
***Alana membuka matanya ketika sudah merasa puas dengan tidurnya.
Sekilas ia menatap ke Baker samping ranjang. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 10.57...
Alana langsung tersadar, dia harus menemui Zain hari ini.
Matanya beralih mencari sosok yang di cintai nya, arlan... Tapi sayang, arlan sudah tidak ada di kamar itu.
" Kemana arlan? " Gumam alana pelan.
" Gue mandi dulu deh " Lanjutnya lagi yang langsung beringsut dari ranjang dan bergegas menuju ke kamar mandi .
🤣🤣🤣
Sesuai dengan janjinya, kali ini alana akan menemui Zain di cafe yang mereka tempati kemaren,.
Gadis itu tidak memberi tau siapa siapa, termasuk arlan..
Mungkin Tuhan memang selalu membantunya, setiap alana ingin menemui Zain, arlan selalu tidak ada di kamar... Tapi kali ini menurut alana beda, arlan tidak mengiriminya pesan jika cowok itu sedang keluar.
Setelah tiba di cafe, alana sudah mendapati Zain yang sudah menunggunya .
" Pagi al " Sapa Zain dengan senyum manisnya , dia bahagia, karna alana menepati janjinya.
" Pagi, " Balas alana yang langsung duduk di hadapan Zain.
" Mau pesen apa? " Tanya Zain lagi.
" Aku kenyang, jadi, kamu langsung aja, kenapa ngajak ketemu lagi di sini " Tanya alana yang terlihat gelisah, dia takut akan ada yang melihatnya dengan Zain.
Zain tersenyum, setelah itu, Zain menyerahkan sebuah kotak berbungkus kertas kado kepada alana.
" Apa ini? " Tanya alana yang dengan pelan mengambil kotak itu dari tangan Zain .
" Buka aja nanti... Kado itu adalah kado yang pada malam itu aku pengen kasih ke kamu, tapi tiba tiba kamu ngilang gitu aja, tanpa ninggalin jejak sekalipun, " Jelas Zain tersenyum kecut..
Alana diam...
" Tau gak al?? Setelah kamu ngilang gak ada kabar, aku gak pernah pacaran lagi, sama sekali gak pernah, karna aku pikir, kamu akan kembali, dan itu pasti, makanya aku simpen kado itu buat kamu .. " Sebelum melanjutkan ucapannya, Zain menarik nafasnya dalam dalam, setelah itu menghembuskan nya dengan pelan .
" Tuhan jahat yaa sama aku " Kata nya lirih, dan alana mendengar nya dengan jelas. Tapi ntah kenapa gadis itu bingung harus berkata apa..
" Bukannya kamu menetap di London? Ngapain ke sini? " Tanya alana kemudian, karna hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya sekarang.
" Kamu yang ngantar aku ke sini.. " Jawab Zain tersenyum manis.
Dahi alana berkerut karna merasa tak mengerti
"Dulu kamu pernah bilang, bahwa bali itu begitu indah dan kamu pengen ke Bali bareng aku setelah liburan akhir semester.. Andai kamu tau, setiap liburan semester, aku selalu nyempatin kesini, berharap aku bisa ketemu kamu lagi, beruntung di sini juga ada paman aku yang punya beberapa hotel di sini, hingga aku bisa membantu mengolah hotelnya. .. "
" Satu tahun aku menunggu, berharap Tuhan kabulin doa aku, agar bisa bertemu dengan kamu.. Kamu alana..
Tapi sungguh, aku lupa meminta pada Tuhan, untuk segera bertemu dengan kamu yang masih sendiri, bukan dengan orang lain..
Tapi tak apa, setidaknya, Tuhan kabulin permintaan aku agar bisa ketemu sama kamu, setidaknya, aku sudah tau jawaban kenapa kamu ninggalin aku tanpa alasan dan membuat aku menunggu penjelasan selama setahun lamanya. " Jelas Zain dengan masih tersenyum.
Sementara alana, gadis itu sudah menangis karna begitu merasa bersalah.
" Aku bener bener minta maaf Zain, aku emang salah pergi dari kamu tanpa alasan, di sinilah kesalahan terbesar yang aku lakuin , mengambil keputusan dengan sesuka hati.. Maaf Zain, maaf.. "
" Tapi sekarang, aku udah punya arlan, kalau sampai arlan tau tentang hubungan kita, dia pasti marah, dan aku gak mau arlan marah, aku gak mau " Ujar alana menghapus air mata nya dengan pelan.
" Aku tau itu semua al.. Sangat tau.. Dan kamu juga harus tau, sedikitpun aku gak pernah ada niatan buat ngerebut kamu dari arlan, sama sekali nggak " Gumam Zain lirih.. Ia mengusap sudut matanya yang berair.
Alana hanya diam..
" Al " Panggil Zain lagi.
" Eem " Jawab alana.
" Boleh nanya " Ucap Zain kemudian melepas tangannya dari sudut bibir alana.
" Apa? "
" Selama kamu pergi dari aku,. Pernah gak sih, sekali aja, kamu kangen sama aku? " Tanya Zain menatap dalam mata alana dengan penuh harap.
" Zain aku mohon.. Aku kan udah bilang, aku gak mau ngungkit ngungkit itu lagi, aku merasa bersalah Zain " Gumam alana dengan suara melemah.
" Apa salahnya sih al, jawab pertanyaan aku yang itu.. Aku mohon.. " Pinta Zain dengan suara serak.
" Andai kamu tau Zain, betapa tersiksa nya aku selama enam bulan itu,. jujur, aku rasanya gak bisa hidup tanpa adanya kamu, sama sekali gak bisa. Seperti halnya kamu yang gak pacaran waktu itu, aku pun begitu . Aku menutup hati aku rapat rapat,. Saat aku mulai sekolah di sekolah ku yang baru, hanya kamu yang ada di hati aku, hanya kamu Zain.. Semua yang berusaha mendekati aku, sama sekali gak pernah aku temukan di antara mereka yang seperti kamu.. Makanya aku memilih sendiri.
Soal arlan.. Orang tua aku nge jodohin aku dengan dia.. Awalnya aku nggak suka dia.. Tapi perlakuan dia yang membuat aku nyaman, dia yang selalu nge jaga aku, membuat aku kembali jatuh cinta untuk yang kedua kalinya.
Aku tau, sekarang aku menyakitimu," Gumam alana pelan. " But, time is not in play on in re " Lirih nya lagi. " Dan kamu jelas tau kalau aku selalu merindukan kamu, tapi itu dulu,sebelum adanya arlan "
" Makasih al, ternyata bukan cuma aku yang kangen selalu kangen kamu, tapi kamu juga selalu kangen aku.. Bedanya.. Kamu bilang itu dulu, sementara aku, selama 365 hari, tak ada satu hari pun yang aku lewati untuk nggak merindukan kamu.. I always miss you al, and I Will always miss you " Ucap Zain tersenyum hangat.
" Lalu..? Kamu akan terus menetap di sini? " Tanya alana kemudian.. Gadis itu tidak mau memperdalam perasaan nya.
" Nggak.. Besok aku akan balik ke London, makanya aku ngajak ketemu lagi di sini. Aku bener bener berterima kasih sama Tuhan, udah ngabulin permintaan aku, walau terlambat,.. Setidaknya aku masih bisa ketemu kamu " Jawab Zain .. Tatapannya..??Sungguh, alana rindu tatapan itu, tatapan yang begitu tulus, dan bersungguh sungguh.
" Jika senja yang mengalah pada malam,, di sini ada aku yang mengalah pada rindu " Ujar Zain pelan.
" Maafin aku Zain.. Maaf " Lirih alana lagi.
" Kamu minta maaf terus.. Udah lah al, bukan kamu kok yang salah.. Bukan.. Tapi waktu " Kata Zain
" Boleh minta sesuatu? " Tanya alana menatap Zain.
" Apapun itu "
" Aku mau kamu lupain aku Zain, aku akan sangat sangat bahagia, kalau kamu bahagia dengan orang lain,. Aku ingin kamu bahagia Zain " Ucap alana tersenyum manis.
" Akan aku usahain "
" Maaf juga Zain.. Sekarang aku harus balik, aku takut arlan nyariin " Pamit alana kemudian
Zain mengangguk.. Alana beranjak dari duduknya, dan melangkah kan kakinya hendak keluar dari cafe.
" Alana.. Tunggu " Cegah Zain tiba tiba.
Alana memberhentikan langkahnya,. Zain langsung menghampirinya.
" Ada apa? " Tanya alana setelah Zain sudah berada di hadapan nya.
" Boleh gak,.. Untuk yang terakhir kalinya, aku peluk kamu? Aku kangen al" Pinta Zain menatap alana dalam.
Alana diam.. Pandangan nya ia buang ke segala arah.
" Kalau gak boleh juga gak papa " Kata Zain yang tak mendapat respon dari alana..
Refleks, alana langsung memeluk tubuh Zain dengan begitu erat, bahkan sangat erat...
" Terima kasih Zain, dulu kamu udah pernah melengkapi hidup aku, kamu yang udah buat aku mengenal apa itu cinta juga kebebasan " Kata alana yang sudah menangis dalam pelukan Zain.
" Aku yang makasih al, aku.. " Lirih Zain mengeratkan pelukannya..
5 menit berlalu...
Akhirnya alana melepas pelukannya..
Tangan Zain langsung menangkup kedua pipi alana dengan hangat,. Jarak mereka begitu dekat.. Dan alana hanya membiarkannya.. Dia juga pernah merindukan sosok Zain kembali ke dalam hidupnya..
" Always love you al " Lirih Zain yang setelah itu mencium bibir alana dengan lembut..
Alana diam, dia tidak menolak, juga tidak membalas***...