My Fiance

My Fiance
tujuh



***hari ini hari jumat, hari yang sangat menyenangkan bagi para siswa di sekolah. karna jam sekolah hanya berlangsung setengah hari dan mereka bisa menghabiskan waktu banyak di rumah.


tapi tidak bagi Alana, dia terlalu bosan jika hanya berdiam diri di rumah . bukan Alana namanya kalau sehabis pulang sekolah tidak pergi ke Moll atau kemanapun itu yang bisa membuatnya merasa senang.


satu lagi, Alana tidak punya pacar...


bukan karna gak laku yaa.. tapi memang karna dia tidak percaya dengan yang namanya cinta, lebih tepatnya makhluk yang namanya cowok. bagi gadis itu, hidup bahagia itu sederhana, cukup hanya dengan menghabiskan uang untuk sekedar berbelanja bersama sasa dan bela.


padahal sudah banyak para cogan di sekolah minus EXO yang sudah mendekati nya, bahkan secara terang terangan, mereka menyatakan cinta di hadapan seorang Alana dengan berbagai cara romantis yang di lakukan mereka, tapi hasilnya tetap sama, penolakan adalah sebagai jawaban.


kembali ke awal... seperti biasa.. Alana, sasa, dan bela, memutuskan untuk pergi ke Moll hanya sekedar berbelanja dan menghambur hambur kan Uang mereka..


" yang ini cocok gak? " tanya sasa yang sudah mencoba gaun ke empat yang saat ini menempel di badannya.


" menurut gue sih, warnanya terlalu suram, ganti lagi deh " komen Alana menatap tidak suka pada gaun yang di pakai bela.


" iyaa deh.. " nurut sasa lesuh yang kembali masuk ke ruang ganti, untuk mencoba gaun selanjutnya.


Alana kembali fokus memilah milah beberapa gaun yang ada di hadapannya, sesekali ia berdecak kesal karna tak kunjung menemukan gaun sesuai seleranya.


sedangkan bela, dia izin untuk pergi ke toilet, meninggalkan Alana sendiri yang memang terlihat begitu sibuk dengan pilihannya.


" Alana " panggil seseorang yang jelas jelas Alana sangat familiar dengan suara itu. tanpa menunggu lama, Alana menoleh, dugaannya ternyata benar, dia mendapati kakaknya yang saat ini telah melangkah ke arahnya. di samping aldi, ada juga seorang cowok yang juga begitu familiar dlm benak Alana. tapi dia memilih mengacuhkannya.


" abang " sapa Alana menatap aldi.


" kok sendiri? gak ngajak abang? " tanya aldi dengan ekspresi datar.


" Alana ke sini bareng bela sama sasa kok " jawab Alana yang setelah itu matanya tertuju pada cowok di samping aldi . wajah kedua cowok itu sama sama menampakkan kedinginan, Alana yang baru sadar, langsung menyipitkan kedua matanya setelah mengingat siapa cowok itu.


" bentar deh.... loe itu.... hemm... ketua OSIS yang rese itu kan " tebak Alana yang agak mengencangkan suaranya setelah dari tadi hanya terus berusaha mengingat.


" apa loe bilang? rese? " tanya arlan tajam


" abang kok bisa sama nih cowok kulkas sih? ketemu di mana?? " tanya Alana kemudian beralih menatap aldi.


" dia ini arlan, putra dari om joon sahabat daddy itu al, makanya abang kenal " jawab aldi menjelaskan


" oooh.. " balas Alana singkat, sedangkan arlan memilih diam karna merasa begitu kesal dengan gadis yang sudah membuatnya menahan emosi beberapa hari ini. Alana.


" dia pinter loh al " puji aldi menunjuk ke arah arlan.


" rese juga " timpal Alana ketus


" apa?? ini di Moll yaa... bukan di sekolah, jadi.. jangan sok lagi " sinis Alana menunjuk wajah arlan tajam. sedangkan arlan, tangannya sudah mengepal karna manahan amarah.


" kayaknya kalian gak akur deh... ada apa? " tanya aldi penasaran. cowok itu bergantian menatap Alana juga arlan yang nampaknya wajah mereka sama sama terlihat kesal.


" yaa jelas lah bang, dia itu nyebelin banget bang, dikit dikit mo ngelapor ke kepala sekolah, dikit dikit ini, dikit dikit itu.. kan gak asik " adu Alana berceloteh.


" gue juga gak akan nge hukum orang yang gak buat kesalahan yaa al " balas arlan tak Terima.


" serah loe deh... intinya, gue gak suka dengan sikap loe yang suka seenaknya itu "


" tunggu... tunggu.. lan... emang adek gue ngelakuin kesalahan apa? " tanya aldi menautkan kedua alisnya menatap arlan.


sedangkan Alana , gadis itu hanya bisa menelan salavinya dengan susah payah karna takut abangnya itu akan marah.


' ya jelas lah ' pikir Alana cemas, dia merutuki dirinya sendiri yang selalu ceroboh dalam berbicara.


" dia sering bolos pas jam pelajaran sedang berlangsung " jawab arlan antusias. jelas lah dia merasa menang saat melihat raut wajah Alana yang mulai cemas.


" bener al? " tanya aldi menatap Alana tajam


" dia bohong bang " elak Alana kikuk " ya ampunnn... gue lupa lagi , gue harus nyusul sasa sama bela , pasti mereka udah nyariin gue... dadah bang " lanjut Alana yang tanpa aba aba langsung bergegas pergi dengan berlari kecil karna takut abangnya itu akan memarahinya di depan umum, .


sedangkan aldi hanya geleng geleng melihat tingkah laku adiknya yang sudah menjadi kebiasaan gadis itu jika sudah melakukan kesalahan.


dan arlan, cowok itu hanya terkekeh melihat kepergian Alana , karna sikap gadis itu jauh berbeda ketika sudah berada di hadapan kakaknya.


di tempat lain, Alana menggerutu sendiri karna dia benar benar tidak habis pikir kakaknya berteman dengan arlan. dia sudah tidak bisa berkutik lagi jika arlan mengadu hal hal yang di lakukan alana saat di sekolah.


" pulang yuk " ajak Alana langsung, setelah sebelumnya dia mengirim chat untuk sasa dan bela agar menunggunya di tempat parkir, dan sekarang gadis itu sudah berada di antara sasa dan bela yang sepertinya juga baru tiba di tempat parkir.


" tumben loe ngajak pulang jam segini, biasanya kan loe yang paling gak mau kalau di ajak pulang " tanya sasa yang sepertinya gadis itu sudah mendapatkan gaun yang dia mau, terlihat dari beberapa gody bug yang tertenteng di tangannya.


" ngantuk gue... udah yuk ah " ajak Alana asal, yang langsung masuk ke dalam mobil .


sasa dan bela saling menatap, kemudian sasa menaikkan kedua bahunya saat menatap bela yang nampak kebingungan dengan sikap Alana.


setelahnya, mereka juga ikut masuk ke dalam mobil dengan sasa yang mengambil alih menyetir...


jangan lupa like yaa guys 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍***