
***saat bel istirahat sudah berdering... ANGEL WINS langsung memutuskan untuk pergi ke kantin...
" alana, sasa, bela " teriak suara seseorang memanggil ketiga gadis yang masih berdiri mematung di pintu masuk kantin .
ke tiga gadis itu serempak menoleh, ternyata yang memanggilnya adalah Rafa yang sedang makan di tempat khususnya dengan geng nya . termasuk arlan dan citra, yang seperti biasa, citra selalu menyandarkan kepalanya di bahu arlan.
" gabung di sini aja " tawar Rafa masih berteriak .
" gimana? " tanya sasa meminta pendapat
" serah deh ... penting gue bisa makan " celetuk alana masih fokus dengan ponselnya.
" udah yuk ah " ajak sasa langsung bergegas menghampiri tempat dimana geng EXO berada. di ikuti oleh alana juga bela di belakangnya.
" Hai " sapa sasa tersenyum manis
" hai. . duduklah " balas Andra... tanpa di paksa ke tiga gadis itu pun duduk berhadap hadapan.
" banyak amat makananya " gumam sasa saat melihat di atas meja itu sudah penuh dengan makanan.
" buat kalian lah " jawab Rafa santai.
alana yang sedari tadi hanya menunduk karna fokus pada ponselnya, kini gadis itu langsung mendongak dengan mata yang penuh binar, juga bela yang kini sudah tidak memikirkan novelnya lagi.
" pecicilan " gumam arlan dalam hati,menatap alana yg sudah berbinar hanya karna makanan gratis.
" seriusan? " tanya alana tampa malu
" iyaa lah... masak kita boong " jawab Adit tersenyum.
" hmmmm.. makasih yaa " ucap sasa antusias
" silahkan... semua buat kalian the most wanted nya sekolah " kata Rafa terkekeh.
3 gadis itu pun langsung melahap makanan nya dengan cepat. apa sih yang nggak kalau di bayarin π
" oh ya.. kalian berdua gak keberatan kan, kalau kita bertiga gabung di sini? " tanya sasa menatap arlan juga citra, karna sedari tadi, dua sejoli itu tidak bercakap sama sekali setelah kedatangan ANGEL WINS.
" hahahah... gak papa lah.. santai aja kalik, lagian kalian kan juga populer di sekolah ini, jadi kita gak malu kalau ngumpul bareng kalian " jawab citra tertawa.
" yaaa.. takut aja, kalian terganggu gitu, " timpal bela tidak enak
" hmmm.. gak papa lah, kalian bisa kok ngumpul sama kita tiap hari di sini, tanpa kita suruh sekalipun " citra ber antusias.
" oke deh "
" tapi jangan sampek naksir sama bebeb gue arlan yaa " titah citra memperingati. arlan hanya memutar bola matanya jengah mendengar perkataan sahabatnya itu
" hahah.. iya.. iya.. " jawab sasa tertawa begitu pun dengan bela, sedang alana, masih sama dengan wajah santainya.
" lagian... arlan bukan tipe kita kok, iya kan guys " seru alana acuh tak acuh. dan di jawab anggukan oleh kedua gadis di sampingnya.
arlan, jangan di tanya, matanya sudah menatap alana dengan kesal .
" wahhhh... kalian emang hebat.. cuma kalian loh yang gak tergila gila sama kita kita, terutama arlan, " puji Adit sekaligus membanggakan diri .
" selera orang kan beda beda " gumam bela datar.
" udah yuk ah, kita ke kelas, ada tugas yang belum gue selesain " ajak alana saat mengingat akan tugasnya, lagian, gadis itu sudah merasa kenyang.
" untung gue udah " ucap bela lega
" makanya, ayo ke kelas, gue mau copy paste" kata alana terang terangan
" tampang loe aja yang cantik, otaknya beg* " ledek arlan datar.
" yang cantik kan emang tampang, mana ada otak cantik " balas alana tak Terima " udah yuk ahhh " rengek alana lagi pada sasa dan bela, dan itu berhasil membuat Adit dan Rafa begitu gemas.
" oh yaa.. makanan kita tadi, siapa yang bayarin? " tanya alana sebelum pergi
" nih si Rafa " tunjuk andra.
" hmmm thank yaa fa " ucap alana tersenyum manis, yang setelah itu, tampa semua duga, dengan santainya alana mencium pipi putih Rafa ,, semua tercengang melihat itu, termasuk Rafa yang tidak menyangka akan di cium oleh Queen Of School. kecuali sasa dan bela, mereka sudah hafal dengan sikap satu sahabatnya itu.
" kau tampan juga " bisik alana menggoda, Rafa hanya menelan ludahnya dengan susah payah. dengan mulut yang masih menganga.
" loe baik, anggap aja itu hadiah buat loe.. heheh, " kata alana terkekeh.
" kita duluan yaa, sekali lagi makasih " sambung bela yang melangkah berlalu menuju ke kelas, alana dan sasa sudah mengekor di belakangnya.
" wahhh... nyesel gue gak bayarin mereka " gumam Adit yang masih melihat kepergian tiga gadis cantik itu.
" ini bukan mimpi kan " lirih Rafa yang masih tak percaya... semua hanya tertawa geli melihat ekspresi Rafa yang sampai saat ini masih menganga.
" udah tau ada tunangan nya, masih aja ngelakuin hal sesuka hati " batin arlan kesal, tangannya sudah mengepal karna emosi.
πππππ
setibanya alana di rumah, dia langsung melemparkan tas sekolahnya asal ke sofa yang berada di ruang tengah.
" nona sudah pulang " sapa salah satu pelayan seraya mengambil tas milik alana di sofa tadi.
" mama sama abang, ada kan mbak ? " tanya alana langsung.
" nyonya besar pergi nona, dan beliau bilang , mau ke kantor tuan besar, sementara tuan muda, sepertinya beliau ada di kamarnya " jelas pelayan itu sopan.
" oooh oke.. " gumam alana yang langsung bergegas menuju kamar kakanya itu.
" abang " sembur alana membuka pintu kamar aldi, dan di sofa, aldi terlihat sedang main game,..
alana buru buru menghampiri kakanya itu, dan langsung membaringkan kepalanya di paha ( pangkuan) aldi.
" udah pulang? " tanya aldi yang masih fokus dengan game nya.
" iyaa... abang gak kuliah? " tanya alana pelan
" lagi libur " jawab aldi singkat.
" temenin alana tidur yuk bang " ajak alana langsung.
" tidur aja lah, abang kan udah ada di sini " suruh aldi yang masih sibuk dengan game nya itu.
" iihhh.. tapi abang kan sibuk sama game nya.. alana kan pengen di elus elus kepalanya" rengek alana yang mulai manja.
aldi menghembuskan nafasnya dengan kasar,
setelah itu menaruh hapenya asal, dan dengan cepat mengelus elus rambut alana dengan lembut.. bagaimana ia bisa menolak kemauan alana, sedang alana kalau sudah marah tidak bisa di kendalikan. semua barang di kamar itu bisa saja pecah karna menjadi pelampiasan dari amarah nya seorang alana.
" tidurlah " suruh aldi lembut mengecup kening alana. alana mengangguk dengan senyum manisnya, memejamkan matanya, dan tak lama setelah itu dia sudah bergumul dengan alam mimpi karna merasa begitu nyaman dengan belaian kakanya.
" al " panggil aldi pelan. hanya dengkuran kecil dari mulut alana yang menjadi jawaban.
" cepat sekali kau tertidur " gumam aldi gemas, yang setelah itu dengan pelan pelan, menggendong tubuh alana menuju ke kasur, dan membaringkan tubuh mungil gadis itu di ranjang big size, setelah itu menyelimuti tubuh alana dengan sangat telaten.
sebelum melangkah kembali menuju ke sofa, sekilas, aldi mencium kening adik kesayangannya itu dengan lembut...
" loe segalanya buat gue al " bisik aldi di telinga alana.
πβΊπβΊπβΊπβΊπβΊπβΊπππππ
like yahhh πππππππππππππππππππππππππ***