
"Yara aku mencintaimu."
Yara yang tadinya ingin memaki Nando karena pikirnya Nando akan melakukan hal buruk kepadanya, ia pun mengurungkan niatnya.
Yara sangat terkesiap mendengar ucapan Nando, mulutnya menganga secara tiba-tiba.
Kini wajah mereka berdua sangat dekat, Saling menatap dengan pikiran masing-masing.
"Yara jadilah kekasihku." Ucapan Nando terdengar sangat lembut ditelinga Yara. "Aku mencintaimu Yara, aku benar-benar mencintaimu." Seketika Ia mengecup lembut bibir Yara sedikit lama, Namun tak ada penolakan dari gadis itu, Yara masih terpaku akan tatapanya kepada Nando.
"Beraninya kau menciumku." Yara menajamkan maniknya kepada Nando
setelah itu Yara memalingkan wajahnya, ia sedikit mendorong tubuh Nando agar menjauh darinya. "Jangan berbicara yang tidak-tidak." Ucap Yara.
"aku serius Yara, jadilah kekasihku."
"Apa kau sudah gila."
"Ya, karena aku mencintaimu."
Yara memutar bola matanya malas, ia berfikir bahwa ucapan Nando tidaklah serius, ia mengira Nando hanya bercanda mengatakan hal itu. Namun sebenarnya Nando sangat tulus akan ucapannya.
"Nando Lebih baik kau pulang, aku tidak ingin mendengar lagi apapun dari mulutmu itu." Ujar Yara dengan santainya.
"Tidak mau!" Tolak Nando.
"kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal itu? kau ingin mempermainkanku." Yara terkekeh.
"Apa maksutmu?" Tanya Nando, ia menautkan kedua alisnya.
"Jangan berlagak bodoh, kita barusaja mengenal. kenapa bisa hanya dengan waktu sesingkat itu kau langsung jatuh cinta denganku, tidak mungkin!" Ucap Yara tanpa melihat manik Nando seraya tersenyum kecut.
"Yara aku serius!" Nando setengah berteriak, Raut wajahnya menampakkan keseriusan.
"memang itu yang aku rasakan kepadamu Saat ini." Nando berusaha meyakinkan Perasaan cintanya kepada Yara. Namun Yara tetap Mengelak. Yara tertawa mendengar ucapan Nando yang ia fikir hanyalah lelucon.
"Yang benar Saja. Kau ini sangat aneh."
"Aku mengatakan yang sesungguhnya, tapi kau malah menganggap ini adalah sebuah lelucon! keterlaluan." Nando menatap tajam ke arah Yara, Namun Yara menatap Nando dengan tatapan remeh.
"tapi Aku tidak percaya." Yara menggelengkan kepalanya. "aku bukan wanita bodoh, aku sungguh tidak percaya dengan mulut manisnya itu, mungkin wanita diluar sana bisa kau taklukan hanya dengan kata cinta, tapi aku tidak! Aku tidak mau bernasib sama dengan mama yang selalu dipermainkan oleh papa." Gumam Yara dalam hati.
Nando terdiam mendengar ucapan dari Yara, hatinya merasa terluka akan sikap Yara. ia menghela nafasnya kasar. "Baiklah aku akan buktikan kepadamu kalau aku benar-benar mencintaimu." Gumamnya dalam hati. Nando beranjak pergi melangkahkan kakinya dari apartement tersebut. Tanpa menoleh Bahkan berpamitan kepada Yara.
Yara mengetahui kepergian Nando dari sana, Ia menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas sofa, menatap kesembarang Arah. Pikirannya terngiang-ngiang akan perkataan Nando. "tidak mungkin dia serius mengatakan hal itu."
"sudahlah lebih baik aku istirahat, rasanya sangat lelah sekali."
*****
Keesokan harinya, Yara sengaja bangun lebih awal. Sebelum pergi kuliah ia berniat mengambil mobil dan barang-barang miliknya yang masih berada dirumah Alesya terlebih dahulu.
Setelah selesai membersihkan diri dan berkemas. Yara segera menuju ke dapur untuk membuat Sarapan. Beruntung saat di supermarket ia sempat membeli beberapa pakaian yang akan ia kenakan untuk pergi kuliah.
Seperti biasa ia sarapan roti berisi telur setengah matang dan segelas susu. Seusai sarapan Yara bergegas berangkat kuliah. tidak lupa ia mengunci apartement miliknya tersebut.
Tak lama kemudian ada mobil yang berhenti tepat Didepannya. Mobil tersebut tak lain ialah milik Nando. Nando bergegas turun dari mobil dan menghampiri Yara.
"Yara Sedang apa kau?" Tanya Nando.
"menunggu taxi." jawab Yara maniknya masih melihat kesana kemari mencari keberadaan taxi.
"Taxi?" Ucap Nando mengernyit heran.
"Bukankah kau punya mobil? kenapa malah mencari taxi?"
"Mobilku masih dirumah Alesya, kemarin aku pulang kemari kan naik taxi. aku berniat mengambil mobilku terlebih dahulu sebelum pergi ke kampus." Ucap Yara.
"Oh iya aku lupa, yasudah kalau begitu biar aku yang mengantarmu mengambil mobilmu dirumah Alesya." Nando menggandeng tangan Yara, namun Yara melepaskannya begitu saja.
"Tidak usah, biar aku naik taxi saja." Sahut Yara.
"Sudahlah tidak apa-apa, ayo aku antarkan." Ajak Nando.
Yara berdiam sejenak, ia berfikir kalau taxi tidak kunjung Datang ia akan terlambat masuk kuliah, belum lagi harus mengambil mobil miliknya terlebih dahulu ke rumah Alesya. Yara pun akhirnya memilih untuk menerima ajakan Nando yang akan Mengantarnya.
"Baiklah." Ucap Yara menganggukan kepalanya. Nando pun menepiskan senyumnya.
Mereka berdua bergegas masuk ke dalam mobil, Nando segera melajukan mobil nya menuju ke rumah Alesya.
Didalam mobil tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka, Nando dan Yara fokus akan pikiran masing-masing.
"aku pikir dia marah kepadaku gara-gara ucapanku semalam." Gumamnya dalam hati Seraya melirik sedikit ke arah Nando yang fokus pada kemudinya. Mengingat Nando yang semalam pergi begitu saja tanpa pamit kepadanya. Ia berfikir bahwa Nando marah dengannya karena ucapan nya Semalam.
Sedangkan Nando. ia seringkali mencuri pandang ke arah Yara. "Aku berjanji akan membuktikan ucapanku kepadamu Yara." Gumamnya dalam Hati.
Beberapa menit kemudian Mobil milik Nando telah sampai di halaman depan rumah Alesya, Yara bergegas turun dari mobil, begitu juga dengan Nando.
Saat Yara hendak mengetuk pintu, tiba-tiba pintu terbuka begitu saja dengan adanya Alesya disana. Yara segera memberitahukan kepada temannya tersebut untuk mengambil mobil miliknya yang masih terparkir didalam garasi, Alesya pun mengiyakan. Sebelum mengambil mobil miliknya, Yara terlebih dahulu menghampiri Nando yang tengah berdiri didepan mobilnya.
"Nando, Terimakasih sudah mengantarku kemari." Ucap Yara menyunggingkan senyum. Nando pun mengangguk mengiyakan.
Yara pun bergegas mengambil mobil miliknya, ia membawa mobil miliknya keluar dari dalam garasi tersebut. Setelah itu mereka bertiga berangkat bersama-sama namun mengemudikan mobil masing-masing untuk pergi ke kampus.
.
.
.
.
.
ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»
Jangan lupa Vote dan Likeπ