
Bryan memberikan secarik kertas yang tadi diberikan oleh Bi Ema kepada Nando, Nando menyahutnya dengan raut wajah kesal. ia menajamkan kedua bola Matanya memandang ke arah Bryan dan Darwin secara bergantian. rasa kesalnya belum menghilang kepada kedua sahabatnya itu.
Darwin dan Bryan seketika memalingkan wajahnya dari tatapan Nando.
Nando menyalin nomor Yara ke ponsel miliknya sembari melirik ke arah Bryan dan Darwin. "Ayo berdebatlah lagi, akan aku pastikan ponselku ini akan mendarat di kepala kalian!" gumamnya dalam hati.
Darwin yang sedari tadi memperhatikan Nando melirik ke arahnya dan juga Bryan, Ingin sekali ia menegur Nando karna merasa risih dengan lirikan Nando yang begitu tajam kepadanya dan juga Bryan namun ia mengurungkan niat nya.
Sedang Bryan, Pria itu masih disibukkan dengan terus mencoba menghubungi ponsel milik Alesya. Bahkan sudah hampir 10 kali Bryan mencoba menghubunginya tapi tetap saja Alesya tak menjawab panggilan Bryan.
Manik Nando kembali terfokus pada layar ponsel miliknya, ia segera menghubungkan ponselnya ke ponsel milik Yara, ia mengarahkan ponselnya tepat didekat daun telinganya.
Nomor yang anda tuju...
Nando menggelengkan kepalanya. "Nomor Nona Yara tidak bisa dihubungi." Ucap nya memberitahu kepada Bryan.
Bryan berdecak kesal saat Nando memberitahu jika ponsel milik Yara tidak bisa dihubungi, pikirannya semakin kacau akan kekhawatirannya kepada kekasihnya tersebut.
"Lalu bagaimana?" Tanya Darwin yang sedari tadi diam memperhatikan kedua Sahabatnya berusaha untuk menghubungi kedua teman Valencia.
"Apanya?" tanya Bryan menautkan kedua alisnya.
"Bagaimana selanjutnya jika ponsel kedua teman Valen tidak bisa dihubungi? Apa kita langsung pergi saja ke rumah nona Alesya atau ke rumah nona Yara untuk mencari keberadaan Valencia." Ujar Darwin.
"Aku tidak tau dimana tempat tinggal mereka." Bryan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Rasa cemasnya itu semakin bertambah.
"Kau ini bagaimana, mereka berdua kan teman dekat Valencia kenapa kau bisa tidak tau satu pun tempat tinggal dari keduanya." Seru Darwin.
"Kau tau sendiri Valencia tidak pernah menceritakan kedua teman Dekatnya padaku, dia tidak pernah mengenalkan aku kepada teman dekatnya, bahkan saat acara pertunangan kita Valen tidak mengundang satu pun dari mereka. bagaimana aku bisa tau, bertatap muka saja tidak pernah." Ucapnya panjang lebar membuat Darwin yang mendengarnya memutar bola matanya malas.
*****
Seusai makan malam bersama Alesya berniat mengajak Yara dan Valencia untuk pergi ke perpustakaan miliknya yang berada tidak jauh dari jarak kamarnya tersebut.
Yara dan Valencia mempunyai hobby membaca seperti dirinya, maka dari itu Alesya akan mengajak keduanya bersantai sebentar sembari membaca buku sebelum melanjutkan beristirahat. Agar kedua sahabatnya itu tidak bosan pikirnya.
"Yara, Valen apa kalian ingin membaca buku terlebih dahulu sebelum beristirahat?" Tanya Alesya.
"Tentu saja." Ucap mereka berdua bersamaan, raut wajahnya berubah antusias.
Mendengar jawaban dari kedua sahabatnya yang seperti tidak sabaran Alesya melebarkan senyumnya. Bahkan raut wajah Yara yang tadinya masih sedikit menampakkan kesedihan karena memikirkan masalah kedua orangtuanya, seketika berubah cerah saat ia mengajak nya keperpustakaan miliknya untuk membaca buku. "Baiklah, Ayo kita kesana." Ajak Alesya yang mana langsung diangguki oleh Yara dan Valen.
Mereka bergegas berjalan, menaiki anak tangga. Valen merasa tidak sabaran sehingga langkah kakinya terlihat cepat, bahkan sandal yang ia kenakan berbunyi sedikit keras saat berbenturan dengan lantai tangga tersebut.
"Valen, berhati-hatilah nanti kau terjatuh bagaimana?" Seru Yara sedikit berteriak, ia takut jika Valen akan terjatuh saat melihat langkah kakin Valen menaiki anak tangga semakin cepat.
"Dia selalu saja bertingkah layaknya anak kecil." Gerutu Alesya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
mereka bertiga sampai didepan perpustakaan milik Alesya. terlihat pintu perpustakaan sudah terbuka, menampilkan ruangan minimalis yang dipenuhi oleh buku-buku yang tertata rapi didalamnya. Valen masuk terlebih dahulu tidak menghiraukan kedua sahabatnya yang masih berdiri mematung dibelakangnya.
Yara dan Alesya hendak melangkahkan kakinya kedalam perpustakaan tersebut, namun Langkah Alesya terhenti. membuat Yara menatap ke arahnya, ia juga memberhentikan langkah kakinya.
"Kenapa?" Tanya Yara.
"Baiklah." Ucap Yara, ia pun juga melangkahkan kakinya masuk ke dalam perpustakaan.
*****
Alesya mengambil ponsel miliknya yang berada di atas ranjang. terlihat layar ponsel menyala. Ada pemberitahuan panggilan tidak terjawab sebayak 15 kali. "Banyak sekali panggilan tidak terjawab, tapi nomer ini tidak tersimpan di kontak ponselku. nomor siapa ini?" Alesya mengernyitkan Dahinya, ia tidak tau nomor siapa yang berusaha menghubungi ponsel miliknya hingga sampai sebanyak 15 Kali.
"Lebih baik aku hubungi kembali, siapa tau dia menelepon Ku karna hal penting." Alesya mencoba menghubungi nomer tersebut, nomor itu tak lain ialah nomor Bryan yang sedari tadi mencoba menghubunginya untuk menanyakan keberadaan kekasihnya itu.
Tidak lama ia melakukan panggilan, nomor yang tidak ia kenalinya itu langsung terjawab.
'Hallo.' Jawab seseorang disebrang Sana
"Hallo, ini dengan siapa?" Tanya Alesya seraya menggigit-gigit kuku ibu jarinya.
'Apa benar ini dengan Nona Alesya?'
"Iya saya sendiri, anda siapa? dan bagaimana anda bisa mengetahui nomor ponsel saya." Tanya Alesya, dahinya mengernyit. "Aku sangat asing dengan suaranya." gumamnya dalam hati.
'Nona, apakah anda sedang bersama dengan Valencia?'
"Ehm, iya Valen sedang bersamaku dia berada dirumahku saat ini."
'Bisa anda memberitahu alamat rumah anda kepada saya Nona?'
"Tunggu, Anda siapa? Dan kenapa Anda menanyakan keberadaan Valencia."
'Maaf, aku belum memberitahu. Aku Bryan kekasih Valencia.'
"Oh... Tuan Bryan, kalau begitu saya akan mengirimkan alamat rumah saya melalui pesan."
'Baiklah saya tunggu nona, terimakasih.'
Alesya dan Bryan saling memutuskan panggilan. Alesya segera mengirim pesan yang didalam pesan itu tercacat alamat rumahnya kepada Bryan.
"Aku akan memberitahu Valen jika tunangannya mencarinya." Alesya bergegas melangkahkan kakinya menemui Valen dan juga Yara yang sedang berada didalam perpustakaan miliknya. ia akan memberitahu Valen jika Tunangannya itu sedang mencarinya.
.
.
.
.
.
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa Vote dan Like