
***Setelah 45 menit ber siap siap.. Tiga gadis itu pun langsung meluncur ke sebuah cafe, kali ini mobil yg mereka tumpangi adalah mobil sasa, dan bela yang menyetir..
" Abis ke cafe, kita kemana? " Tanya sasa yang sangat ber antusias.
"Hmmm gimana kalau kita club " Usul Alana
" Wahh.. Boleh tuh " Timpal bela berbinar.
..................
Setelah mereka tiba di cafe, mereka langsung memesan makanan.
"Itu arlan kan ya? " Tanya bela menunjuk ke salah satu meja yg di duduki oleh dua orang pria, yg tak lain adalah arlan dengan Andra.
" Iyaa... Bareng Andra juga tuh " Kata sasa ikut tertuju ke dua pria tampan itu.
" Kalian mau makan apa mau bicarain orang " Ucap Alana jengah...
"Iye.. Iye.. Kita makan " Saut sasa terkekeh, kemudian kembali menyantap makanannya.
" Emang abang, sama ortu loe kemana al, tumben tumbenan pada gak ada di rumah " Tanya bela menatap ke arah Alana
" Abang ada acara bareng temen kuliahnya, bocap nyokap juga " Jawab Alana santai sambil menyantap pasta nya.
" Kebahagiaan seorang Alana adalah saat abangnya keluar rumah " Kata sasa terkekeh.
"Gue ke toilet dulu yaa.. " Pamit Alana langsung
" Ngapain? " Tanya bela
"Perut gue mules.. Nih pasta terlalu pedes " Kata Alana yg langsung buru2 pergi menuju ke toilet.
"Perasaan kurang pedes deh " Ujar bela yg memang doyan cabe itu.
"Itu kan kata mulut loe "celetuk sasa
"Emang iyee.. "
beberapa menit berlalu, alana yang sedari pergi ke toilet belum juga kembali.
Tiba tiba semua pelanggan di cafe itu jadi gaduh.
" Kebakaran " Teriak semua orang yang seperti nya ada di dapur.
"Kebakaran? " Tanya bela panik, sasa dan bela sama2 melihat ke arah dapur yg sudah di kelilingi api dan asap.
" Mbak...di mohon segera untuk pergi dari sini, api semakin menjalar " Ujar seorang pelayan menghampiri sasa dan bela dengan wajah yang begitu panik... Seisi cafe itu sudah benar2 kacau balau, apalagi dengan orang2 yang berlari ke luar tanpa mengantri demi menyelamatkan diri...
Sasa dan bela begitu panik, mereka juga ikut berlari ke luar dari cafe mengikuti pelayan tadi...
.......................
Alana yang saat itu sudah selesai dengan hajatnya... Dia langsung ingin bergegas menuju ke luar.. Tapi sial baginya, kunci toilet itu tiba2 tidak bisa dibuka . Dengan susah keras Alana berusaha, tapi tetap saja tidak bisa
" Ini kenapa lagi sih " Gerutu Alana kesal
Dia melihat kertas di dekat closed, dengan tulisan yang sangat jelas ' pintu rusak ' .
" Ooooh... Jadi pintunya rusak " Gumam Alana santai.. " Huft.. Gue harus minta bantuan siapa yaa? Ponsel gue kan ada meja tadi " Pikir Alana yang masih terlihat santai . Tapi, tak lama setelah itu ada asap yg masuk ke dalam toilet itu, melalui sela2 di bagian bawah pintu.
" Asap apaan lagi ini? " Heran Alana kesal
" Orang iseng emang " Geram Alana yg mondar mandir mencari cara agar bisa keluar.
" Gue teriak aja kali yaa " Katanya berbinar
"Woooy... Bukain dong... Gue ke kunci di sini " Teriak Alana mengedor ngedor pintunya. Bukan malah ada jawaban dari seseorang, asap itu semakin banyak masuk ke dalam.
" Aduhh... Bukain dong " Teriak Alana lagi. Dada nya sudah begitu sesak, keringat membasahi tubuh mungilnya itu.
" Tolong... " Ujar Alana yg sudah mulai lemas, tubunya kini sudah tak bisa berdiri, dia duduk bersandar di samping pintu toilet " Sasa, bela , tolong gue " Alana berusaha berteriak, tapi karna begitu sesak, suaranya jadi terputus putus...
Di luar , semua berkerumun , ada yg hanya melihat, ada juga yg membantu menyiram api2 itu dengan air, karna sekarang, api itu sudah menjalar ke mana mana.
" Alana mana? " Tanya bela saat mereka sudah berada di luar cafe.
"Ya ampun.. Dia kan tadi pergi ke toilet " Ujar sasa yang sudah semakin panik.
"What... Kenapa gue gak inget sih " Kaget bela begitu hawatir.
"Nggak.. Nggak... Kita gak bisa diem gitu aja, kita harus nolong Alana Bel " Kata sasa yg langsung ingin masuk ke dalam cafe tapi bela mencegahnya. .
" Kita harus minta bantuan Sa, jangan gegabah " Cegah bela yang sudah berkaca kaca..
" Tapi Alana... "
" Dia pasti baik- baik saja, kita harus cari bantuan " Kata bela panik..
" Sasa, bela " Panggil andra dengan wajah yang tak kalah panik nya. menghampiri sasa dan bela, arlan juga berada di samping Andra dengan nafas ngos ngosan.
" Andra... Dra.. Tolongin kita dra.. Alana masih di dalem, gue mohon.. Tolongin kita " Pinta sasa yang sudah begitu hawatir nya.
" Kok bisa? " Tanya Andra kaget
" Tadi dia ke toilet, dan sampek sekarang gc keluar keluar. " Jelas sasa ber kaca kaca.
" Kalian tenang yaa.. Tunggu di sini, biar gue yang ke dalem " Kata arlan langsung
"Dan loe dra, loe jagain mereka " Perintahnya lagi.
"Tapi loe gimana? " Tanya Andra hawatir
"Gue bisa jaga diri, gue ke dalem dulu " Jawab arlan yang langsung berlari ke dalam cafe, dengan larinya yang pesat, dia menghindar dari api2 yg menjalar...
langkahnya begitu hati2, melewati api2 itu, hingga akhirnya dia tiba di toilet perempuan
" Al... Alana... Loe dimana " Teriak arlan menutupi mulutnya, karna tebalnya asap di sana.
Langkah arlan tertuju pada salah satu toilet yang pintunya tertutup.tanpa pikir panjang,Arlan pun berusaha membuka pintu itu.. Tapi tidak bisa,... Dengan sekuat tenaga , cowok itu mendobrak pintu itu berkali kali, hingga akhirnya terbuka.. Betapa kagetnya arlan saat melihat Alana sudah tergeletak bersandar ke dinding toilet dengan kondisi yg begitu lemah. Dan dengan mata yg terpejam
"Alana, al... Bangun al.. " Ucap arlan panik membawa kepala Alana ke dalam pangkuan nya.
"Al... Gue mohon... Gue mohon.. Buka mata loe.... Sadar Al, loe harus sadar " Kata arlan lagi mengepuk pipi Alana dengan keras. Alana membuka mata nya perlahan.
" Arlan " Lirih Alana sadar saat melihat wajah arlan dengan samar samar.
"Al... Loe gak boleh pingsan yaa... Terus buka mata loe... Kita pasti bisa selamat " Ujar arlan yg kini sudah membawa tubuh Alana ke dalam gendongannya.
Api sudah semakin menjadi di dalam cafe itu, beruntung, arlan dengan mudah bisa menghindari kobaran api yg semakin menjalar itu... Arlan kemudian menemukan jalan pintas, dia membawa Alana ke luar lewat pintu belakang, dan arlan berhasil... Sekarang mereka sudah ada di luar dan selamat dari api2 itu.. Arlan masih membawa Alana ke dalam pangkuan nya.
" Arlan " Lirih Alana pelan, mengeratkan pelukannya pada leher argash.
" Gue di sini Al.. Loe tenang yaa.. Kita selamat, bentar lagi kita ke rumah sakit.. Oke " Kata arlan menenangkan,
"Makasih lan" Lirih alana lagi.
" Ssttt... Udah , jangan banyak bicara dulu, loe lagi lemah tau gak " Tegur arlan lembut. Setelah itu, dia buru2 membawa Alana menuju ke dalam mobilnya untuk membawa Alana ke rumah sakit.
"Gue lagi bawa Alana ke rumah sakit sejahtera sekarang" Jelas arlan menelfon Andra, dan langsung mematikan sambungannya setelah memberitahukan Andra,... Kemudian dengan cepat, mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit .
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍***