My Psychopath Roommate (Deep Sense)

My Psychopath Roommate (Deep Sense)
sixty one



Clara berhenti meronta dan mulai memikirkan apa jawaban yang harus dia jawab ke Viandro. Viandro melepaskan tangannya dan berjalan ke hadapan Clara.


"Kamu kerja dimana? Kok-"


"Gak! Bukan kerja, maksud aku itu aku banyak urusan. Aku mau belanja!" Great! Alasan yang bagus.


Viandro memicingkan matanya, lelaki itu masih menganalisa wanita ini apakah dia berbohong atau tidak.


Clara mengalihkan pandangannya, "Sudah ku bilang kamu pergi saja sana. Itu karyawan kamu pasti banyak yang menunggumu."


"Bohongin aku ya." Ucap lelaki itu membuat Clara terbelalak.


"G-gak! Siapa yang bohong? Bohong apa?"


Viandro tersenyum kecil, "Kita sudah pacaran lama Clara. Dan aku sangat tau kalau kamu bohong pasti tak mau menatap mataku."


Deg!


Tidak, habislah Clara.


Viandro mencubit pipi Clara, "Tak perlu bohong padaku. Aku bisa jaga rahasia."


Benarkah?


Viandro terkekeh dan memeluk Clara, "Astaga! Kamu kenapa sih gak peka? Kita udah sangat mengenal satu sama lain, gimanapun aku tau perasaan kamu tanpa kamu kasih tau."


Clara mendorong Viandro, "Jangan pernah sentuh aku Viandro. Aku sudah bersuami!" Bentak Clara.


"Lagi pula kamu jangan sok tau mengenai aku. Aku sama sekali tak berbohong!" Clara segera melewati Viandro.


Srek!


Viandro menarik paper bag Clara, mengeluarkan isinya dan menunjukkannya ke hadapan Clara yang mematung. "Terus ini apa? Masih mau berbohong?"


Skak mat!


Mata Clara tertuju pada kue yang berbungkus kotak plastik transparan dan gift cards bertuliskan, happy eat from galeri cake -nama toko online Clara-.


Viandro berjalan mendekati Clara, Viandro menggeleng, "Tidak. Jangan bohongi aku Clara."


Clara kembali memasang wajah sangar, "Aku membelinya dan akan aku berikan pada Alvaro. Jangan sembarang kalau bicara!" Clara masih mau berkeras.


Viandro mengangguk dan melepaskan tangannya dari Clara. Lelaki itu mengangkat tangannya, "Okey aku nyerah. Aku salah paham." Ucap lelaki itu. Tapi hatinya masih saja meragukan ucapan Clara.


Mata Viandro beralih ke kue yang di angkatnya tadi. Mendengar kata Clara yang bilang ini kue untuk Alvaro seketika itu membuat dadanya sakit seperti dihianati, "Ini cake nya untuk aku. Gak mau tau." Ucap lelaki itu sambil pergi meninggalkan Clara.


Clara menahan tangan Viandro, "Mana bisa! Sini kembalikan!" Ucap Clara tak terima.


Yang benar saja, ini punya pelanggannya. Mana bisa di berikan begitu saja ke orang lain.


"Gak! Aku ngak mau uang kamu. Aku mau cake aku balik!"


Viandro menggeleng, "Gak bisalah. Ini udah jadi hak aku."


"Viandro jangan macam macam!"


"Aku cuma satu macam."


"Viandro!"


"Clara!"


"Is balikkan!"


"Gak akan!"


Clara menutup matanya. Dadanya naik turun menahan emosi, Viandro jadi sangat keras kepala.


Sudahlah Clara, biarkan saja kuenya itu, nanti kamu tinggal buat lagi saja.


Clara membalikkan badannya dan meninggalkan Viandro yang masih menegang kuenya. Viandro menghembuskan nafas berat, "Kok udahan sih? Padahal maunya lama."


Clara sangat marah. Wanita itu pun pulang dengan naik taksi dan mengulang membuat kue.


Untung saja masih pagi dan waktu nasib banyak. Lain kali Clara akan mencari jalan lain selain dari jalan itu dan kalau perlu menggunakan samaran untuk jaga jaga siapa tau dia akan berjumpa dengan orang yang di kenalnya


Setelah selesai pun Clara mengantarkan kue melalui jalan lain dan setelah itu kembali ke rumah dengan selamat.


Viandro menatap kue yang dia rebut dari tangan Clara tadi. Semakin di lihat Viandro semakin cemburu, "Kenapa harus Alvaro yang menerimanya? Kenapa Alvaro di perlakukan seromantis itu?"


Lelaki itu sungguh tak terima, "Apa bagusnya Alvaro. Dia sama sepertiku, ah tidak, aku bahkan lebih tampan dan menggoda bukan?"


"Alvaro sangat kuno. Dia seperti batu dan kenapa Clara malah mencintainya?!"


Viandro mengambil cake itu dan membukanya mencoba memakan kue itu, dan benar memang rasanya sangat enak, memakan kue ini membuat dia mengingat sesuatu. Mengingat saat dia sedang berulang tahun.


Dulu Clara sempat memberikannya kue. Kue yang katanya adalah kue yang di masak dengan hati. Kue buatan dirinya sendiri.


Viandro cukup salut dengan siapa yang memasak kue ini. Mampu membuat Viandro kembali mengenang mengenai percintaannya dulu.


Viandro melihat ke arah bungkusan kue itu. Seketika senyumannya Viandro mengembang melihat tulisan kecil di antara pita pita.


Viandro membaca tulisan yang tertera di sana, "Cook by Clara."


Lelaki itu melipat kedua tangannya di dada, "I get you Clara, i get you."


Lelaki itu mulai mengatur rencana.