My Fiance

My Fiance
dua belas



***Jam sudah menunjukkan pkl 23.03..dengan jalan yg mengendap endap, alana menuruni anak tangga dan melangkah dengan pelan menuju ke luar rumah.


Malam ini malam minggu, seperti biasa, alana akan selalu pergi ke club dengan kedua sahabatnya yang jelas tanpa sepengetahuan orang tua, juga abangnya.


Beberapa lampu ruangan sudah gelap yg artinya, semua orang sudah tidur,


" Syukur lah " Gumam alana lega yang dengan segera langsung keluar dari rumah.


😁😁😁😁


Pukul 02 . 04...seorang cowok yg sedang mengemudikan mobilnya di tengah jalanan yang sepi, seketika memberhentikan mobilnya saat melihat seorang gadis mabuk yg berjalan sendiri dengan langkah sempoyongan , jelas terlihat bahwa gadis itu sedang mabuk, apalagi sekarang,gadis itu hanya mengenakan tangtop putih dengan rok jeans ketat di atas lutut. mengenakan sesekali gadis itu meracau tidak jelas dengan senyum yg masih terus mengembang. Tak ada raut wajah ketakutan dari gadis itu meski ia berjalan sendirian . Dengan sangat terpaksa, cowok itu keluar dari mobil dan menghampiri gadis itu..


Setelahnya si gadis sudah berada dalam gendongan pria itu.. Awalnya gadis itu memberontak dengan sisa kesadarannya, tapi tak lama kemudian gadis itu terlelap di pangkuan si pria...


. ...... 😄😄😄😄😄


Jam 08 pagi , Alana merasa tenggorokannya kering hingga membuat


Dia terpaksa membuka mata untuk mengambil minuman.


Setengah mengantuk ,Alana bangun dari tidur.dia merasa sangat aneh dg ruangan serta tempat tidurnya..


Alana membulatkan bola matanya karna begitu kaget saat melihat arlan yg sedang tertidur dg tenang.


"What the hell" Teriak Alana


" Kenapa gue bisa sama dia, dan ini dimana? " Gumamnya ketakutan, refleks dia melihat serta meraba seluruh tubuhnya yg masih lengkap dg jaket asing yg masih menempel di tubuhnya.


Parfume green tea menyeruak bau jaket itu.


" Apa ini punya dia? " Tanya Alana menatap ke arah arlan yg masih terlelap.


"Tampan sekali " Lirih Alana terpukau.


Arlan membuka matanya perlahan, di dapatinya Alana dg posisi yg sudah duduk. " Udah bangun " Kata arlan dingin dg suara parau


" Kok loe bisa tidur di samping gue sih " Tanya Alana tak Terima


" Pertama ini kamar tidur gue..apartemen gue..Dan kedua, loe harus terbiasa dg adanya gue di samping loe... Loe kan calon istri gue" Ujar arlan santai dan juga duduk di samping Alana


" Ceehhh... Ngarep yaa jadi laki gue " Ketus Alana kesal


"Pede lu... Gue juga memohon yaa pada Tuhan untuk segera misahin kita... Yaa kalik gue punya istri nakal kaya loe. Bisa gilak gue ,mabuk aja gc bisa jaga diri...cehhh " Celetuk arlan datar. Dan itu membuat Alana makin emosi .. Dia mendorong tubuh arlan emosi, tapi sayang, dg segera, arlan juga menarik tangan Alana agar ikut jatuh bersamanya, hingga posisi mereka sekarang adl dg posisi Alana berada di atas tubuh arlan. Wajah mereka benar2 begitu dekat hingga membuat seorang Alana begitu gugup.


" Kita belum sah ya al, dan gue belum siap buat jadi ayah " Goda arlan terkekeh... Wajah Alana merah karna malu, dia langsung beranjak Dan setelah itu dia langsung beringsut dari tempat tidur untuk mengambil minum.


Dia berjalan hati2 karna benar 2 tidak tau letak dapur di apartemen itu.dia terlalu malu untuk bertanya pd argash . Tapi tak lama kemudian ia menemukannya , dg segera, dia menuang minuman nya dan langsung meneguknya sampai habis.


" lan . Jalan 2 yuk "ajak Alana yg sudah kembali dari dapur, duduk di samping arlan yg berada di sofa dg masih fokus pada ponselnya..


" Males ah " Tolak arlan


" Ayolah lan...Ajak gue jalan. Ke Moll gitu, " Rengek Alana yg sudah mengambil ponsel arlan dari tangan pria tampan itu.


" Gc ada yg bisa menolak permintaan dari seorang Alana..oke ... Ayolah " Ajak Alana lagi.


" Gc bisa " Tolak arlan datar, kini ia sudah berpangku tangan karna ponselnya di pegang Alana, dan dia tidak mau nyari ribut dg gadis itu.


"lan . Ayolah... Gue gc ada duit yg mo jalan2 sendiri, terus klw gue pulang gue bisa abis sama ortu dan abang gue.. Apalagi dg pakaian yg kek gini... Gue kan gc ada duit yg mo ganti baju... Mereka semua bisa marah klw tau gue ky gini " Ujar Alana memelas menatap ke wajah arlan yg masih datar.


" Oooh jadi soal semalem keluarga loe gc ada yg tau " Ucap arlan yg sudah tersenyum smirk dg mata memicing.


" Jgn bilang2 tapi yaa " Pinta Alana memelas


" Hmmm loe kan tanggung jawab gue al, klw gue gc aduin ini ke keluarga loe, loe bisa ngulangin kesalahan yg sama " Kata arlan lembut tapi terkesan mengancam, arlan semakin senang ketika melihat mimik ketakutan dari wajah alana.


" lann.. Plisss " Pinta Alana memelas


" Gc bisa al.. Gue harus bilang ke mama dan daddy loe " Tolak arlan menahan tawanya.


" Gue janji deh.. Gc akan ke sana lagi, asal jgn bilang2 ke mereka, emang loe tega liat gue di marah2 in ma bocap, setelah itu di hukum gc keluar dari rumah kecuali sekolah, " Bujuk Alana lagi


" Loe klw gc gue bilang gc akan kapok al, loe itu calon istri gue "


" Setelah ini gue anter loe pulang, dan jelasin gimana kejadian sebenarnya semalem " Lanjut arlan lagi.


" Loe kok gitu sih lan " Kata Alana parau, dia sudah mulai menangis, arlan yg sedari tadi menatap ke layar TV, kini sudah beralih menatap ke Alana yg sudah meneteskan air mata. Dan itu membuat arlan jadi tidak tega.


" Loe kok nangis sih al " Tanya arlan bingung


" Abisnya... Loe... " Ujar Alana mengusap air matanya dg punggung tangannya sendiri,


" Al... Gue cuma becanda kalik..udah yaa jangan nangis lah al.. Gue gc bakal bilang kok ke mereka " Ucap arlan dg lembut, sangat lembut, bahkan ia mengusap dg pelan air mata di pipi putih alana.


" All.. Udah... Diem al..gue minta maaf, gue emang salah.. Udah yaa " Bujuk arlan lagi. Alana diam..


" Kita jalan2 aja yuk.. Seharian... Loe bisa ngabisin duit gue sesuka hati loe...kita pergi kemana pun yg loe mau " Ajak arlan langsung, Alana menoleh, air matanya tiba2 saja langsung berhenti mengalir.


" Beneran ? " Tanya Alana pelan.


" Iyaaa... " Jawab arlan tersenyum, untuk pertama kalinya Alana melihat arlan tersenyum untuknya.


" Tapi di temenin loe kan? " Tanya Alana lagi


" Iyaaa al... Tapi sebelum pergi, kita ke Moll dulu, loe ganti tuh baju " Ujar arlan


" Eeemmm... Makasih lan ... Loe emang tunangan gue yg baik " Ucap Alana memeluk arlan karna begitu bahagia..


" Ia.. Sama2 " Jawab arlan masih lembut dan membalas pelukan Alana , dia tidak mau membuat gadis yg sudah menyusahkannya, malah makin di buat susah krn tangisannya.


😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁


like yahhh 😍😍😍😍😍***