
***Alana dengan lari yang cepat, tergesa gesa menuju ke kamar hotel, air matanya belum juga berhenti mengalir..
Gadis itu menangis dengan berlari berniat ingin menemui arlan.
Tapi setelah tiba di kamar, alana tidak mendapati siapapun di sana,, tatapannya langsung beralih ke rak baju milik arlan, dan dengan segera gadis itu membuka rak baju tersebut...
Tangisannya makin pecah, saat dia sudah tidak mendapati apapun di sana, baju baju milik arlan sudah tidak ada lagi.. Termasuk semua barang milik tunangannya itu..
Alana buru buru mengecek tiket pesawat di aplikasi ponselnya , tidak ada jadwal penerbangan ke Jakarta untuk malam ini. Karna jadwal penerbangannya 30 menit sebelum nya Kecuali besok .
Alana langsung melemparkan ponselnya begitu saja.
" Arlan . " Seru alana , tangisannya sudah benar benar pecah.
" Gue benci... Gue benci diri gue sendiri, gue benci hidup gue " Teriak alana histeris...
Andra Cs juga sasa dan bela, buru buru masuk ke kamar alana,. Mereka sudah mendapati alana yang terduduk lemas memeluk lututnya sendiri sembari terus menangis tanpa henti.
" Gue mau arlan " Teriaknya lagi.
" Al.. Loe tenang al, tenangi diri loe.. Jangan nangis gini al " Kata bela lembut mengelus pundak alana. Berusaha menenangkan sahabatnya itu.
" Besok pagi pagi kita balik, gue udah pesenin tiket balik untuk kita semua,." Kata Rafa juga.
" Sabar yaa al, sabar, kita langsung temuin arlan kalau udah tiba di jakarta besok " Sambung sasa lagi.
😟😟😟
Alana juga teman2 nya sudah berada di jakarta, mereka baru saja tiba di kota macet itu, kota kelahiran mereka sendiri.
" Kita anterin loe pulang yaa " Tawar sasa pada Alana.
" Gak usah.. Gue langsung ke rumah arlan aja " Tolak gadis itu.. Matanya sudah bengkak, juga kantong mata yang sudah berwarna agak hitam itu.
" Mau kita temenin? " Tawar Rafa juga.
" Nggak usah.. Gue duluan yaa " Pamit Alana langsung.
" Hati hati al " Ujar Adit yang nampak prihatin..
Alana mengangguk setelah itu, memasuki taxi yang sudah ia pesan sebelumnya.
_._._._._._._...
Alana memencet tombol home di samping pintu utama sebuah rumah yang begitu megah..
Hingga sampai pencetan ke empat, 4 pelayan keluar dengan langsung membungkukkan badannya.
" Mama nita ada mbak? " Tanya Alana kemudian.
" Nyonya besar ada di dalam nona, mari kita antar " Jawab salah satu pelayan paruh baya itu dengan ramah.
" Oooh oke. Terima kasih "
Alana mengikuti para pelayan itu dari belakang, sampai mereka berhenti di ruang keluarga.
" Alana " Sapa nita dengan senyum manisnya.
" Mama " Balas Alana tersenyum tipis.
Nita langsung memeluk tubuh Alana dengan erat.
" Kamu kok masih bawa koper? " Tanya nita melepas pelukan nya, saat melihat koper yang di bawa Alana.
" Iyaa. Soalnya setelah tiba di jakarta, Alana langsung ke sini, mau ketemu arlan " Jawab Alana.
" Eemm... Baru semalem, udah kangen yaa " Goda nita dengan senyum jahilnya.
" Banget " Jawab Alana jujur.
Nita merasa gemas dengan jawaban Alana yang begitu jujur itu.
" Arlan nya ada kan ma? " Tanya Alana lagi.
" Ada sayang.. Arlan ada di kamar, kamu langsung masuk saja... Oke " Titah nita lembut.
" Makasih ma " Ujar Alana tersenyum, setelah itu, melangkahkan kakinya ke lantai atas di mana arlan berada.
_._._._._._._.
Alana langsung masuk ke dalam kamar arlan tanpa permisi,..
Gadis itu mendapati arlan yang sedang berdiri mematung di depan jendela yang menghadap ke arah jalanan kota jakarta..
Alana kaget, saat melihat kamar arlan yang berantakan, jangan lupakan, berbagai macam botol minuman keras di atas meja kecil, juga penampilan arlan yang acak acakan dengan arlan yang terus menghisap rokok..
Itu bukan arlan bagi Alana , karna Alana sangat tau.. Arlan tidak merokok.
" Arlan.. Kamu ngerokok? " Tanya alana tak percaya langsung menghampiri arlan...
" Arlan.. Aku minta maaf.. Zain itu cuma masa lalu aku doang, aku bingung harus gimana saat dia ngancem aku untuk bilang semuanya sama kamu kalau aku gak nemuin dia.. Aku mohon arlan... Ngertiin aku.. Maafin kesalahan aku " Pinta Alana yang kembali menangis.
" Sorry al.. Sayangnya gue udah gak peduli " Ucap arlan datar. Sangat datar.
" Lan.. Segitu bencinya yaa , kamu sama aku, sampek kamu harus nyuekin aku kek gitu.." Kata Alana pelan.
" Itu loe tau " Ketus arlan.
" Aku harus gimana sih lan, aku harus gimana supaya kamu maafin aku. Aku sayang kamu arlan,. Jangan diemin aku kaya gini. Aku mohon " Pinta Alana kembali sesenggukan.
" Gue juga sayang loe al, karna itu gue biarin loe bahagia sama zain, dan gue yang mundur, gue mau kalian bahagia" Kata arlan dingin.
" Harus berapa kali sih lan, aku bilang, kalau zain itu cuma masa lalu aku doang, dan aku gak pernah ada niatan untuk balik lagi sama dia..soal ciuman itu, aku sama sekali gak nge bales apa apa, aku biarin karna aku bener 2 merasa bersalah sama dia " Lirih Alana pelan.
" Loe egois al " Sinis arlan yang masih tetap setia tak menoleh ke Alana sekilas pun.
"Aku emang egois,manja ,suka nuntut,tapi untuk sekarang,aku akan mengalah..kamu mau apa arlan? Bilang sama aku.. Asal jangan tinggalin aku, aku mohon, "
Arlan hanya diam tak menanggapi.
" Lan dengerin aku.. Aku minta maaf arlan, aku minta maaf " Pinta Alana lagi.
Arlan tetap diam, dia dengan santainya masih menghisap rokok nya .
" Kamu denger aku gak sih? " Sentak alana yang mulai emosi.. Dan arlan masih tak menanggapi..
" Oke.. Setelah ini, kamu akan nyesel " Lanjut alana lagi.
" Gue gak peduli " Ketus arlan lagi.
Alana kembali merasa emosi, dia dengan segera mengambil satu botol minuman keras di meja itu, kemudian melemparnya dengan keras ke lantai, hingga pecah beberapa keping.
Dan Arlan masih tak bergeming.
" Jadi gitu?? Oke?? Liat apa yang akan aku lakuin " Ancam Alana yang langsung mengambil salah satu pecahan beling itu, dan dengan segera hendak menggoreskan beling itu pada pergelangan tangannya .
tapi tiba tiba ada yang langsung mencegahnya dengan berusaha mengambil beling itu dari tangan Alana.
Dengan segera arlan Memeluk tubuh Alana dari belakang.
" Loe gilak yaa " Sentak arlan yang berusaha mengambil pecahan beling itu dari tangan Alana.
Tapi Alana terus saja memberontak, berusaha ingin meloloskan diri dan kembali ingin melakukan hal yang dapat melukai dirinya sendiri.
" Lepas arlan.. Biarin gue mati.. Gue gak mau hidup yang kaya gini, gue gak
mau " Berontak Alana berusaha melepas pelukan arlan yang masih ingin merebut pecahan beling itu dari tangan Alana.
" Gue gak mau yaa al, loe ngelukain diri loe sendiri di kamar gue ini " Sentak arlan yang berhasil membuat Alana tertegun. Hingga akhirnya, arlan berhasil mengambil beling itu dari tangan Alana dan segera membuangnya asal..
Cowok itu kemudian menarik tangan Alana sampai keluar dari kamar...
" Gue lagi gak mau di ganggu, pergi lah " Cetus arlan yang langsung menutup pintu kamarnya dengan segera.
Alana ingin kembali mengedor pintunya, tapi dia tau tempat ,saat ini nita ada di bawah, dan dia tidak mau memperkeruh suasana...
Dengan segera, Alana mengusap air matanya, dan kembali melangkah kan kakinya menuju ke bawah.
_._._._._._.. _._._
Setibanya alana di rumah, seperti biasa, di depan pintu utama dia di sambut ramah oleh 6 pelayan di rumah itu.. Alana yang sudah benar2 kelelahan langsung memberikan kopernya begitu saja pada salah satu pelayan nya.
Se berusaha mungkin alana bersikap seakan semua baik baik saja..
Gadis itu melangkah ke dalam dengan wajah dinginnya..
Ia mendapati nita juga aldi di ruang keluarga.. Tapi alana sama sekali tidak berniat untuk menyapa mereka, pikirannya saat ini benar benar kacau.
" Alana , kok udah balik? " Kaget Linda saat melihat alana yang melangkah gontai ingin menaiki tangga,. Langkah alana terhenti, dan dengan terpaksa dia menghampiri Linda juga aldi.
" Bali gak seru " Jawab alana asal langsung memeluk tubuh Linda dengan erat .
" Emmm... Bukannya alana suka bali yaa? " Tanya Linda melepas pelukannya, menatap wajah alana dengan tatapan lembutnya.
" Alana ngomong nya asal tadi ma, soalnya alana capek " Jawab alana berbohong.
" Loe habis nangis yaa dek? Kok bengkak gitu matanya.? " Tanya aldi yang melihat perubahan pada wajah adiknya itu.
" Nggak lah.. Semalem alana begadang, jadinya sekarang ngantuk karna belum tidur dari kemaren " Jawab alana tersenyum tipis.
" Ya udah, nanti mama siapin makanan buat kamu ,pasti belum makan kan?.. " Ujar Linda lembut. " Kusut banget wajah anak mama ini " Lanjutnya lagi menyentuh sekilas dagu alana.
" Gak usah maa,. Alana pengen langsung istirahat aja.. Alana capek... Oke " Tolak alana lembut.
" Baiklah kalau begitu... Istirahatlah! " Suruh Linda lagi. Dan alana hanya mengangguk***.