My Fiance

My Fiance
tukang pijet



" ***Kita gak usah dulu ke rumah sakit sekarang yaa " Titah arlan, saat itu mereka sudah berada di apartemen arlan, karna Alana yg memintanya untuk pergi ke apartemen, dan arlan hanya menurut, Alana pun sudah mengabari kakak juga papanya bahwa dia akan menginap di apartemen arlan dan aldi mengizinkan.


" Tapi gimana kalau nanti mama sadar , dan aku gak ada? " Tanya Alana menatap ke arlan , posisi Alana saat ini sedang bersandar ke kepala ranjang denga bantal yg sudah di tinggikan oleh arla. dan arlan duduk di tepi ranjang menghadap ke arahnya .


" Aku udah bilang kok ke abang aldi, untuk selalu kabarin kita soal keadaan mama " Jawab arlan lembut.


" Baiklah. Badanku juga masih pegel pegel semua gara2 tadi " Celetuk Alana yg memang terasa begitu lelah itu.


" Mungkin lima belas menit lagi tukang pijat nya dateng, kamu istirahat aja dulu.. Oke " Perintah arlan tersenyum manis.


" Tapi di temenin yaa " Rengek Alana manja.


" Pasti " Jawab arlan yg langsung membantu Alana berbaring, menaruh bantal di posisi semula..


" Tidurlah dulu " Ucapnya lembut.


" Aku mau mandi dulu.. Oke " Lanjutnya lagi yg langsung beranjak dari duduknya.


" Jangan lama lama " Suruh Alana dan di jawab anggukan oleh arlan, cowok itu pun berlalu menuju ke kamar mandi, dan Alana memutuskan untuk memejamkan matanya, mengistirahatkan tubuhnya yg benar2 terasa begitu nyeri .


________


" Sayang.. " Bisik seseorang di telinga Alana, Alana yg memang terasa begitu lelah memilih mengabaikan panggilan itu dan masih setia melelapkan matanya karna begitu mengantuk.


"Sayang, bangun dulu yuk, tukang pijit nya udah datang loh " Bisik arlan lagi dengan lembut.


" Hmm " Singkat Alana begitu malas.


" Bangun dulu sayang.. Katanya mau di pijet " Paksa arlan lagi.


Alana menyerah, dia se berusaha mungkin membuka mata nya dan mengerjap kan nya ber kali kali untuk kembali ke alam sadarnya.


" Katanya masih lima belas menit datengnya " Keluh Alana yang begitu enggan untuk membuka mata nya.


" Ini udah lebih 20 menit sayang, kamu tidurnya nyenyak banget " Gumam arlan menyelipkan rambut Alana yg menutupi wajahnya ke belakang telinganya.


" Tapi aku masih ngantuk sayang " Rengek Alana dengan suara yg masih parau.


" Aku kan udah bilang, tukang pijet nya udah dateng sayang, setelah ini kan kamu gak akan pegel2 lagi kalau udah di pijet " Tutur arlan lembut.


" Ya udah iyaa.. Tukang pijet nya mana? " Tanya Alana kemudian. .


"Itu... " Tunjuk arlan pada wanita paruh baya itu, Alana kemudian menoleh ke arah ibu itu yg sudah tersenyum ramah ke arahnya, Alana membalas senyuman wanita itu dengan manis.


_._._._._._._._._.


Setelah 34 menit berlalu, tukang pijet itu pamit pulang, setelah memijat Alana, yg sebelumnya terus saja meringis, menjerit karna pijetan itu, dan si ibu itu benar2 kewalahan karna tingkah Alana yg juga terus menangis, karna merasa kesakitan atas pijetan ibu itu,


lengan arlan juga sampai luka akibat bekas cakaran dari Alana . Alana terus saja terbanting banting karna tidak kuat menahan tekanan ibu itu pada bagian kaki juga pinggangnya.


" Masih sakit yaa? " Tanya arlan lembut setelah mengantar tukang pijat sampai pintu, sekarang, dia sudah berada di kamar, duduk di samping Alana yg masih meringis kesakitan.


" Eem " Jawab alana mengangguk pelan, badannya serasa begitu remuk..


" Tidur lagi aja gih, biar nanti makin enakan " Titah arlan lagi.


" Di temenin kan? " Tanya alana. Dan di jawab anggukan oleh cowok itu.


Saat alana hendak memejamkan matanya, jelas gadis itu berada di dalam dekapan tunangannya...


Tiba tiba saja, ponsel arlan berdering tanda panggilan masuk, dengan segera, arlan mengambil ponselnya dan memencet tombol hijau saat tau siapa yang menelpon.


" Iyaa bang " Jawab arlan.


" ........ "


" Oke... Kita segera ke sana " Jawab arlan lagi.


"...... "


" Baiklah " Ujar arlan yang langsung memutuskan panggilannya.


" Sayang " Panggil arlan pelan.


" Ada apa lagi? " Racau alana yang memang benar benar kelelahan, gadis itu mengantuk, dan dia butuh istirahat.


" Kita ke rumah sakit yuk " Ajak arlan lembut.


" Bang aldi bilang , mama udah sadar " Jawab arlan.


Sontak alana langsung bangun dari tidurnya itu, dan mengubahnya menjadi posisi duduk.


" Ya udah ayok ke Sana sekarang " Ajak alana langsung.


" Emang kamu gak capek? "


" Gak. Penting, aku mau ke mama sekarang, aku mohon "


" Baiklah ayo "


🙂🙂🙂🙂


Setibanya alana di rumah sakit, gadis itu dengan tergesa-gesa menuju ruangan dimana Linda di rawat, arlan sampai khawatir dengan alana yang tidak memperdulikan sekitarnya, dia bisa saja jatuh karna terus berlari dan tak hati hati.


" Mama " Ujar alana setelah tiba di ruangan Linda, dan langsung memeluk tubuh Linda yang masih terbaring.


" Sayang " Sapa Linda dengan suara yang masih lemah.


" Maafin alana ma, alana tau alana salah, gara gara alana mama jadi celaka, alana minta maaf maa.. Maaf " Sesal alana yang makin mengeratkan pelukannya pada Linda. Gadis itu sudah menangis.


Sementara, Leonard, aldi, dan arlan, hanya berdiri mematung, membiarkan ibu dan anak itu berbicara.


" Alana gak salah kok, semua memang seharusnya terjadi " Ucap Linda lembut, tangannya dengan hangat mengelus rambut alana.


" Alana tau alana egois.. Alana minta maaf " Lirih alana lagi melepas pelukannya, dia menatap sendu wajah Linda yang masih agak pucat.


" Nggak apa apa sayang, sudahlah.. Jangan menangis, masak iyaa sih, gadis mama yang nakal ini nangis " Goda Linda terkekeh pelan.


" Mama maafin alana kan? " Tanya alana lirih, gadis itu menunduk. Takut takut, Linda tidak akan memaafkannya.


" Mama maafin alana kok " Jawab Linda tersenyum lembut.


" Terima kasih mah.. Alana sayang mama " Sembur alana kembali memeluk tubuh Linda dengan erat.


" Mama lebih sayang sama alana "


" Muka loe kenapa dek ? " Tanya aldi kemudian, cowok itu memang selalu peka dengan keadaan adiknya itu.


Alana melepas pelukannya, kemudian menatap arlan sekilas.


" Heemmm... Tadi pas di kelas, waktu bersihin kelas, alana terjatuh dari bangku, jadinya pipi ke gores dikit " Jawab alana berbohong.


" Lain kali hati hati al, kalau masalah naik bangku kan bukan tugas kamu " Ujar Leonard memperingati.


Dan alana hanya mengangguk mengiyakan.


" Parah banget pasti yaa dek, sampek bengkak gitu pipi loe " Komen aldi lagi.


Dan alana hanya tersenyum tipis...


Sedang arlan, dia ingin sekali mengatakan semuanya pada aldi, cowok itu begitu geram dengan kelakuan citra, dan dia belum puas jika tidak memberi citra pelajaran.


Dia akan melakukan sesuatu.


" Mama sudah makan? " Tanya alana mengalihkan pembicaraan.


" Sudah sayang " Jawab Linda lembut.


" Daddy minta maaf yaa al " Ujar suara berat tiba tiba,.. Semua menoleh ke arah suara.


" Daddy minta maaf sama alana? " Tanya alana tak percaya... Bukan hanya alana, tapi semua yang ada di sana,,


Karna memang pada dasarnya, Leonard merupakan sosok pria yang begitu tegas, dia keras...


Seburuk apapun dia melakukan sesuatu, tak pernah terlintas di benaknya untuk minta maaf, kadang kala, pria itu hanya bertanggung jawab atas kesalahan nya tapi tidak untuk kata maaf, dan semua tau itu.


" Daddy terlalu keras sama kamu, kesalahan terbesar daddy adalah dengan mengusir kamu dari rumah waktu itu, dan daddy hanya bersikap acuh tak acuh dengan keadaan kamu di luar sana " Kata Leonard pelan, dia menatap alana dengan tatapan nanar.


" Daddy gak salah kok, emang pada dasarnya aja alana yang gak bisa buat daddy bangga " Ujar alana beranjak dari duduknya, kemudian melangkah ke arah Leonard, mendekati pria itu, dan memeluknya dengan erat..


" Maafin alana yang gak bisa jadi anak baik buat daddy " Gumam alana masih dengan memeluk Leonard dengan erat.


" Tak apa, " Singkat Leonard membalas pelukan alana dengan hangat***.