
Clara masuk ke dalam mobil itu dan kemudian-
Sett
Seseorang yang berada di dalam mobil menutup mulutnya dan menariknya ke dalam mobil dengan cepat.
Clara memberontak namun ntah kenapa tenaganya semakin lama semakin berkurang. Semakin melemah dan pandangan pun menghitam.
***
Clara terbangun dan terbatuk. Clara melihat dirinya sudah di ikat dan penutup mulut terikat pada mulutnya.
Prok prok prok
Suara tepuk tangan itu menggema di ruangan kosong ini, dan Clara pun melihat sosok lelaki yang barusan dia jumpai tadi berdiri di hadapannya.
"Clara... Sudah sangat lama aku menunggu hal ini."
Clara mengerutkan keningnya, lelaki ini, apa maksudnya?
Lelaki itu duduk di hadapan Clara, "Kamu itu harus tanggung jawab Clara, kamu telah mencuri hatiku untuk waktu yang lama."
Clara semakin tak paham.
Lelaki itu mengelus pipi Clara, "Semenjak melihat mu di sosial media mempromosikan kue buatanmu aku sangat tertarik padamu. Kamu cantik dan mempesona, aku menyukainya."
Lelaki itu menjeda kalimatnya sebelum melanjutkan lagi kalimatnya, "Kamu menghipnosisku Clara, membuatku ingin memilikimu seutuhnya."
Clara membuang wajahnya dan menatap bengis lelaki itu, "Hmepaskan akuu!" Tekan Clara.
Lelaki itu terkekeh, "Tidak akan. Kamu pikir kamu siapa bisa menolakku? Seharusnya kamu sebagai wanita miskin bersyukur bisa di sukai lelaki sepertiku." Hina lelaki itu.
"Hmbrengsek!" Maki Clara membuat lelaki itu seketika naik pitam.
Plak!
Lelaki itu menampar pipi Clara dan kemudian mencengkram rahangnya dengan kasar, "Apa kamu bilang? Brengsek? Berani menghinaku?"
Clara meringis kesakitan.
"Aku masih berkata lembut sudah berani menghinaku? Oho... Baiklah, kita to the point saja." Lelaki itu merobek baju Clara dengan kasar hingga memperlihatkan wanita itu setengah telanjang jika saja tidak menggunakan pakaian dalam.
Dion, adalah lelaki itu. Dia adalah anak dari seorang salah satu konglomerat dan dia sangat manja hingga segala apapun yang dia inginkan pasti terkabulkan.
Anak semata wayang ini mulai menyukai Clara melihat wanita ini tampak masih lugu dan polos di tambah tampak tak berdaya dan mudah di manfaatkan. Dia ingin bermain dengan Clara dalam satu malam saja, merasakan kenikmatan seorang wanita perawan sepertinya menyenangkan, apalagi mengingat sudah lama dia tak merasakan perawan dalam beberapa hari terakhir.
Lelaki itu kini tersenyum melihat tubuh Clara, ternyata wanita ini pandai merawat diri. Kulitnya putih bersih dan semakin membuat dirinya ingin segera menerkamnya.
Lelaki itu menggendong Clara dan mencampakkannya di atas ranjang, menindih tubuhnya dan mulai melepaskan penutup mulut Clara. Dia ingin memulai dari ciuman panas terlebih dahulu.
"LEPASKAN AKU!!!" Clara menjerit dan merontah.
Lelaki itu menutup telinganya emosi dan-
Plak!
Kembali menampar Clara yang kini sudah menangis tak karuan. Menahan sakitnya tamparan dan juga ketakutan yang sangat mengerikan ini.
"DIAM!" Bentak Dion.
Dion mendekatkan wajahnya pada Clara, "Kau akan menyembah padaku setelah ini bodoh." Tekan lelaki itu yang akan segera mengotori Clara.
Brugh!
Satu tinju melesat pada rahang Dion membuat lelaki itu terbanting tepat di sebelah Clara.
Clara melihat atas, mata Clara berkaca kaca melihat sosok yang selama ini dia benci malahan menyelamatkan nyawanya sekarang.
Lelaki itu terlihat berantakan dengan pakaian setelan jas yang kotor dengan beberapa cipratan darah.
Mata Alvaro tak sanggup melihat Clara yang seperti ini, lelaki itu semakin meradang melihat lelaki brengsek yang mencoba menodai gadisnya ini.
Alvaro kembali pada Dion dan memukulinya hingga lelaki itu babak belur dan setengah mati,
"KAU PIKIR KAU INI SIAPA SIALAN!! BERANI KAU MENYENTUH ISTRIKU BERANI UNTUK MATI!"
Dion tak menyangka ternyata Clara adalah istri dari seorang Alvaro. ****! Jika dia tau tak mungkin dia berani melakukan ini pada Clara.
Alvaro terus memukul lelaki itu secara membabi buta hingga kemudian dia melihat Clara yang begitu gemetar dan ketakutan.
Alvaro mencengkram rahang Dion. "Ku pastikan segala milikmu akan hancur mulai dari hari ini."
Alvaro menempatkan Clara duduk di sebelahnya dan memasangkan jasnya pada Clara menutupi tubuh Clara. Lelaki itu melepaskan ikatan tangan Clara agar Clara bisa bergerak dengan mudah.
Alvaro tak bicara apapun dan segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah.
Sesampainya di rumah Alvaro segera menggendong Clara ke dalam kamar, memanggil para pelayan untuk membereskan Clara. Sedangkan dia pun membersihkan dirinya.
Setelah selesai Clara di persilahkan kembali masuk ke dalam kamar dan para pelayan pun keluar.
Air mata Clara tak dapat di bendungnya lagi. Kakinya melemah tak kuasa membayangkan betapa mengerikan kejadian tadi jika Alvaro tak datang menyelamatkannya.
Clara duduk di lantai dan menangis sejadi jadinya.
Cletak
Pintu kamar terbuka dan menampakkan sosok Alvaro. Lelaki itu segera memeluk Clara, "Clara maafkan aku. Ku mohon maafkan aku." Kata lelaki itu dengan suara bergetar menahan tangisnya.
Clara kembali menangis dan menggeleng, "Kamu gak salah Alvaro. Aku yang seharusnya meminta maaf padamu." Tangis Clara pecah. "Aku yang selalu mengatakan hal yang buruk padamu, tidak mempercayaimu dan bahkan selalu berfikir buruk tentangmu Al.. hu hu hu... Maafkan aku."
Alvaro mengusap wajah Clara dan merangkul wajah Clara dengan tangannya, "Kamu tidak salah sayang. Aku yang salah tak bisa menjagamu dengan baik."
Clara menangis sejadi jadinya dan memeluk Alvaro erat, "Alvaro..." Dia tak tau lagi harus berkata apa. Dia amat sangat trauma.
Alvaro mengusap kepala Clara dan kemudian menggendongnya untuk membaringkan Clara berada di atas tempat tidur.
"Aku janji ini takkan terulang lagi Clara. Aku akan menjagamu lebih baik lagi." Alvaro mengeratkan pelukannya.
Clara mengangguk sambil menangis.
Setelah Clara mulai tenang Clara mengusap air matanya dan setelahnya kembali memeluk Alvaro.
"Lebih baik?" Tanya Alvaro yang di balas anggukan kecil oleh Clara.
"Al, terimakasih banyak." Ucap Clara dengan suara pelan. Dia malu terhadap dirinya yang selama ini selalu menganggap Alvaro sebagai orang jahat.
"Tidak perlu berterima kasih padaku. Aku adalah suamimu, jadi aku harus melindungimu bukan?"
Clara tersenyum kecil. Seharusnya Clara bersyukur mempunyai suami seperti Alvaro, bukan malah selalu menyalahkan keadaannya.
Clara melihat Alvaro dengan sungguh, "Al, kenapa kamu sangat mencintaiku. Bukan bermaksud menyakiti hatimu Al, tapi aku ini bukan siapa siapa, bahkan kita juga mengenal satu sama lain juga dalam waktu yang singkat. Kenapa kamu sangat yakin menjadikanku istri?"
Alvaro mengusap wajah Clara, "Kita sudah mengenal satu sama lain lebih lama sebelumnya Clara. Kamu takkan pernah tau karena itu dalam lintasan waktu yang berbeda."
Clara mengingat sesuatu, "Apa yang kamu bahas ini tentang dunia paralel yang pernah kamu katakan padaku Al?" Tanya Clara memastikan.
Alvaro mengangguk, "Clara, aku tau ini terlihat tidak masuk akal dan bodoh. Tapi itu memang kenyataannya Clara."
Alvaro mengalihkan pandangannya, "Tak apa jika kamu tak mempercayainya tapi aku ingin tetap bersamamu Clara, sekalipun kamu tak mengingat apapun yang pernah kita lalui dulu, aku ingin kamu tetap menjadi pasangan hidupku sampai akhir hayatku."
Alvaro menunduk, dia tak yakin membuat Clara mempercayainya dan dengan tulus menerimanya. Dadanya terasa sesak setiap kali Clara-
Dreb
Alvaro terbelalak saat Clara memeluknya dengan erat. "Aku percaya padamu Alvaro. Maafkan aku yang selama ini meragukanmu."
Alvaro mengerjap ngerjapkan matanya. Dia sungguh tak percaya Clara mengatakan hal itu padanya.
Alvaro menatap Clara lekat, "Sungguh? Kamu percaya padaku?"
Clara tersenyum dan mengangguk.
Alvaro medekatkan bibirnya pada Clara hendak mencium wanita itu. Namun terhenti karena takut Clara akan kembali menolaknya. "Maaf, aku akan menunggumu sampai-"
"Aku tidak akan menolaknya," kata Clara dengan suara pelan.
Alvaro mengangkat wajahnya menatap Clara lagi, "Sungguh?"
Clara mengangguk sedikit kaku dan malu.
Alvaro tersenyum lebar dan segera mencium Clara. Dia sungguh sangat bahagia kini kembali mendapatkan Clara seutuhnya lagi.
"I love you Clara.. I love you so much."
***
Happy Ending for This Story Guys... Hope you enjoy every part of this chapter and always follow every new story that I write for you next.
Love you guys and see you in my new novel 😁❤️❤️