
***😁😁😁
Pukul 06.45....
Seperti biasa, pada jam ini, arlan sudah siap dengan seragam nya, dan tinggal hanya menunggu alana yg paling ribet dalam hal merias diri..
Pasalnya, kali ini arlan hanya duduk di sofa menghadap ke arah TV, karna harus menunggu alana yg sedang siap2 di kamar...
" Sayang " Sapa suara lembut tiba tiba Siapa lagi kalau bukan alana, dia melangkah berjalan ke arah arlan.
" Udah siap? " Tanya arlan langsung.
" Kamu gimana sih, dasi nya lupa kamu pakai " Kata alana yg sudah menenteng dasi arlan di tangannya.
" Ohh yaa aku lupa " Ujar arlan menepuk jidad nya sendiri..
" Sini aku pakein " Ucap alana yg tanpa menunggu izin dari arlan dia langsung menduduki paha arlan ( berada di pangkuan arlan) , dengan telaten, alana memakaikan dasi tersebut ke kerah baju tunangannya itu..
" Selesai " Katanya tersenyum manis, setelah itu tangannya ia kalung kan ke leher arlan.
" Sayang.. Udah yuk ahh " Ajak arlan langsung.. Tapi alana tak bergeming, dia malah makin mengeratkan kalungannya ke leher arlan.
" Aku mohon, sebentar saja, setelah ini, kamu kan bakal langsung berangkat ke Bandung " Gumam alana nanar, ia langsung menenggelamkan wajahnya ke dada arlan, karna alana takut arlan akan tau jika dia hampir menangis...
" Kamu kaya gak rela gitu kalau aku pergi, padahal cuma dua hari " Ucap arlan terkekeh, dia mengeratkan pelukannya ke pinggang alana..
" Biarin. " Ketus alana yg masih begitu erat memeluk leher arlan.
" Udah yuk ah, kita berangkat, pkl 07.30 , aku harus langsung berangkat ke Bandung sayang " Ajak arlan lagi..
Alana menurut lesuh, dia langsung beranjak dari pangkuan arlan, dan begitu pun arlan, mereka langsung melangkah menuju ke luar untuk segera berangkat ke sekolah.
😁😁😁😁
Setibanya di sekolah, alana terus saja bergelayut di lengan tunangan nya itu.. Dan tidak pernah mau melepas genggaman nya..
" Sayang.. Aku harus ke ruang OSIS dulu, barang2 aku kan ada di sana, terus aku harus mastiin yg lain udah tiba apa belum," Jelas arlan kemudian.
" Ya udah aku ikut " Rengek alana makin mengeratkan kalungan tangannya di lengan arlan.
" Tapi sayang, kamu kan harus masuk " Kilah arlan.
"Iihhh kata siapa, hari ini kan gak ada pelajaran " Kata alana lagi.
"Hmmm.. Ya udah iyaa.. Ayuk " Ajak arlan mengalah.. Alana tersenyum sumringah, dan mengikuti kemana arlan melangkah...
__________
15 menit alana menunggu arlan di luar ruangan OSIS, dan setelah itu arlan keluar dengan ke tiga sahabatnya.
" Pagi alana sayang " Sapa Rafa dengan senyum manisnya..
" Pagi Rafa. Loe cakep banget hari ini " Puji alana dengan senyum menggoda,
argash mendengus kesal dengan tingkah tunangan nya itu,. Sedangkan Rafa malah tertawa pelan melihat ekspresi arlan yg seperti ingin memakannya itu.
" Pagi Adit, pagi Andra calon ipar " Sapa alana kemudian beralih menatap Andra juga Adit.
" Pagi bidadari sekolah " Balas Adit tersenyum hangat.
" Sasa mana? " Tanya Andra kemudian.
" Gak tau, dari tadi kan gue sama arlan " Jawab alana santai.
" Gue mau anter alana dulu, kalian tunggu gue di mobil " Titah arlan langsung, dengan wajah yg seperti biasa, datar.
" Oke.. Setelah itu langsung ke mobil, 20 menit lagi kita harus berangkat " Jawab rafa juga memperingati.
" Iya.. Iya.. Cuma ke kelas dia doang kok, setelah itu gue langsung ke mobil " Ujar arlan jengah.
" Oke "
" Ayo sayang " Ajak arlan langsung menggenggam tangan feeza, dan berlalu pergi menuju ke kelas..
________
Di perjalanan menuju ke kelas, feeza tiba2 memberhentikan langkahnya.. Hingga dengan terpaksa arlan juga ikut berhenti.
"Ada apa? " Tanya arlan mengerutkan keningnya.
" Hmmm. Sayang, aku pengen sosis bakar " Jawab alana dengan raut wajah sok menggemaskan.
" Ya udah kita ke kantin dulu sekarang " Ajak arlan menuruti..
" Oke " Gembira alana, yg mengikuti langkah arlan menuju ke kantin..
_________
"Mang sosis bakarnya satu bungkus yaa" Pesan arlan pada si penjual di kantin.
" Oke mas " Jawab penjual itu tersenyum manis, setelah itu menyiapkan sosis yg di pesan arlan.
" Ini mas " Kata penjual itu setelah beberapa detik menyiapkan sosis itu dan menyerahkan pada arlan, tapi alana yg langsung mengambil bungkusan sosis itu di tangan si mamang.
" Makasih mang " Kata alana tersenyum.
Mamang itu mengangguk.
"Berapa mang? " Tanya arlan kemudian.
" Sepuluh ribu mas, tapi kalau buat mba alana tujuh ribu aja " Kata mamang itu, yg memang dari dulu langganan alana.
" Wahhh.. Mamang gak usah repot2 , tapi kalau maksa gak papa, makasih yaa mang " Cerocos alana sambil mengunyah sosisnya.
" Sama sama mba"
" Ya udah ini mang " Ujar arlan menyerahkan selembar uang berwarna ungu itu . " Kembalian nya buat mamang saja, bukan dari alana, tapi dari saya " Lanjut arlan lagi, yg setelah itu, kembali menarik alana untuk mengantarnya ke kelas, karna memang jarak antara kelas alana dengan kantin begitu jauh.
_______
Di Koridor sekolah pun, mereka saling diam, karna alana sibuk dengan mengunyah sosisnya..
" Sayang. Temenin aku dulu yuk " Ajak alana langsung.
" Kemana? " Tanya arlan singkat.
" Hmm, aku mau ke perpus, ada novel yg pengen aku baca , sekarang " Jelas alana
" Sepuluh menit lagi, aku harus berangkat, sedangkan kalau ke perpus kita harus ke lantai tiga, dan aku bakal terlambat, bareng sama sasa aja yaa " Suruh arlan lembut.
" Aku maunya sama kamu.. Lagian kalau sama sasa juga bela, kadang anak2 di sana pada ngusir kita karna mereka pikir kita akan buat onar " Ucap alana beralasan.
" Ya udah, gak usah minjem dulu, nanti aku beliin di bandung " Kata arlan langsung.
" Tapi aku maunya baca sekarang " Kekeh alana manja.
"Tapi aku bisa telat al, nanti aku nyuruh temen yg lain yaa, buat ambilin novel nya" Bujuk arlan lagi.
"Aww.. Aww.. Stt " Ringis alana tiba tiba, dia terus memegangi perutnya, bukan alana namanya jika tidak bisa mencegah arlan pergi, apapun akan dia lakukan.
" Al " Panggil arlan yg tak nampak hawatir itu .
"Sayang perut aku sakit " Ringis alana lagi.
" Alana.. Alana dengerin aku " Kata arlan dingin memegang kedua pundak alana agar alana menatapnya.
Alana mendongak, tatapan mereka beradu.
" Aku tau kamu gak sakit, aku tau yg ada di pikiran kamu sekarang,, tapi masak iyaa sih kamu gak bisa ngerti aku, aku pergi kan bukan untuk main main, tapi tugas, tugas al.. Sebagai ketua OSIS, aku harus profesional al, setidaknya kali ini aja kamu ngertiin aku " Kata arlan serak masih memegangi pundak Alana.
Alana hanya menunduk dia sudah menangis.
Mereka sama sama diam..
Tapi detik berikutnya, arlan langsung membawa Alana kedalam dekapannya.
" Hanya dua hari al " Bisik arlan mengeratkan pelukannya, begitu pun Alana, dia sudah sesenggukan , dan tangannya terus meremas seragam yg arlan kenakan .
Butuh waktu 5 menit mereka berpelukan ....
" Aku harus pergi " Kata arlan tiba.tiba , dia melepas pelukannya.
Alana menghapus air matanya dengan segera. " Baiklah.. Hati hati, jaga kesehatan biar gak gampang demam " Kata Alana dengan tersenyum manis, tapi arlan tau itu senyum palsu, sebab bersamaan dengan senyum itu, air mata Alana juga ikut menetes.
"Pergilah " Kata Alana lagi, dan setelah itu ia membalikkan badannya melangkah perlahan dan dengan berlari kecil ia meninggalkan arlan di tempat itu .
Tangan Alana masih tidak berhenti mengusap air matanya sendiri..
Arlan menatap kepergian Alana, yg secara perlahan punggung gadis itu menghilang jauh dari pandangan mata picing pria itu..
Air mata yg sudah arlan tahan, menetes dengan sendirinya, ia mengusap wajahnya dengan kasar karna begitu frustasi..
Dan dengan sangat terpaksa ia melangkah menuju ke parkiran untuk segera berangkat***.