
***Matahari pagi sudah menyembul indah di ufuknya untuk menghangatkan seluruh makhluk hidup di bumi..
Alana yg bener2 mager, itu memutuskan untuk tetap melanjutkan tidur nyenyak nya di kamar yg ber dominan Paris itu.
Dia begitu malas untuk bersiap ke sekolah karna kepergian arlan kemaren, apalagi dirinya sampai sekarang masih bersikap dingin juga ketus kepada seluruh keluarganya itu, untuk makan saja, gadis itu hanya menyuruh pelayannya untuk mengantarkan makanan nya ke kamarnya,
saat Linda serta aldi mengetok pintu kamarnya meminta izin untuk bicara, alana selalu beralasan capek dan mengantuk, sehingga Linda juga aldi tidak bisa membantah.
Ponsel yg alana taruh di nakas tiba tiba saja berbunyi tanda panggilan masuk,, awalnya alana membiarkannya, tapi si pemanggil sepertinya tak menyerah untuk menghubungi alana, sehingga dengan terpaksa alana mengambil ponselnya dengan posisi masih tertidur dan mata yg masih terlelap.
" Hallo, " Sapa alana parau.
" Al, gue jemput loe sekarang yaa, kita berangkat bareng, kan udah lama kita gak berangkat bareng " Seru suara di sebrang dengan nyaring nya, siapa lagi kalau bukan sasa
" Gue gak sekolah " Jawab alana malas.
" What.. Kok gitu sih ? Kenapa? Loe sakit? " Cerocos sasa yg terlihat hawatir.
" Gue males sekolah b*go, udah ah, gue ngantuk, mau lanjut tidur " Ketus alana lagi.
" Ya udah deh. Gak papa, huft.. Berarti gue cuma berdua dong sama bela " Lesuh sasa di sebrang.
" Derita loe.. " Sembur alana yg langsung mematikan sambungan telfon nya secara sepihak.. Dan kemudian kembali tertidur dengan posisi asal.
Tiba tiba saja, ponselnya kembali berdering, dan dengan begitu kesal juga malasnya alana kembali mengangkat telpon nya.
"Gue bilang gue gak mau sekolah b*go, maksa amat sih loe, udah ah gue mau lanjut tidur lagi " Sembur alana marah, karna ia pikir itu adalah sasa.
"Kenapa gak sekolah? " Tanya suara dingin di sebrang.
Alana langsung membelalakkan matanya karna hafal dengan suara itu.
"Arlan " Gumam alana menepuk jidad nya sendiri .
"Sayang.. Kenapa gak sekolah? " Tanya arlan lagi.
"Hmmmm.. Aku males yg mau sekolah, gak papa kan? " Ucap alana terkekeh.
" Ngga.. Nggak, kamu harus sekolah sayang, kok gitu sih, udah mulai lagi " Kata arlan datar.
" Tapi aku males sayang gak ada kamu soalnya " Rengek alana kemudian.
"Ya udah terserah kamu.. Tapi mungkin aku bisa nambah 3 hari di sini, kalau kamu gak sekolah sekarang " Ancam arlan dingin.
"Ya udah iyaa.. Aku sekolah sekarang " Kata alana mengalah.
"Bagus.. Kalau gitu, aku tutup dulu, harus mastiin yg lain udah siap apa nggak" Ujar arlan kemudian.
" Oke " Singkat alana yg langsung mematikan sambungan teleponnya, setelah itu beringsut dari kamar tidur hendak ingin mandi.
_._._._._.. _____
"Berangkat bareng abang yuk " Ajak aldi saat alana sudah di teras karna menunggu sopir pribadinya.
"Gue udah sama pak adi" Jawab alana dingin.
" Lala masih marah yaa? " Tanya aldi menatap alana yg berdiri di sampingnya, sedang yg di tatap malah acuh tak acuh.
" Ngapain marah, orang emang gak suka naik motor, panas, bisa item lagi " Ketus alana memutar bola matanya malas.
" Ya udah abang duluan yaa " Pamit aldi kemudian.
" Oke " Singkat alana cuek.. Aldi menghembuskan nafasnya dengan kasar, karna sikap adeknya itu, setelah itu dia memutuskan untuk segera berangkat menuju kampus..
๐คจ๐คจ๐คจ๐คจ
"Morning darling " Sapa alana dengan wajah cerianya.
"Alana? Utututu... Gue pikir loe beneran gak sekolah " Sambut sasa antusias yg langsung memeluk tubuh sahabat nya itu, sedangkan bela, seperti biasa dia hanya menggeleng pelan dengan kekekehan Melihat tingkah laku kedua sahabatnya yg begitu lebay.
" Yaa sekolah lah, masak iya seorang alana nggak sekolah " Kata alana melangkah dengan anggunnya setelah itu duduk di samping bela, dan sasa beralih duduk di atas meja mereka.
" Oh ya bel, gue pinjem novel love story loe dong " Lanjut alana berbicara pada bela.
"Tumben loe mau baca " Kaget bela datar.
" Yaa pengen aja.. Keliatannya ceritanya seru deh " Jawab alana pelan.
" Ya udah iya.. Besok gue bawa.. Oke " Kata bela mengangkat tangannya tanda oke.
" Oke.. "
"Eh guys, gimana kalau hari ini kita bolos aja, kita ke Moll " Ucap sasa yg begitu antusias.
" Boleh tuh, udah lama juga kita gak bolos," Sambung bela yg sekarang terlihat berbinar.
" Kayaknya gue gak bisa deh " Kata alana tiba tiba dengan tampang seriusnya.
"Yahhh.. Kok loe gitu sih al, gak asik deh " Celetuk sasa cemberut.
" Iyaa loe al " Timpal bela dingin.
" Yaa gimana lagi, gue males yg mau bolos sekarang, gue kan juga udah lama gak nge bully adek kelas yg pada kecentilan itu " Celetuk alana pelan.
"Maksud loe? " Tanya sasa tak mengerti.
" Lola amat sih loe " Sembur alana jengah "Jadi gini, dari pada gue bolos, mending kan gue bisa gangguin adek kelas, mumpung gak ada arlan juga, masalah belanja kan bisa selepas pulang sekolah nantinya. " Jelas alana menaik turunkan alisnya dengan senyum smirk nya.
"Wahh iyaa juga yaa, gue juga kangen yg mau nge bully mereka2 yg pada ganjenin Andra mulu " Cerocos sasa sumringah.
"Ya udah iya, gue ikut kalian aja " Sambung bela jengah.
"Oke.. Nanti setelah istirahat , kita bully mereka, tapi target pertama gue adalah amel, masa iya tiap hari tuh cewek godain tunangan gue mulu, padahal kan pasti juga dia tau kalau arlan milik gue " Celoteh alana dengan bibir monyong nya.
" Oke.. Kita ikut loe aja " Jawab sasa langsung, dan setelah itu dia kembali ke tempat duduknya yaitu di belakang tempat alana juga bela, karna guru fisika sudah memasuki kelas yg awalnya begitu riuh itu.
๐๐๐
Bel istirahat berdering. Semua keluar dari kandang masing2... Alana dengan kedua sahabatnya langsung menuju ke lantai satu, yaitu dimana kelas amel berada. .
Saat hendak memasuki kelas amel, ANGEL WINS sudah di sambut manis oleh beberapa cowok yg ada di kelas itu.
" Ehh, ada bidadari sekolah ni, tumben masuk ke kelas kami " Sapa seorang cowok tampan menghadang jalan Alana juga sasa dan bela,
" Sengaja... Mau ketemu loe " Goda Alana tersenyum manis.
"Seriusly,??? Ya udah ke kantin aja yuk, gue traktir " Kata cowok itu berbinar.
"Boleh tuh, tapi gue mau ke amel dulu , boleh? " Izin Alana manja .
" Amel gak sekolah hari ini " Jawab cowok itu santai..
" Seriusly?? " Tanya Alana tak percaya.
" Iyaa al, ngapain juga gue bohong " Jawab nya lagi.
"Oooh. Is not funny " Keluh Alana kesal***.