
***😆😆😆
Bel penanda istirahat berdering, semua siswa keluar dari kelas bersiap untuk menghibur dirinya karna sudah 3 jam belajar di kelas, ada yg nongkrong, ada yg ke kantin, ada juga yg ke perpustakaan , buat yg hobi baca aja yaa.
" Kalian duluan aja yaa, gue mau ke toilet dulu " Tukas alana pada kedua sahabatnya, mereka bertiga masih berada di kelas.
" Oke.. Kita tunggu di kantin yaa " Jawab sasa
" Ke taman aja lah Sa, nanti loe beli dulu makanannya di kantin, abis itu langsung ke taman, gue males ngeladenin fans2 arlan kalau makan di kantin, apalagi citra" Kata alana lagi.
" Ooohh oke... Kita makan di taman aja " Timpal bela kemudian
" Ya udah, gue ke kamar mandi dulu " Pamit alana yg langsung buru2 keluar menuju ke kamar mandi.
Selepas alana keluar dari kamar mandi, ia sudah mendapati Elsa dgn tiga teman di samping nya, dan alana tidak mengenal mereka, dan dia tidak peduli, Elsa dan ke tiga temannya itu menghadang jalan alana.
" Ada apa? " Sinis alana melipat kedua tangan di dada. Menatap remeh ke arah Elsa.
" Ga papa, cuma pengen mastiin aja, tuh jidat kenapa? Pake di perban segala " Tanya Elsa tertawa remeh.
" Bukan urusan loe " Ketus alana
" Jadi dia el, yg kata loe ngerebut gebetan loe si arlan? " Tanya salah satu teman di samping Elsa, menatap tajam ke arah alana ,amel namanya.
" Cantik juga yaa " Kata gadis yg satunya.
" Cantik..Tapi L*nte " Hina Elsa pedas.
" Mulut tuh di jaga.Anyingg" Sembur alana emosi. " Dan kalian bilang apa? Gue ngerebut arlan??? Hah..saran gue yaa El.. Ngaca dulu deh sebelum loe bisa dapetin arlan.. Dulu aja pacar loe mutusin loe karna gue kan, nah sekarang, loe bilang gue ngerebut arlan dari loe.. Emang loe siapa nya sampek loe berani nyaingin tunangannya sendiri " Balas alana juga menghina.
" Dasar loe yaa..Yaa oke. Emang semuanya karna loe, karna ada loe, gue jadi tersaingi tau ga.." Sengit Elsa begitu marah.
" Bagus.. Setidaknya loe sadar diri, yg loe saingi itu siapa " Ucap alana lagi dgn penuh penekanan.
" Loe tuh ya " Geram Elsa emosi, dgn segera tangannya terangkat untuk menampar wajah alana, tapi bukan alana namanya jika tak mampu membalas, dia mencegah tamparan itu dengan memegang tangan Elsa yg sudah terangkat dengan kuat, hingga membuat Elsa tak bisa menampar.
" Ga semudah itu yaa " Tekan alana masih memegang tangan Elsa dgn kuat dan kasar.
Tangan kiri alana juga terangkat untuk ikut menampar wajah Elsa, tapi ke tiga teman Elsa dgn kompak langsung mendorong tubuh alana dengan kasar dan dengan sekali hentakan hingga membuat alana jatuh tersungkur dengan kepala yg terbentur ke tembok toilet.
" Hah...loe beraninya emang keroyokan gitu yaa " Ucap alana tersenyum miring.
Alana merasakan cairan kembali mengalir di keningnya yg di perban.
Ia kemudian beralih memegangi keningnya itu, ternyata benar, cairan itu adalah darah yg kembali keluar dari bekas luka alana kemaren.
" Sialll." Umpat alana kesal.
Dia mencari tissue di saku nya, tapi tak ia temukan.
" Nyari apaan mba nya " Tanya Elsa lembut, tapi dgn tertawa karna merasa begitu puas dan menang sebab membuat alana terluka.
bukan karna tidak bisa berdiri, melainkan dia bingung harus mencari tissue dimana, kalau pun masuk kembali ke dalam toilet, yg dia yakini, Elsa akan kembali mengerjai nya nanti..
Diam dgn posisi seperti itu adalah pilihan terbaik buat alana .
" Beraninya kok keroyokan sih " Ujar suara berat yg menghampiri mereka, semua menoleh, minus alana, ternyata arlan sudah berdiri di hadapan Elsa dan ketiga temannya.
" Arlan.. " Gumam Elsa lirih, dia menggigit bibir bawahnya sendiri
" Hah, beraninya keroyokan, kenapa el?? Takut kalah yaa dari alana kalau ngadepin tunangan gue sendirian " Sinis arlan lagi.
Setelah itu dgn segera, dia berjongkok di hadapan alana memeriksa keadaan tunangan nya itu.
" Kamu ga papa? " Tanya arlan lembut memegang pundak alana.
. Alana mendongak menatap ke arah arlan
" Aku ga papa kok. Cuma... " Tak sempat alana berbicara, arlan sudah memotong kalimatnya.
"Sayang..Kening kamu " Kaget arlan yg sudah mulai panik, dia khawatir tapi juga emosi melihat keadaan alana.
Dgn cepat, arlan kembali berdiri..
" Kalian.." Geram arlan marah, wajahnya merah padam karna emosi, menatap tajam Elsa dan ke tiga temannya,
tangannya mengepal, dgn sengaja, tangan arlan langsung terangkat hendak menampar wajah Elsa,
" Arlan jangan.. Kendaliin diri loe " Cegah seseorang yg baru datang, ternyata Adit.
Dia langsung menghampiri mereka.
" Dia udah buat alana terluka dit.. Dan gue ga bisa biarin itu " Sentak arlan masih emosi
" Inget batasan men, dia perempuan " Bisik Adit menepuk pundak arlan.
" Gue tau " Ketus arlan yg setelah itu mengurung kan niatnya untuk menampar gadis di hadapannya itu
elsa sudah ketakutan, tapi tak ia nampak kan
" Gue ingetin sekali lagi yaa, sekali loe sentuh tunangan gue, atau loe buat dia terluka lagi, urusan loe bukan sama dia lagi, tapi gue... GUE " Tekan arlan memperingati... Dia kemudian mengangkat tubuh alana dan membawa tubuh mungil itu dalam dekapan nya hanya dalam hitungan detik.
" Sayang... Aku bisa jalan sendiri " Tolak alana saat arlan sudah menggendongnya.
" Diam.... Kita ke UKS sekarang " Titah arlan menatap tajam ke Elsa, setelah itu berlalu pergi membawa tubuh alana di ikuti oleh Adit di belakangnya...
" Kayaknya arlan emang sayang banget sama tuh cewek deh el " Gumam salah satu teman Elsa yg membuat emosi Elsa kembali tersulut.
" Diam " Sentak Elsa marah***..