My Fiance

My Fiance
enam belas



" ***Hay " Sapa Alana lembut,


" Loe nyapa gue? " Tanya dimas tak percaya , karna memang kenyataannya, setiap kali dimas menyapa Alana dan kedua sahabatnya, selalu tatapan tajam yang ia dapatkan, tapi sekarang, seorang Alana sedang berada di samping nya dan tersenyum manis padanya.


" Iyaa lah... Siapa lagi " Jawab Alana santai. Sedang lisa, dia sudah menatap bengis ke arah Alana. Tapi masih dia tahan.


" Guyss... Liat deh...si ratu sekolah.. Nyamperin gue guys " Teriak dimas lantang dengan senyum merekah bahagia.


" Loe tau nggak...? Gue baru sadar loe itu tampan banget dim, cool, dan juga begitu perfect " Puji alana lembut.


" Gue udah tau itu dari dulu kali al " Jawab dimas percaya diri.


" Tapi sayang yaa... Gue baru tau nya sekarang " Kata Alana cemberut, sungguh sangat menggemaskan.


" Gue suka sama gaya loe " Bisik Alana bergelayut ke lengan dimas...


"Seriusly? " Tanya dimas tak percaya.


" Iyaa... Gue juga suka sama senyum loe... Tapi sayang yaa.. Loe udah ada yang punya " Jawab Alana memelas.


". Maksud loe? " Tanya dimas pura pura tidak mengerti


" Iyaa... Loe kan pacarnya lisa " Jawab alana santai


" Hhhhhhhh... Gue udah mutusin dia


Karna loe al... Karna gue dari dulu sudah jatuh cinta sama loe " Jelas dimas menggenggam tangan Alana.


" Oh yaa " Tanya Alana sumringah.


" Iyaa al...loe mau gak jadi pacar gue? " Tanya dimas langsung, dan semua menyaksikan adegan tersebut... Dengan raut wajah yang begitu penasaran.


" Oke gue mau " Jawab Alana santai.


Refleks, dimas langsung ingin memeluk Alana, tapi Alana memutar jari telunjuknya mengisyaratkan agar tidak memeluknya dulu.


" Ada apa? " Tanya dimas heran.. Sementara lisa sudah sesenggukan tak bisa berbuat apa apa


" Gue belum selesai ngomong " Kata Alana manja, memperbaiki kancing baju dimas.


" Ngomong aja sayang "


" Dalam hitungan satu, dua, tiga,.......


kita putus " Teriak Alana lantang, semua yang menyaksikan kaget, sambil tertawa.. Sementara dimas masih mengernyitkan dahinya bingung.


" Maksud loe " Tanya dimas bingung


" Maksud gue... Denger baik baik... Kita putus" Jelas Alana menekankan kalimatnya.. Dan dimas langsung terbelalak kaget, malu, emosi, sakit, sudah bercampur satu dalam dirinya sekarang.


" Loe mainin gue? " Tanya dimas tajam. Dengan nada yang sudah meninggi.


" Nggak... " Jawab Alana santai. " Gue cuma ngelakuin apa yang udah loe lakuin ke lisa " Kata Alana tersenyum miring. Dimas mengepalkan tangannya karna emosi .


" Mau loe apa? " Bentak dimas emosi.


" Hmmm kayaknya semua yang gue mau udah tercapai deh... Dan loe... Loe gak punya hati apa gimana sih... Loe pikir hati wanita itu di ciptain dari besi.. Hingga bisa sesuka hati loe patahin. Inget boyy.. Ingett baik baik ... Sekarang loe udah tau kan gimana rasanya di buat terbang tinggi tinggi. Tapi pada akhirnya di jatuhin gitu aja ,tanpa loe beri kesempatan buat dia untuk jatuh setidaknya di antara bintang bintang.. Sakit kan dim.... Ooooh atau loe gak punya hati yaa...? Hhh lupa gue... Sorry... Huft.. Jadi usaha gue sia sia dong " Ucap Alana tanpa rasa bersalah sedikitpun. Dimas hanya bisa diam karna tidak mungkin melawan, apalagi sekarang, sedang ada banyak mata yang melihat ke arahnya.


" Satu lagi dim... Seharusnya loe bersukur yaa bisa ngedapetin lisa.. Bukan malah seenaknya habis manis sepah di buang .. Ceehhh. " Desis Alana


" Dan Menurut gue yaa dim... Bukan bibir lisa yang gak semanis dulu, tapi bibir loe yang udah keseringan gonta ganti bibir cewek lain, sampek2 sarinya terkuras habis " Kata Alana lagi... Dia kemudian beralih menatap ke arah lisa yg terlihat berbinar.


" Dan loe lisa .... Loe jangan terlalu ngikutin kata hati... Karna hati... Adalah awal dari penghianatan " Kata Alana pada lisa, yang setelah itu langsung berlalu dengan kembali mengikat rambutnya asal, tapi tetap terlihat cantik.... Semua bertepuk tangan, memberi pujian pada Alana... Juga tatapan kagum yang semakin di tampakkan.


Alana langsung duduk di tempat semula dengan wajah yang masih terlihat santai... Ia kemudian meminum jus milik arlan. Karna jus milik yang lain sudah tak bersisa.


" Hebat loe al " Puji Andra, semua mengangguk setuju.


" Loe emang sahabat terkeren gue " Puji sasa bangga.


" Dia kan di ajarin gue " Sambung bela tak mau mengalah.


" Hah.. Gue... Alana harta kusuma aditama bisa ngelakuin apa aja yg gue mau " Kata Alana sombong.


" Dengan sekejap, loe bisa ngejatuhin tuh buaya " Puji citra antusias.


" Bener loe cit... Gak nyangka gue seorang Alana bisa selicik itu " Timpal Rafa kagum.


" Tapi inget loh al.. Tuh cowok bisa aja balas dendam sama loe besok2 " Ujar arlan memperingati


"Gue ngga takut dan gak akan pernah takut " Jawab Alana santai


..............................


Bel penanda pulang sudah berbunyi. Semua siswa dengan tergesa gesa menuju ke parkiran..


"Al.. Belanja yuk " Ajak sasa, saat itu mereka sudah tiba di parkiran , tepat di depan mobil Alana, karna tadi pagi sasa dan bela berangkat satu mobil dengan Alana.


"Hmmm boleh deh... Lagian kita juga udah lama gak belanja bareng " Kata alana setuju.


"Sekalian juga gue mau beli gaun buat ke pesta nya paman nanti " Timpal bela.


" Alana " Panggil seseorang, Alana, sasa, dan bela jelas menoleh ke arah suara, di sana, nampak seorang cowok tinggi dengan kaca mata nya sedang tersenyum manis ke arah tiga gadis itu, lebih tepatnya pada Alana, walau cowok itu berkacamata, bukan cupu yang Alana lihat, tapi kemanisan dari cowok itu, yang lebih menggemaskan lagi, lesung pipit yg sangat terlihat di kedua pipi nya itu, sungguh sangat manis. Alana tidak tau nama cowok itu, yang dia tau cowok itu adalah kakak kelas nya yg banyak di perbincangi oleh para gadis sekolah, jelas lah setelah EXO.


"Manggil gue? " Tanya Alana menunjuk dirinya, cowok itu mengangguk, kemudian menghampiri ketiga gadis itu.


"Loe hebat. Gue bangga sama loe , loe udah berhasil buat si dimas itu malu " Katanya masih dengan senyum manisnya.. Sasa dan bela tidak peduli, bela masih berkutat membaca novelnya, sedangkan sasa, dia sedang asik memoles wajahnya, membiarkan Alana berbincang dengan cowok itu.


"Ooohh itu... Udah biasa kalik " Kata Alana sombong.


"Buat loe " Ujar cowok itu menyerahkan coklat dan sebuket mawar putih pada Alana.


"Hhhhh sorry, bukan gue nolak yaa, gue gak tau nama loe " Kata Alana cengengesan.


" Hhhhhhhh gue Novan " Ucap cowok itu dengan tawa renyahnya. Dan Alana mengangguk membulatkan mulutnya.


"Terima yaa " Pinta Novan kembali menyodorkan coklat dan bunga itu.


"Gue Terima, tapi boleh tau alasannya apa loe ngasih gue ini? " Tanya Alana mengambil kedua benda itu dari tangan Novan.


"Besok kan valentine, yaa gue tau waktunya gak tepat, abisnya pas gue kasih waktu hari haknya, selalu saja, loe di kerumuni cowok2 yg pada naksir loe dan ngasih kedua benda ini sama loe, dan gue jelas harus ngantri. Kalaupun bisa ngasih , loe gak bakal tau gue dari saking banyak nya yg kasih coklat sama mawar sama loe... Hehe " Jelas Novan terkekeh.


"Hmmmm... Sweet banget... " Gumam Alana tersenyum manis. " Loe harus tau ya van... Loe itu special... Makasih yaa " Kata Alana memuji.


"Sama sama.. Gue balik dulu... Don't forget my Name Alana " Kata Novan tersenyum jahil.


"Never " Kata Alana tertawa. Novan tersenyum, setelah itu berlalu pergi meninggal kan Alana.


"Liat dong guys...valentine nya masih besok loh... Dan gue udah dapet aja nih " Kata Alana sumringah.


"Ceeehhh... Sombong... Bentar lagi, gue juga bakal dapet kalik " Kata sasa cemberut.


"Udah yuk ah.. Cepet... Katanya mo belanja " Ajak bela langsung.


"Sasa yg nyetir yaa " Suruh Alana,


"Oke deh.. Tapi siap siap mabuk yaa. Kalau bareng gue " Kata sasa tersenyum beda.


"Serah loe deh... Penting nyampek" Kata Alana yg langsung masuk di jok belakang sedang kan sasa dan bela di depan.


😍😍😍😍😍😍😍


Pukul 18 . 00 , Alana baru tiba di rumah nya dan masih dengan seragam sekolah nya, juga berbagai gody bug di tangannya.


"Wahhh baru dateng belanja yaa, sampek lupa waktu? " Ujar seseorang


"Ehh abang " Kata Alana kaget.


"Dari mana aja al? " Tanya aldi tanpa ekspresi


" Hehe, abis belanja bareng sasa ma bela, sama arlan juga kok , masa abang harus marah sih kalau Alana jalan sama tunangan Alana " Jawab Alana berbohong.


" Ooohh... Klw sama arlan mah abang percaya"


" Mama sama daddy mana? " Tanya Alana mengalihkan pembicaraan.


" Mereka pergi ke acara ulang tahun temen daddy, " Jawab aldi singkat.


" Ooohh.. Lah.. Abang mau kemana? " Tanya Alana saat melihat penampilan aldi sudah rapi..


" Abang juga ada acara bareng temen2 di kampus "


"Hmmm... Jadi Alana sendirian nih ? " Tanya Alana cemberut.


"Kan ada para pelayan " Jawab aldi santai


" Iiiishh... Abang mah gak asik " Celetuk Alana kesal


" Maaf sayang... Tapi ini bener2 penting, kali ini aja... Gak papa kan " Ucap aldi yang kali ini sudah mengelus elus pipi mulus Alana.


" Iyaa deh gak papa... Abang hati hati" Kata Alana tersenyum, aldi mengangguk.


" Abang pamit yaa " Pamit aldi lembut.


" Peluk " Pinta Alana manja. Aldi tersenyum kemudian dengan segera membawa Alana ke dalam pelukannya.


" Gadis manja " Gumam aldi mengacak rambut Alana...


" Biarin... Sama abang sendiri juga kan " Manja Alana melepas pelukannya.


" Ya ya deh.. Kesayangan abang... Ya udah abang pergi... Jaga rumah ya " Pamit aldi lagi, Alana mengangguk, aldi pun buru-buru berlalu keluar dari rumah...


" Woooww... Gue bisa keluar lagi nih " Gumam Alana sumringah...


Dia pun mengambil ponsel di tas kecilnya itu.. Kemudian menghubungi seseorang.


"Hallo al, ada apa.. Kangen lagi yaa " Goda sasa


"Ceeehh.. Bukan itu ****..di rumah lagi gak ada siapa2 nih... Jalan lagi yuk " Ajak Alana langsung.


"Wah.. Wah.. Wah... Boleh tuh.. Gue kabarin bela setelah ini... Tapi gue makan dulu yaa.. Laper soalnya " Kata sasa di sebrang.


"Aduhh.. Gak usah makan deh.. Loe langsung siap2 aja.. Nanti kita makan dulu di cafe sebelum jalan2 " Suruh Alana.


"Iyaa deh.. Gue mandi dulu... Dah. Nanti gue jemput "


"Oke " Kata Alana memutuskan panggilannya. Dia langsung bergegas buru2 ke atas menuju ke kamarnya***.