My Fiance

My Fiance
dua puluh sembilan



***Matahari pagi.. Kembali menyinari bumi dan semua mahluk yg ada di dalamnya,,, walau baru menyumbulkan sinarnya, sebagian manusia sudah beraktivitas kembali.... Sama halnya dengan alana yang sudah kembali siap dengan seragam sekolah nya ...


"Lan " Panggil alana pelan, pasalnya kali ini mereka sedang sarapan, seperti biasa yang masak selalu arlan.


"Hmmm " Jawab arlan singkat masih fokus mengunyah makanan nya.


" Kita nyewa pembantu aja yuk " Ujar alana memberi saran .


"Kenapa ?? Loe kerepotan yaa? " Tanya arlan menatap alana .


" Bukan gue... Tapi loe... Masak tiap hari loe yang selalu nyiapin makanan gue..loe juga harus bangun pagi, karna harus masak dan nyiapin sarapan nya. Kan kalau ada pembantu loe gak akan kerepotan " Jelas alana .


" Males ah.. Lagian loe lucu juga, ngapain nyewa pembantu, di rumah gue kan banyak pelayan ****, gue suka masak kok, jadi santai aja " Kata arlan datar.


" Serah loe deh... Lagian... Gue cuma pura2 aja sok nawarin..kalau pun ada pembantu, takutnya nanti masakan nya gak seenak punya loe.. " Ucap alana nyengir..


" Yahh.. Gue tau lah... Masakan gue kan emang enak " Sombong arlan menaikkan satu alis nya.


" Ceeeeh... Nyesel gue puji loe " Dengus alana kesal .


"Udah ah.. Gue berangkat... Loe mau bareng gue? " Tawar arlan yang kemudian beranjak dari duduk nya.


" Lan. Sebenernya.. Gue males sekolah. Gak papa kan kalau hari ini gue bolos? " Ujar alana cengengesan.


" Enak aja loe... Gak boleh.. Pokoknya loe harus sekolah al.. Jangan nguras emosi gue pagi pagi hanya karna untuk berdebat sama loe yaa " Celetuk arlan memperingati .


" Tapi lan... " Elak alana memasang wajah memelas..


" Gak bisa alana sayang " Ucap arlan lembut yg kemudian menarik tangan alana dengan segera agar mengikutinya.


" Sopir gue udah nunggu loe di bawah " Titah nya lagi. Tangannya masih menarik tangan alana menuju ke luar apartemen, dan seperti biasa, alana tidak pernah memberontak, jika arlan yg sudah memaksanya, dan gadis itu juga tidak tau kenapa dia begitu nurut dengan tunangan kulkas nya itu.


" Lan tunggu " Cegah alana memberhentikan langkah nya,,arlan ikut berhenti dan menoleh ke arah alana .


" Ada apa? " Tanya nya dingin.


" Loe kenapa? Tangan loe kok anget..? Muka loe juga pucet? Sakit yaa? " Tanya alana yg setelah itu menyentuh kening arlan.


" Gc papa " Singkat arlan menjawab.


" Nggak.. Nggak... Loe sakit kan? Gak usah sekolah aja deh... Istirahat aja" Suruh alana agak hawatir.


" Gue gak papa al... Cuma pusing dikit kok. Bentar lagi juga sembuh " Elak arlan tersenyum tipis.


" Udah lah lan... Cuma hari ini doang kok, loe gak usah sekolah aja yaa... Gue izinin nanti sama guru loe.." Suruh alana lagi.


" Gak papa al... Udah biasa kok " Ujar arlan lagi.


" Biasa gimana sih? Loe ah... Bikin gue hawatir tau gak " Celetuk alana mulai kesal .


" Cieee... Hawatir yaa " Goda arlan tertawa sambil mencubit pelan pipi alana .


" Lan.... Gue serius " Kesal alana .


" Udah ah... Ayok berangkat nanti telat lagi " Kata arlan yg kembali menarik tangan alana menuju ke mobil.


............. __...........


Setibanya alana di sekolah, dia langsung di sambut oleh kedua sahabatnya.


"Pagi cantik " Sapa sasa dengan ke lebaiannya. Mensejajari langkah alana begitupun dengan bela, dia memilih membaca novelnya walau sambil berjalan menuju ke kelas .


"Morning too " Balas alana dengan senyum manisnya.


"Tau gak al...hari ini ada murid baru pindahan dari London ke sekolah ini al. Lebih serunya lagi... Murid barunya cowok " Jelas sasa antusias.


" Terus? " Tanya alana tak bergairah.


"Loe gak peka yaa..ini kesempatan buat loe atau pun bela,, dia cakep kok sumpah" Ujar sasa lagi.


"Emang loe udah tau? " Sembur bela datar.


"Yaa tau lah.. Apa sih yg nggak sasa gak tau kalau masalah cogan " Katanya cengengesan.


"Buat loe aja lah " Celetuk alana jengah .


"Gue kan udah punya Andra al " Jawab sasa pelan.


"Kan loe yg antusias... Gue mah ogah..." Dengus alana merangkul bela..


Kemudian meninggalkan sasa dengan tawa renyahnya.


"Woyy... Tungguin gue " Teriak sasa mengejar kedua Sahabat nya itu.


Saat ketiga gadis itu masih asik bersanda gurau ketika menuju ke kelas,


tiba tiba ada yg menabrak bela. Hingga membuat bela hampir terjatuh, tapi beruntung, sasa menahan tubuh bela.


"Kalau jalan liat liat anyingg " Sembur sasa marah.


"Udah tau ada ANGEL WINS " Ketus alana arogan...


Ternyata yg mereka tabrak adalah seorang cowok tampan dengan wajah innocaint nya..tapi..cowok mana sih yg bisa ngalahin ketampanan seorang arlan.


"Sorry... Sorry... Gue gak sengaja " Ujar cowok itu cengir, tanpa memasang raut rasa bersalah .


" Loe kok malah nyengir sih... Udah salah juga " Celetuk bela emosi .


" Al, itu cowok baru yg gue ceritain tadi " Bisik sasa sumringah.


" Oohh jadi loe cowok barunya.. Cakep sih... Tapi loe udah nabrak sahabat gue.. Minta maaf gih " Suruh alana elegan.


" Gue minta maaf yaa.. Sumpah... Gue bener bener gak sengaja, tadi gue gak hati hati jalannya " Kata cowok itu cengengesan.


"Dasar loe emang yaa... Masak ada.. Cowok minta maaf nyengir kaya loe gitu.. Aneh " Celoteh alana yg agak kesal .


"Udah dari sononya mungkin... Hehe.. Tapi gue tulus kok " Jawab cowok itu membela diri.


" Lain kali hati hati boy.. " Kata bela dingin .


" Oke... Oh iyaa... Saran gue ya.. Alana sayang... Rubah dikit lah sikap arogan loe " Saran cowok itu menatap manis ke arah alana.


"Idiihhh... Sok kenal loe... Abang juga bukan " Ketus alana yg kemudian berlalu meninggal kan cowok itu, diikuti oleh sasa dan bela di belakang nya.


" Nana kan " Teriak cowok itu kemudian, dan itu berhasil membuat alana memberhentikan langkah nya, menoleh kaget ke cowok itu...


"Nana manja " Lanjut cowok itu lagi dengan senyum manisnya.. Alana langsung tersenyum dan detik itu juga dia langsung berlari menghampiri cowok itu dan berhambur memeluk cowok itu,,, cowo itu membalas pelukan alana dengab hangat... Sementara, semua yg menyaksikan menatap heran ke arah alana dan cowok itu, tak terkecuali bela dan sasa yg masih berdiri mematung dengan kebingungan yg luar biasa.


" Uuhhh... Tantan gue " Manja alana mengeratkan pelukannya pada cowok yg namanya adalah nathan.


" Gue kangen sama gadis kucing gue ini tau gak " Bisik nathan yg juga mengeratkan pelukannya.


"Sama... Gue juga kangen loe **** " Balas alana manja.


"Loe masih punya hutang penjelasan sama gue " Ujar nathan melepas pelukannya, menatap alana tajam .


"Apa? " Tanya alana bingung .


" Kenapa pas gue udah tiba di luar negri,, loe malah blok semua kontak gue, loe malah ganti nomor. Loe juga nge blokir semua akun sosial media yang berhubungan dengan gue..Dan gak pernah ngabarin gue lagi setelah itu... Bahkan sampek sekarang aja loe lupa sama gue " Kata nathan mengintimidasi.


"Ya abis nya.. Siapa suruh ninggalin gue... Loe sendiri kan tau.. Gue paling gak bisa ngapa ngapain tanpa adanya loe, loe malah seenaknya aja ninggalin gue " Rujuk alana cemberut.


" Hmmm... Iya.. Sorry... Emang gue juga mau ninggalin loe yg manja ini?? ... Nggak lah... Loe kan tau sendiri.. Bocap sama nyokap di pindah tugaskan " Ucap nathan lembut memegangi kedua pipi alana.


"Tapi kali ini... Loe gak bakal pergi lagi kan? " Tanya alana pelan, menatap penuh harap pada nathan.


"Nggak lah... I'm stay in here, in beside you, always " Jawab nathan tersenyum manis.. Kemudian memeluk alana kembali..


Di depan pintu ruang OSIS, ada sepasang mata yg menatap marah ke arah alana dan nathan yg masih berpelukan , siapa lagi kalau bukan arlan, tangannya sedari tadi sudah mengepal, rahangnya mengeras karna begitu emosi melihat alana yg memeluk cowok lain...


" Nyari masalah tuh anak " Geram arlan menatap alana emosi .


Sedangkan alana, dia masih terus asik memeluk tubuh nathan.


"Udah yaa.. Nanti setelah istirahat, gue temuin loe... Sekarang loe masuk kelas, udah bel juga kan " Titah nathan melepas pelukannya .


"Tapi gue masih kangen... Bolos aja yuk "


Ajak alana berbinar.


"Enak aja... Gue baru pertama kali masuk ****, " Sembur nathan mengacak rambut alana .


"Hehe.. Iya juga yaa... Ya udah deh.. Gue ke kelas dulu.. Bye tantan " Pamit alana yg sebelum pergi, alana mencium pipi nathan sekilas... Kemudian berlalu... Dan nathan sudah terbiasa dengan itu..


....... ..... ... ....


Saat bel istirahat pun, alana memilih memisah dengan kedua sahabatnya, dia duduk berdua di pojokan kantin bersama dengan nathan, dan di selingi dengan canda tawa.


Sedangkan sasa dan bela mengerti, seperti biasa, mereka bergabung dengan EXO.


"Alana mana? " Tanya Rafa saat itu.


" Dia makan bareng sahabat kecilnya " Jelas bela datar .


"Sahabat kok kaya pacar gitu " Gumam arlan dingin, matanya tertuju pada alana dan nathan yg sedang bersenda gurau.


"Gue juga gak tau... Tapi kata alana namanya nathan, dan cowok itu adalah sahabatnya " Jelas sasa menjawab ucapan arlan.


"Tapi cowok itu, cocok banget jadi pacar alana, serasi mereka " Sambung Adit ikut tertuju pada alana dan nathan.


"Iyaa... Keliatan banget juga, alana sayang sama tuh cowok " Ujar Andra yg di jawab anggukan oleh sasa dan Rafa.


Arlan yg sudah begitu emosi langsung beranjak dari duduknya, ingin melangkah pergi sebelum citra mencegahnya .


"Lan.. Mau kemana? " Tanya citra memegang tangan arlan.


"Ke kelas... Udah kenyang " Ketus arlan menepis dengan keras genggaman citra, setelah itu berlalu pergi begitu saja.


"Kenapa dia? " Tanya bela heran.


"Udah biasa gitu tuh anak " Jawab Rafa tertawa, di ikuti Adit dan Andra..


Sedangkan citra hanya mendengus kesal...


😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇***