
***malam ini, Alana bersiap siap menyetujui ajakan kedua orang tuanya untuk pergi makan malam di restoran berbintang lima.
tapi menurut Alana, kali ini sedikit aneh , karna gaun yang akan di kenakannya harus mamanya yang memilih . dan gadis itu hanya menurut...
Alana mengenakan gaun gaun ping tanpa lengan, dengan bordiran putih mutiara melingkar di bawah dada, panjang gaun itu tepat satu senti di atas lutut. dan itu malah membuat gadis itu terlihat begitu sempurna.
tak lupa pula rambut keriting gantungnya yang sekarang sudah di cat warna pirang itu.
this is perfect.
............
Leonard, Linda, aldi juga Alana, sudah tiba di cafe itu.
Linda berjalan bersisian dengan Leonard, sedangkan di belakang mereka ada Alana yang tetap setia bergelayut di lengan aldi.
keluarga sempurna 🙂🙂🙂
" mama cari siapa sih? udah ah... ayok duduk.. Alana capek tau berdiri gini " celetuk Alana kesal, karna dari tadi mereka hanya berdiri, dengan Linda juga Leonard yang terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling, . . ntah siapa yang mereka cari .
" sepertinya itu mereka deh pa " ujar Linda menunjuk ke arah seorang pria paruh baya , dan juga wanitanya, tak lupa pula dengan satu cowok yang sepertinya seumuran dengan Alana. Linda sudah tak menghiraukan ucapan Alana tadi.
" iyaa.. mama benar, ya sudah yuk " ajak Leonard yang langsung melangkah menghampiri keluarga itu. Alana dan aldi hanya mengekor di belakang mereka.
" selamat malam " sapa Leonard setelah tiba di hadapan mereka. semua menoleh, dan Alana terbelalak kaget melihat arlan yang sepertinya sepasang kekasih paruh baya itu adalah orang tuanya.
" malem " balas pria paruh baya itu tersenyum hangat, namanya joon, joon jungkook, .tak menunggu lama,joon dan bayu langsung berpelukan, di ikuti oleh Linda dan nita (istri joon) . aldi terlihat biasa saja, sedang Alana dia masih agak kaget dan memilih untuk diam..
" silahkan duduk " ujar nita mempersilahkan
" Terima kasih jeng " kata Linda mengulas senyum... semuanya pun kembali duduk, termasuk Alana yang sekarang sudah berhadapan dengan wajah arlan yang seperti biasa,. datar.
" mau langsung mesen makanan nya tidak? " tawar joon hangat.
" sebaiknya tidak usah dulu, mungkin kita bisa membicarakan hal itu sekarang juga " jawab Leonard tidak sabar. di jawab anggukan setuju oleh Linda,.
" oh ya.. Alana dan arlan, sudah saling kenal kan " tanya nita menatap ke duanya
" baru beberapa hari ini kok tante " jawab Alana jujur
" loh.. kok bisa?? bukannya kalian sudah satu sekolah yaa? " tanya joon
" kelas kita jauh, jadi jarang yang mau ketemu" jawab arlan dingin.
joon hanya mengangguk menanggapi. setelah itu suasana hening sesaat .
" Alana... al masih inget gak, pas waktu kamu SMP dulu daddy pernah bilang apa? " tanya Leonard tiba tiba pada Alana .
" hemmm... kan banyak yang daddy bilang, Alana gak inget " jawab Alana singkat. dia benar benar tidak suka dengan situasi saat ini, di mana keluarga nya makan malam bersama keluarga arlan.
" dulu kan daddy pernah bilang, kalau nanti Alana pas udah berumur 17 tahun, Alana akan daddy jodohkan.
" yaa inget... cuma di jodohkan kan dad, gak sampek nikah kan " cerca gadis cantik itu .
" iyaa gak nikah, tapi tunangan " jawab Leonard langsung, yang lain hanya mendengarkan dengan seksama, membiarkan ayah dan anak itu berbicara .
" jangan becanda lah dad, daddy kaya orang yang dulu dulu aja deh , nikahin anak pas lagi muda " cerocos Alana malas
" bukan nikah al, tapi tunangan " tegas Leonard lagi.
" sama aja " ketus Alana yang memilih mengedarkan pandangannya ke segela arah, dan tak berani menatap Leonard, gadis itu terlalu penakut pada sangat ayah.
" jelas gak sama sayang.... kamu itu cuma akan bertunangan, bukan nikah, . lagian apa susahnya sih kalau cuma bertunangan...
bagaimana bisa Alana menantang , sedang pada kakanya saja dia tak berani, apalagi pada sangat ayah, yang jauh lebih galak dari kakanya.
" iyaa Alana ingat " kata Alana tak bergairah, dia memilih mengaduk minuman yang ada di hadapannya. gadis itu sudah pasrah dengan takdir yang akan membawanya.
' lagian, cuma bertunangan kan ' pikirnya lagi.
" jadi gimana? Alana mau kan kalau harus bertunangan di usia yang sekarang? " tanya Linda antusias.
" terserah kalian saja, asal Alana masih bisa bebas, dan gak terkekang dengan itu, Alana santai santai saja " jawab Alana santai, yang langsung mengundang senyum dari semua yang ada di meja itu minus arlan.
" jadi... bisakah kita melangsungkan pertunangan nya sekarang juga? " tanya joon kemudian.
" emang calonnya Alana sudah ada? " tanya Alana melihat ke sekeliling.
" kan sudah ada di hadapan kamu sayang " jawab Linda lembut.
lantas mata Alana langsung membulat sempurna karna yang sekarang berada di hadapan Alana adalah arlan yang masih dengan wajah tanpa ekspresi. arlan tak terkejut seperti Alana, sikapnya biasa saja, mungkin dia sudah di beritahu dulu oleh kedua orang tuanya.
" what the hell !!!! maksudnya arlan?? " tanya Alana tak percaya, menatap ke arah papa dan mamanya bergantian, dan di jawab anggukan oleh mereka.
" kok bisa? " gumam Alana kelu
" yaa bisa lah sayang, daddy kan udah berjanji kepada om joon untuk menjodohkan kamu dengan arlan " jelas Leonard
" Alana gak mau " tolak Alana langsung, semua menatap kaget ke arah Alana.
" alana " bentak Leonard mulai emosi , dia tidak pernah membentak Alana sebelumnya.
" Alana kan belum sepenuhnya kenal dengan arlan dad " elak Alana beralasan, dia se berusaha mungkin menahan air matanya agar tidak jatuh.
" kan kalau kalian sudah bertunangan selama 4 tahun , kalian bisa saling kenal " tegas Leonard menatap Alana tajam.
" iyaa al.. lagian apa kurangnya sih, .. . arlan cakep kok, dia juga bisa beliin apa aja yang kamu mau .. . tante nita dan om joon juga gak galak kok " bujuk aldi yang sebenarnya dia tidak tega jika Alana kembali di bentak oleh Leonard.
" daddy harap, kamu gak akan mengecewakan semua orang yang ada di sini, termasuk daddy " tegas Leonard menatap wajah Alana yang terlihat kesal.
" iyaa.. oke... demi daddy dan mama akan mau... tapi Alana mohon .. . rahasia in dulu pertunangan ini dari awak media, .. Alana gak mau terganggu kalau saat di sekolah .. . semua menanyakan pertunangan itu " ucap Alana memohon. dia sudah pasrah.
" bagaimana joon, nit? " tanya Leonard meminta pendapat pada kedua orang tua arlan.
" terserah kalian saja,. asal pertunangan ini bisa di langsung kan .. . kita ikut saja le " jawab joon lembut.
semua tersenyum bahagia... dan saling berpelukan, kecuali Alana dan arlan, yang masih diam dengan pikiran mereka masing-masing.
acara pertukaran cincin pun di mulai...
Alana dan arlan saling menyematkan cincin di jari lawannya masing masing.
hingga berakhir dengan tepukan tangan dari semua keluarga.
" jadi.. sekarang kalian sudah resmi bertunangan " kata joon yang masih terus saja mengembangkan senyumnya.
" sering sering nginep di rumah yaa al, biar bunda ada temennya. " timpal nita yang hanya di jawab anggukan juga senyuman manis oleh Alana . lebih tepatnya senyuman paksa
" dan arlan... daddy minta tolong jagain Alana yaa, jangan biarin dia nakal lagi di sekolah, separuh tanggung jawab daddy terhadap Alana daddy serahin ke kamu " kata Leonard masih dengan ketegasan nya.
" baik om " jawab arlan tersenyum tipis.
like, like, dan like yaaa 😁😁😁😁😁***