My Fiance

My Fiance
hampir saja



***Arlan benar benar kewalahan dengam tingkah Adit yg sudah mabuk berat, dia membopong tubuh sahabatnya itu hendak menuju parkiran, mereka sudah berada di luar club..


gara gara Adit , arlan sudah kehilangan jejak Alana dari matanya...


Dan sekarang, dia memilih membawa Adit pulang..


" Loe tunggu sini, gue ke toilet dulu " Titah arlan mendudukkan Adit dengan susah payah di sebuah bangku panjang ber cat abu abu ,Adit hanya mengangguk teler, kepalanya ia sandarkan di kepala bangku itu.


Argash pun berlalu menuju ke toilet, meninggalkan Adit sendirian di sana..


Beberapa menit pun berlalu, arlan pun kembali dari toilet, dan bergegas menghampiri tempat dimana Adit berada, arlan bingung karna teman nya itu sudah tidak ada di tempatnya.. Dia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling, dan matanya langsung menangkap sosok Adit yg sudah berkeliaran di tengah jalan, padahal saat itu, kendaraan masih berlalu lalang, walaupun jam sudah menunjukkan pukul 23.45 ,


" Adit.. Loe selalu saja gak bisa ngendaliin diri loe " Gumam arlan tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya,


tapi senyuman kecil itu langsung berubah menjadi tatapan terkejut, arlan masih melihat Adit berdiri di tengah jalan dengan keadaan yg masih tidak terkontrol, dan dari arah berlawanan, sangat jelas sebuah bus yg akan menabrak nya, sepertinya rem bus itu blong, karna terdengar jelas, si sopir terus meng klakson agar semuanya menghindar, dan jelas, bus itu akan menabrak Adit..


Tanpa pikir panjang, arlan langsung berlari sekencang mungkin untuk menolong Adit, dia sepertinya sedikit terlambat, dan hanya bisa mendorong Adit dengan cepat, dan menggantikan posisi Adit semula, Adit sudah


terhempas ke pinggir jalan karna arlan menolongnya, dan arlan pasrah, dia ingin menghindar, tapi kendaraan terlalu banyak berlalu lalang, dan itu akan percuma, matanya terpejam saat bus itu sudah tepat berada beberapa senti dari tubuh nya.... Dan....


BUKHHHH..


arlan merasa tangannya di tarik dari belakang, sepertinya ada yg menolongnya, dia membuka matanya, posisinya masih berdiri karna dia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya saat tangan nya di tarik.


hampir saja dia tertabrak


Arlan tak percaya saat melihat Alana sudah berada di hadapannya, dan yaa, ternyata yg menolongnya adalah Alana, nafas Alana masih ter engah engah,jelas terlihat dari raut wajah Alana yg begitu hawatir juga ketakutan, air matanya yg sudah ia tahan langsung menetes begitu saja tanpa permisi.. Dia begitu takut jika arlan kenapa napa... Mata nya dengan mata arlan sama sama bertemu, mereka sama sama diam,


refleks, Alana langsung memeluk tubuh arlan dengan begitu erat.


" Maaf " Lirih alana sesenggukan makin mengeratkan pelukannya..


" Gak papa " Bisik arlan lembut dengan senyum bahagianya, dia membalas pelukan alana dengan hangat..


" Aku takut kamu kenapa napa " Kata alana lagi makin menangis,


mendengar tangisan alana, arlan melepas pelukannya dengan pelan, dia menunduk, menyeimbangkan wajahnya dengan wajah alana, karna tinggi alana hanya sebatas sampai dada bidang arlan. Mereka saling menatap, dengan lembut, arlan mengusap setiap bulir yg berjatuhan tanpa henti di pipi putih gadis itu..


" Aku baik baik saja " Gumam arlan yg masih menangkup kedua pipi gadis itu, jari jemarinya masih tetap mengusap air mata alana yg tak henti henti nya mengalir,


" Aku tau itu.." Jawab alana tersenyum kecil.


" Kamu maafin aku kan? " Tanya arlan kemudian.


Alana mengangguk " Yg salah emang aku, aku terlalu egois, gak bisa berpikir panjang, padahal aku sangat tau, yg kamu lakuin buat aku itu demi kebaikan aku.. Maaf yaa " Gumam alana lirih masih menatap mata arlan dalam.


" Gak papa, aku ngerti kok sama perasaan kamu, udah yaa, jangan nangis lagi " Titah arlan lembut..


Alana kembali mengangguk, dia kemudian kembali memeluk tubuh arlan dengan erat. Dan arlan membalas lembut pelukan itu.


" Udah malem, ayo aku anter pulang " Ajak arlan melepas pelukannya.


" Aku nginep di apartemen kamu aja yaa, malam ini aja, besok kamu kan udah pergi, aku masih pengen sama kamu " Pinta alana merengek.


" Tapi Adit gimana? " Tanya arlan kemudian, dia menatap ke sebrang jalan di mana Adit masih sempoyongan, dan memang sesuai niat, Adit akan menginap di apartemen milik arlan


" Tapi aku maunya tidur sama kamu, soal Adit, nanti suruh siapa kek, buat jemput dia " Kekeh alana yg tak ingin di tolak, dia Seberusaha mungkin memasang wajah memelas menatap ke arah arlan.


" Baiklah.. Tunggu sebentar yaa " Ucap arlan mengalah, kemudian mengambil benda pipihnya untuk menghubungi seseorang.


" Hallo dra " Sapa arlan setelah tersambung..


Alana dengan sabar menunggu dan posisi tangan masih erat bergelayut di lengan arlan


" Hallo lan ada apa? " Tanya suara di sebrang,


"Gini, Adit udah mabuk berat, dia nginep di rumah loe aja yaa, soalnya malem ini alana nginep di apartemen gue, jadi gue gak bisa bawa Adit " Jelas arlan langsung.


" Boleh. Tapi gue gak bisa jemput Adit di sana yaa, gue males " Kata Andra langsung.


" Iyee.. Iye. Nanti gue cariin taxi buat Adit, untuk ngantar ke rumah loe, loe tunggu di rumah aja " Ucap arlan.


" Oke gue tunggu " Ujar Andra yg langsung mematikan ponselnya secara sepihak.


" Kita cari taxi buat Adit dulu yaa " Kata arlan pada alana,


dan gadis itu hanya mengangguk,


arlan pun menggandeng alana untuk menyebrang menghampiri tempat Adit, beruntung taxi dengan sekejap mudah di dapat, arlan langsung memberhentikan taxi itu.. Membopong Adit masuk ke dalam mobil taxi. Dan mendudukkan cowok mabuk itu di jok belakang.


" Baik mas " Katanya ramah.


" Untuk ongkosnya berapa pak? " Tanya arlan langsung. Dia tau dengan keadaan Adit yg mabuk, Adit tidak akan bisa membayar ongkosnya itu..


" 350 mas " Jawabnya lagi.


" Oke " Ujar arlan yg kemudian mengambil dompet nya, setelah itu menarik beberapa uang kertas merah dari dalam nya " Ini pak " Kata nya menyerahkan uang lembaran itu.


" Wahhh ini kebanyakan mas " Ucap sopir itu setelah menghitung uang sebesar 600 ribu itu.


" Gak papa, ambil bapak aja," Kata arlan tersenyum tipis.


" Wahh Terima kasih mas , saya duluan " Katanya lagi yg langsung melajukan mobil taxi nya menuju ke alamat yg sudah di tentukan.


😁😁😁


Alana benar2 tidak bisa tidur, hatinya merasa gelisah, tubuhnya membelakangi arlan yg sudah tertidur pulas di sampingnya, dia merasa gerah, akhirnya selimut yg menghangatkan nya ia buang asal ke lantai..


Nafasnya ia hembuskan dengan kasar,,,


puas dengan itu semua, alana berbalik lagi menghadap ke arah arlan, yang dengan sangat tenang dan juga pulas dalam tidurnya,


" Padahal cuma dua hari, tapi kenapa gue gak pernah bisa jauh2 dari nih cowok " Gumam alana pelan,


karna dia takut arlan merasa terganggu. Matanya kemudian beralih ke jam dinding yg sudah menunjukkan pukul 24.08 .


" Tapi mungkin asik juga yaa, kalau sebentar gak ada arlan, gue kan bisa dengan senang hati, nge jailin adek kelas, atau nggak gue bisa bolos, tanpa ketauan dia " Kata alana dengan senyum menyeringai.


" Belum tidur " Gumam seseorang parau, alana yg dari tadi tersenyum langsung menatap ke arah suara, ia mendapati arlan yg sudah mengucek matanya, dan duduk dengan bersandar ke kepala ranjang..


" Aku gak ngantuk, " Jawab alana santai


" Kamu kok bangun? " Lanjut alana bertanya.


" Dari tadi aku ngerasa kamu gak nyaman banget tidurnya makanya aku bangun " Jelas arlan masih dengan posisi sama, duduk bersandar ke kepala ranjang.


" Maaf yaa " Kata alana merasa bersalah.


" Gak papa.. Sini " Ujar arlan tersenyum lembut merentangkan tangannya agar alana memeluk tubuhnya, dengan senang hati, gadis itu ikut terduduk, masuk ke dalam pelukan arlan dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang arlan.


" Ada apa sayang? Kok gak tidur " Tanya arlan, tangannya dengan tenang mengelus rambut alana.


" Aku gak papa, cuma, gak tau juga, rasanya gelisah gitu " Jelas alana jujur..


" Kamu tau kan, aku ceroboh orangnya, gak pernah hati hati, kan biasanya juga kamu yg selalu negur, atau jagain aku, lalu untuk besok dan lusa gimana? " Lanjut alana lagi, tangannya begitu erat memeluk tubuh atletis cowok itu.


" Kan ada nathan sayang, selain aku, dia kan juga bisa jagain kamu " Kata arlan lembut.


" Tau gak sih? Semenjak kejadian malam itu, tan tan jadi ngehindarin aku, setiap kali ada aku, pasti dia langsung menjauh, kata sasa sih, tan tan kek gitu karna merasa bersalah, dan gagal jagain aku, kata sasa juga, dia bener2 seneng pas denger aku udah tunangan, dan itu sama kamu.. Ntahlah, setiap kali aku mau ngomong, dia selalu nyari alasan buat ngejauh dari aku " Jelas alana nampak berpikir.


" Aku paham, dan kalau aku di posisi nathan, aku bakal ngelakuin hal yg sama, tapi gak usah di pikirin sayang, lama kelamaan nathan juga bakal balik lagi kaya semula kok, kalau pun gak ada nathan , kan masih ada sasa sama bela yg jagain kamu, atau kalau masih kurang nanti aku nyuruh bodyguard buat jagain kamu " Kata arlan mantap.


" Iiihhh.. Nggak ah, gak bebas rasanya kalau ada bodyguard, aku kan cuma maunya kamu " Kata alana tersenyum nyengir,


arlan yg merasa gemas, langsung mencubit pelan hidung milik tunangannya itu..


" Sayang " Panggil arlan lagi.


"Hmmm " Jawab alana singkat, dengan posisi yg masih bersandar di dada arlan. tak peduli jika cowok itu merasa pegal, yg terpenting adalah dia merasa nyaman.


" Kamu harus lebih hati hati yaa " Titah arlan memperingati. Wajahnya nampak begitu hawatir juga gusar.


" Kenapa? " Tanya alana sekilas mendongak menatap arlan.


" Aku takut aja, citra bakal gangguin kamu, karna aku tau dia akan ngelakuin apa aja untuk nyakitin kamu, dan aku gak mau itu terjadi, aku hawatir tau gak, kalau gak ada aku, atau yg lain (Adit, Rafa, Andra) , dia bisa nekat, kemaren2 kan masih ada sahabat aku yg nyegah dia, tapi besok,, aku takut al, aku takut dia ngelakuin hal buruk sama kamu " Lirih arlan mengeratkan pelukannya.


" Heyyy.. Sayang... Kamu kaya gak tau aja sama sikap tunangan kamu ini, kalau cewek lawan cewek, aku gak pernah kalah yaa, kamu juga tau kan, udah berapa ratus kali aku di panggil ke ruang BK gara2 suka berantem sama adek kelas, jadi, don't worry, aku bisa jaga diri " Kata alana bangga.


" Huftt.. Kamu gak tau citra sayang, dia mahir dalam bela diri ataupun karate, dia masuk ke geng aku juga salah satunya karna itu, dia jago dalam melawan orang, kalau kamu mah, gak ada apa apa nya buat dia" Kata arlan yg memang jujur.


" Kan ada sasa juga bela sayang, aku gak akan kenapa napa kok " Ucap alana meyakinkan.


"Tapi aku tak yakin " Gumam arlan lirih.


" Udah.. Kalau emang citra mau ngelakuin suatu hal yg buruk, aku kan bisa teriak, santai aja,oke, " Kata alana terkekeh..


" Tapi al.. " elak arlan lagi, tapi ucapannya langsung terhenti, saat alana sudah mencium pipinya dengan lembut, dan tergantikan oleh senyum gemas pada kelakuan gadis itu***.