
***Ternyata , Rafa, Andra, Adit, sasa, dan bela sudah tiba duluan di SMA Tunas bangsa, nampak di sana, sudah ada beberapa cowok yg sudah mendekati sasa, dan bela, tapi masih bisa di halangi oleh Rafa Andra dan Adit.
"Tuh kan Ar .. Itu tuh yg bikin gue gc suka klw ke sini, mereka pada alay alay tau gak , gue males " Celetuk Alana kesal.
"Makanya, loe sama geng loe itu, gc usah misah sama geng kita." Tukas arlan datar.
"Gc ah.. Gue mau pulang aja " Tolak alana langsung.
"Gc bisa... Tenang aja al.. Loe aman sama kita " Ucap arlan yg langsung keluar dari mobil, setelah itu membukakan pintu mobil untuk alana , alana keluar dg hati2, nampak setelah mereka memasuki area sekolah, banyak para siswi yg histeris saat melihat arlan , apalgi sekarang arlan menggunakan jaket dg stay cool nya, tangannya masih menggenggam tangan alana menuju para sahabat nya.
" Lama amat sih kalian " Dengus sasa.
"Kalian bertiga, sana cepetan menuju ke lapangan, pertandingan akan segera di mulai, dan jgn lupa, bawa sasa dan bela langsung ke ring penonton, biar gc ada kesempatan buat para cowok deketin mereka " Perintah arlan tanpa basa basi.
"Oke...kita duluan " Setuju Adit
"Gue ikut sasa sama bela aja " Kata alana langsung.
"Gc bisa... Loe harus ikut gue " Bantah arlan
" Lan " Mohon alana
"Al " Tekan arlan yg tk ingin di bantah.
Alana hanya mendengus pasrah.
" Udah yuk ah.. Gue anter kalian dulu " Ajak Andra pada sasa dan bela.
" Duluan ya al " Pamit sasa dan di jawab anggukan oleh alana... Mereka pun berlalu, minus alana dan arlan .
Arlan juga kemudian menarik alana menuju ke suatu tempat, nampak ruangan yg di atas pintu bertuliskan kata 'OSIS ' itu di masuki oleh arlan yg masih menggenggam tangan alana.
"Kok ke sini? " Tanya alana memberhentikan langkahnya, mereka sudah di depan pintu, alana ragu saat melihat berbagai siswa yg dia tidak kenal berada di ruangan itu.
" Gue ada rapat bentar " Jawab arlan singkat.
"Ooh.. Gue tunggu di luar aja " Ujar alana pelan
"Mau loe di kerumuni cowok2 alay itu sekarang? " Bisik arlan menakuti.
"Ya makanya, gue mau ke sasa dan bela aja ar
" Usul alana dg nada yg masih pelan.
"Gc bisa al, loe harus tetep berada di samping gue " Tolak arlan masih berbisik di daun telinga alana.
" Gilak loe emang yaa, mau loe apa sih " Geram alana yg masih berusaha mengontrol suaranya agar tak terdengar oleh yg lain.
"Gue mau nya loe tetep sama gue... Ngerti lah al... Citra gc masuk, biasanya dia yg selalu di sisi gue kalau lagi persahabatan, gue males di kerumuni cewek2 genit di sini, nah kalau gue bareng cewek kan, mereka pikir kalau gue udah pacaran, dan mereka milih2 lah siapa yg mereka deketin " Jelas arlan pelan.
"Iyaa juga yaa " Pikir alana setuju. Arlan
Kembali memegang tangan alana kemudian ikut bergabung, di susul oleh alana yg duduk di sampingnya.
"Sorry telat " Ujar Arlan tersenyum tipis
"Gc papa kok, santai aja " Jawab salah satu cowok yg keliatannya juga ketua OSIS di sekolah itu, tatapannya masih tertuju ke alana dan menatap alana kagum...
" Bisa kita mulai sekarang? " Tanya seorang gadis cantik itu dg senyumnya yg sangat ramah.
"Silahkan " Jawab arlan
......................
Hanya butuh 20 menit mereka menyelesaikan semua persiapan untuk acara selanjutnya, tapi bagi alana 20 menit itu adalah waktu yg sangat lama, dia begitu bosan dan mengantuk.
"Lan, loe tunggu sini dulu, gue mau ke toilet " Pamit alana, mereka sudah berada di luar pintu ruang OSIS, hendak pergi ke lapangan .
"Gc usah, keliatan kok toiletnya dari sini, loe jgn kemana mana " Jawab alana, arlan mengangguk, alana pun berlalu dg buru2 menuju ke toilet itu...
.......................
Setelah keluar dari salah satu ruang toilet , alana mendapati seorang cowok dengan penampilan yg acak2 an, anting di telinga kirinya, kalung rantai di lehernya, tak lupa rambutnya yg di cat pirang, tampangnya juga sangat tampan. Sepertinya dia bad boy sekolah ' pikir alana yg dengan santai melewati cowok itu, tapi tiba2 cowok itu mencekal pergelangan tangannya dengan kuat, bahkan sangat kuat..lebih dari saat arlan memegangnya tadi.
" Loe apa apa an sih " Bentak alana emosi
"Alana kan? " Tanya cowok itu menatap tubuh alana nakal.
"Bukan " Ketus alana berusaha melepaskan genggaman cowok itu..
" Lalu siapa? " Tanya cowok itu lagi makin erat mencengkram tangan alana
" Gc penting yaa.. Bad boy... Lepasin gue, gue gak kenal loe" Sentak alana lagi.
"Tapi gue kenal loe " Ujar cowok itu menyentuh dagu alana lembut, dan langsung di tepis oleh alana.
" Gue gak peduli.... Lepasin gue, atau gue bakal teriak yaa " Ancam alana lagi. " Dasar cowok gak waras, gila, udah jelek, masih aja sok sok an jadi bad boy... Ngaca dulu lah, kalau mau deketin gue... Oke " Hina alana lagi. Cowok itu terlihat kesal, dia langsung mendorong tubuh alana ke tembok, hingga membuat alana tidak bisa berkutik, karna kedua pundaknya, sudah di cengkram kuat oleh cowok itu.
" Loe unik yaa.. Cuma loe loh yg bilang kalau gue cowok jelek " Ujar cowok itu, menatap wajah alana kagum..dia kemudian mendekatkan wajahnya hendak mencium alana, dan alana tidak bisa apa apa karna tangannya sudah di cekal kuat oleh cowok itu ... Tapi tiba tiba ada yg menarik kerah baju cowok itu dari belakang, cowok itu mengurungkan niatnya, hendak menerkam orang yg sedang mengganggunya itu, tapi ia urungkan saat tau siapa yg tadi menarik kerah bajunya.
" Waah... Brothers " Sapa cowok itu sumringah.
"Kalau mau nyium cewek itu pilih pilih dre, yg loe mo cium itu, tunangan gue b*go " Sembur arlan dingin, yaa.. Itu arlan . Alana masih berdiri mematung, menatap kedua cowok itu bingung.
"Jadi... Jadi... Itu tunangan loe " Tanya cowok itu tak percaya, andre namanya.
Arlan mengangguk.
"Waahhh... Beruntung banget loe Gash.. Udah cantik, sexi lagi " Ujar andre tanpa merasa bersalah sedikitpun. Dan itu membuat alana benar2 merasa marah dan kesal.
" Loe gc papa kan al? .. Maafin andre yaa, dia sepupu gue " Ujar arlan menghampiri alana..
" Ooohh,jadi bad boy kurang ajar ini sepupu loe?" Tanya Alana tersenyum licik mendekati andre, kemudian dengan refleks dia langsung menampar wajah putih andre .
"Kalau sampek gue jadi nikah sama arlan , gue pecat loe jadi sepupu arlan " Sembur alana langsung berlalu dari tempat itu, meninggalkan andre yg memegangi pipi kanannya yg kesakitan karna tamparan alana, dan juga arlan yg tertawa melihat sepupunya itu..
" Sabar yaa " Ledek arlan menepuk pundak andre kemudian ikut berlalu mengejar alana.
Alana menghentak hentakkan kakinya karna begitu kesal, ia berjalan menyusuri koridor sekolah, hendak ke lapangan.
"Cepet banget sih langkah nya " Sembur arlan tiba tiba yg sudah mensejajari langkah alana.
"Kesel gue tau gak.. Sama tuh sepupu loe, seenaknya ngerendahin cewek, tampang aja cakep, tingkah laku bejat kek gitu. Masih ada yaa cowok kek gitu di sini...sesuka hati aja mo nyium gue, untung juga ada loe, kalau nggc,, gue akan bener bener ngelaporin dia ke polisi, hampir aja nih bibir gue di nodai ma cowok gila ky dia " Cerocos alana emosi...
"Udah al.. Dia emang gitu orangnya, gak sampek di cium tapi kan " Kekeh arlan
Alana tak menjawab omongan arlan, dia masih sangat kesal...
" Pulang aja yuk " Ajak arlan langsung, alana menoleh ke arlan.
" Bener? " Tanya alana
"Iyaa... Kita pulang aja, gue anter " Ujar arlan lembut.
"Hmmm... Dari tadi kek loe ngomong gitu... Gue udah gc betah di sini tau gc " Ujar alana yg mulai sumringah.
"Ya udah yuk " Ajak arlan langsung.
" tapi gimana dengan sasa sama bela? " tanya alana ragu
" nanti gue bilang ke Rafa kalau loe pulang duluan karna ada urusan penting " jawab arlan " ya udah ayok " ulang arlan mengajak
"Ayokkk " Balas alana manja yg sudah bergelayut di lengan arlan... Mereka pun berlalu menuju ke parkiran***.