My Fiance

My Fiance
dua puluh satu



***Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 . Dan alana, sudah tertidur pulas di sofa setelah dari tadi membereskan barang2 nya kemudian membersihkan dirinya.. Benar2 hari yang melelahkan bagi alana,,


Arlan yg baru tiba di apartemen setelah tadi sore izin untuk ke cafe ngumpul bareng geng nya, melihat alana yg sudah tertidur lelap di sofa dengan posisi asal..


Arlan menghampiri alana yang tertidur, sungguh begitu sempurna dengan mata alana yg terpejam.. Begitu tenang dan juga sangat cantik.


"Alana " Panggil arlan pelan..


" Bangun al " Bisiknya lagi.


"Emm" Singkat alana masih memejamkan matanya dan tertidur dengan pulasnya.


"Bangun dulu al, pindah gih " Ujar arlan pelan... Tak ada lagi tanggapan dari alana . Bahkan alana makin membenarkan posisi tidurnya yg tadinya tengkurap kini sudah terlentang itu... Arlan jadi tidak tega untuk membangunkan nya, dia pun kemudian dengan pelan mengangkat tubuh alana begitu hati hati , agar alana tidak terbangun . Merengkuh nya dengan santai. Dan kemudian melangkah menuju ranjang, setelah itu membaringkan tubuh alana di ranjang big size empuk itu, menyelimuti tubuh gadis itu sampai batas leher.


" Nigh " Katanya tersenyum tipis mengelus rambut alana singkat, yg setelah itu arlan menuju ke sofa dan membaringkan tubuh nya di sana...


......................... 🙂


Matahari pagi dengan sengaja masuk lewat jendela apartemen arlan yg lupa arlan tutup semalam, membuat alana yg masih tertidur lelap, harus terpaksa membuka mata karna merasakan panas di wajahnya akibat cahaya hangat itu... Silau yg ia dapatkan saat matanya terbuka, dengan segera, alana menggunakan tangannya itu untuk menutupi wajahnya yg silau..


"Arlan" Teriak alana parau.


" Ada apa sih al " Pemilik nama muncul yg mungkin tadi dari dapur.. Arlan sudah rapi dengan memakai seragam sekolah nya itu.


"Tutupin jendelanya.. Gue silau " Kata alana serak.


"Manja loe " Sembur arlan yg kemudian melangkah ke jendela, menuruti perintah alana menutup korden kamarnya itu.


Alana tersenyum puas , kemudian kembali memejamkan matanya dengan tenang...


" Al... loe kok tidur lagi sih " Celetuk Arlan menarik selimut alana.


"Aduuhh... Apaan sih lan.. Ganggu tau gak " Kesal alana masih memejamkan matanya.


"Udah siang b*go.. Loe gak sekolah " Tegas arlan lagi


"Masih pagi juga... Gue masih ngantuk lan " Jawab alana santai.


" Ini udah pukul 06.30 al, loe bisa telat nanti " Marah arlan makin kesal saat alana masih terus tertidur pulas.


" Gue gak sekolah aja, " Kata alana langsung beringsut dari tidurnya kemudian duduk dengan malas nya.


"Kok gak sekolah sih "


"Gue gak ada mobil, dan gue males kalau harus cari taxi tiap hari " Ujar alana beralasan.


"Gue udah siapin mobil buat loe, plus sama sopir nya juga,, 5 menit lagi dia bakal sampai ke sini, dan bisa antar jemput loe ke sekolah " Jelas arlan yang saat itu sudah berada di depan cermin merapikan rambut yang agak pirang itu..


" Gue izin kali ini gak sekolah yaa lan " Ucap alana menatap ke arah arlan.


"Gak bisa.. Loe harus sekolah...mau loe gue bilang ke daddy sama mama kalau loe tinggal bareng gue... Mau? " Ancam arlan tersenyum smirk...


"Loe tuh yaa... Iyaa deh.. Gue sekolah... " Pasrah alana mengalah.


Dia kemudian beringsut dari tempat tidur dengan jalan yg masih sempoyongan karna begitu ngantuk, alana mengambil handuk dan ingin segera bergegas ke kamar mandi, tapi karna rasa kantuk nya itu, kaki alana kesandung dengan harpet besar di ruangan itu hingga membuat tubuhnya terpental ke depan dan menabrak tubuh arlan,, arlan yang merasa di serang secara tiba tiba tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya hingga membuat dia ikut terjatuh, jelas sudah alana berada di atas tubuhnya sekarang, dan dengan posisi bibir mereka sudah bersentuhan...


Alana semakin membulatkan matanya saat arlan makin menarik tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka..arlan ******* bibir alana dengan lembut, sedang alana yang mendapat ciuman lembut itu ,tidak bisa menolak. Hingga akhirnya mereka sama sama tidak bisa bernafas dan menghentikan ciumannya..


"Loe... " Geram alana dengan wajah yang sudah memerah karna malu.


"Hehe.. Sorry,,, abisnya enak " Kata arlan tertawa kecil,, matanya yg sipit, semakin sipit saat dia tertawa,, terlihat begitu manis dengan bibir merah tipis , yang sudah basah akibat ciuman tadi . Dan sudah alana cicipi, 🤣🤣🤣


" Awas candu yaa " Goda alana yang kemudian beranjak dan buru buru pergi ke kamar mandi.


" Dan mungkin akan selalu candu " Lirih arlan tersenyum. Tipis .


"Sarapannya udah gue siapin al... Gue berangkat dulu... " Teriak arlan saat alana sudah memasuki kamar mandi.


"Ooohh.. Oke. " Alana balas berteriak.


............ ...............


Saat sudah tiba di sekolah, alana masih beruntung, karna tidak telat masuk ke kelas...


Dengan buru buru dia berlari kecil menuju ke kelas nya itu... Dan seperti biasa.. Dia sudah mendapati sasa dan bela yang masing-masing sudah asik dengan kegiatannya.


"Hmmm.. Morning too beib " Balas sasa sumringah kemudian kembali asik dengan ponselnya,sementara bela hanya tersenyum manis setelah itu juga asik membaca novelnya . Alana kemudian duduk di samping bela.. Yaa... Dan sasa, dia duduk di belakang Alana di samping amel..


" Sibuk amat sih kalian.. Padahal masih pagi juga " Celetuk Alana kesal.


"Lagi liat berita para artis korea lah al " Kata sasa yg masih menatap layar HP nya itu.


" Gue mau curhat nih " Kata Alana lagi.


"Curhat aja " Suruh bela masih fokus membaca.


"Dengerin " Ujar Alana yang merasa di acuhkan.


"Iya.. Iya.. Kita dengerin kok " Jawab sasa tak melihat ke arah Alana.


" Mama sama daddy gue marah besar ke gue... " Jelas Alana, tapi kalimatnya langsung terpotong saat mendengar teriakan sasa.


"Oh my god... " Teriak sasa " Ya ampun.. Kalian liat deh.. NCT dream bakal konser di kota ini " Kata sasa sumringah... Alana benar benar kesal dengan tingkah kedua sahabatnya itu... Dia benar2 merasa di acuhkan, dan merasa tidak di anggap.


"Gue pergi " Ketus Alana yang kemudian langsung beranjak dari duduknya, menatap tajam ke sasa dan bela, kemudian bergegas menuju keluar kelas dengan keadaan yang


sangat emosi.


" Ya ampun.. Dia marah lagi " Ujar sasa merasa bersalah


" Loe sih " Gerutu bela panik


"Loe juga yaa " Sembur sasa yang kemudian ikut buru- buru pergi keluar dari kelas menyusul Alana , di ikuti bela di belakangnya.


" Alana tunggu " Teriak sasa berlari kecil mengejar Alana


" Al " Panggil bela juga.


" Apa lagi sih " Sentak Alana menghentikan langkahnya dengan keadaan marah.


"Loe marah yaa " Tanya sasa setelah tiba di samping Alana dengan nafas yg masih ngos-ngosan.


" Loe masih nanya ? " Sengit Alana makin emosi.


"Sorry al... Kita gak ada maksud... " Ujar bela merasa bersalah.


" Ya gue tau.. Kalian gak salah kok,, gue aja yang ganggu kalian tadi pas kalian lagi sibuk dengan urusan kalian, gue aja yg terlalu andelin kalian, berharap gue bisa bagi masalah gue sama kalian, tapi gue salah." Kata Alana memotong kalimat bela dengan wajah yg menatap sengit ke arah keduanya.


" Iyaa.. Gue tau gue salah al.. Sorry " Ujar sasa pelan. Alana tak menghiraukan ucapan sasa, dia kembali melangkahkan kakinya.


"Al.. Loe mau kemana? " Tanya bela mensejajari langkah Alana.


" Gue mau pergi dan itu tanpa kalian... Jangan ikutin gue " Tekan Alana menatap tajam ke arah bela.. Kemudian berlari kecil meninggal kan sasa dan bela yang sudah benar2 merasa bersalah.


"Biarin aja dulu..nanti kita ke rumahnya dan minta maaf ke Alana, dia pasti sekarang pulang. " Kata sasa pelan menatap kepergian Alana.


Sedangkan Alana dia benar2 emosi, kesal, marah, sudah bercampur dalam dirinya..tiba tiba .. BRUKKK.. Alana menabrak seseorang...


Gadis itu mendongak karna tubuh orang itu lebih tinggi darinya..


" Hati hati dong al " Kata arlan dingin.. iyaa.. Alana menabrak tubuh arlan ...


Alana tak memperdulikan ucapan arlan , bahkan dia menatap tunangan nya itu dengan begitu tajam. Setelah itu langsung pergi tanpa aba aba...


" Kenapa lagi dia " Gumam arlan menatap heran kepergian Alana.


...............


Alana berniat untuk pulang, bukan ke rumahnya sendiri, melainkan apartemen arlan... Tapi dia baru sadar, kalau dia gak bawa mobil, dan nanti sepulang sekolah dia yang akan di jemput oleh sopir pribadi arlan..


"Sialll" Gerutunya yg langsung bergegas ke jalan raya untuk mencari taxi..


Alana juga harus terpaksa menyebrang untuk mencari taxi di tempat pemberhentian taxi... Dengan keadaan yg masih marah dia menyebrang di tengah jalan, tanpa memperdulikan apapun..


"Alana awassss " Teriak seseorang yang sontak langsung membawa tubuh Alana ke pinggir jalan... Alana kaget.. Nafasnya naik turun karna terlalu terkejut.. Pasalnya sekarang, dia sudah berada di pinggir jalan dengan posisi yang tersungkur... Bersama seseorang...


😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍***