga ternyata salah, Yara sengaja kabur dari rumah membawa semua barang-barang miliknya. Ron melangkah cepat untuk kembali menemui Demian.


"Bagaimana Ron? apa terjadi sesuatu?" Demian membaca raut wajah Ron yang terlihat aneh di pikirannya.


"Maafkan saya Tuan, seharusnya saya Benar-benar mencegah Nona Yara." Ucap Ron menundukan kepalanya.


Demian yang mengerti apa maksut dari perkataan anak buahnya tersebut seketika menarik nafasnya dengan berat.


"Tuan..."


"Tidak apa Ron, ini bukan salahmu. tugasmu hanya mencari putriku dan bawa dia pulang!"


"Baik Tuan." Ron mengangguk tanpa membantah, laki-laki itu segera pergi dari hadapan Demian untuk mencari Yara.


.


.


.


.


.


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻